Jejaring sosial antara dilema dan manfaatnya untuk Guru

Pembaca yang baik dimulai dengan status di halaman facebook saya seperti dibawah ini;

“Banyak guru yang meng-add murid-muridnya di Facebook, namun ketika ia berkomunikasi dengan kawan-kawannya di Facebook, ia menggunakan bahasa yang kurang baik atau ia meletakkan foto-foto yang kurang sopan. Ia tidak sadar bahwa murid-muridnya juga bisa melihat foto-foto ini. Ini
harus diperhatikan, karena bagaimanapun juga, ia adalah seorang guru.”


Kemudian muncul banyak komentar dari rekan pendidik, beberapa diantaranya saya cuplikan disini. Buat saya jejaring sosial punya manfaat yang besar dalam memacu perbincangan yang profesional antar pendidik, so lets join the conversation..

S Agung Wibowo

teknologi tidak bisa membantu pendidikan. kecuali ditangan orang yang sadar akan proses terjadinya pencerahan, maka teknologi akan seperti pisau yang berbahaya. amat disayangkan bahwa para guru banyak yang belum sadar bagaimana proses pendidikan itu. karena kemungkinan penyalahgunaan facebook oleh para guru, maka seharusnya para guru dilarang meng”add” siswanya.

 

Frida Dwiyanti

saya tidak setuju dengan larangan bagi guru utk tidak meng’add’ siswanya. Semuanya kembali kepada kesadaran dan bagaimana sang guru menempatkan dirinya sebagai ‘role model/ panutan’. Karena sekali kita menjadi guru, secara otomatis, baik di kelas maupun di luar kelas, kita adalah panutan. Tanggung jawabnya bukan kepada para siswa saja, namun kepada… Read More masyarakat dan terlebih kepadaNya. Jadi, tekhnologi tetap akan menjadi tool dan subjek pelajaran; dan kita sebagai subjek pelaku yang harus bijaksana menggunakannya.

 

Awal Ashri

yap benar..itulah jadi guru menggurui dan digurui atau saling berbagi contoh yg baik buat muridnya

 

Zaitu Asrilla

Hmm….menjadi guru memang harus secara “kaffah”. Kognisi, afeksi dan psikomotornya harus selaras. Sehingga yang mesti terbentuk tampaknya adalah “sikap keguruan”. Perlu ada kajian kekinian tampaknya untuk merekonstruksi konsep “guru” ditengah-tengah derasnya arus teknologi dan informasi.

 

Inna Nuraini

Betul pak… Saya mengalaminya, karena putra saya add guru & karyawan sekolahnya. untuk antisipasi FB untuk siswa itu sebaiknya tersendiri aja kali ya… Memang sedikit repot, tapi demi kebaikan bersama kenapa tidak…

 

Baiturrisalah Batam

Ada 2 jenis guru dizaman sekarang:
1. ‘guru’ hanya disaat dia memakai baju guru,
2. ‘guru’ disaat ia memakai ataupun tak memakai baju guru dia tetap guru.

Guru bisa bebas ber FB asalkan:… Read More

1.Menyadari kalau setiap jejak, comment, foto dsb bisa dilihat dan diketahui orang lain termasuk juga muridnya, dan ia sadar jika anak muridnya melihat perkataan, comment secara tidak akan contoh oleh muridnya,.(inilah beratnya tanggungan seorang guru)

Antisipasi:
1.Para guru modern harus dibekali dengan ‘pengetahuan’ dunia maya, dimana setiap langkah sang guru di dunia maya hampir bisa diketahui oleh semua orang.
Tidak seperti di ‘darat’ dia bisa bersembunyi ‘disemak semak ‘ untuk melakukan sesuatu agar tidak diketahui orang lain atau muridnya.
2.Ketika ia mengikrakan dirinya menjadi guru konsekwensinya diapun harus menjaga akhlak dan sopan santun baik di darat ataupun di dunia maya.jika tidak dia hanya layak menjadi seorang pengajar bukan pendidik (guru)..

