Siswa ribut di kelas, kitalah penyebabnya

Kelas yang anda ajar adalah wilayah kekuasaan anda, Sebagai guru kita semestinya  berhenti untuk mengatakan dan memilah-milah, kelas saya tahun ini baik-baik siswanya atau kelas saya tahun kemarin nakal-nakal. Jika satu kelas yang anda ajar itu baik semua, andalah penyebabnya. Sebaliknya jika kelas yang anda ajar semuanya nakal, anda juga yang menyebabkanya.

Saya sadar disetiap kelas pasti ada ‘pembuat onar’ dan si ‘pencari perhatian’, Jangan khawatir mereka jumlahnya tidak banyak dikelas sisanya adalah mereka yang siap belajar tetapi mudah dipengaruhi oleh ‘oknum’ siswa diatas.

Mari menerima tanggung jawab bahwa kita lah sebagai guru yang punya otoritas dan tanggung jawab untuk mengatur mereka dengan cara dan gaya kita. Tentunya selama masih dibatas menjaga perasaan anak secara emosional dan intelektual.

Saya percaya anda semua bisa, jadi mari ciptakan kelas yang ribut hanya pada saat mereka berdebat secara keilmuwan, berdiskusi dan bertukar pikiran. Katakan tidak pada kelas ribut yang penyebabnya adalah guru yang ‘menyerah’ pada kemauan siswa, guru yang selalu bilang ‘iya’ pada apa saja yang siswa mau lakukan. Siswa kita  cuma anak-anak yang membutuhkan seorang dewasa yang konsisten untuk mengatur mereka saat berada di kelas, untuk menuntut ilmu demi masa depan mereka nanti.

13 thoughts on “Siswa ribut di kelas, kitalah penyebabnya

  1. setuju pak agus… saya juga berpikir manajemen kelas perlu diperhatikan oleh guru, sehingga kelas kondusif untuk kegiatan belajar. Hal lain yang bisa saya tambahkan adalah pentingnya rasio guru dan siswa dalam kelas. bila jumlahnya timpang maka ‘kekacauan’ mudah terjadi…

    visit my blog (just click the link): http://catatan-guru.blogspot.com Please enjoy…😀

    1. Rasio yang bagus adalah 1: 10 pak, diluar itu guru mesti kerja keras dan punya banyak strategi untuk lakukan kegiatan kelas yang mengasikkan dan bermakna.

  2. artikel yang menarik pak agus…

    saya juga berpikir manajemen kelas adalahhal yang penting untuk guru pelajari dan kuasai. Pengelolaan kelas yang baik akan membawa pada suasana yang kodusif untuk belajar. Namun demikian hal lain yang perlu di perhatikan adalah rasio jumlah guru dan murid dalam kelas. tentunya bila rasio murid terlalu banyak, guru akan bekerja ekstra keras untuk membuat suasana yang kondusif untuk belajar…

    Maju terus pak agus…

    try to visit: http://catatan-guru.blogspot.com
    please enjoy…

  3. singkat nan jelas
    tapi pak, bukankah menjadi 1 pertanyaan manakala siswa duduk manis di kelas? apa karena takut akan hukuman2 kita (pola yang sudah mereka terima sebelum2nya)? atau emang mereka beneran siap dengan kita?

  4. Semua komunitas dalam Penyelenggaraan pendidikan harus bertanggungjawab dengan apa yang terjadi di sekolah termasuk di kelas, bisa saja apa yang terjadi di sekolah/kelas sebagai dampak negarif dari luar lingkungan sekolah.

  5. Saya terkadang agak keras dengan anak didik dengan maksud agar mereka fokus pada pelajaran, apakah hal tersebut OK?

  6. Dear pa agus
    saya setuju sekali dengan ide bapak…kebetulan saya masih baru dalam mengajar..dengan membaca blog bapak ini,saya menjadi terinspirasi bagaimana cara untuk menanggulangi siswa yg nakal..Thx pa..U give me new idea

  7. Saya sepakat dengan hal itu. Guru harus mampu “mengatur” muridnya. Banyak cara ata pendekatan yang bisa diambil oleh guru dalam mengatur siswa. mulai pendekatan yang sesuai dengan apa yang digariskan dalam disiplin psikologi pendidikan maupun pendekatan yang sesuai dengan budaya setempat.

  8. Menarik sekali topiknya..
    Begini pak, saya baru dibidang pendidikan, tiap kali saya ngajar sering siswa bkn gaduh, sudah saya coba macam-macam pendekatan tapi tetep saja begitu, ya memang kadang juga nurut n mau mengikuti kbm dgn tertib.. Saya minta bimbinganya, bagaimana si, cara membentuk kelas yang kondusif?? Terimakasih.

  9. siswa yang diajak berman
    siswa diajak untuk berbicaara kepada temannya
    siswa yang terpengaruh kepada temanya yang bandal
    dlllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s