3 prinsip dalam pembuatan portfolio siswa

Dalam dunia periklanan dan promosi saat seorang desainer ingin bergabung dengan sebuah perusahaan periklanan, biasanya membawa sebuah dokumen yang disebut portfolio. Isinya antara lain karya-karya yang terbaik yang dihasilkan dan diharapkan bisa membuat citra yang positif mengenai kemampuan kreatif sang desainer.

Dalam dunia pendidikan istilah portfolio ada saat guru ingin mengajukan dirinya agar disertifikasi. Isinya semata sertifikat dan penghargaan yang membuktikan bahwa guru tersebut layak diberikan predikat guru profesional menurut standar UU sertifikasi.

Siswa tidak kalah dengan gurunya, juga punya cara agar hasil karya terbaiknya bisa terekam dan membuat orang lain yang melihatnya bisa menjejak perjalananya sebagai pembelajar.

Caranya adalah dengan membuat portfolio. Portfolio mempunyai beberapa prinsip mereka adalah

  1. collect artinya mengoleksi, dalam tahap ini guru semestinya melakukan himbauan pada siswa agar mereka sadar mana karya mana yang kira-kira bisa dijadikan portfolio. Dengan demikian mereka selalu berusaha menghasilkan yang terbaik.
  2. Select artinya memilih, libatkan siswa saat akan memilih portfolio, ada banyak karya yang mereka hasilkan dalam setiap mata pelajaran namun uniknya mereka punya alasan tertentu ketika mereka memilih sebuah karya untuk dijadikan portfolio.
  3. reflect artinya menggambarkan sesuatu, saat sudah melibatkan siswa dalam menentukan karya nya yang akan dijadikan portfolio, jangan lupa untuk menanyakan alasannya serta dokumentasikan atau catat alasan siswa memilih karya yang telah dihasilkan.

Jika berkenan silahkan unduh dokumen portfolio yang saya buat demi kepentingan Student Led Conference, semoga berkenan

Portfolio TIK untuk TK A

Portfolio TIK untuk kelas 3

5 thoughts on “3 prinsip dalam pembuatan portfolio siswa

  1. Dengan tiga prinsip yang tersaji, guru akan lebih mengenali siswanya per individu. Lebih jauh, fungsi guru sebagai talentscout dapat terakomodasi.
    Pasti cara ini jauh lebih baik daripada sekedar ngumpulin kliping atau bikin laporan, karena kebanyakan tidak punya standar dan nasibnya cuma di kilo!Lha?

  2. Asslmlkm.
    Salam kenal. Senang sekali ada blog yang dibuat guru seperti ini. selamat dan semoga makin manfaat. OK, btw bgm menurut Anda jika para guru bersatu membentuk sebuah partai dengan nama PARTAI GURU INDONESIA. Bukankah kekuatan perubahan ada pada para guru??? bukankah guru perlu pesawat yang dipilotinya sendiri untuk menerbangkan ide, aspirasi dan pemikirannya.
    OK, untuk prospektus partai tersebut silakan baca di sini
    http://blogguruindonesia.blogspot.com/2009/03/partai-guru-indonesia.html

  3. Ass
    Salam Kenal. Terima kasih pak Agus sudah memberi pencerahan pada kita sebagai guru yang sehari-harinya sangat sibuk melakukan segala hal yang berkaitan dengan belajar dan mengajar. Selama ini yang saya lakukan adalah hanya mengumpulkan hasil latihan-latihan mereka berupa worksheet dari materi yang saya ajarkan, dan setiap dua minggu sekali saya berikan kepada siswa dengan nilainya. Apakah ini termasuk portofolio?
    Terima kasih atas jawabannya.

  4. saya udah liat formatnya mas…
    assesment semacam itu menarik, efektif… sayang di tempat ngajarku keleluasaan mengelola administrasi sendiri masih harus di atur oleh kurikulum, dll… jadinya terlalu kaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s