 

Bambang Prayitno

guru gak pernah add muridnya di fb, tapi muridnya yang add.
baiknya di confirm atau di ignore??

 

Arni Meiningtyas Bahri

Kasihan ya mereka2yang jadi guru karena kebetulan atau “kepepet”an, karena harus mengorbanan sifat2 asalnya (yg mungkin bertentangan dng nilai2 luhur tujuan seorang guru), intinya yg bercita2 sbg guru atau yg sudah ada didalamnya harus berani berkorban (“segalanya”) demi profesi.

 

Agus Sampurno

@arni, thanks comment nya bu, jadi guru niat atau tidak niat sebenarnya bagus juga karena kalu mau konsisten kita bisa jadi manusia yang lebih baik
@Bams Pray, silahkan add saja bro, jika bisa konsisten dalam menjaga sikap heehe, ternyata susah ya jadi guru.
@Baiturrisalah Batam, thanks koment nya Pak Ustadz, diskusi ini akan saya muat di blog saya. termsuk jawaban utadz yang menarik ini.
@bu Inna, @bu Frida,@Pak Agung, dan @bang acim memang sulit ya, guru sekarang ada di jaman yang serba berbeda dan berubah sangat cepat, perlu kesadaran yang ‘penuh’ saat melakukan semuanya baik didunia maya maupun di dua nyata.
@Ibu Zaitu, thanks komennya bu, memang itu juga yang saya sedang lakukan lewat blog saya, apakah sudah berkunjung bu ke http://www.gurukreatif.wordpress.com… Read More
@Awal, thanks jadi konsisten susah banget ya

 

Didit Agus Irwantoko

guru=di gugu lan di tiru….. apa pun itu…. nah, cerminan muridnya sekarang sudah kelihatan kan… itulah guru mereka dulu… be eje e te….. bejat…. kasihan muridnya…😦

 

Andrey Boengai

konsisten dlm bersikap ya pak ?,..sbh tnggujwb baik di dlm maupun diluar sekolah,..sya terlalu yakin generasi skrg bnr2 perlu contoh sprti apa itu konsisten..krn sudh terlalu bnyak contoh konsisten di dlm inkonsistensi..

 

Verra Haswitasari

Tak terhindari, Pak.. Kita juga punya kehidupan lain di luar jam sekolah… Xixixixiii.. Gimana, donk?!

 

Retnaningdyah Susilawati

Yesss always remember a teacher is a model. Kalau kata nabi guru itu teladan. Dimana saja kapan saja selalu teladan

Yandi Sanjaya

…mungkin dengan menyediakan 2 Fb yang berbeda antara untuk kawan2 dan untuk murid2 kita. ..

 

Agus Sampurno

@Yandi, bisa juga hal ini dijadikan jalan keluar, buat 2 akun yang beda mungkin bisa menyelesaikan masalah.
@bu Retna, role model bu, I agree with you ..
@Bunda Haikal, dilema ya bunda,susahnya jadi guru jaman sekarang.
@Bang Andrey, mari kita putus mata rantai lingkaran tsb, dengan bersikap konsisten mulai dari sendiri.
@Pak Didit, semoga semua dari kita bisa jadi guru yang baik dan model yang baik ya pak…

 

 

 

4 thoughts on “Jejaring sosial antara dilema dan manfaatnya untuk Guru

  1. dengan segala dilemanya,guru adalah orang yang pali beruntung, terlepas menjadi gurunya karena cita2 ataupun karena terpaksa (kepepet). karena di jalan inilah setiap manusia(YG JADI GURU) senantiasa selalu menuju ke arah yang benar sesuai rel-nya, walau kadang anjlok.. tapi toh bakal masuk rel lagii

  2. guru adalah seorang yang sangat di perlkan untuk membina bangsa ,oleh karnanya para guru harus dpt menempatkan diri dmn ia berada,kemajuan bangsa lebih ditekankan pda pendidikan,agar negri ini lbh bermoral.Maju lah guru ku ,terimalah tantangn,sebagai sebuah proses mencerdaskan bangsa .Don*t give up

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s