Apapun kelas dan bidang studi yang kita ajar, semua dari kita adalah guru …

Guru bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia , artinya apa pun bidang studi yang kita ajar mau tidak mau kita mesti menjadi membenahi produk tulisan yang siswa buat baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, juga saat berbicara dan berpendapat. Ini saatnya kita belajar terus mengenai berbahasa yang benar lisan maupun tulisan, bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, atau malah dalam beberapa bahasa lain jika sekolah anda juga mengajarkan bahasa selain dua bahasa tersebut.

Guru komputer, siswa anda kesulitan dalam melakukan pencarian dengan mesin pencari google, apakah anda langsung memanggil guru komputer untuk membantu, atau berbalik mengeluhkan kinerja guru komputer karena tidak serius mengajari siswa anda menggunakan mesin pencari? Saran saya 2 hal tadi boleh saja anda lakukan tetapi untuk lebih cepat dan tidak membuang waktu, bantu saja siswa sambil anda sendiri juga belajar. Tidak bisa dihindarkan pembelajaran sekarang memang menggunakan teknologi, jadi anda pun sebaiknya menguasai walaupun sedikit, dan mau membuka diri untuk membantu. Lanjutkan membaca “Apapun kelas dan bidang studi yang kita ajar, semua dari kita adalah guru …”

Iklan

Luar Biasa! Kakek 81 Tahun Ikuti Ujian Setara SD

Tarlan (81), kakek 19 cucu, serius mengerjakan ujian Paket A setara SD, Jumat (20/11)

Jumat, 20 November 2009 | 08:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti ujian Paket A setara SD.

Meski sesekali mengerutkan dahinya, Tarlan terlihat serius mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh pengawas dalam ujian Paket A setara (SD) yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin Dikmen) Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Sikap Tarlan patut diacungi jempol. Di usianya yang melewati ambang batas ternyata masih bersemangat untuk belajar.
Lanjutkan membaca “Luar Biasa! Kakek 81 Tahun Ikuti Ujian Setara SD”

9 keluhan terhadap perilaku guru

Walaupun tidak semua, banyak guru yang mengatakan orang tua siswa  adalah gudangnya keluhan. Hampir dari segala hal dikeluhkan dari kinerja guru sampai ketidak seimbangan antara apa yang dibayarkan sebagai uang sekolah dengan apa yang didapat oleh putra-putrinya di sekolah

Namun sadarkah kita bahwa ketika orang tua mengeluhkan soal guru, banyak dari hal yang dikeluhkan itu adalah masalah perilaku guru dan bukan masalah kompetensi guru. Untuk itu mari jadi guru yang tidak hanya sekedar pintar tapi juga bertanggung jawab.

Beberapa hal yang sering orang tua keluhkan adalah;

1. Tidak punya empati terhadap siswanya

2. Memilih menjadi guru yang galak dan bukan guru yang tegas

3. Cepat naik darah untuk hal sepele.

Lanjutkan membaca “9 keluhan terhadap perilaku guru”

6 tanda siswa senang belajar dengan kita

1. Siswa mengatakan begini kepada kita sebagai gurunya, “Pak, dirumah saya coba-coba lakukan hal yang kita lakukan di kelas kemarin itu lho..!”

2. Siswa bertemu dengan kita dan langung ingat hari ini ada pelajaran kita di kelasnya.

3. Siswa bertanya dengan tidak sabar kepada kita sebagai gurunya sebelum pelajaran berlangsung, ” Pak kalo hari ini kita akan belajar apa ya?”

Lanjutkan membaca “6 tanda siswa senang belajar dengan kita”

Posisikan diri anda sebagai ‘mitra kerja’ saat menilai siswa dan bukan ‘atasan’

1 . menggunakan kriteria yang sudah siswa ketahui, artinya guru tidak menyembunyikan atau membuat siswa bertanya-tanya sebenarnya apa yang guru mau  dari hasil kerja atau proses kerja yang siswa lakukan. Dengan demikian guru dan siswa bekerja sama untuk hasil yang terbaik.

2. Menggunakan prinsip satu pertanyaan banyak kemungkinan jawaban, dengan demikian siswa dilatih upaya nya untuk melakukan analisa dan sintesa dan bukan hanya menghafal satu jawan yang benar. Jadi berikan kesempatan pada siswa untuk berekspresi seluas-luasnya sesuai dengan kecerdasan dan gaya belajarnya. Untuk itu dibutuhkan bukti mengenai hal ini. Semakin banyak bukti semakin valid lah penilaian guru. Saat yang sama guru berkonsentrasi pada kekuatan siswa bukan pada kelemahan yang siswa miliki.

Lanjutkan membaca “Posisikan diri anda sebagai ‘mitra kerja’ saat menilai siswa dan bukan ‘atasan’”