You can forget facts, but you cannot forget understanding. (Anda bisa melupakan fakta dan informasi, tapi anda tidak akan lupa jika anda mengerti)

Iklan

8 resep sukses penyelenggaraan pesantren Ramadhan

Di bulan Ramadhan banyak sekolah mengadakan acara pesantren Ramadhan bagi siswa-siswinya di sekolah dalam rangka mengisi bulan suci dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus memberikan nuansa lain kegiatan pembelajaran agama di luar jam sekolah.

Merupakan tugas seorang guru dalam memaknai pesantren Ramadhan agar berjalan dengan baik dan bisa membuat siswa bertambah keimanan dan semakin senang dalam beribadah. Jika dananya cukup boleh juga menyewa lembaga yang khusus menyelenggarakan acara pesantren Ramadhan, namun ada baiknya juga jika guru bisa mengadakan sendiri sebagai acara internal disekolah.

Berikut ini adalah hal yang bisa dijadikan perhatian jika sekolah anda berminat secara mandiri menyelenggarakan acara pesantren ramadhan di sekolah;

Lanjutkan membaca “8 resep sukses penyelenggaraan pesantren Ramadhan”

7 cara menjadi guru bimbingan belajar yang sukses. (Refleksi workshop bagi guru di i-brain Optima Kebayoran Baru)

Pada tanggal 31 Juli 2010  saya mendapat kesempatan langka untuk berbagi dengan para guru bimbingan belajar. Di mata saya merekalah para mitra sejati para guru disekolah formal dalam membelajarkan siswa di kelas. Banyak orang tua yang terbantu atas peran mereka dalam membelajarkan kembali siswa dirumah. Seperti kita ketahui banyak orang tua yang mempercayakan putra putrinya kepada guru bimbingan belajar dalam membantu pendalaman belajar di rumah.

Lembaga I Brain OPTIMA sebagai lembaga binmbingan belajar yang terletak di Kebayoran Baru mengundang saya untuk berbagi kepada para guru yang baru akan bergabung dengan lembaga tersebut.

Rasa salut saya yang tinggi kepada pengelola, dikarenakan sedari awal mereka sudah menyadari betapa pembinaan kompetensi guru sangatlah vital. Bersama 25 guru yang hadir  saya berbagi mengenai prinsip yang bisa dilakukan agar bisa menjadi guru bimbingan belajar yang berhasil dan disukai oleh siswa. Lanjutkan membaca “7 cara menjadi guru bimbingan belajar yang sukses. (Refleksi workshop bagi guru di i-brain Optima Kebayoran Baru)”

5 tipe penugasan kreatif untuk siswa (Refleksi Workshop menjadi guru kreatif di SMP 280 Jakarta)

Jawahir Mutiara June 10 at 9:35am

Asslm. Salam hormat. mohon sekiranya ada waktu pada Tanggal: antara 28-30 Juni 2010 bisa dan berkenan untuk mengisi acara raker guru.
Materi : guru kreatif dan achievment motivation
Demikian permohonan ini…Terima aksih atas perhatiannya (Surat Pak Juwarto S.Pd lewat Facebook)

Sekolah Menengah Pertama 280 yang ada di seputaran Menteng mengundang saya untuk berbagi dan bersilaturahmi, Pak Juwarto S.Pd sahabat saya mengontak saya untuk memberikan materi mengenai ‘Menjadi Guru Kreatif’

Beberapa hal yang saya sampaikan dalam sesi selama hampir 4 jam antara lain;

Sebagai guru memang belum lengkap rasanya jika kita belum menugaskan siswa untuk mengerjakan sesuatu yang ada hubungannya dengan subyek pembelajaran yang kita ajarkan dikelas. Namun sadarkah kita jika sebagai guru yang kita lakukan adalah semata-mata memberikan penugasan kepada siswa untuk mengerjakan ini itu tanpa bertanya kepada diri sendiri adakah tugas ini mempunyai hubungan dengan masa depan siswa. Lantas penugasan seperti apa yang kurang berdampak pada masa depan siswa.

