Nostalgia yuk

Ini adalah penilaian sebagai guru muda di tahun 2001. Silahkan cermati apa saja yang kepala sekolah nilai waktu itu dari saya:

Teacher Performance Outcome and Feedback

Teacher’s Name : Agus Sampurno                                                                                  Date        May 2002

As an outcome of the performance review for 2001/2002 school year you have been place in the following group.

Group 1 – outstanding high level of performance

Group 2 – high level of performance

Group 3 – satisfactory level of performance

Group 4 – unsatisfactory level of performance

Feed-back on performance

Curriculum Knowledge and Planning

The aim of your lesson I believe was very high., perhaps too high for the developmental learning stage of SD 3 . I feel you tried to cover too much e.g. describe, analyze, interpret and judge. Over a period of time, I believe you could have identified one each week. This way students may have totally understood the structures that you wanted them to know. I did, however, learn something from your lesson but for SD 3’s I believe you aimed too high. I would have chosen a piece of art that appeal to students of this age which may capture their attention and interest. I liked the sequencing of your lesson and thought although very formal the worksheet asked for some specific understanding. Although not obvious I believe you could use the results of the worksheet to assess the students understanding of your teaching.

Classroom Management

I enjoyed the free atmosphere in your classroom.  Do check with all students that they understand what you want them to do; maximum three instructions at any one time for this age group.   Check and ask students what the expectations are. Your room is well presented with art work.  Some of the student’s work displayed, showed enthusiasm and skill.

I realize an art room isn’t easy to keep tidy but I believe more effort by students could be part of art expectations for example students should wash brushes, don’t waste paints, learn to look after tools,  clean up and generally show some respect for the equipment.  This is part of their reasonability under your guidance.

Student Behavior Management

Check that all students are attending when you start a lesson.  A couple of students found it difficult to see and missed some of your visual instructions.  I like the way you have the classroom rules typed on the white board. Watch when students call out,. It can become noisy. Your student management is good. Instructions are clear and students responded to  your requests.

I liked the way you gave positive and specific feed back to them.

Relationships and Communication

I liked the way you used your voice. Share your personality and show the class that you enjoy your teaching.  I think you have a lot to offer students and staff.

Contribution to the School

Involved in the Agama and Cultural committee, this year.  Attends team meetings, when he can, to support planned units of work and offers suggestions and assistance if requested or required. Currently teaching IT  SD 5.

Suggestion:

As Pak Agus works in isolation e.g. he does not have a support team or faculty, I suggest he makes contact with  JIS & BIS to do  some observation. I further suggest he has regular meetings with the SLTP & SMU Art teacher to discuss curriculum issues, teaching strategies and future developmental needs of students.

Students love art and you have a captured audience.  I would like to see you do some surveys or questionnaires with students to gauge their interests and find out what they enjoy. Some of their work shows this enjoyment.

Recommendation:

To meet the criteria for a level 2 I would suggest the following:

  • Use a variety of strategies to teach Art e.g. videos to demonstrate different techniques or to bring art into the classroom, books, show students how to access new ideas and art possibilities through using the internet.
  • You make your art lessons a lot more child centered and perhaps work with teacher teams (maybe two per term) so art outcomes could be complementary to the units of work.  I know you did some of this but I believe art is one subject that can be very flexible and be an easy subject to integrate.
  • Dibawah ini adalah terjemahannya:

    Feed-kembali kinerja

    Kurikulum Pengetahuan dan Perencanaan

    Tujuan dari pelajaran yang saya percaya Anda sangat tinggi., Mungkin terlalu tinggi untuk perkembangan tahap pembelajaran SD 3. Aku merasa kau berusaha menutupi terlalu banyak e.g. menggambarkan, menganalisis, menafsirkan dan hakim. Selama periode waktu, saya percaya Anda bisa mengidentifikasi satu setiap minggu. Dengan cara ini siswa mungkin telah benar-benar memahami struktur yang Anda ingin mereka tahu. Aku Namun, belajar sesuatu dari pelajaran Anda tetapi untuk SD 3’s aku percaya kau mengincar terlalu tinggi. Saya akan memilih sebuah karya seni yang menarik bagi siswa usia ini yang mungkin menarik perhatian mereka dan minat. Aku menyukai pelajaran pengurutan dan pemikiran Anda walaupun sangat formal worksheet meminta pengertian tertentu. Meskipun tidak jelas saya percaya Anda dapat menggunakan hasil dari worksheet untuk menilai pemahaman siswa mengajar Anda.

