“Saya hanya berusaha mendisiplinkan siswa saya”.

Pernyataan diatas adalah jawaban yang paling sering kita dengar saat seorang guru ditanya mengapa melakukan kekerasan pada siswanya sendiri. Banyak sekali praktisi pendidikan percaya bahwa disiplin adalah jalan keluar dari semua masalah perilaku di sekolah dan dikelas. Padahal masalahnya bukan pada disiplin

Saat merencanakan pembelajaran dikelas semua guru berusaha keras membuat rencana pengajaran yang kreatif dan menantang siswa. Namun apa yang guru lakukan bila mendapati siswa nya berbuat sesuatu yang mengganggu jalannya kelas. Apabila guru hanya berpikir mengatasinya dengan cara mendisiplinkan siswa maka hal-hal yang berbau ‘menghukum’ akan terjadi.

Dengan demikian terlihat sekali hubungan antara menghukum dan mendisiplinkan siswa. Untuk kasus siswa yang mengganggu jalannya kelas banyak hal yang guru akan lakukan. Dari membentak sampai melakukan tindakan yang bersifat hukuman fisik. Hukuman fisik inilah yang terkadang menjerumuskan guru menuju tindakan kekerasan kepada siswa.

Hal yang guru lakukan diatas seperti seseorang yang membuka usaha restoran. Ada banyak karyawan yang bekerja di restoran itu kemudian apabila sebuah masalah terjadi, dengan cepat karyawan yang melakukan kesalahan dipecat. Padahal yang menjadi masalah adalah cara pemilik restoran mengelola restorannya. Pemilik restoran tidak pernah mengajarkan prosedur cara menerima pelanggan, berlaku ramah pada pelanggan, merapikan dapur, membersihkan meja hidangan, sampai memasak dengan baik. Hal ini dikarenakan pemilik restoran berpikir yang penting restorannya menyajikan makanan yang enak dan lezat.

Dikelas dalam sebuah proses belajar mengajar guru juga sering melakukan kekeliruan yang sama. Guru merasa sudah berbuat cukup untuk kelas nya ketika telah merencanakan pembelajaran lewat rencana pengajaran. Guru tidak pernah membekali siswanya dikelas dengan prosedur-prosedur yang sebenarnya membantu tugasnya sebagai guru.

Prosedur yang dimaksud antara lain:

  • Cara siswa memperhatikan ketika sedang ada yang berbicara
  • Masuk ke dalam kelas
  • Menyerahkan tugas ketika selesai mengerjakan
  • Apa yang harus dilakukan bila telah selesai mengerjakan tugas duluan.
  • Mendiamkan siswa
  • Mengajukan pertanyaan
  • Meminta bantuan
  • Bekerja dengan bekerja sama
  • Bergerak didalam kelas
  • Pergi ke ruangan lain misalnya perpustakaan
  • Dan lain-lain

DISIPLIN: menitik beratkan pada bagaimana siswa berprilaku
PROSEDUR: menitik beratkan pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dikelas dilakukan dengan baik.
DISIPLIN: Ada hukuman dan penghargaan atau imbalan
PROSEDUR: Tidak mempunyai aspek hukuman dan imbalan.

4 thoughts on ““Saya hanya berusaha mendisiplinkan siswa saya”.

  1. maukah anda menjadi guru saya? soalnya saya adalah siswa yang akan tamat dalam belajar(tidak kuliah).dengan cara memberi saya nasehat atau informasi yang update.

    Salam kenal Mas Taufiq.
    Silahkan ikuti blog saya terus.
    Semoga sehat selalu di Nganjuk

  2. Bisakah bapak memberikan saran berupa tindakan yang lebih detail lagi? Karena setiap kali saya ‘browsing’ mencari cara bagaimana mendisiplinkan siswa, umunya yang saya temui adalah saran yang sifatnya ‘hanya di permukaan’. Oleh karenanya saya tidak pernah mendapatkan jalan keluar. Di kelas, saya selalu menggunakan didiplin permisive, tapi tak pernah menyelesaikan keributan di kelas, malah para senior mengatakan agar saya setidaknya belajar marah agar siswa takut sama saya. Daripada saya bersifat agresif seperti para senior, saya masih bertahan dengan prinsip saya karena khawatir dampak yang timbul nantinya, tapi melihat ulah anak didik, lama kelamaan bisa membuat saya kehilangan kendali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s