Langkah-langkah menumbuhkan kepemimpinan guru di sekolah

presentasi-kepemimpinan-guru-anps-sekolah-global-jaya

Diluar kebiasaan saya selama ini, saya melakukan presentasi mengenai kepemimpinan guru di depan para kepala sekolah serta guru yang hadir pada acara konferensi tahunan sekolah-sekolah nasional plus (ANPS). Jika saya biasa memfasilistasi guru dalam penggunaan TIK di kelas, kali ini saya mencoba hal yang baru dengan berpresentasi mengenai menumbuhkan kepemimpinan guru di sekolah.

presentasi-kepemimpinan-guru-anps-sekolah-global-jaya2

Lanjutkan membaca “Langkah-langkah menumbuhkan kepemimpinan guru di sekolah”

Menjawab pertanyaan bersama saat workshop menggunakan Google Docs

Pembaca yang budiman saat workshop Digital citizenship saya menggunakan Google docs sebagai perangkat untuk menjawab pertanyaan bersama dengan seluruh peserta dengan komputernya masing-masing. Hasilnya peserta antusias karena melalui layar didepan tempat pelatihan, mereka bisa langsung melihat siapa menjawab apa. Pada setiap pendapat serta jawaban yang diberikan saya minta mereka mereka menuliskan nama agar mudah dikenali.

google-docs-good-logo

Silahkan nikmati diskusi kami melalui Google docs.

Lanjutkan membaca “Menjawab pertanyaan bersama saat workshop menggunakan Google Docs”

Refleksi workshop Digital citizenship Sampoerna Foundation Teacher Institutes. Jakarta 20 Februari 2009.

Refleksi workshop Digital citizenship Sampoerna Foundation Teacher Institutes. Jakarta 20 Februari 2009.

workshop-digital-citizenship-sfti2

Layaknya kita hidup di sebuah kampung ,desa atau sebuah komplek tempat tinggal, hidup bersama di dunia maya punya banyak sisi dan tantangan yang lumayan banyak untuk dijalani dan diatasi. Jika tinggal di kampung atau desa bahkan negara punya istilah menjadi ‘warga yang baik’, begitu juga dunia maya atau hidup dunia digital perlu ada kesepakatan secara kesadaran mengenai bagaimana menjadi warga yang baik.

Lanjutkan membaca “Refleksi workshop Digital citizenship Sampoerna Foundation Teacher Institutes. Jakarta 20 Februari 2009.”

Empowerment atau control, mana yang paling penting dalam mendampingi anak di dunia maya (Refleksi dari Seminar Digital Immigrants Sampoerna Foundation Teacher Institutes 19 Februari 2009)

dsc00947Bagi para orang tua, pekerjaan melindungi serta membesarkan anak seperti tiada habisnya. Sebab saat ini tidak hanya harus melindungi anak di dunia nyata (offline) tapi juga harus melindungi mereka di dunia maya (on line). Begitu juga dengan guru, yang mendampingi anak didik nya juga di dua alam yang berbeda.

Permasalahannya adalah adanya jurang antara dua generasi. Satu generasi guru dan orang tua yang terkadang harus ‘berjuang’ untuk mempelajari sesuatu yang baru (teknologi misalnya) serta generasi anak didik yang nota bene adalah anak-anak yang terlahir bersamaan atau sudah saat teknologi tercipta dan digunakan secara luas.

Lanjutkan membaca “Empowerment atau control, mana yang paling penting dalam mendampingi anak di dunia maya (Refleksi dari Seminar Digital Immigrants Sampoerna Foundation Teacher Institutes 19 Februari 2009)”

DIGITAL LEARNING UTILIZING WEB 2.0 TO ENHANCE LEARNING PROCESSES “new perspective in utilizing technology for effective learning activities”

OBJECTIVE

Developing skills and practical knowledge in using various Web 2.0 tools for more interactive & engaged students learning

BENEFIT FOR PARTICIPANTS

  • Better understanding of Web 2.0 concept for student learning activities
  • Ability to prepare real-life examples of how Web 2.0 can be integrated to the new technologies into the classroom

Lanjutkan membaca “DIGITAL LEARNING UTILIZING WEB 2.0 TO ENHANCE LEARNING PROCESSES “new perspective in utilizing technology for effective learning activities””

Orang tua murid saya orang hebat

Ada joke yang menarik mengenai siapa orang yang paling kurang ajar se Indonesia. Kalau anda pernah mendengar joke ini pasti tahu jawabannya adalah ‘tukang cukur Pak SBY’. Terkadang joke tersebut menarik sekali untuk membandingkan dua profesi yang saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lain.

Lanjutkan membaca “Orang tua murid saya orang hebat”

Mengajar dengan hati

poster
Siswa belajar apa yang menjadi minat mereka, dari orang yang mereka peduli dan dari orang yang mereka tahu peduli padanya

Saya berpikir panjang sekali ketika melihat poster diatas. Ada semacam teguran dan pengingat yang saya rasakan di saat yang sama. 2 hari ini saya sedang tidak sehat dan memilih untuk beristirahat dirumah. Tetapi sekuat tenaga saya sempatkan membuat rencana pelajaran untuk membantu rekan yang akan menjaga kelas saya nantinya. Tidak lain tidak bukan karena saya teringat siswa-siswi saya yang akan belajar bukan dengan saya saat saya sakit.

Lanjutkan membaca “Mengajar dengan hati”