‘Dari peserta menjadi fasilitator’, catatan dari pelatihan internet untuk pembelajaran bagi MGMP Bahasa Inggris SMK se Jakarta Utara

Peserta dalam kelompok sedang membantu rekannya yang belum mempunyai email. Pesan saya saat mengajarkan rekannya dilarang memegang mouse.
Peserta memerankan diri sebagai fasilitator dengan mengajarkan rekannya membuat email.

Peserta mengecek koneksi laptop yang dibawanya untuk disesuaikan dengan hotspot SMKN 12

Saya membuka workshop dengan beberapa gambar dan tayangan yang menunjukkan betapa berbedanya dunia siswa kita saat ini dengan dunia saat kita dahulu. Meski berbeda, bukan berarti menyerah begitu saja pada keadaan dan membiarkan siswa kita menggunakan teknologi tanpa kendali. Karena boleh saja siswa lebih pintar menggunakan teknologi, namun dalam hal etika dan dalam hal berpikir sebelum bertindak, guru diharapkan bisa mendampingi siswa.

Bekerja dalam tim, cara mudah belajar teknologi.
Lembar presentasi kelompok 'google for educators'. Dengan berpresentasi di depan rekannya maka peserta bisa lebih mendalami apa yang menjadi pokok bahasan kelompoknya.

Beberapa prinsip yang saya gunakan kali ini dengan 56 guru SMK yang bergabung dalam MGMP bidang studi Bahasa Inggris se Jakarta Utara adalah

1. Menanyakan guru apakah sudah punya alamat surat elektronik atau belum. Tentunya saya tidak bertanya begitu saja tetapi lewat games yang membuat guru mau berterus terang dan tidak sungkan.

2. Tidak memulai dahulu pokok bahasan praktek sebelum semua peserta mempunyai email. Karena mempunyai email bagaikan mempunyai tiket di sunia maya untuk berlangganan dan masuk ke situs yang kita sukai.

3. Membagi mereka dalam kelompok sesuai dengan pokok bahasan Goggle for educator, RSS, delicious, dan blog.

4. Saya bagi mereka yang mempunyai kemampuan lebih dalam hal teknologi dengan guru yang sama sekali belum pernah mempunyai email atau bersentuhan dengan teknologi computer.

Peserta sedang membaca dan mencatat hasil presentasi kelompok lain

5. Saya meminta bantuan kepada peserta yang punya lebih banyak pengalaman dari yang lainnya untuk membantu rekannya. Saya menunjukkan juga bahwa mengajari orang lain adalah cara paling baik dalam mempelajari sesuatu.

Peserta dalam kelompk sedang berpresentasi mengenai topik yang menjadi bagiannya

6. Prinsip yang paling utama saat mengajari rekannya adalah dengan tidak menyentuh mouse nya saat mengajarkan, dijamin yang diajari akan cepat bisa.

7. Saya pasangkan satu orang yang relatif sudah bisa dengan 2 orang yang masih awam. Dengan demikian terjadi perpindahan pengetahuan yang cepat dan merata diantara semua peserta yang hadir.

8. Walaupun saya mempunyai topik dalam pelatihan ini, namun saya menitik beratkan terhadap praktek yang ringan dan langsung bisa dipraktekkan seperti email contohnya.

9. Setelah semua peserta mempunya email saya baru meminta peserta di dalam kelompok membuat riset sederhana mengenai hal apa saja yang bisa dilakukan oleh siswa, guru saat di kelas dengan situs Goggle for educator, RSS, delicious, dan blog.

10. Setelah peserta mendalami baru kemudian mereka berpresentasi di depan peserta lain.

Acara pelatihan berlangsung seru dan tidak terasa berlangsung selama hampir 6 jam, terima kasih untuk Ibu Lestari Wibowo yang sudah menyediakan tempat dan mengatur semuanya sehingga peserta bisa dengan baik menggunakan fasilitas yang ada di SMKN 12 Jakarta Utara

Terima kasih bapak dan ibu guru, terima kasih sudah mau menjadi guru yang berpikiran terbuka dan mau berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s