Mengajar dengan hati

poster
Siswa belajar apa yang menjadi minat mereka, dari orang yang mereka peduli dan dari orang yang mereka tahu peduli padanya

Saya berpikir panjang sekali ketika melihat poster diatas. Ada semacam teguran dan pengingat yang saya rasakan di saat yang sama. 2 hari ini saya sedang tidak sehat dan memilih untuk beristirahat dirumah. Tetapi sekuat tenaga saya sempatkan membuat rencana pelajaran untuk membantu rekan yang akan menjaga kelas saya nantinya. Tidak lain tidak bukan karena saya teringat siswa-siswi saya yang akan belajar bukan dengan saya saat saya sakit.

Mengingat siswa? Wah, jika diminta menyebutkan nama anak-anak siswa yang belajar dengan saya akan segera menyerah tapi coba sebutkan satu nama dan dengan cepat saya akan katakan mengenai sikap serta segala perilaku serta kesukaan  yang siswa tersebut punyai. Tentunya saat mereka di kelas saya, tapi saat dirumah mungkin analisa saya bisa berbeda.

Maklum setiap rumah punya pola asuh yang berbeda-beda. Tapi yang ajaib di sekolah mereka bisa menyesuaikan diri sedikit banyak dengan yang sekolah minta dan jadikan standar.

Setiap hari saat bersama siswa adalah saat saya belajar, belajar mengenali dan peduli apa yang mereka ingin pelajari dan bagaimana mereka ingin belajar mengenai sesuatu.

12 thoughts on “Mengajar dengan hati

  1. setuju..Seorang guru sejati adalah disaat dia menyadari bahwa ‘life learning’nya adalah disaat berinteraksi dengan para siswanya dalam ‘pembelajaran’ yang dilakukannya..

  2. hm…anda memang guru yang baik..

    saya kagum pada anda…

    semoga ketika saya menjadi guru nanti,
    saya bisa menerapkan seperti yang anda lakukan..

    info2 anda sangat berguna bagi saya…
    terima kasih

  3. asslm,
    salam kenal pak agus..,
    pandangan yang sangat positif dan memang kenyataanya seperti itu. Siswa belajar apa yang menjadi minat mereka….. saya mempunyai pertanyaan, kasus pada jenjang SMP, dimana suka atau tidak suka mereka akan dipaksa untuk belajar mata pelajaran yang sudah dipatok untuk dijadikan kurikulum. contoh: matematika, bagaimana menghadapi siswa yang tidak begitu suka pada mapel tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s