Resolusi 2009

Resolusi bisa juga dianggap sebagai keinginan, namun bisa juga dianggap sebagai janji. Lazimnya sebuah keinginan atau janji, harus didukung oleh komitmen yang kuat dan arah yang jelas, situs inspiredclassroom membantu saya dalam membuat resolusi ditahun baru ini.

Mengurangi

Memberi banyak ceramah atau lecture kepada siswa. Hanya ada satu kemungkinan jika kita terlalu banyak menceramahi siswa, dalam 10 menit pertama mereka masih mendengarkan, tapi dalam 10 menit kedua, konsentrasi mereka akan hilang atau terpecah. Generasi siswa-siswi kita adalah generasi remote control. Seperti halnya saat mereka menonton televisi, ketika ada tontonan yang tidak menarik maka segeralah jari-jari mereka bergerak  mengganti acara dan beralih kepada acara yng mereka sukai.Bayangkan jika anda sedang berada didalam televisi yang mereka tonton, apakah yang anda katakan masih menarik di 10 menit kedua?

Memaksimalkan

Jenis pembelajaran hands on activities, inilah jenis pembelajaran yang siswa sukai dijaman ini Jenis pembelajaran ini adalah pembelajaran yang membuat tangan dan pikiran mereka bergerak secara bersamaan. Sambil berpikir mereka mencipta, sambil mencipta mereka berdiskusi, sambil berdiskusi mereka berpresentasi.

Mengurangi

Ketergantungan siswa pada guru. Guru memang salah satu sumber pengetahuan, tapi ketergantungan yang berlebihan pada guru akan membuat siswa kurang berinisiatif dan tidak mandiri. Namun keputusan ada ditangan guru juga apakah akan menjadikan siswa berada dalam suasana kelas yang otoriter atau kelas yang demokratis. Semakin otoriter kelas kita semakin tergantunglah siswa pada kita sebagai guru.

Memaksimalkan

Siswa menolong satu sama lain. Ini adalah salah satu cara mengurangi ketergantungan. Pengalaman saya saat mengajar di ruang computer, sebelum membiarkan siswa menyentuh computer setelah mendengar penjelasan dari saya, mereka saya tekankan untuk tidak datang kepada saya untuk meminta bantuan bila ada kesulitan sebelumm berdiskusi atau meminta bantuan pada rekannya. Terkadang siswa mempunyai tingkat pengetahuan yang berbeda, bisa mengajarkan dan membantu orang lain akan membuat mereka makin semangat dalam belajar. Siswa tidak harus selalu meminta bantuan dari rekan mereka yang paling pintar dikela, cukup dengan berdiskusi dengan rekan disebelahnya terkadang mereka sudah mendapat jawabannya.

Mengurangi

Tugas yang sama untuk seluruh anggota kelas. Kemampuan, minta dan bakat siswa berbeda-beda, jadi akan sangat menyiksa bagi siswa kita bila diperlakukan sama.

Memaksimalkan

Tipe penugasan yang berbeda, ada siswa yang mahir dalam berbahasa ada juga yang mahir dalam bidang artistic serta banyak contoh lainnya dimana siswa mempunyai kekuatan dibidang yang berbeda-beda. Penugasan yang berbeda memungkinkan siswa menjadi lebih percaya diri karena merasa diistemewakan bakat dan minatnya oleh guru.

Mengurangi

Mempelajari sesuatu yang mengawang-awang. Merancang pembelajaran yang baik memerlukan keterkaitan dengan dunia keseharian siswa. Jika siswa tidak melihat keterkaitan antara yang mereka pelajari disekolah dengan apa yang mereka temui sehari-hari maka akan sangat sulit untuk mereka tertarik pada pembelajaran yang mereka jalani dikelas.

Memaksimalkan

Tipe pembelajaran yang membuat siswa merasa terhubung dunia kesehariannya. Ketika anak belajar mengenai struktur pemerintahan, daripada menyuruh mereka manghafal nama presiden dan menterinya, lebih baik minta mereka untuk datang kepada ketua rukun tetangga dimana mereka tinggal, agar mereka mengenal terlebih dahulu lingkungan yang paling terdekat.

Mengurangi

Menggunakan OHP atau proyektor dan sejenisnya saat mengajar. Terkadang guru sudah merasa menggunakan teknologi ketika menerangkan siswa dengan OHP atau LCD namun sebenarnya sama saja hasilnya saat anda mencermahi mereka. Apalagi jika presentasi anda saat mengajar hanya berisi teks yang banyak, atau bahkan hasil foto kopi dari buku yang kemudian dijadikan lembar plastic untuk kemudian ditampilkan di OHP. Siswa saat ini lebih menyukai gambar, video, animasi dibandingkan teks yang akan membuat mereka bosan.

Memaksimalkan

Penggunaan blog bagi siswa. Dengan blog siswa bisa langsung membaca penjelasan guru, menjawab soal, sekaligus menulis refleksi atas tugas yang guru berikan. Dengan blog siswa yang pendiam dikelas pun akan bersuara lewat tulisan di blog.

Mengurangi

Memfotokopi bahan pelajaran. Ingat kampanye lingkungan yang marak akhir-akhir ini. Kita sebagai guru bisa mulai dari diri sendiri menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi menggandakan bahan pelajaran dengan mesin foto kopi.

Memaksimalkan

Penggunaan internet dan teknologi untuk pembelajaran, tetapi bukan sekedar membiarkan mereka menceburkan diri dalam belantara informasi di internet tanpa pengawasan dan pengetahuan yang memadai. Saat yang sama bekali diri siswa anda dengan keterampilan dunia digital. Keterampilan tersebut anatara lain, kemmapuan berpkir kritis, mampu memilah dan mengevaluasi informasi, apakah otentik, relevan dan efektif? Kemampuan lainnya adalah mengevaluasi tools yang ada di computer dan internet demi memperlancar tugas yang diberikan oleh guru.

Mengurangi

Suasana kelas yang hening dan penugasan siswa yang membuat siswa bekerja sendiri-sendiri. Terkadang kita sebagai guru menandai keberadaan atau hadirnya  guru dikelas dengan heningnya suasana kelas. Padahal suasana kelas yang hening belum tentu mencerminkan kelas yang sehat secara emosional. Bagaimana jika keheningan terjadi karena  siswa takut kepada guru. Sementara penugasan yang membuat siswa bekerja sendiri-sendiri akan membuat siswa sulit untuk bekerja sama dan menerima pendapat orang lain.

Memaksimalkan

Tipe penugasan kepada siswa yang membuat mereka bekerja sama dan bekerja dalam tim. Di abad 21 ini, salah satu keterampilan yang dibutuhkan adalah menjadi pemain dalam tim. Saat mereka bekerja dalam grup atau kelompok diharapkan mereka mampu berbagi dan mendelegasikan tanggung jawab bila diperlukan, merasa nyaman dalam setiap kesempatan bekerja dalam tim sebagai pemimpin atau anggota dalam kelompok. Dengan demikian siswa berlatih sedini mungkin sebagai bagian dari anggota masyarakat.

4 thoughts on “Resolusi 2009

  1. informasi yang sangat bagus sekali; sesuai dengan apa yang saya dapatkan dalam perkuliahan saya…

    semoga semua guru2 dapat membaca informasi ini dan mempraktekannya dalam kelas..

    tetap menulis pak,

    Tuhan Yesus memberkati

  2. Salut, dengan pak Agus. Semoga seluruh guru di Indonesia sekreatif bapak. Pak izin tulisan bapak saya masukkan di blog saya, supaya makin banyak guru yang membaca dan bisa mengaplikasikannya. Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s