    Manajemen Kelas

    Saya menikmati suasana bebas di dalam kelas Anda. Apakah cek dengan semua siswa bahwa mereka mengerti apa yang Anda ingin mereka lakukan; maksimum tiga instruksi pada setiap satu kali untuk kelompok usia ini. Periksa dan meminta siswa apa harapan. Kamarmu baik disajikan dengan karya seni. Beberapa karya mahasiswa yang ditampilkan, menunjukkan antusiasme dan keterampilan.

    Aku menyadari sebuah ruang seni tidak mudah untuk tetap rapi tapi aku percaya lebih banyak usaha oleh siswa bisa menjadi bagian dari harapan seni misalnya siswa harus mencuci kuas, jangan limbah cat, belajar untuk merawat alat-alat, membersihkan dan umumnya menunjukkan beberapa menghargai peralatan. Ini adalah bagian dari reasonability mereka di bawah bimbingan Anda.

    Manajemen Perilaku Siswa

    Periksa bahwa semua siswa yang hadir ketika Anda memulai pelajaran. Beberapa siswa merasa sulit untuk melihat dan melewatkan beberapa instruksi visual Anda. Aku suka cara Anda memiliki peraturan kelas diketik di papan putih. Watch ketika siswa panggilan keluar,. Ini dapat menjadi berisik. Anda mahasiswa manajemen itu bagus. Instruksi yang jelas dan siswa merespons permintaan Anda.

    Aku menyukai cara Anda positif dan spesifik memberikan umpan balik kepada mereka.

    Hubungan dan Komunikasi

    Aku menyukai cara Anda menggunakan suara Anda. Berbagi kepribadian Anda dan menunjukkan kelas bahwa Anda menikmati mengajar. Saya rasa Anda punya banyak menawarkan siswa dan staf.

    Kontribusi ke Sekolah

    Terlibat dalam komite Agama dan Budaya, tahun ini. Mengikuti rapat tim, ketika dia bisa, untuk mendukung unit kerja direncanakan dan menawarkan saran dan bantuan jika diminta atau diperlukan. Saat ini mengajar SD IT 5.

    Saran:

    Pak Agus bekerja dalam isolasi e.g. ia tidak memiliki tim pendukung atau fakultas, saya sarankan dia membuat kontak dengan JIS & BIS untuk melakukan beberapa observasi. Aku lebih menyarankan dia pertemuan rutin dengan SLTP & SMU Seni guru untuk membahas masalah-masalah kurikulum, strategi pengajaran dan masa depan kebutuhan perkembangan siswa.

    Mahasiswa cinta seni dan Anda memiliki audiens yang tertangkap. Saya ingin melihat Anda melakukan survei atau kuesioner dengan siswa untuk mengukur kepentingan mereka dan mencari tahu apa yang mereka nikmati. Beberapa karya mereka menunjukkan kenikmatan ini.

    Rekomendasi:

    Untuk memenuhi kriteria untuk tingkat 2, saya akan menyarankan sebagai berikut:

    Menggunakan berbagai strategi untuk mengajar Seni e.g. video untuk menunjukkan teknik-teknik yang berbeda atau untuk membawa seni ke dalam kelas, buku, siswa menunjukkan cara mengakses ide-ide baru dan seni kemungkinan dengan menggunakan internet.
    Anda membuat pelajaran seni Anda lebih banyak anak yang terpusat dan mungkin bekerja dengan tim guru (mungkin dua per istilah) sehingga hasil seni dapat melengkapi unit-unit kerja.Aku tahu kau melakukan beberapa hal ini tetapi saya percaya seni adalah satu hal yang dapat sangat fleksibel dan mudah untuk mengintegrasikan subjek.

