Agus Sampurno di koran Sinar Harapan (2)

Kamis, 28 Mei 2009 15:39

Sudah Saatnya Guru “Nge-Blog”

JAKARTA – Kalau belajar bisa dilakukan di mana saja, itu artinya mengajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Teknologi internet memungkinkan hal itu terjadi.


SH/Deytri Aritonang

Setidaknya itu terungkap dalam Seminar Nasional “Pembuatan blog Pendidikan, Menumbuhkan Budaya Guru Menulis di Internet” dan Pelantikan Pengurus Klub Guru Indonesia (KGI) Jakarta, Rabu (27/5) siang.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan setiap orang, tidak terkecuali pelajar sekolah, mengakses informasi dengan sangat mudah dan cepat. Hanya dengan memasukkkan beberapa kata sandi dan menekan tombol “enter”, semua informasi yang dibutuhkan sudah tertera di layar komputer.
Kebebasan dan kemudahan akses informasi itu bukannya tanpa ekses. Pesan yang diterima pelajar melalui internet sering kali merupakan informasi negatif yang merusak perkembangan dan pergaulannya. Sebut saja di antara informasi buruk itu adalah gambar porno yang nyata-nyata berdampak negatif.
Apa pun usaha yang dilakukan untuk membendung kemauan tekonologi ini tampaknya akan sia-sia saja. Upaya yang dapat diusahakan adalah mengikuti arus teknologi tanpa harus terseret imbas negatif.
Masalahnya, seperti dituturkan seorang blogger Agus Sampurno, profesi guru di masa sekarang bagai terkungkung perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya. Guru masih saja berkutat pada metode mengajar dan pembelajaran yang konvensional.
Guru sebagai orang dewasa yang mengadakan proses belajar dan mengajar di kelas, terkadang ragu mempelajari teknologi informasi. Insan pendidikan ini tidak cepat akrab dengan teknologi informasi dan komunikasi.
Namun, guru Sekolah Global Jaya ini menuturkan, teknologi tidak bisa tidak diperlukan oleh tenaga pendidik, pengajar, dan pembelajar. “Tidak mungkin bagi kita mengabaikan atau menunda menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan kehidupan kita sebagai profesional yang mengajar di kelas, sementara dunia terus bergerak memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan teknologi,” ujar Agus pada rekan-rekan seprofesinya.
Ironisnya, kaum guru menilai teknologi adalah pengganggu konsentrasi anak dalam mendalami pelajaran. Menurut Agus, lebih baik bagi guru untuk membuat kerja sama dan bersinergi menjadi pengguna aktif teknologi. Hal itu menurutnya akan memudahkan guru mengambil hati siswanya tanpa harus melarang ini dan itu.
Dibutuhkan guru yang bertekad terus belajar untuk menjadi pengguna aktif teknologi dan menjadikan siswanya sebagai sumber pengetahuan. “Guru harus bersikap fleksibel, cepat beradaptasi, tidak takut gagal, mau mengambil risiko, dan tidak enggan belajar, bahkan dari siswanya,” tutur Agus.
Menurutnya, guru dapat memanfaatkan teknologi untuk membagikan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya melalui blog. Ada beberapa keuntungan yang didapat dengan menulis di blog, di antaranya adalah adanya umpan balik dan terbukanya jaringan dengan pendidik lain. Blog juga memungkinkan guru melakukan dialog profesional demi improvisasi pembelajaran yang dilakukan dan diberikan guru.
Masalahnya, menulis belum menjadi budaya di kalangan guru. Guru hanya mempelajari materi ajar sesuai kurikulum yang berlaku dan membagikannya lagi kepada siswa-siswanya pada pertemuan di kelas.

Alokasi APBD
Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Provinsi DKI Jakarta Effendi Anas memaparkan, ilmu dan guru adalah kekuatan pengembangan masa depan bangsa. “Guru yang mau berinovasi adalah guru yang dibutuhkan negeri ini,” katanya.
Menurutnya, alokasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah sebesar 20 persen untuk pendidikan tidaklah cukup untuk mendidik 30 juta siswa di Jakarta. Jumlah itu tidaklah memadai jika pola transfer ilmu pengetahuan yang diterapkan masih saja metode yang kuno dan konservatif.
Mengakali keterbatasan anggaran pendidikan, menurut Dewan Pembina Klub Guru Indonesia Indra Jati Sidi, guru harus kreatif menemukan metode ajar yang efektif. “Kita tidak bisa hanya mengharapkan pemerintah saja. Tidak ada saahnya guru bergerak lebih dulu,” ujar mantan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional ini.
Head of Publisher Group Donny BU menyampaikan, berbagi ilmu melalui blog bermanfaat dalam menumbuhkan budaya budaya saling berbagi informasi dan pengalaman antarakademisi dan membangkitkan semangat untuk mulai menulis dengan pembaca yang tidak terbatas.
Bukan hanya itu, blog menurutnya sangat efektif dalam meningkatkan potensi diri melalui upaya membuat tulisan yang bermutu dan menarik.
Yang menjadi masalah kemudian adalah keterbatasan penghasilan tidak memungkinkan guru untuk berlama-lama di depan layar komputer dan mempublikasikan pengetahuannya melalui blog. “Daripada bikin blog, apa tidak lebih berguna untuk kami mencari penghasilan tambahan?” ujar seorang guru peserta seminar. (deytri aritonang)

Posted in Tak Berkategori

13 thoughts on “Agus Sampurno di koran Sinar Harapan (2)

  1. Blog, menurut saya hanya satu dari sekian banyak metode. Pak Agus sebagai guru di Sekolah Global Jaya, mungkin sangat tepat jika memanfaatkannya. tapi jika guru seperti saya yang mayoritas dari keluarga yang buat beli beras saja susah, Blog hanya sebuah kesia-siaan.

  2. Blog, menurut saya hanya satu dari sekian banyak metode. Pak Agus sebagai guru di Sekolah Global Jaya, mungkin sangat tepat jika memanfaatkannya. tapi jika guru seperti saya yang mengajar di sekolah dengan mayoritas siswa dari keluarga yang buat beli beras saja susah, Blog hanya sebuah kesia-siaan. betuuul?

  3. Guru desa ngeblognya nanti Mas Agus. Nunggu program pemerintah internet masuk desa tuntas th 2010. Oke……….!

  4. sebenarnya mas…untuk ngeblog sekolah kami sudah dimulai pada tahun 2005, namun hal yang sangat tidak mengenaknya adalah minat guru yang tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan,….sampai – sampai kami mendatangkan ( dan sekarang berkerja sama ) komunitas blogger sumut yang memfasilitasi kami dalam memahami blog tersebut……..makasih……tolong masukannya…

  5. blognya mas Agus sangat bagus dan berbobot, saya seorang guru di MAN, saat ini saya sedang mengelola sebuah blog pendidikan (newbie) mohon saran dan masukannya. salam dari Aceh!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s