Teknologi tidak akan pernah menggantikan posisi guru

guru-mengajar-tik

Tetapi, guru yang mampu menggunakan teknologi dengan efektif untuk membantu memfasilitasi siswanya hingga bisa terhubung dan bekerjasama di dunia maya dengan orang lain, akan menggantikan guru yang tidak bisa.

Rekan baik saya Pak Gerald Donovan memberikan saya sebuah slide diatas mengenai posisi guru kini dan masa depan. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu saat saya hadir di workshop pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi. Saat itu dikatakan bahwa profesi guru TIK nanti akan tidak ada, dikarenakan semua guru akan menggunakan TIK. Tapi guru TIK nantinya akan bekerja sebagai tempat orang bertanya mengenai integrasi pembelajaran dengan TIK, sampai menjadi fasilitator pelatihan TIK bagi guru bahkan orang tua.

Hal diatas sudah terjadi pada saya saat ini. Senang sekali bisa melihat guru menjadi agen perubahan, dan mau mempelajari sesuatu yang baru demi mempersiapkan masa depan siswanya nanti.

About these ads

7 gagasan untuk “Teknologi tidak akan pernah menggantikan posisi guru

  1. Ya memang benar Teknologi tak kan bisa menggantikan guru. pada teknologi tdk ada kasih sayang, perhatian, empati atau pengertian.
    Namun demikian sudah menjadi keharusan kalau guru harus bisa menggunakan teknologi agar dia tetap up to date.

  2. Hi Agus,
    Interesting topic – but a bit obvious don’t you think? What needs to be stated is how can teachers teach with technology – rather than teaching technology.

  3. Bulan Maret lalu di SMAN 1 Lemahabang kab Cirebon dulaksanakan IHT (In House Training) yang materinya berisi pelatihan penerapan TIK dalam pembelajaran. Awalnya say beranggapan bahwa penerapan TIK dengan dua bahasa pengantar akan menjauhkan hubungan antara guru dan siswa. Selama ini saya sangat mengandalkan keberhasilan proses pembelajaran dari kedekatan batin antara guru dan siswa. Namun setelah dipelajari, direnungkan, dan didiskusikan dengan rekan-rekan, memang benar. Kemajuan teknologi akan sangat membantu kebrhasilan pembelajaran, bahkan hubungan guru-siswa akan semakin baik. Sikap yang saya ambil adalah : tiada kata terlambat untuk belajar. Selalu. Selalu. Alhamdulillah, saya bersyukur Allah menjadikan saya sebagai pembawa pelita dalam kegelapan…………….

  4. Teknologi memang tiba bisa dan tidak seharusnya menggantikan hal-hal yang bersifat human. Tapi jika saya lihat di banyak sekolah, justru banyak sekali civitas sekolah yang disibukkan ritual administratif yang seharusnya bisa dikerjakan oleh teknologi. Saking sibuknya mengurusi proses administrasi menjadi tidak sempat memikirkan ke arah perkembangan yang seharusnya menjadi tugas kita sebagai manusia.

    Saya coba membuat tulisan tentang hal tersebut di blog, silakan baca di Menekan Biaya Operasional Dengan Sistem Informasi Sekolah. Saya coba analisa juga dampak pemborosan secara ekonomi dari proses dehumanisasi di sekolah. Semoga bermanfaat.

    Tulisan nya bagus Pak Wiwit, membukakan mata saya mengenai hal yang penting dalam sistem informasi sekolah

    • yes Pak Fauzi, menurut analisa para pakar, komputer menjadi guru untuk semua orang nanti di masa depan, sementara guru yang berwujud manusia hanya bagi orang yang sanggup membayar. hmm seru kan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s