    8 aturan facebook untuk orang tua

    1. Jangan mengatakan dan berpikir bahwa Facebook hanya untuk anak muda dan anak-anak saja
    2. Jika anak anda meminta dibuatkan, buat facebook bersama dengan anda. Facebook adalah situs yang dibuat untuk individu yang berusia 13 tahun atau lebih.
    3. Buat kontrak penggunaan facebok dengan anak anda.  Isinya antara lain konsekuensi jika ada aturan yang dilanggar.
    4. Pantau anak anda. Mari kita bedakan antara memantau dan mengintip. Memantau dilakukan untuk melindungi dan bukan memata-matai.
    5. Password facebook anak anda, harus anda ketahui. Jadikan hal tersebut menjadi bagian dari kontrak
    6. Minta anak anda meminta izin dahulu sebelum mengupload foto
    7. Minta anak anda meminta izin kepada anda sebagai orang tuanya Jika ingin menambahkan seseorang sebagai teman.
    8. Minta anak kita untuk tidak  berteman dengan orang dewasa

    http://www.mamamia.com.au/weblog/2010/02/8-facebook-rules-for-parents.html

    Kegiatan Guru di Kota Ngabang 7 Februari 2010 Tema: MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF ABAD 21

    Guru yang hadir di kantor bupati Landak yang megah, dengan serius mendengarkan paparan mengenai manajemen pembelajaran yang inovatif
    Permainan '6 thinking hats' dengan 6 peserta yang antusias
    Salah seorang guru baru saja memaparkan pandangannya mengenai karakteristik siswa saat ini.

    Abad 21 bukan lagi merupakan hal yang ada jauh di depan mata. Abad 21 adalah sebuah masa yang sekarang sedang kita jalani. Coba perhatikan di sekeliling kita, jika kita membaca dan menelisik perubahan apa saja yang terjadi di berbagai bidang maka akan kita dapati bahwa hampir semua bidang bergerak menyesuaikan diri dengan perubahan serta sikap yang dibutuhkan di abad 21. Tetapi sepertinya ada satu bidang yang kelihatan masih adem ayem dalam menyikapi dan memasuki abad 21. Bidang itu adalah bidang pendidikan. Sebuah bidang yang sejatinya menjadi katalisator atau motor penggerak perubahan di abad 21 malah kelihatan tidak berenergi dan dalam banyak hal masih terlihat seperti 10 atau 15 tahun lalu.

    Lanjutkan membaca “Kegiatan Guru di Kota Ngabang 7 Februari 2010 Tema: MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF ABAD 21”

    Kegiatan Guru di Kota Mempawah Kal-Bar 6 Februari 2010 Tema : MENCIPTAKAN SEKOLAH UNGGUL BERKUALITAS

    Guru yang hadir sibuk menyimak dan memberikan perhatian penuh saat saya menjelaskan mengenai bagaimana menjadikan sekolah sebagai komunitas pembelajar.
    Menjadi pembicara di sesi kedua merupakan tantangan bagi setiap pembicara. Di Mempawah saya sangat beruntung bisa bertemu dengan guru-guru yang hebat dan antusias

    Sekolah yang unggul dan berkualitas adalah dambaan bagi guru, siswa, orang tua, pengelola sekolah bahkan pemerintah. Bagaikan jalan menuju Roma, ada banyak jalan menuju sekolah yang berkualitas. Lupakan sejenak fasilitas, sumber belajar, kurikulum dan sederet prasyarat bagi sebuah sekolah untuk dikatakan baik dalam sisi fisik dan fasilitas. Mari menjadikan guru sebagai sentral dari arah perubahan sekolah menjadi institusi yang unggul dan berkualitas .

    Lanjutkan membaca “Kegiatan Guru di Kota Mempawah Kal-Bar 6 Februari 2010 Tema : MENCIPTAKAN SEKOLAH UNGGUL BERKUALITAS”

    Bertemu rekan guru dan sesama blogger di Pontianak

    Suasana sepi, bosan, tidak bersemangat berubah menjadi ramai, seru dan peserta aktif mengikuti seminar. Begitu reaksi yang terjadi setelah seminar sesi kedua dibuka oleh Pak Agus Sampurno. Memang pantas beliau sebagai guru kreatif.

