2 peran guru profesional saat ini

Peran sebagai Role model ( dikelas dan dalam kehidupan sehari-hari)

Ingat istilah guru adalah sosok yang di gugu dan di tiru? Istilah tadi mengacu pada bagaimana guru membawakan diri di tengah siswa, rekan kerja dan masyarakat. Ini terbukti ketika seorang individu yang kebetulan berprofesi sebagai guru berbuat khilaf dengan melakukan sesuatu diluar norma kepatutan, dengan enteng dan mudahnya masyarakat akan mengatakan “jadi guru kok begitu.?” Kesannya memang menghakimi, tapi mari memandang komentar itu sebagai berkah. Karena mana ada sebuah profesi yang diberi standar sedemikian tingginya oleh masyarakat? Disisi lain sebagai individu kita juga menjadi individu yang makin lama semakin baik dalam bersikap dan berperilaku baik dalam dunia kerja dan keseharian. Dalam dunia kerja jika kita sadar diri kita sebagai guru, maka kita akan menjauhi sikap mau menang dan pintar sendiri saat bekerja dengan guru lain. Dalam keseharian kita akan menjadi pribadi yang mau berbagi ilmu dan suka ‘mendengar’ dan tidak memonopoli pembicaraan. Serta sederet sikap yang menunjukkan sikap seorang guru yang profesional dalam bekerja, bersikap dan bertingkah laku.

Peran sebagai fasilitator (di kelas)

Adanya internet dan meluasnya arus informasi telah membuat sumber pengetahuan saat ini ada dimana-mana. Mengandalkan guru di kelas sebagai satu-satunya sumber pengetahuan sepertinya sudah tidak lazim di erainformasi dan era digital ini. Karena dengan mudah siswa bisa mendapat pengetahuan dari orang dan teknologi yang ada di sekitarnya. Untuk itu marilah sebagai guru kita menjadi guru yang membuat kelasnya sebagai kelas yang memungkinkan individu didalamnya (siswa dan siswa atau guru dan siswa) berkolaborasi dan bekerja sama sebagai insan pembelajar. Dengan menjadi guru yang berperan sebagai fasilitator berarti kita berniat dan serius mau menjadi seorang guru yang ‘memandu siswa dari sampingnya’. Artinya daripada sibuk mengarahkan, lebih baik menjadi mitra. Karena gruu yang sibuk mengarahkan akan kecewa jika siswanya belajar dengan cara yang menemukan sendiri atau tidak sesuai arahannya atau kurikulum yang telah dibuatnya. Sebaliknya guru yang sibuk menjadi mitra anak didiknya akan siap bahkan senang menerima kenyataan bahwa siswa bisa selangkah lebih maju dari pembelajaran yang dilakukannya di kelas. Dengan demikian setiap siswa yang gruunya berperan sebagai fasilitator, siswa akan mengalami semacam kondisi untuk selalu bertanya-dan bertanya sambil berusaha menemukan sendiri jawabannya.

3 thoughts on “2 peran guru profesional saat ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s