Karena kita adalah figur orang dewasa selain orang tua mereka

Saat menjadi siswa jaman anda kecil dahulu, mungkin anda pernah punya kenangan pahit pada guru anda atau orang tua anda. Uniknya walaupun di mata kita mereka adalah sosok yang galak dan tidak punya pengertian bahkan rasa humor, kita sendiri malah mengulangi dan meniru sosok mereka saat sudah menjadi guru sekarang ini, Seperti lingkaran setan saja layaknya.

Mari putuskan lingkaran tersebut jadilah orang dewasa yang berbeda di mata siswa anda. Saya yakin ini akan membuat dunia menjadi lebih baik, karena saat dewasa siswa kita akan tersenyum sambil berucap “guru saya adalah orang yang berfokus pada kelebihan saya dan bukan pada kekurangan saya”.

Mudah-mudahan tips dibawah ini bisa membuktikan ucapan di atas.

• Melakukan kontak mata dengan siswa anda, menandakan anda orang yang menaruh hormat padanya. Dengan demikian ia akan melakukan hal yang sama pada anda

• Jika dalam pertemuan sebelumnya anda memberikan mereka pekerjaan rumah, berikan mereka pertanyaan, bagian pekerjaan mana yang paling mereka bisa atau sukai, dan bukan dengan pertanyaan “siapa yang belum mengerjakan PR?” jika itu yang anda lakukan mereka akan berlomba-lomba mencontek untuk bisa melewati hukuman yang mungkin anda berikan. Dan bukannya menikmati proses dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan menikmati bagian yang mereka suka

• Akhiri kelas dengan meminta siswa berbagi mengenai hal apa yang paling menarik hari ini yang sudah mereka lakukan.

• Buat kebiasaan berbagi kabar menggembirakan , minta mereka berbagi mengenai soal atau pekerjaan sulit yang akhirnya mereka bisa atasi.

• Jangan pelit dengan pernyataan positif kepada siswa anda. Misalnya ‘Bapak mengerti sekali kamu memang orang yang teliti dalam mengerjakan soal’.

• Jangan membanding-bandingkan siswa, bahkan dengan maksud untuk memotivasi.

• Saat memeriksa pekerjaan siswa cantumkan juga berapa soal ia benar, jadi bukan hanya menulis berapa ia salah.

• Daya gunakan siswa yang pintar, minta mereka mengejari siswa yang lain.

• Berhati-hati dalam memilih hal yang positif dari siswa dan saat mengangkat hal itu didepan siswa lain. Jangan sampai mereka menilai standar anda terlalu rendah.

• Pernah mendengar siswa kita adalah sumber belajar yang utama? Jangan ragu, mintalah pendapat mereka, dan jangan kaget mereka akan muncul dengan usul dtau pendapat yang tidak terduga dan brilian. Pastinya, siapkan diri anda juga dengan usul atau ide yang konyol.

2 thoughts on “Karena kita adalah figur orang dewasa selain orang tua mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s