Melihat sekolah berubah (refleksi dari pelatihan di sekolah YPPI 01 surabaya)

Ini kunjungan kali kedua saya kepada Sekolah Dasar YPPI 01 Surabaya. Sebuah sekolah yang sedang mengusahakan sebuah perubahan yang besar demi peningkatan mutu layanan kepada siswa dan proses belajar siswa. Jika sebelumnya saya datang saat sekolah SD YPPI 01 sedang melakukan rapat kerja di kawasan Trawas,  kali ini acara pelatihan dilakukan di sekolah. Pada kunjungan kedua saya ini saya berusaha mengiringi seluruh komponen sekolah dalam berubah dan mencari model belajar yang sesai dengan perkembangan jaman.

Saat saya tiba di sekolah SD YPPI 01 saya tertarik sekali dengan usaha dari guru-guru di semua tingkatan kelas dalam menampilkan secara kreatif hasil karya siswa di dinding kelas yang tidak hanya berfungsi sebagai penyemarak dinding tetapi juga sebagai sarana siswa belajar dan berfleksi terhadap pembelajajaran yang sudah dilakukannya. Tidak itu saja disetiap display atau pajangan juga melekat selembar kertas yang merupakan rubrik penilaian yang berguna bagi guru dan siswa dalam mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan.  Wah sebuah indicator bahwa guru-guru yang menerapkan nya sudah percaya bahwa siswa lah sebenarnya aktor utama dalam pembelajaran di kelas.

Semua pajangan yang ada adalah merupakan hasil atau bagian dari pembelajaran system proyek  yang berbasisi inkuiri yang dilaksanakan disekolah SD YPPI 01 Surabaya. Dalam proyek pembelajaran yang ada di setiap jenjang kelas saya bisa melihat bahwa guru bidang studi bekerja bersama dan berkolaborasi dengan guru kelas dalam menghasilkan alur pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada siswa.

Selain display dikelas tampilan fisik lain yang membuat saya kagum adalah lay out dari tempat duduk siswa. Hampir di semua kelas lay out dirancang agar siswa duduk dalam grup dan guru mempunyai akses yang baik kepada semua siswa.

Tampak sekali dari terakhir saya berkunjung, sudah banyak perubahan yang terjadi dan semuanya mengarah pada menjadikan sekolah siap dan bisa menjawab tantangan abad 21. Dan yang membuat saya terkejut senang ternyata Sekolah dasar YPPI 01 Surabaya baru saja melaksanakan Student Led Conference sebuah kegiatan merayakan perjalanan belajar siswa yang juga banyak saya bahas di blog ini.  Saya bisa bayangkan semua orang tua yang hadir pasti senang dan bangga melihat putra putrinya lancar menjelaskan dan berpresentasi, sebuah keahlian yang dibutuhkan dalam abad 21.

Saya belajar banyak sekali dari kunjungan saya kali ini, rekan baik saya Pak Rendra Prihandono merupakan sosok yang ada dibelakang semua perubahan yang terjadi. Namun beliau tidak sendirian ada banyak guru senior maupun yunior yang rela dan bersedia berubah kearah yang lebih baik. Ini membuktikan bahwa sekolah yang beliau pimpin mempunyai budaya sekolah yang mengharapkan kerja dan pemikiran terbaik , kerjasama dari semua individu yang ada, mereka adalah guru, siswa dan orang tua.

Pak Rendra sudah bisa menjadikan guru serta komponen sekolah lain untuk mau memindahkan ‘peran’ sebagai pemilik atau penguasa pengetahuan menjadi seorang fasilitator yang menjadikan dirinya mitra dalam siswa belajar dan mencari jawaban atas keingin tahuan nya. Tidak hanya mau membagi peran, tapi juga mau berbagi pengetahuan pada sesama guru dengan memaknai sekolah sebagai komunitas pembelajar.  Selamat saya ucapkan kepada segenap komunitas SD YPPI 01 untuk ‘perjalanan’ perubahan yang telah dilalui.

Silahkan melihat lanjutan foto di pada link dibawah ini

http://picasaweb.google.com/a.sampurno/SDYPPI01Surabaya?feat=directlink

Posted in Tak Berkategori

3 thoughts on “Melihat sekolah berubah (refleksi dari pelatihan di sekolah YPPI 01 surabaya)

  1. Kesan yang saat bertemu Pak Agus kembali. Namun waktu terlalu singkat untuk pelatihan tersebut. Masih ada banyak hal yang harus kita pelajari secara detail. Semoga apa yang kami lakukan (SD YPPI1) menjadi bahan pertimbangan bahwa guru-guru seperti kami ini punya dedikasi yang tinggi. Namun tetap menyenangkan karena interaksi kita dengan anak-anak.

  2. Hebat!! Saya berhasil menemukan jawaban pertanyaan yang terus berputar kurang lebih 2 tahun ini…
    Bagaimana menjadikan murid tidak hanya aktif tetapi juga kreatif dan inovatif. Begitu pula ketika pak Agus menyinggung tentang cara guru menjawab pertanyaan siswa.Kita tinggal memilih, apakah kita ingin menjadi guru yang memunculkan kreatifitas atau penghalang kreativitas siswa…
    Thanks untuk saran yang singkat tetapi sangat “mengena” pak Agus🙂

  3. Ping-balik: Mie SEHATI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s