Nikmatnya dibelajarkan rekan sendiri

workshop-internal-guru
Ibu Anik bersama Ibu Santi sedang bertugas membawakan workshop mengenai 'Bagaimana menelaah lingkaran Inkuiri'

Ada yang hal unik yang terjadi setiap dua minggu sekali disekolah saya. Inilah kali pertama saya mendapatkan teknis peningkatan kompetensi guru internal yang dirancang dengan unik. Selama empat kali pertemuan, saya dibimbing dan dibelajarkan dalam tema ‘inkuiri’. Inkuiri adalah sebuah proses yang berlaku pada seorang pembelajar dalam mencari tahu apa yang belum diketahuinya. Bagi guru dengan menguasai prinsip inkuiri, dijamin kelasnya akan lebih hidup. Dikarenakan guru mampu mengarahkan ,memfasilitasi sampai membuat pertanyaan siswa menjadi arah dalam pembelajaran.

Lanjutkan membaca “Nikmatnya dibelajarkan rekan sendiri”

Iklan

Menciptakan kelas yang ‘ramah intelektual’? Kenapa tidak?

Dalam mengelola sebuah kelas terkadang kita hanya berorientasi pada upaya membentuk sebuah kelas yang ramah secara emosional. Artinya sebuah kelas diupayakan agar menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua secara emosional, baik untuk guru maupun siswanya bebas dari bullying, siswa kepada siswa, guru kepada siswa atau bahkan siswa kepada guru. Diharapkan dengan menjadi kelas yang ramah secara emosional semua warga di kelas bisa belajar dengan baik dan guru sebagai orang dewasa dikelas juga bisa mengajar dengan baik pula.

Lanjutkan membaca “Menciptakan kelas yang ‘ramah intelektual’? Kenapa tidak?”

4 tips dalam menilai guru sebagai seorang profesional

Saya baru saja di appraisal oleh kepala sekolah tempat saya bekerja. Sebagai penjelasan, proses ini adalah proses terakhir dalam rangkaian pembinaan kualitas cara pengajaran selama satu tahun ajaran. Proses appraisal bisa juga disebut proses evaluasi. Dikarenakan kepala sekolah melakukan tugasnya untuk mengevaluasi cara atau kinerja, guru-guru dalam yang menjadi binaannya dalam bersikap sebagai profesional didalam dan diluar kelas.

Lanjutkan membaca “4 tips dalam menilai guru sebagai seorang profesional”