Menyimak status Facebook peserta seminar pendidikan Abad 21 di Universitas Muhammadiyah Palembang

Mendapat giliran di sesi kedua, saya berusaha menampilkan yang terbaik untuk guru yang hadir

Dalam saya berbagi ilmu dengan guru-guru di penjuru persada Indonesia, saya banyak mendapat kisah dan cerita yang menarik sekaligus menambah semangat saya dalam berbagi.

Di Palembang bersama 156 guru Muhammadiyah, Minggu kemarin saya berbicara mengenai pentingnya guru berubah dan membuat perubahan sekecil apapun bagi masa depan yang lebih baik bagi siswa nya. Seminar ini bertajuk ‘Mempersiapkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21’. Acara ini adalah bagian dari peringatan 100 tahun organisasi Muhammadiyah di Indonesia dan di Sumatera Selatan khususnya.

Menerapkan metode seminar yang partisipatif bagi peserta yang hadir

Dengan adanya situs jaring pertemanan seperti facebook saat ini setelah seminar dan workshop saya jadi punya teman yang baru. Mereka tidak lain tidak bukan adalah peserta yang datang dan hadir menyimak presentasi saya. Dari status tersebut saya bisa mengukur bagaimana saya bisa menginspirasi dan berbagi ilmu dengan orang lain.

"Guru yang profesional adalah guru yang kritis dan siap berubah ke arah yang lebih baik", demikian ungkap salah satu peserta

Menunjukkan slide yang menarik dan menggelitik untuk dijadikan bahan diskusi mengenai kompetensi apakah yang dibutuhkan oleh guru dan siswa dalam menghadapi abad 21.

Di bawah ini adalah status Ibu Ana seorang peserta yang datang saat seminar di kota Palembang yang baru lalu. Silahkan diamati status beliau  sebelum dan sesudah workshop. Saya cuplik kan untuk anda hasil kopi paste saya di pagi hari hari Senin tanggal 18 Januari. Hal yang unik saya jadi punya sebutan baru yaitu Mr. AS.  Unik juga…

Lanjutkan membaca “Menyimak status Facebook peserta seminar pendidikan Abad 21 di Universitas Muhammadiyah Palembang”

Iklan