Menanamkan jiwa kewirausahaan disekolah

 

kewirausahaan-di-sekolah
Suasana bazaar di sekolah. Semua yang berjualan adalah siswa.

 

Ide untuk memasukkan aspek kewirausahaan di sekolah merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Sebab kemampuan wirausaha membuat seseorang bisa mandiri bahkan bisa menciptakan lapangan kerja.

Upaya untuk memasukkan aspek kewirausahaan di sekolah telah lama diusahakan. Banyak sekolah dasar yang telah memasukan aspek kewirausahaan di sekolah sebagai acara puncak dari sebuah tema pembelajaran. Banyak acara bazar atau pasar murah yang berlangsung di sekolah. Sayangnya yang jadi pelaku bisnisnya adalah orang tua siswa. Sementara siswa hanya duduk menonton dan berbelanja, tanpa menjadi pelaku aktif. Padahal saat itu adalah saat yang tepat untuk membuat siswa mempunyai keterampilan menjual dan memasarkan sesuatu.

Jangan pisahkan aspek kewirasahaan dengan pembelajaran disekolah karena kedua-duanya sebenarnya saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain. Dalam berwirausaha seseorang butuh untuk menghitung laba dan rugi (keterampilan matematika), meyakinkan pelanggan (keterampilan bahasa), membuat promosi yang menarik dan mengatur barang dagangan agar menarik (keterampilan seni rupa), membuat perhitungan keluar masuk barang (keterampilan computer).

Dengan menjadikan kewira usahaan ini sebagai bagian dari pembelajaran, membantu anda para guru untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dan membuat pembelajaran dikelas bermakna. Bayangkan proses siswa memilih produk yang akan dijual. Siswa juga membuat materi promosi untuk mempromosikan barang dagangan yang telah dipilih, lambang atau logo produk yang seperti apa yang kira-kira cocok.

Materi promosi tersebut bisa saja berupa sajak atau naskah lain yang mendukung usaha agar orang mau membeli produk yang akan dijual. Bentuk promosinya pun bisa selebaran, rekaman suara bahkan rekaman video buatan mereka sendiri.

Berikut adalah kegiatan yang bisa dilakukan dalam menanamkan jiwa wirausaha di sekolah.

1.      Rencanakan sebuah perhelatan dimana siswa bisa belajar berdagang dan berbisnis.Waktu yang dipilih bisa saat istirahat agar siswa dari kelas lain bisa berkunjung. Bisa juga dilakuakan sebagai puncak dari tema.

2.      Produk yang dijual sedapat mungkin yang sesuai dengan minat konsumen yang datang, jika yang datang adalah temen sebaya bisa mainan atau makanan kecil yang sehat.

3.      Mata dagangannya bisa makanan, alat tulis, mainan atau apa saja tentunya dengan persetujuan guru.

4.      Acara pada point no 1. bisa merupakan sebuah pengumpulan dana untuk korban bencana alam atau lainnya. Dengan demikian anak diajar untuk peduli terhadap sesama.

5.      Membuat siswa menggunakan keterampilan matematikanya dengan belajar membuat jadwal atau menghitung takaran saat menjual sebuah produk.

6.      Dikelas besar anda juga bisa memasukkan pelajaran membuat riwayat hidup atau membuat lamaran kerja, serta belajar mewawancarai  dalam unit tentang karir.


8 thoughts on “Menanamkan jiwa kewirausahaan disekolah

  1. Boleh jadi ini program yang oke sekali. Kok saya jadi berkhayal gini, pak…gimana kalo memang dirancang sedemikian rupa sebagai wahana anak-anak yang punya special skill, misalnya suka melukis, suka menulis, suka bikin pernak-pernik,editing gambar, dll. Mereka diberi kesempatan untuk memasarkan karyanya-nya. Hmmm…

  2. wah bagus juga ini, tapi saya justru kesulitan menghadapi sikap teman-teman yg menurut saya kurang mendukung
    Pak, saya pernah ngajak seperti komen UNITA, tetapi kendala yang saya hadapi hasil karya mereka tidak layak jual untuk tingkat SMA. kalau ada yang bagus sudah diambil guru-guru untuk dibawa pulang

  3. waktu saya menulis makalah tentang “menanamkan jiwa kewirausahaan melalui matematika pada siswa kelas V SD” saya membuat contoh pada bangun ruang yang intinya ana2 diberi tugas membuat jaring2 bangun ruang dan dihias sedemikian rupa supaya jadi suatu benda yang berguna dan bisa dijual lalu menyuruh anak menghitung besar pengeluaran dan untung ruginya. tapi dosen saya tidak setuju karena katanya terlalu tertuju pada uang dan seakan2 anak diajak untuk bagaimana caranya mendapatkan uang,,,,ini membuat saya bingung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s