Dari forum dan workshop orang tua; Bagaimana membekali orang tua dalam mendampingi putra-putri di dunia maya

presentasi-cyberbully.jpg

Pernah dengar istilah digital footprints? Adalah istilah yang merujuk pada jejak kita di dunia maya. Ada fenomena menarik didunia pendidikan dan dunia kerja yang mungkin sebentar lagi akan terjadi di Indonesia. Orang yang menerima lamaran kita akan mencari informasi dan mencari jejak mengenai calon pelamar lewat mesin pencari google. Dengan demikian hal-hal yang berkaitan dengan diri seseorang baik itu berupa foto, tulisan, komentar akan secara otomatis disajikan oleh mesin pencari google. Bayangkan apabila sebuah nama yang diketikan di google akan menghasilkan gambar atau tulisan yang tidak mendukung bagi proses seleksi yang sedang dijalani. Terlebih lagi akan sangat menyedihkan jika hal tersebut berlaku pada siswa kita dimasa depan.

Merujuk dari fenomena diatas sekolah, orang tua dan guru harus bahu membahu mengarahkan dan melindungi siswa dalam mengarungi dunia yang bernama internet, dan memulai langkah untuk;

  • Mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab saat berada di dunia maya serta mengajarkan nya pada saat yang tepat.
  • Membekali orangtua kemampuan melindungi putra-putrinya saat berada di dunia maya.

Di banyak kota besar telah banyak siswa-siswi sekolah dasar sampai sekolah menengah yang telah akrab dengan internet sama akrabnya mereka dengan telepon genggam. Sementara itu orang tua hanya memandang perangkat tersebut sebagai mainan baru bagi putra-putrinya.

Malah untuk internet, orang tua biasanya memberikan keleluasaan untuk anaknya memasuki dunia maya lewat warung internet atau bahkan memasangnya sendiri dirumah. Namun sangat sedikit sekali yang menyadari resiko yang ditimbulkan oleh teknologi tersebut.

Hari ini (13 Maret 2008) selama 2 jam saya, Pak Sean dan Pak Chris memandu orang tua di Sekolah Global Jaya dalam acara ‘Forum dan workshop untuk orang tua mengenai cyberbully ‘dalam upaya membekali orang tua mendampingi anaknya didunia maya. Cyberbully adalah segala perkataan serta tindakan untuk melecehkan baik secara fisik atau perkataan yang menyerang pihak lain lewat media teknologi dan internet. Cyberbully bisa berlangung lewat situs pertemanan, saat chatting, email bahkan telepon genggam. Bedanya dengan kasus bully yang terjadi didunia nyata, cyberbully lebih bersifat psikologis dan membuat korban terteror secara psikis dikarenakan sang korban tidak tahu siapa yang melakukan.

Beberapa pertanyaan saya kepada orang tua yang hadir antara lain

  • Situs apa saja yang sering anak anda kunjungi
  • Apakah anda memberikan anak anda telepon genggam
  • Apakah anda tahu siapakah saja teman-teman anak anda di dunia maya
  • Apakah anda sering berbicara dengan putra-putri anda menganai masalah-masalah yang timbul di dunia internet?
  • Dimana anda meletakkan komputer dirumah anda

Banyak sekali pertanyaan yang timbul mengenai menjaga keamanan anak saat di internet tapi hal-hal yang saya tekankan untuk menjawab pertanyaan orang tua antara lain

  1. Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat oleh orang dewasa
  2. Jangan biarkan anak berteman dengan orang lain didunia maya tanpa sepengetahuan anda
  3. Selalu mewaspadai perubahan air muka dan perasaan anak. Banyak kasus cyberbully yang bisa di cegah dikarenakan orang tuanya cepat tanggap.
  4. Jangan segan untuk menggunakan internet sambil berkunjung ke situs-situs yang sering dikunjungi anak.
  5. Apabila telah memutuskan untuk memberikan telepon genggam kepada anak, biasakan untuk melakukan pemeriksaan rutin dengan terlebuh dahulu meminta ijin anak. Hal ini baik sekali dikarenakan anak menjadi segan dan segera menghapus dan membersihkan telepon genggam nya jika ada gambar atau video yang tidak baik.
  6. Tunjukkan situs yang bagus yang sudah pernah anda kunjungi sebelumnya.
  7. Beri batasan waktu saat anak berinternet
  8. lakukan dialog selalu mengenai manfaat yang baik dari internet
  9. (untuk remaja) arahkan anak untuk membuat blog.

Point 6 sampai 9 adalah sumbang saran dari Pak Budie

5 thoughts on “Dari forum dan workshop orang tua; Bagaimana membekali orang tua dalam mendampingi putra-putri di dunia maya

  1. Apakah bisa semua pertanyaan bapak itu dicegah?
    Dengan teknologi dunia sudah menyatu dalam seluruh ruang hidup.
    Tidak saja dalam sekat fisik tetapi juga dalam bingkai non fisik. Informasi bagai udara, cahaya, dan suara yang mengelilingi kita.
    Dunia sudah dilipat. Dan tak pernah akan bisa dibatasi lagi.
    Menurut saya akan lebih tepat kalau kita tidak pernah berhenti belajar tentang kebaikan ..kebaikan..dan terus kebaikan.
    Maka dengan itu akan hadir “kesepakatan-kesepakatan” baru tentang metoda menghadapi hidup.
    Sebagaimana ketika hidup di jaman transportasi “onta”. Penemuan motor melahirkan ketakutan karena melonjaknya “kecelakaan”.
    Tapi ini tidak berarti “ide penemuan” motor harus dihentikan… Ia harus disikapi dengan langkahlangkah antisipatif yang tentu saja dengan cara-cara yang bersifat “iteratif”.
    Karena ia ada sebagai sebuah keniscayaan…
    Keniscayaan yang melekat dengan hakikat “kemanusiaan”
    Makhluk yang berakal….


    Sikap saya terhadap teknologi sangat positif dan selalu berusaha melihat sisi baik sambil waspada terhadap efek negatif.
    Thanks for comment

  2. bermanfaat sekali, kenyataan banyak orangtua di daerah saya pada enggan melengkapi kompinya dengan internet dengan alasan klasik. takut anaknya macam-macam. Ironinya bukan hanya di kalangan masyarakat bahkan teman-teman gurupun menganjurkan jangan pasang internet di sekolah karena bisa merusak moral.
    Saya berusaha meyakinkan dengan analogi “pisau dapur”. Apakah pisau dapur itu buka barang berbahaya?
    Apakah pisau dapur tidak bisa digunakan untuk melukai orang lain?
    Saya mempunyai anak perempuan kelas X, saya juga sudah menerapkan ke-5 poin di atas dan masih saya tambah dengan poin ke-6 yaitu dengan menunjukkan situs-situs bagus, memberi batasan waktu, menyuruh membuat blog dan mengisinya, lalu menanyakan hasil menarik apa yang diperoleh setelah berinternet.
    Pada poin membuat blog dan mengisinya ternyata yang saya anggap manjur karena sebagian waktu onlinenya dihabiskan untuk kotak-katik blog (mengisi dan memberi balasan)

    Hebat Pak Budi
    anda contoh orang tua yang baik, berani mengambil resiko sekaligus memberi tanggung jawab kepada putri tercinta.
    masukan anda saya tambahkan ke tulisan saya.

  3. Mas Agus, saya mohon izin untuk mengutip sebagoan dari paragraf pembuka untuk bahan edukasi. Boleh kan? Terima kasih.🙂

    Silahkan Paman Tyo
    Jadi ikut dag dig dug nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s