Interaksi pemasaran di sekolah

Musim tahun ajaran baru segera tiba, banyak sekolah swasta yang sudah mulai berhitung berapa siswa yang berhasil dijaring dan menjadi warga baru di sekolah. Berbagai metode promosi untuk menarik siswa baru kembali masuk ‘kotak’ untuk dievaluasi kembali. Mana yang efektif, mana yang terbukti harus di rubah.

Namun apabila anda berjalan-jalan di banyak tempat di Jakarta terutama di daerah yang dekat dengan kawasan pemukiman, maka suasana promosi sekolah masih terasa lewat tawaran di spanduk maupun event-event yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan. Kerja untuk mempromosikan sekolah memang sebuah pekerjaan yang menuntut konsentrasi yang tinggi, energi dan biaya yang tidak sedikit.

Tulisan ini bukan akan membahas metode apa yang paling cocok untuk diterapkan dalam mempromosikan sekolah. Namun lebih kepada upaya mengingatkan semua pihak sebagai penyelenggara sekolah bahwa ada hal yang sebenarnya bisa diterapkan dan terbukti bisa membantu memasarkan sebuah sekolah.

Hal yang saya maksud adalah ‘interaksi pemasaran’. Sebenarnya hal ini sangat mudah untuk dirasakan tetapi banyak pihak yang lupa untuk memperkuat dan memberi makna jenis interaksi ini. Padahal jika interaksi pemasaran menjadi ‘ruh’ bagi semua warga yang ada di sekolah maka yang terjadi anggaran yang promosi yang minim pun menjadi tidak masalah.

Pengertian dari interaksi pemasaran di sekolah adalah semua kesempatan dimana terjadi interaksi atau hubungan antara sekolah melalui elemennya yaitu pimpinan, guru, administrasi, satpam dengan orang tua, pengunjung, siswa, pejabat diknas merupakan interaksi pemasaran. Karena dalam setiap kesempatan interaksi itu pihak yang merasa puas dan senang, akan meningkat kepercayaannya terhadap sekolah kita.

Kelas sebagai inti dari kegiatan sebuah sekolah serta guru sebagai aktor utama juga punya peranan yang kuat dalam tipe interaksi ini. Jika anda sebagai guru masih menyajikan hal-hal yang kurang menantang bagi siswa dikelas, jangan terkejut bila hal itu juga menjadi sebuah interaksi pemasaran yang kurang berhasil tentunya.

Inspirasi tulisan berasal dari sini.

3 thoughts on “Interaksi pemasaran di sekolah

  1. Pemkot Pontianak mulai mengedarkan peringatan bagi sekolah negeri agar tidak memungut biaya pembangunan gedung pada siswa di thn ajaran baru. nyambung ya sih dgn interkasi pemasaran yg bpk mksd?:mrgreen: *kabuuuuuuuuuuur*

    Semoga saja semua bisa mendukung kebijakan tersebut.
    Amin

  2. Sekolah memang harus cari murid untuk diajar dengan cara tradisional sehinggga anak siap untuk pasif dan terjajah. Lawannya, siswa yang cari sekolah untuk aktif dan kreatif mengembangkan diri. http://www.garduguru.blogspot.com

    Bagaimana jika kita mulai jadikan sekolah untuk juga aktif kreatif dalam mengembangkan diri..

  3. wow… ilmu pemasaran alias marketing lebih tepatnya “ilmu” menjual jasa juga melanda kawasan “abu-abu” selama ini alias tabu ngomongken “jual-beli” melainkan menjunjung moral & nirlaba ; kini mau/ gak “di-/ter-paksa” jadi pelaku ekonomi baru [negara, lewat Diknas abai/lalaikan pendidikan, proses hasilnya di”panen” luaamaa & berbiaya tinggi, plus di “kurang ajari/ tak tahu berterima kasih” = di demo mahasiswa]

    jadi harap maklum, kalau selama ini paradigma [kasta] guru tu jujur non profit oriented/pengabdian “digugu lan ditiru” lha kalau kemudian mendadak dangdut harus berubah menjadi sosok [turun kasta saudagar-guru] “penjual” jasa handal [kontradiksi/kontroversi, identik dng penipu,pembual,pembohong] akan terasa kaku dan rikuh begitu [maklum, ubah pola pikir, nilai dan perilaku
    butuh pengorbanan nurani dan waktu penyesuaian….

    dibutuhkan, re orientasi stigma,bahwa
    saudagar tak slama &smuanya demikian, buat raih keuntungan ada saudagar sangat jujur dan tak hancur malahan
    mujur & dicintai pembeli…

    kesimpulannya “setiap insan” adalah “saudagar/performance buat diri”nya sendiri, untuk ditampilkan ke orang lain, baru kemudian “menjual” apa di amanahkan oleh organisasi, dimana dia
    bernaung/bekerja bukan?

    bener opo salah ya?…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s