Penugasan yang dimaksud disini adalah penugasan yang asal menghabiskan waktu jam pelajaran atau memberikan pekerjaan yang  ‘asal’ banyak dan ‘asal’ susah untuk dikerjakan. Jadi mari sama-sama kita membuat perencanaan pengajaran yang benar-benar berdampak bagi masa depan siswa.

Lanjutkan membaca “5 tipe penugasan kreatif untuk siswa (Refleksi Workshop menjadi guru kreatif di SMP 280 Jakarta)”

Pelatihan 2 hari mengenai pembuatan RPP yang kreatif di Pontianak bersama guru SD binaan PT Wilmar Indonesia

Selama 2 hari saya berada di Pontianak tepatnya di Hotel Orchadz untuk bertemu 57 guru SD dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Landak dan Sambas.  Senang sekali saya bisa bekerja sama dengan Wilmar Group dalam membuat guru semakin bersemangat dalam memberi yang terbaik bagi siswanya. Pelatihan berlangsung 2 hari dari tanggal 28 dan 29 Juli 2010. Berita mengenai pelatihan yang difasilitasi saya dimuat oleh Koran Pontianak Post.

Selama 2 hari peserta belajar bersama mengenai Bagaimana menjadi guru yang professional serta pembuatan RPP (Rencana Perencanaan Pembelajaran) yang efektif.

Bersama guru yang hadir saya membedah tipe pembelajaran kolaboratif dimana tipe pembelajaran tersebut menjadi kegiatan inti dari RPP. Tipe pembelajaran yang saya bawakan terdiri dari Jigsaw, STAD, Think Pair Share dan Three stay two stray.

Lanjutkan membaca “Pelatihan 2 hari mengenai pembuatan RPP yang kreatif di Pontianak bersama guru SD binaan PT Wilmar Indonesia”

8 cara membentuk siswa yang ‘inquirer’ di kelas. (Refleksi workshop di Sekolah Sophos Indonesia Serpong)

Masih ingat tulisan saya mengenai dua rekan baik saya yang berpindah ke sekolah lain. Kali ini saya beruntung bisa berkunjung dan bersilaturahmi ke sekolah mereka yaitu sekolah Sophos Indonesia di Serpong tanggal 6 di bulan Juli 2010 . Sekolah Sophos adalah sekolah yang mempunyai visi jauh ke depan dalam memberi yang terbaik bagi siswa siswi yang menjadi murid di sekolah tersebut. Terletak di jantung Serpong sekolah ini punya banyak rencana besar bagi pengembangan kualitas guru yang mengajar.

Lanjutkan membaca “8 cara membentuk siswa yang ‘inquirer’ di kelas. (Refleksi workshop di Sekolah Sophos Indonesia Serpong)”

8 kiat jitu mengelola keluhan orang tua di sekolah

Ironic door sign

Sebuah sekolah adalah tempat pelayanan dan bertemunya berbagai kepentingan. Namun jauh diatas itu semua, sebuah sekolah ada untuk siswa.

Bertolak dari hal ini sudah menjadi jamannya jika individu di era informasi ini sepertinya mudah untuk mengeluhkan sebuah hal, apalagi jika hal tersebut berupa pelayanan yang harusnya menjadi hak. Banyak guru sebagai individu atau sekolah sebagai institusi terkaget-kaget ketika kinerja atau pelayanannya dikeluhkan oleh orang tua. Hal ini wajar saja, karena jika dibandingkan kita dahulu saat masih bersekolah, tabu rasanya mengeluhkan kinerja sekolah dan guru.

Tetapi jaman sekarang berbeda, guru dan sekolah mesti siap menerima keluhan. Dari sisi pengelola sekolah memang keluhan mengguncang kewibawaan bahkan tatanan yang selama ini ada. Sayangnya reaksi saat menanggapi keluhan terkadang tidak kompak dan seragam, padahal sebuah jawaban dari sisi siapapun itu (guru atau pengelola) merepresentasikan sekolah secara keseluruhan. Alih-alih membuat adem keluhan orang tua sebagai ‘klien’ yang terjadi adalah menciptakan masalah dan kebingungan baru. Seperti juga siswa kita mesti percaya bahwa setiap orang tua adalah unik.

Lanjutkan membaca “8 kiat jitu mengelola keluhan orang tua di sekolah”