Laporan dari workshop setengah hari bagi para trainer di lingkungan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Bekasi dengan tema ‘Menjadi guru yang siap berubah’ di Aula Departemen Agama Kota Bekasi Sabtu 7 Nov 2009

Kata  ‘belajar’ dan ‘perubahan’ adalah sinonim. Perubahan itu tidak akan menjadi masalah jika masuk akal dan mereka yang terlibat merasa menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Pada kenyataannya perubahan adalah proses yang berkelanjutan, yang melibatkan kebingungan dan hambatan bagi semua pihak yang melaksanakannya.

Tetapi apakah hanya karena perubahan itu berat maka guru sebagai pendidik di sekolah memilih untuk tidak berubah? Jika iya jawabannya maka sayang sekali, karena siswa kita pasti kan menuai dampak buruk di masa depan hanya karena keputusan kita sebagai pendidik untuk tidak mau berubah kea rah lebih baik.

Saya sedang memandu sesi 'Pro Kontra', sebuah sesi dimana peserta diminta bersikap terhadap sebuah pernyataan. Guru-guru yang menjadi peserta dengan sigap dan percaya diri mengambil sikap terhadap pernyataan yang saya lontarkan. Setelah itu mereka saling memberikan alasan mengenai sikap yan diambilnya.

Lanjutkan membaca “Laporan dari workshop setengah hari bagi para trainer di lingkungan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Bekasi dengan tema ‘Menjadi guru yang siap berubah’ di Aula Departemen Agama Kota Bekasi Sabtu 7 Nov 2009”

Iklan