    Tulisan diatas adalah tulisan Ibu Nurita Putranti di blognya

    Saat baru memulai blog ini, saya banyak mencari jaringan blog sesama guru dan banyak mampir ke blog mereka untuk memberikan komentar. Salah satunya adalah Ibu Ita (Nurita Putranti) seorang guru yang mengajar di kota Pontianak. Pada seminar mengenai pemanfaatan TIK yang baru lalu saya diberikan kesempatan untuk bertemu dengan beliau.

    Kaget campur senang perasaan saya ketika beliau menulis di blognya mengenai jalannya seminar pemanfaatan TIK yang juga beliau hadiri dan pertemuannya dengan saya pada postingan terakhir di blognya.

    Lanjutkan membaca “Bertemu rekan guru dan sesama blogger di Pontianak”

    LAPORAN SEMINAR APLIKASI PEMBELAJARAN KREATIF BERBASIS ICT (PONTIANAK 7 FEBRUARI 2010)

    Guru yang hadir tetap semangat sampai akhir dalam mendengarkan paparan mengenai pentingnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran
    Semangat dan tersenyum. dua hal yang khas yang saya dapat dari para peserta yang hadir dalam seminar di Pontianak

    Sebagai pendidik sudah semestinya gairah untuk selalu belajar ada didalam diri kita. Dunia yang ada di sekeliling kita sebagai pendidik dan sebagai seseorang yang berprofesi sebagai guru, dengan cepat berubah. Benar adanya tidak ada sesuatu yang kekal kecuali perubahan itu sendiri. Seorang yang pendidik yang professional akan selalu ingin tahu apa saja perubahan yang terjadi dalam bidangnya.

    Seminar kali ini membahas mengenai pembelajaran kreatif yang berbasis TIK atau Teknologi Komunikasi dan Informasi. Tidak bisa tidak, jaman sudah berubah dan menuntut kesiapan kita untuk mau menggunakan strategi pembelajaran dan teknologi agar siswa makin bisa terlibat secara penuh dalam pembelajaran yang kita lakukan di kelas.

    Siswa-siswa yang ada di kelas kita adalah generasi abad 21 yang menyenangi teknologi Informasi dalam berbagai macam bentuknya misalnya HP dan internet (blog, facebook dan lain-lain) . Dengan mengaplikasikan pembelajaran dengan menggunakan TIK guru akan semakin terbantu dan mudah membuat siswa tertarik dan yang terpenting saat yang sama membekali mereka menghadapi tantangan perubahan jaman yang semakin cepat

    Lanjutkan membaca “LAPORAN SEMINAR APLIKASI PEMBELAJARAN KREATIF BERBASIS ICT (PONTIANAK 7 FEBRUARI 2010)”

    Beraksi di aksiguru.org

    CSF 2008 - Bali - Lestari Budayaku Lestari Lingkunganku

    Masih ingat tulisan saya mengenai situs aksi guru? Sebuah situs yang memberikan kepercayaan diri yang besar pada saya bahwa guru kreatif dan inovatif ada dimana-mana di sekitar kita. Artinya semangat mereka para guru lewat kegiatan yang dilakukan oleh program Aksiguru telah membuat banyak siswa di belahan bumi Indonesia terinspirasi oleh pembelajaran inovatif dan kreatif yang dibawakan dan diajarkan oleh guru-gurunya.

    Kali ini situs aksiguru membahas blog saya pada salah satu posting mereka. Silahkan menikmati

    Lanjutkan membaca “Beraksi di aksiguru.org”

    Kelas yang baik adalah kelas dimana..

    Pertanyaan-pertanyaan justru DIGALI DAN DIFASILITASI

    Proses berpikir DIKEMBANGKAN

    Rasa ingin tahu DIBERDAYAKAN

    Pengalaman belajar DIPERKAYA DENGAN VARIASI

    Bakat yang ada DIWUJUDKAN

    Kepribadian yang ada DIPERKAYA

    Assessment – It’s a team effort! (Dari inhouse workshop mengenai penilaian siswa bersama Indra Widhi Susanti dan Mary-Margaret Gibson, Sekolah Global Jaya 1 Februari 2010)

    Ibu Santi dan Ibu Margaret siap memberikan yang terbaik untuk semua guru yang hadir

