Belajar kehidupan lewat pembelajaran berbasis proyek (refleksi pelatihan guru sekolah dasar bersama CCDE di Banda Aceh)

pelatihan guru untuk CCDE Banda Aceh Fasilitator pembicara Agus Sampurno080

Inilah pertama kali saya menjejakkan diri di bumi Serambi Mekah. Lewat undangan Direktur CCDE atau center community development and education Bapak Tabrani Yunis, saya hadir di Banda Aceh untuk belajar bersama para guru SD mengenai metode pembelajaran project based learning atau pembelajaran berbasis penugasan. Menyenangkan sekali bisa mengenal dan hadir ditengah guru-guru yang termasuk dalam binaan organisasi CCDE yang berjumlah 25 orang.

Di era kurikulum tingkat satuan pendidikan ini sebenarnya guru bisa lebih terbuka terhadap metode pembelajarannya dan pada akhirnya akan membuat kelas yang dijalankan nya bisa lebih  kreatif dan inovatif di kelas. Metode pembelajaran berbasis project di pilih karena sedikit banyak bisa mencakup keterampilan yang diperlukan dalam menyiapkan siswa menjalani abad 21.

pelatihan guru untuk CCDE Banda Aceh Fasilitator pembicara Agus Sampurno078
Bersama Pak Tabrani, beliau mendampingi selama pelatihan sekaligus memberi semangat pada guru yang hadir untuk mau berubah.

Metode PBL banyak meminta anak untuk melakukan kolaborasi, baik dengan rekan sekelasnya atau dengan komunitas di luar sekolahnya jika sekolah tempat mereka belajar terhubung dengan teknologi. Siswa sebagai pelaku utama dalam pembelajaran tipe ini disodori banyak permasalahan oleh guru nya untuk sama sama dipecahkan dengan rekan satu kelompoknya.  Melalui riset sederhana, menganalisis dan mengevaluasi informasi diharapkan di akhir pembelajaran siswa bisa mempresentasikan pengetahuan baru yang didapat selama PBL berlangsung. Tidak itu saja selain presentasi siswa diharapkan bisa tergugah dan mau melakukan aksi hubungannya dengan topik yang mereka bahas.

Jadi jangan kaget bila setelah PBL berlangsung, jika temanya mengenai cara hidup sehat, siswa akan lancar sekali menerangkan pada rekan dan gurunya mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan, siswa juga akan membuat poster mengenai kampanye hidup sehat dan perawatan tubuh, dan didepan rekannya bahkan kakak kelasnya ia akan percaya diri dan lancar dalam menerangkan pengetahuan barunya.

Sebuah PBL yang baik memang hasil akhirnya tidak harus berbentuk produk, walaupun anak juga akan tetap senang bila hasilnya berupa produk. Pada pembelajaran mengenai pesawat sederhana misalnya, kenapa tidak? Siswa membuat replika atau tiruan wahana yang ada di dunia fantasi Jakarta dengan alat-alat sederhana dan barang-barang bekas. Tentunya jika sempat, sebelum project berlangsung ajak mereka untuk datang atau minimal melihat foto-foto dari sana.

pelatihan guru untuk CCDE Banda Aceh Fasilitator pembicara Agus Sampurno day 2 0990110

Nah, saat proses pembuatan atau pengerjaan tipe pembelajaran jenis ini, jangan bayangkan kelas akan tenang dan teratur. Kemungkinan besar yang terjadi adalah kelas menjadi riuh rendah oleh diskusi dan pengambilan keputusan, perdebatan dalam penyelesaian masalah pelaksanaan tugas yang didahului oleh pembagian tugas sebelumnya. Ada yang menjadi pembuat artistik materi presentasi, pencari data, bahkan pembawa acara saat presentasi nanti dilakukan. Ternyata PBL ini memang gambaran kehidupan siswa kita nantinya sebagai orang dewasa nantinya, tidak hanya menguasai pengetahuan mereka juga mesti menguasai kecakapan hidup seperti kemampuan kerja sama, berbicara di depan orang banyak dan kecakapan hidup lain yang akan berguna hingga mereka dewasa kelak.

Bagaimana dengan peran guru? Ternyata peran guru malah meningkat dari sekadar satu-satunya sumber pengetahuan menjadi seorang fasilitator yang membuat siswa mencari tahu dan menemukan hal apa yang ingin diketahuinya dengan cara studi pustaka, riset di internet sampai menghubungkan atau mendatangkan seorang ahli ke kelas sebagai nara sumber.

Alih-alih mengawasi kelas dengan galak dan tegang, guru malah dengan santai duduk di antara siswa yang sedang sibuk bekerja sambil sesekali memberi masukan atau melakukan proses coaching, memberi pengarahan sambil mengingatkan siswa akan arah dari konsep proyek yang mereka kerjakan.

Tidak heran dikarenakan PBL menganut tipe pembelajaran yang menganut prinsip yang bersifat konstruksivis dan pada saat yang sama guru di tuntut untuk menghargai setiap tipe kecerdasan siswa di luar matematika, membaca dan  menulis.

Akhirnya sebuah pelaksanaan metode PBL yang baik akan memberikan gambaran mengenai kehidupan yang sebenarnya pada siswa, sebaliknya kehidupan bila diamati dan di cerna dengan baik proses yang berlangsung sedikit banyak seperti PBL saja layaknya.

Dari Banda Aceh, saya Agus Sampurno melaporkan hanya untuk anda.

6 thoughts on “Belajar kehidupan lewat pembelajaran berbasis proyek (refleksi pelatihan guru sekolah dasar bersama CCDE di Banda Aceh)

  1. wah..subhanallah..ada lagi pahlawan yang memperhatikan pendidikan indonesia🙂

    Mau tanya, kegiatannya hanya untuk guru sekolah formil ya? kalo untuk pendidikan informal ada g? saya sedang mengelola rumah belajar di cibubur.. ingin belajar banyak…
    mohon infonya ya pak..terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s