Orang tua murid saya orang hebat

Ada joke yang menarik mengenai siapa orang yang paling kurang ajar se Indonesia. Kalau anda pernah mendengar joke ini pasti tahu jawabannya adalah ‘tukang cukur Pak SBY’. Terkadang joke tersebut menarik sekali untuk membandingkan dua profesi yang saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lain.

Artinya setinggi apapun jabatan seseorang, pasti masih membutuhkan peran orang lain. Tanpa tukang cukur seorang SBY pasti tidak sedap dipandang dan kurang menjanjikan untuk mewakili negara ini di forum internasional.

Saya bukan mau membandingkan profesi tukang cukur dengan profesi guru. Tapi ada perbandingan yang menarik dan sama secara filosofis. Bagaimana jika anda mengajar putra seorang presiden atau pejabat negara atau orang yang memegang peranan di negeri ini.

Saran saya jangan mundur bahkan berkerut, siswa anda hanya kebetulan saja berayah atau beribu seorang publik figure.

Sejatinya ia tetap seorang anak, yang perlu diperlakukan adil dan direncanakan pembelajaran sebaik-baiknya. Karena itu merupakan hak ia sebagai siswa. Hak yang paling mendasar malah.

Jadi dititik ini kita bisa mengatakan pada dunia bahwa profesi guru sejajar dengan profesi lainnya yang besar dan memegang peranan penting.

Karena seahli apapun seseorang pada bidangnya, peneliti, penemu, pejabat partai politik, pejabat negara atau malah presiden sekalipun pasti membutuhkan sorang guru untuk mengajar dan mendampingi putra-atau putrinya di kelas.

Jadi berdirilah dengan tegak sambil memandang lurus ke depan saat bertemu dengan orang tua siswa di atas sambil menirukan kampanye gubernur Jakarta yang baru lalu untuk bilang “Saya ahlinya….”

5 thoughts on “Orang tua murid saya orang hebat

  1. betul itu, pak….
    teman2 yang pernah menjadi guru mungkin pernah merasakannya…
    jangankan mengajar anak orang penting, mengajar anak orang yang pendidikannya di atas guru saja sering tidak pede…
    akibatnya guru jadi memberikan apapun yang diinginkan orang tua, bahkan hal-hal yang tidak dibutuhkan anak (atau sesuai dengan tingkat perkembangannya)…
    Yah…semoga para guru kita semakin percaya diri, mantap berseru “Yah, untuk pendidikan, SAYA ahlinya”🙂

  2. MUngkin ketidak PD-an para guru bisa jadi dikarenakan, kurangnya penghargaan masyarakat terhadap guru…. dan saya benar-benar merasakan bahwa peranan sang pendidik sangat diperlukan dan layak untuk mendapatkan penghargaan…. sukses buat Pak Agus dan teman-teman guru

    official web http://www.logos.co.id

  3. Nggak perlu penghargaan. Itu otak kuno… Semua orang butuh kerja. Banyak lulusan ikip yg antri, bahkan siap uang sogokan. Nah tuh, apa motivasinya jadi guru? Merasa jadi yg paling berjasa? Ikhlas dlm bekerja & hidup. Itulah SDM yg berkwalitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s