8 tanda penyalahgunaan internet oleh siswa atau anak anda di rumah

Mari berhenti pasrah mengatakan bahwa dunia siswa dan dunia kita sebagai guru atau orang tua  berbeda dalam hal penggunaan teknologi. Namun setelah itu (sengaja atau tidak) membiarkan anak dan siswa kita menjadi korban dari dampak buruk teknologi.

Inilah saatnya kita mengakui bahwa memang ada kesenjangan perihal teknologi antara guru, orang tua dan siswa. Mengakui bukan berarti tidak mau peduli. Menjadi guru,dan orang tua di masa sekarang bukan berarti menjadi orang yang mesti pintar segalanya dalam hal teknologi. Menjadi orang tua masa kini tidak semata senang ketika bisa membelikan dan mencukupi perangkat teknologi yang anak mau.

Masih banyak orang tua yang beranggapan anak mereka sibuk belajar ketika berada di depan komputer hingga larut malam di kamarnya, padahal belum tentu. Masih banyak juga guru di sekolah yang tergagap-gagap ketika orang tua siswanya mengeluhkan tentang penggunaan teknologi yang kelewat batas hingga masalah yang ditimbulkannya. Berikut ini adalah indikasi bahwa penggunaan teknologi oleh anak dan siswa kita bermasalah. Mudah-mudahn bisa menjadi masukan untuk anda.

  1. Saat malam hari tiba, mereka sibuk di kamar dan melakukan chat (mengobrol lewat internet) bahkan hingga larut malam.
  2. Merahasiakan dengan siapa ia berkomunikasi di internet
  3. Layar computer tiba-tiba berubah ketika anda mendekat
  4. Ada materi yang bersifat pornografi di computer
  5. Anak melakukan komunikasi dengan orang yang tidak dikenal atau nama alias nya tidak adnda kenal lewat internet.
  6. Anak anda menerima paket dari orang yang tidak anda kenal
  7. Anak anda menggunakan email milik orang lain
  8. Anak tiba-tiba murung ketika selesai melakukan kegiatan di internet atau menolak menjawab ketika ditanya aktivitas nya di internet

sumber; http://theinnovativeeducator.blogspot.com/

5 thoughts on “8 tanda penyalahgunaan internet oleh siswa atau anak anda di rumah

  1. pak mau tanya
    paket seperti apa ya ? ( yg nomor 6)
    trimakasi

    Paket pos atau titipan kilat, biasanya para pelaku carding (menggunakan kartu kredit orang lain) yang pemula suka lupa menggunakan alamat rumah sendiri sebagai alamat penerima barang.
    Atau bisa saja anak atau siswa kita membeli sesuatu yang melanggar hukum, yang jarang ada di pasaran.

  2. Jadi orangtua jangan gaptek. Begitu juga guru. Sudah waktunya pihak sekolah mendatangkan orangtua ke sekolah bukan hanya membahas masalah dana melainkan berbagi ilmu tentang perkembangan tehnologi. Sharing tentang dampak positif dan negatifnya tehnologi.

    Menurut pendapat saya sebaiknya guru dan orangtua mengajarkan anak/siswanya ngeblog. Dengan memiliki blog seseorang akan belajar menulis. Pada saat akan menulis pasti membaca terlebih dahulu. Ngeblogpun mampu meningkatkan minat baca siswa. Sehingga siswa akan terhindar dari kegiatan negatif ketika memanfaatkan internet.

    Luar biasa Bu Puspita, semangat terus bu, mudah-mudahan satu waktu kita bisa bertemu dan berdiskusi

  3. lbh memperihatinkan lagi….internet tu diajadikan tempat mesum paling aman oleh para remaja.kita bayangkan dalam 1 hari,1 warnet ada 5 pasangan yang mlakukan hal yg sama…tinggal kita itung aja berapa jumlah remaja yang mlakukan hal tersebut dalam 1 hari jika dalam satu kcamatan saja ada 10 warnet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s