    Buat seorang guru seperti saya, seperti sebuah nikmat dan berkah yang sangat besar bisa bekerja dan bekerja sama dalam lingkungan komunitas pembelajar. Di sekolah tempat saya bekerja dan menimba ilmu secara rutin kami biasa berkumpul di hari Senin sore dalam rangka belajar bersama mengenai sebuah topik yang berguna dalam mengajar dan membelajarkan siswa. Dalam suasana santai sambil tetap serius kami berdiskusi dan membahas topik yang sudah ditentukan. Kali ini Ibu Mary Marg dan Ibu Santi menjadi fasilitator kami. Berikut ini adalah ringkasan mengenai apa yang kami bahas ;

    Observasi Semua siswa diamati secara teratur dan sering, dimana pengamatan guru dapat terpusat pada berbagai segi dari mulai sudut pandang yang luas (sebagai contoh, berpusat pada keseluruhan kelas) sampai pada sudut pandang terbatas (sebagai contoh, berpusat pada satu siswa atau satu kegiatan), dan dari sudut pandang non-partisipan (mengamati dari luar) sampai kepada sudut pandang sebagai partisipan (mengamati dari dalam)

    Lanjutkan membaca “Assessment – It’s a team effort! (Dari inhouse workshop mengenai penilaian siswa bersama Indra Widhi Susanti dan Mary-Margaret Gibson, Sekolah Global Jaya 1 Februari 2010)”

    2 peran guru profesional saat ini

    Peran sebagai Role model ( dikelas dan dalam kehidupan sehari-hari)

    Ingat istilah guru adalah sosok yang di gugu dan di tiru? Istilah tadi mengacu pada bagaimana guru membawakan diri di tengah siswa, rekan kerja dan masyarakat. Ini terbukti ketika seorang individu yang kebetulan berprofesi sebagai guru berbuat khilaf dengan melakukan sesuatu diluar norma kepatutan, dengan enteng dan mudahnya masyarakat akan mengatakan “jadi guru kok begitu.?” Kesannya memang menghakimi, tapi mari memandang komentar itu sebagai berkah. Karena mana ada sebuah profesi yang diberi standar sedemikian tingginya oleh masyarakat? Disisi lain sebagai individu kita juga menjadi individu yang makin lama semakin baik dalam bersikap dan berperilaku baik dalam dunia kerja dan keseharian. Dalam dunia kerja jika kita sadar diri kita sebagai guru, maka kita akan menjauhi sikap mau menang dan pintar sendiri saat bekerja dengan guru lain. Dalam keseharian kita akan menjadi pribadi yang mau berbagi ilmu dan suka ‘mendengar’ dan tidak memonopoli pembicaraan. Serta sederet sikap yang menunjukkan sikap seorang guru yang profesional dalam bekerja, bersikap dan bertingkah laku.

    Peran sebagai fasilitator (di kelas)

    Adanya internet dan meluasnya arus informasi telah membuat sumber pengetahuan saat ini ada dimana-mana. Mengandalkan guru di kelas sebagai satu-satunya sumber pengetahuan sepertinya sudah tidak lazim di erainformasi dan era digital ini. Karena dengan mudah siswa bisa mendapat pengetahuan dari orang dan teknologi yang ada di sekitarnya. Untuk itu marilah sebagai guru kita menjadi guru yang membuat kelasnya sebagai kelas yang memungkinkan individu didalamnya (siswa dan siswa atau guru dan siswa) berkolaborasi dan bekerja sama sebagai insan pembelajar. Dengan menjadi guru yang berperan sebagai fasilitator berarti kita berniat dan serius mau menjadi seorang guru yang ‘memandu siswa dari sampingnya’. Artinya daripada sibuk mengarahkan, lebih baik menjadi mitra. Karena gruu yang sibuk mengarahkan akan kecewa jika siswanya belajar dengan cara yang menemukan sendiri atau tidak sesuai arahannya atau kurikulum yang telah dibuatnya. Sebaliknya guru yang sibuk menjadi mitra anak didiknya akan siap bahkan senang menerima kenyataan bahwa siswa bisa selangkah lebih maju dari pembelajaran yang dilakukannya di kelas. Dengan demikian setiap siswa yang gruunya berperan sebagai fasilitator, siswa akan mengalami semacam kondisi untuk selalu bertanya-dan bertanya sambil berusaha menemukan sendiri jawabannya.