Jangan sentuh mousenya

“Yang menjadi tantangan ke depan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru untuk menggunakan alat elektronik tersebut sebagai media belajar dan mengajar.

Mas Agus,i yang mungkin bergaul dengan guru-guru di kota (baca di Jawa) mungkin akan terkejut dengan kesenjangan yang ada dengan guru-guru yang ada di luar Jawa.

Saya bertemu dengan guru-guru yang ketika dihadapkan dengan komputer masih gemetar, gemetar dalam arti literal, alias ndredeg beneran.

Ajakan Mas Agus untuk mengoptimalkan komputer patut disambut. (Ada tapinya… tapi ajari dulu gurunya….)”

Setiawan Agung Wibowo berkomentar pada tulisan mengenai komputer sebagai ‘alat’

 

Bagaimana perasaan anda saat pertama kali bersentuhan dengan komputer? Merasa menyentuh barang yang mahal, alat yang susah dipelajari atau alat yang bukannya membantu menyelesaikan masalah pekerjaan malah menambah pekerjaan?

Read More »

Refleksi dari ‘Educator Sharing Network’ Sampoerna Foundation. Digital Immigrant versus Digital Natives

agus-sampurno

Bayangkan situasi ini, hampir 100 orang lebih berada dalam sebuah ruangan yang sama dan dengan profesi yang berbeda-beda pula. Ada dosen, orang tua, pengamat pendidikan,guru dari berbagai tingkatan.Kesamaan mereka hanya satu, mereka peduli dengan isu pendidikan terkini dan yang paling mutakhir. Bicara hal yang paling mutakhir apalagi jika bukan mengenai teknologi. Utamanya teknologi digital karena jika disandingkan dengan isu pendidikan akan seperti pedang bermata dua. Ada sisi baik dan sisi buruknya juga.

Read More »

Akhir yang baik dan cinta sejati

foto-mbah-tolib

Pembaca yang budiman, dua istilah diatas mewarnai perjalanan hidup saya di beberapa  hari terakhir. Tanggal 22 Januari 2009, pukul 18.30 saya bergegas pulang dari kantor setelah menyiapkan segalanya untuk materi presentasi Digital Immigrants vs Digital Natives di Sampoerna Foundation, setelah bertemu istri dan membelai bayi serta berbicara ringan dengan dua kakaknya, saya dan istri berangkat ke kediaman orang tua saya di Pondok Aren yang masih satu kawasan dengan tempat tinggal saya juga. Maklum malam itu adalah peringatan 2 tahun meninggalnya ibunda saya dan Mbah putri untuk anak-anak saya.

Read More »

Guru sebagai pemegang otoritas dikelas

Rekan guru yang baik, jika anda diharuskan memilih, peran mana mana yang kira-kira akan anda pilih? Hubungannya dengan membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif dikelas.

  1. Sebagai penguasa dikelas
  2. sebagai seoarang yang bertugas mendisiplinkan
  3. sebagai seseorang yang mempertahankan ‘irama’ serta situasi dikelas

Ketiga-tiganya cukup menggiurkan, karena sama-sama menawarkan keistimewaaan bagi kita sebagai guru.

Bagaimana anda pilih yang mana?

Komputer sebagai ‘alat’ di sekolah

Setiap sekolah kebanyakan punya ruang komputer, isi, kemampuan  dan jumlahnya bisa variatif tergantung kemampuan sekolah. Biasanya ada seseorang yang bertugas mengajar di ruang komputer. Selain untuk mendamping proses belajar siswa juga dikaryakan bila komputer ada kerusakan.

Terkadang fungsi ruang komputer hanya dijalankan bila siswa ada pelajaran komputer. Dikarenakan pemikiran bahwa ruang komputer hanya untuk mempelajari komputer saja.

Untuk itu mari rubah paradigma diatas. Wahai para guru kelas bawa siswa anda ke ruang komputer pada jam matematik, IPA, atau IPS serta pelajaran lainnya. Karena siswa kita adalah anak kandung abad 21 yang lahir dengan teknologi sebagai perangkat sehari-hari.

EDUCATOR SHARING NETWORK Digital Natives VS Digital Immigrants

Sampoerna Foundation

Mengundang Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua Murid, Pemerhati Pendidikan dalam Educator Sharing Network (ESN), yang akan dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal        : Jum’at, 23 Januari 2009
Jam                        : 14.00 – 16.00
Tempat                  : Sampoerna Strategic Square, North Tower, Lt.25
Jl. Jend. Sudirman Kav.45, Jakarta Pusat
Investasi                : TIDAK DIPUNGUT BIAYA / GRATIS
Acara                     : Presentasi dan Sharing
Fasilitator              : AGUS SAMPURNO
Praktisi Pendidikan & IT darI Sekolah Global Jaya

Read More »

Resolusi 2009

Resolusi bisa juga dianggap sebagai keinginan, namun bisa juga dianggap sebagai janji. Lazimnya sebuah keinginan atau janji, harus didukung oleh komitmen yang kuat dan arah yang jelas, situs inspiredclassroom membantu saya dalam membuat resolusi ditahun baru ini.

Mengurangi

Memberi banyak ceramah atau lecture kepada siswa. Hanya ada satu kemungkinan jika kita terlalu banyak menceramahi siswa, dalam 10 menit pertama mereka masih mendengarkan, tapi dalam 10 menit kedua, konsentrasi mereka akan hilang atau terpecah. Generasi siswa-siswi kita adalah generasi remote control. Seperti halnya saat mereka menonton televisi, ketika ada tontonan yang tidak menarik maka segeralah jari-jari mereka bergerak  mengganti acara dan beralih kepada acara yng mereka sukai.Bayangkan jika anda sedang berada didalam televisi yang mereka tonton, apakah yang anda katakan masih menarik di 10 menit kedua?

Read More »