Saya mau berubah menjadi guru yang lebih baik asal…..

Golongan guru yang ini yang paling banyak terdapat di sekolah. Golongan yang bersikap abu-abu, hitam tidak, putih juga tidak. Artinya sekolah perlu membuat sebuah sistem yang mengatur ‘reward and consequences’ atau ‘penghargaan dan konsekuensi’ bagi guru tipe ini.

Sekolah sebagai institusi pendidikan memang tidak bisa menghindar dari kewajiban untuk berubah. Untuk bisa bersaing dan menjadi yang terbaik bagi siswa, maka berubah adalah sebuah keniscayaan. Karena saat bersikap terhadap perubahan tidak semua guru memandangnya positip apalagi jika sekolah tidak punya sistem komunikasi yang baik dalam menjelaskan kepada guru kenapa harus dan perlu berubah. Istilah perubahan di sini bisa mengacu kepada banyak hal di sekolah. Dari perubahan mengenai kompetensi, profesionalitas sampai perilaku guru.

Sayangnya presentasi guru yang mengucapkan hal diatas banyak sekali terdapat di sekolah. Mari kita identifikasikan jenis guru tersebut.

Guru tipe ini ciri-cirinya adalah

  1. memandang profesinya adalah hanya sebagai ladang mencari nafkah untuk keluarga atau dirinya sendiri.
  2. Mudah berganti profesi jika ada kesempatan yang lebih baik
  3. punya  idealisme misalnya ‘demi masa depan siswa yang lebih baik’ hanya saja idealismenya tergantung arah angin artinya tidak tentu.
  4. perlu ‘diasuh’ oleh pemimpin dan pengelola sekolah yang terus menerus berusaha menghidupkan ‘api’ atau gairah guru seperti ini agar selalu mau berubah kearah yang lebih baik.
  5. Membutuhkan  penghargaan (tidak harus berupa nominal) yang jelas jika ia melakukan tindakan perubahan
  6. Membutuhkan konsekuensi yang transparan dan tegas baru mereka mau ikut arus perubahan.
  7. Mudah dipengaruhi oleh guru yang ‘keras’ dan menolak untuk berubah  dan mudah terseret untuk masuk geng guru yang seperti punya ‘Negara dalam Negara’ di sekolah.
  8. Mudah mengeluh mengenai banyaknya administrasi yang mesti dikerjakan, orang tua yang rewel, sampai siswa yang tidak sesuai harapan
  9. Sangat sensitif dan ngotot untuk masalah gaji dan pengupahan, tapi bukan kualitas kerja
  10. Menganggap kepala sekolah, yayasan dan pengelola sekolah lainnya sebagai ‘Superman’ atau orang yang sempurna dan tidak boleh salah dan mampu menyelesaikan semua masalah tanpa kerja sama dengan guru.

7 thoughts on “Saya mau berubah menjadi guru yang lebih baik asal…..

  1. Guru wajib berubah kalau tidak mau berubah malu sama siswanya. Mau tidak mau guru harus berjuang menjadi agen perubahan. Supaya hidup guru selalu bahagia.

    Bersemangat!!!

  2. Kalau Bapak sampai bisa merinci ciri-cirinya, berarti hal tersebut menjadi sesuatu yang laten di banyak tempat ya Pak? Tolong ditulis artikel kiat menghindarinya Pak…

  3. betul sekali tuuh ternyata hampir di semua sekolah keadaannya sama ya setali tiga uang, trus gimana mengatasinya pak?

  4. wah ini bukan berita baru. Di setiap sekolah minimal pasti ada 3-4 orang yang mempunyai karakter seperti 10 ciri tsb. Semoga kita bukan termasuk salah satu dari mereka.Hidup guru. Mereka adalah orang yang dapat digugu dan ditiru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s