Resep menjadi guru yang berkharisma

Berikut ini adalah komentar terbaru di blog saya dari Ibu Aam Azmiyah.

Saya menemukan banyak guru yang sudah bermetamorfosa, mereka menjadi figur yang memotivasi, mendampingin anak didik tak sekedar tahu dan paham mata pelajaran, tapi membantu anak didik melihat dan memahami dunia….tapi sistem yang mengungkung para pendidik…….seringkali mendera, mencederai, menggrogoti. semangat dan energi.

Menjadi guru dan pendidik sepertinya sebuah proses yang tidak berkesudahan. Atas nama menjadikan manusia yang lebih baik, dari waktu ke waktu masyarakat selalu menjadikan profesi guru sebagai sebuah profesi yang tidak boleh mengeluh, mesti berbudi pekerti yang tinggi dan tahan banting dengan segala cobaan baik upah yang minim atau minimnya fasilitas dan sumber belajar mengajar.

Bukan itu saja di lingkungan kerjanya pun, meminjam komentar dari pembaca blog saya diatas , ‘seringnya sistem yang melingkupi guru malah mengkungkung dan membuat guru kehilangan semangat untuk maju.’

Sebenarnya apakah menjadi takdir bagi guru untuk bisa diperlakukan sedemikian rupa buruknya. Jawabannya ada pada guru itu sendiri, baik sebagai pribadi maupun sebagai profesi. Karena pada prakteknya kungkungan sistem yang menghimpit maupun sederet perlakuan negatif lain, tidak hanya menimpa guru, banyak profesi lain yang juga mengalami hal yang sama. Hanya saja publik  lebih meratapi jika yang terkena situasi tersebut adalah sebuah profesi yang mulia karena jenis pekerjaannya yang membuat sebuah bangsa menjadi cerdas atau malah menjadi terbelakang tertinggal dari bangsa lain. Lanjutkan membaca “Resep menjadi guru yang berkharisma”

%d blogger menyukai ini: