6 saran untuk guru yang ‘facebookers’

Menjadi guru memang bukan sebuah tugas yang ringan, dibutuhkan suasana hati yang cenderung konstan untuk selalu bisa bergairah melewati hari mengajar siswa-siswi dikelas. Tidak ada yang bisa meramalkan akan seperti apa hari yang akan kita lalui di kelas. Meskipun kita sudah punya sederet ilmu, peraturan dan lain-lain yang disiapkan untuk meredam dan memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi, namun tetap saja masalah bisa saja terjadi.

Masalah bisa terjadi juga saat dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari jalanan macet sampai masalah keluarga dari masalah dengan pasangan sampai masalah dengan siswa dan guru rekan sekerja.

Sebagai manusia biasa guru butuh cara untuk mengeluarkan unek-unek serta permasalahan yang melingkupinya. Caranya macam-macam, salahsatunya yang akan saya bahas adalah jika guru memilih untuk mengeluh lewat jejaring social yang saat ini marak di internet.

‘Aaaaah bête banget hari ini’

Seorang guru bisa saja menulis hal seperti itu di statusnya di facebook. Jika saya adalah rekannya di sekolah saya akan berpikir “wah rekan saya ini sedang kesal kepada saya atau kepada siapa ya?’ Jika saya adalah salah satu orang tua siswa yang berteman dengan guru ini di internet, saya akan berpikir ‘wah apakah perilaku anak saya sudah membuat guru anak saya ini kesal’.

Padahal bisa saja perasaan diatas hanya sekelebat saja muncul ketika kita akan menulis status di facebook. Atau sebaliknya memang ada masalah yang menyumbat hati dan perasaan anda saat menulis status di facebook.

Demikian beratkah, hidup kita sebagai guru saat ini?  Sehingga menulis status di facebook pun mesti diatur? Menurut saya tidak juga. Karena yang penting bukan bagaimana kita mengekspresikan masalah yang kita hadapi namun tinggal kita siasati saja kehadiran kita di internet.

Berikut ini hal yang bisa kita lakukan sebagai guru saat ada di jejaring sosial seperti facebook misalnya (diambil dari situs edudemic.com) ;

1.  Tidak berbagi informasi mengenai diri anda sebagai guru di facebook jika informasi tersebut tidak anda bagi dikelas kepada siswa-siswi anda di kelas.

2. Memilih topik diskusi atau komentar hanya yang mengenai topik sekolah atau pembelajaran

3. Mainkan kontrol privasi anda di facebook, jika anda hanya nyaman berteman dengan orang-orang tertentu, hindari berteman dengan orang tua siswa atau siswa di internet. Saran saya buatlah dua akun yang berbeda, satu untuk komunitas sekolah (orang tua dan siswa) anda dan satu akun untuk teman-teman pribadi anda.

4. Hindari menaruh foto anda yang membuat orang lain berpikir anda bukan orang yang tepat untuk mendidik anak-anak di sekolah.

5. Tidak chat atau mengobrol dengan siswa di luar jam mengajar anda di kelas.

6. Tidak memberi komentar terhadap halaman facebook siswa anda selain mengenai masalah pembelajaran di sekolah.

Posted in Tak Berkategori

6 thoughts on “6 saran untuk guru yang ‘facebookers’

  1. Terimakasih atas sarannya pak agus…segera dilaksanakan nih, hehehehe! Buat saya pribadi, bergaul di facebook selama 2 tahun lebih memberikan banyak pemahaman akan karakter kenalan baru, teman dan siswa-siswi saya. Ada beberapa batasan atau standar norma sebagaimana yg dijelaskan sampeyan di tulisan di atas, namun menurut saya standar tsb tdk harus terlalu kaku. Saya menggunakan media facebook sbagai wadah berkomunikasi dan menjalin keakraban terlebih semenjak saya hrs tugas belajar ke jogja. Dari percakapan di facebook saya bisa memahami kesulitan-kesulitan psikologis siswa saya di madrasah, problema khas anak muda dan yg terpenting saya ingin dilihat tdk hanya guru oleh mereka namun juga manusia biasa yg kadang bisa salah dan perlu ber’gaul’. Membangun pemahaman dan saling menerima keterbatasan serta komitmen utk menghormati batasan-batasan norma edukatif di media jejaring sosial itulah yg sering saya sampaikan ke rekan2 guru madrasah yg masih antipati terhadap facebook misalnya, di samping memotivasi mereka utk melihat media jejaring sosial sbagai media alternatif berkomunikasi dan berinteraksi secara edukatif tdk hanya dgn siswa, melainkan juga dgn orangtua siswa, para guru yg tdk hanya terbatas pada lingkungan sendiri namun ke lingkungan yg lebih luas. Sebagai guru yg hampir setiap saat bersentuhan dgn teknologi internet, saya merasa sudah saatnya kita lebih menggali sisi maslahat teknologi demi perbaikan kualitas diri dan lingkungan. Namun artikel sampeyan sangat luarbiasa menginspirasi, I like it🙂

    1. Terima kasih Ustadz, as always saya selalu senang jika dikunjungi sampeyan.
      Dengan facebook memang batasan antara guru dan siswa menjadi memudar, untuk bisa mengembalikan seperti semula dibutuhkan guru yang bisa memahami kinerja media jejaring sosial, sebab jika tidak, guru akan tampak sebagai orang dewasa yang tidak punya wibawa.
      Doa saya agar semua lancar di Yogya, amin

  2. menurut q guru kreatif itu adl guru yg berbakat,pintar,disiplin n klaw lgi ngajar hrus sr1us . cozx klaw nggak s3rius siswa yg pingin blajar dgn s3rius mlah terganggu k0s3ntr4six. law di skol sich ad aguru yang di siplin gurux i2 nggak suka siswa yg bermain s44t b3l4j4r ap lgi guru bk hmmmmm pling menyeramkhan klaw nggak di siplin hmmmm lansung main pukul…….. yach gi2 dech klaw guru disiplin .:).

  3. pak gimana caranya menghadapi siswa yang membandel diluar kelas/luar jam sekolah,sedangkan itu terjadi didepan mata kita,seolah-olah siswa yang bersangkutan tidak menghargai kita sebagai gurunya meskipun waktu itu bukan jam dinas.misalnya mereka merokok diluar jam sekolah… Terima kasih pak agus.mohon bimbingannya

  4. Saya sangat setuju dengan artikelnya pak. Mudah-mudahan Facebook dapat dimaknai secara positif oleh para pendidik kita, karena ada banyak manfaat baik yang bisa kita peroleh dari FB. Mungkin salah satu kuncinya adalah pengendalian diri dan kedewasaan bertindak ya pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s