GOOD SCHOOLS, GOOD TEACHERS

Saat saya melihat lihat arsip lama buletin sekolah tempat saya mengabdi dan belajar, mata saya terpaku pada artikel yang menarik dan layak untuk kita jadikan renungan bagi para pendidik di mana saja berada. Tidak lain tidak bukan agar anak kita generasi penerus bangsa bisa merasakan aura dan atmosfir positif di sekolah tempat mereka menuntut ilmu. Terima kasih bu Sari atas tulisan yang mencerahkan ini, saya yakin Ibu tidak keberatan tulisannya saya hadirkan disini. Mohon ijin dan salam hormat selalu dari saya.

Bulan November lalu saya diminta oleh Sampoerna Foundation Teacher Institute untukmenyampaikan pandangan saya tentang “Sekolah yang Baik, Guru yang Baik” di hadapan guru peserta Kongres Guru Indonesia 2008. Saya duduk dalam panel diskusi yang beranggota Prof S.Gopinathan, Kepala Pusat Riset Pedagogi & Praktek National Institute of Education Singapore me-wakili sudut pandang guru profesional; Luh Gede Puspini Rini, Kepala & Humas Program Internasional Sekolah Global Prestasi Bekasi mewakili pimpinan sekolah; Prof. Johana Rosalina K., DekanFakultas Psikologi Unika Atma Jaya mewakili akademisi; dan saya mewakili orang tua siswa.

Saya ungkapkan bahwa saya dan suami mempunyai daftar “Kriteria Sekolah yang Baik”saat kami mencari sekolah baru bagi kedua putra kami. Yang pertama kami amati adalah visi darisekolah bersangkutan yang harus sesuai dengan visi kami, yaitu pada saat meninggalkan sekolah,kedua putra kami akan menjadi individu yang suka mempelajari diri dan lingkungan sekitarmereka sehingga mereka mampu berfikir untuk perbaikan diri sendiri, mengatasi persoalan yang dihadapi, berkomunikasi secara efektif dengan orang lain, bekerja sama secara baik dengan oranglain demi hasil yang lebih baik demi kebaikan bersama, dan yang terpenting mereka akan memilih menjadi warga dunia yang etis, toleran dan bertanggungjawab.

Kedua, kurikulum sekolah harusmengembangkan dan menghargai individu secara seimbang dan mengutamakan ketrampilan ber-bahasa dan berkomunikasi, pendidikan agama dan budi pekerti, kesenian dan pendidikan jasmani.

Ketiga, staf pengajar tidak hanya harus mempunyai ilmu pengetahuan dan pelatihan profesionalyang memadai tapi juga rasa hormat dan sayang pada siswa saat di luar ruang kelas.

Keempat,tim pimpinan sekolah harus berpengalaman, berwawasan jauh ke depan tapi juga berhati-hatisehingga akan dapat mengarahkan warga sekolah untuk bersama mewujudkan visi sekolah.

Ke-lima, kebijakan sekolah mengenai hubungan antara pimpinan sekolah, staf pengajar, siswa dan orang tua memiliki komunikasi yang efektif dan rasa saling percaya di antara semua pihak.

Keenam, sistim administrasi sekolah harus teratur dan efisien sehingga menjamin bahwa semuakegiatan sekolah akan berjalan lancar. Ketujuh, fasilitas sekolah yang memadai, karena kamipercaya bahwa kepercayaan diri dan kemampuan anak kami akan maksimal apabila merekapernah terpapar pada berbagai situasi dan pengalaman.

Saya juga ungkapkan bahwa dari pengalaman pribadi saat bersekolah dan dari mengamati proses mengajar-belajar di semua sekolah kedua putra saya maka “Guru yang Baik”adalah guru yang bisa mewujudkan pembelajaran di dalam dan di luar ruang kelas.

Prestasi belajar kami selalu tinggi bila diajar oleh guru yang: menguasai mata pelajaran dan yang tulus membagi pengetahuannya tersebut; mencoba memahami siswanya dan kebutuhan mereka; menunjukkan semangat serta minat belajar; mendorong adanya pertanyaan dan diskusi dalam kelas; menangani setiap masalah yang timbul dalam kelas dengan bijaksana dan tegas;berkomunikasi secara efektif dengan siswa dan pihak lain di sekolah; mendorong siswa untuk bekerjasama bilamana mungkin; mengatur rencana mengajar dengan rapi; dan yang menjadi contoh tingkah laku etis, toleran dan bertanggungjawab sesuai dengan apa yang diajarnya.

Saatmendapati guru yang demikian, maka kami selalu merasa berada di “sekolah yang terbaik”.Tadinya saya menyangka bahwa apa yang saya sampaikan adalah pandangan subyektiforang tua. Ternyata apa yang disampaikan anggota panel yang lain pada dasarnya sama.

Jadi bukan hanya demi kepentingan orang tua siswa (dan siswa) bila sekolah dan guru dituntut untuk menjadi sekolah dan guru yang ”baik”.Orang akan berkilah bahwa tuntutan ini tidak mungkin dipenuhi oleh sekolah dan guru yang minim dana dan fasilitas.

Disinilah ironinya; perubahan yang dituntut tidak dijamin oleh dana dan fasilitas tetapi justru oleh niat dan tekad dari masing-masing individu pimpinan sekolah,staf administrasi dan staf pengajar untuk mengadakan perubahan menuju kriteria ”baik” tersebutdi atas. Apakah perlu biaya bagi pemimpin sekolah agar menjadi lebih berwawasan ke depan,bagi seorang sekretaris agar merapikan pencatatan data sekolah atau bagi seorang guru agarmenjadi lebih bijaksana dalam menghadapi masalah di dalam kelas?

Namun ada satu hal yang dapat membantu sekolah dan guru menjadi baik yaitu ”orangtua siswa yang baik”. Apa yang akan terjadi bila semua orang tua siswa memenuhitanggungjawabnya sebagai pengguna jasa sekolah, menghargai pimpinan dan staf pengajar, ikut memantau perkembangan di sekolah dan memberi masukan yang membangun demi kebaikan semua pihak, mendukung kegiatan sekolah yang telah disepakati bersama dan khususnya mempersiapkan anak-anak yang ”baik” sebelum dititipkan kepada sekolah dan guru?

(Sari Soemadipradja)

3 thoughts on “GOOD SCHOOLS, GOOD TEACHERS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s