Workshop Pembelajaran Abad 21 bagi guru yang akan berangkat ke Jepang bersama Lembaga Bina Antarbudaya

Atas undangan dari lembaga Bina Antarbudaya di awal bulan November saya hadir untuk berdiskusi bersama para guru yang akan diberangkatkan ke Jepang dalam program magang selama 2 minggu. Disana para guru yang telah lolos seleksi akan melihat sistem pembelajaran dan bagaimana guru-guru di Jepang bekerja dalam mengelola kelas dan membelajarkan siswa.

Lalu apa hubungannya dengan abad 21? Tidak bisa tidak, kita semua sekarang ada didalam gerbang dan kesempatan yang sama dengan guru-guru lain di penjuru dunia dalam menghadapai tantangan abad 21. Sebuah abad yang memerlukan energi dan kerja keras agar bisa bersaing dan bertahan. Pertanyaannya sekarang apakah di abad 21 guru harus serba bisa dan menguasai pengetahuan dan teknologi yang canggih. Jawabannya bisa iya atau tidak.

Berikut ini adalah resep agar guru bisa bekerja seirama dengan arus perubahan abad 21 dan mampu menjadi fasilitator bagi siswa-siswinya menghadapi tantangan jaman

Menyimak dengan serius paparan dari peserta lainnya mengenai karakteristik guru abad 21
  1. Guru memiliki antusiasme, rasa kasih sayang dan kemampuan berpikir merdeka dan mandiri. Tanpa hal diatas guru hanya akan menjadi orang yang kerjanya menunggu instruksi dan perintah. Antusiasme membuat guru menjadi bersemangat, kasih sayang pada siswa akan membuat ia tahu mana yang paling baik untuk siswanya dan bersedia mengambil risiko.
  2. Menguasai teknologi, bukan untuk menjadi guru yang ahli komputer, tetapi guru perlu mengetahui dan mempelajari teknologi agar bisa maksimal dalam membantu siswa belajar melalui modalitas belajar yang siswa punyai.
  3. Guru-guru yang hebat juga manusia biasa, kadang mereka telat datang ke sekolah dan melakukan kerja lembur jika pekerjaan menumpuk. Namun satu hal yang membedakan ia dari guru lain adalah dedikasi dan semangatnya dalam membelajarkan siswa.
  4. Kesediaan dan kemauan untuk berkolaborasi dan mengatakan dirinya orang yang tidak tahu segala. Tidak ada orang yang ahli dalam segala hal. Tetapi karena itulah guru menjadi mau berubah dan bersedia bekerja sama dengan pihak mana saja demi menghasilkan pembelajaran yang terbaik di kelas.
  5. Bersedia menjadi contoh pembelajar seumur hidup dengan bersedia untuk mengakui bahwa dirinya ‘tidak tahu segalanya’. Guru yang hebat bahkan bersedia mengakui batas-batas pengetahuannya sebagai guru.
  6. Pendidikan diperlukan untuk membekali anak-anak untuk hidup di masa depan. Jika kita amati dunia dewasa ini, di mana kerja tim dan berkolaborasi adalah penting. Hal lain yang tidak kalah penting keterampilan komunikasi antarpribadi, atau keterampilan personal. Anak-anak melihat dan mengamati guru-guru mereka. Sebagai teladan, kita perlu menunjukkan contoh dalam bekerja sama untuk mencapai hal-hal besar.
  7. Mau belajar untuk berkomunikasi secara efektif dengan siswa. Berusaha menanggapi ketakutan, kegelisahan dan kekhawatiran siswa dalam perjalanan mereka sebagai pembelajar dengan cara yang baik.
  8. Berusaha untuk menjadi guru yang fleksibel dalam hubungan pribadi dengan siswa, tetapi kaku pada tugas dan standar yang terbaik untuk siswa. Punya hati yang seluas samudera untuk siswanya, cukup lebar untuk menutupi seluruh masalah pribadi, sosial, dan aspek-aspek akademik dari setiap siswanya dikelas,
  9. Mau belajar kepada siswa. Guru yang siap menhadapi abad 21 bahkan menjadikan siswanya yang lebih tahu kepada satu hal sebagai mentornya.

10.  Tidak mudah menyerah pada siswa yang tidak punya motivasi.  Kemampuan untuk memotivasi siswa sudah sepantasnyalah dimiliki oleh setiap guru karena guru yang baik akan berhenti mengajar dan lebih fokus mendidik siswanya apabila mereka punya masalah yang membuatnya tidak termotivasi dalam belajar.

Acara diskusi dan workshop yang berlangsung selama hampir 3 jam, tidak terasa membuat saya sendiri yang menjadi fasilitator bangga dan senang bisa hadir dan belajar bersama guru pilihan yang akan melihat system pendidikan di Jepang dalam program magang ini. Harapan saya semoga sepulangnya dari negeri matahari terbit mereka bisa menjadi katalisator dalam mengiringi sekolah dan rekan-rekan nya sesama guru untuk berubah demi mempersiapkan siswa menjalani abad 21 yang penuh tantangan.

Bertanya dan menganalisa, adalah hal-hal yang terus saya tantang dari para guru yang hadir. Dengan bertanya kita menjadi semakin tahu kualitas apa saja yang dibutuhkan oleh siswa dan guru dalam menghadapi tantangan abad 21

2 thoughts on “Workshop Pembelajaran Abad 21 bagi guru yang akan berangkat ke Jepang bersama Lembaga Bina Antarbudaya

  1. Wah, pak Agus.. Makin asyik aja.. hehe…

    Keren, I am sure everyone was happy about the workshop.🙂
    Beberapa hari sebelumnya juga aku ikut memberi pelatihan – tapi lebih untuk siswanya..

    Glad that you enjoyed Pecha Kucha and what comes after that ya pak Agus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s