Delapan pertanyaan untuk membantu menilai kinerja guru di sekolah

mbe913.jpg

Menilai kinerja guru di sekolah bukan sebuah hal yang sederhana. Perlu sebuah komunikasi yang baik di dalam sekolah sendiri untuk membuat sebuah standar penilaian yang baik. Standar penilaian kinerja guru yang baik tidak muncul begitu saja. Perlu diupayakan kesepakatan dari pihak yang akan menilai (kepala sekolah) dan guru yang akan dinilai. Dengan demikian tercapai saling pengertian bahwa proses penilaian kinerja guru, sama sekali bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi semata-mata untuk peningkatan kinerja agar sekolah dapat berjalan lebih baik lagi dalam prakteknya. Serta bagaimana agar sekolah dapat membantu guru agar lebih baik lagi dalam melakukan pembelajaran dikelas.

Standar penilaian kinerja guru yang baik tidak muncul begitu saja. Perlu diupayakan kesepakatan dari pihak yang akan menilai (kepala sekolah) dan guru yang akan dinilai.

Berikut ini delapan pertanyaan yang dapat menuntun guru dan kepala sekolah dalam melakukan penilaian kinerja. Pertanyaan dibawah ini dapat diajukan kepada guru yang akan dinilai sekaligus mengarahkan kepala sekolah dalam menilai kinerja.

1. Apakah semboyan dan filosofi mengajar anda

2. Apakah rencana anda tahun ajaran ini

3. Sebutkan pencapaian anda tahun ini

4. Sebutkan kesulitan yang anda hadapi

5. Apakah strategi anda untuk mencapai tujuan-tujuan di tahun ajaran ini?

6. Apakah peran dan sumbangsih anda dalam kegiatan-kegiatan di sekolah?

7. Hal-hal apa saja yang harus di tingkatkan untuk mendukung kinerja anda di sekolah

8. Apa saran anda untuk sekolah ini?

18 thoughts on “Delapan pertanyaan untuk membantu menilai kinerja guru di sekolah

  1. kinerja bukan sekedar kerja sama,lebih dari itu perlu adanya peraturan yang mendukung untuk tercapainya. ini kerena kesadaran ditimbulkan bukan dari awal tapi dari kebiasaan untuk kontrol sesama rekan skerja.

    Betul pak Priyono,
    itu sebabnya alur dan mekanisme komunikasi yang baik di sekolah sangat diperlukan.
    Terima kasih sudah mampir..

  2. Agar semboyan, filosofi dan rencana, yang dibuat menjadi altruistik dan memberikan nilai bagi konsumennya, sangatlah penting untuk bertanya kebutuhan dan harapan konsumennya.
    Dan konsumen guru bukan hanya atasannya atau pemerintah… tapi juga termasuk experd pendidikan dan yang terpenting adalah orang tua murid.

    Kadang proses ini tidak dilakukan secara efektif, sehingga tujuan & rencana yang dibuat tidak menjawab harapan yang mungkin saja sangat basic.

    Setuju pak
    jaman sekarang sekolah yang tidak menjadikan orang tua siswa sebagai mitra akan pudar..
    thanks sudah mampir Pak Progo..

  3. saya sangat mendukung dan siap ambil bagian, karena ada sebuah ungkapan bahwa, bahwa guru adalah seperti rosul, kenapa karena ia senantiasa tabligh menyampaikan ilmu pengetahuannya untuk kemaslahatan ummat. bangkitlah Indonesiaku!!!

    Terima kasih Pak Hidayat, untuk semangatnya. Salam kenal

  4. saya salut. mari kita bentuk citra guru yang senantiasa bisa digugu (diturut) dan ditiru oleh tidak hanya siswa kita tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat. modal kita diantaranya kita harus senantiasa jujur pada setiap tindakan kita. trims pak agus,… salam kenal dari saya guru sman 1 cikijing majalengka

  5. 5 Prinsip untuk menjadi guru yang sukses :
    1. Memiliki kepercayaan diri (PD) yang tinggi. Sikap PD ini dapat kita dapatkan melalui ilmu dan pengalaman yang luas. Tapi keduanya membutuhkan waktu yang panjang bukan? Hanya satu yang instant yaitu ketika kita berperinsip Iman pada Allah. Seorang guru yang dipanggil kepala dinas, tidak perlu ragu apalagi takut. Dengan prinsip Iman pada Allah ia berkata dalam hati bahwa dirinya dan sikepala dinas itu tak ada bedanya dimata Allah kecuali ketakwaan padaNya. pada saat itu PD secara instant muncul menyertai kita. Dengan demikian segala pertanyaan dan komunikasi akan berjalan dengan lancar tampa merasa kecil dihadapan atasan. Jadi tak perlu mencari “amalan” pada dukun bukan? Pandai mana Anda (guru) sama dukun? (Dikampung2 banyak lo yang terjadi, kalo punya masalah sedikit cari amalan ama tukan “dukun”)
    2. Tekun, ihlas, dan kerja sempurna. Kalau sulit berperilaku seperti itu, Ingat prinsip iman pada Malaikat, Malaikat bekerja tampa pamrih, tidak bernah bertanya, Ya Tuhan berapa upahku untuk mencabut nyawa pak “Guru”?, berapa persen komisiku untuk memberikan rezeki si Pulan? Ia hanya bekerja secara ihlas dan sempurna, tentang hasilnya Tuhan yang tahu. Ia yakin pasti ada hasilnya tampa perlu bertanya. Inilah pinsip iman pada Malaikat.
    3. Memiliki jiwa kepemimpinan/manajerial. Kita dilahirkan di dunia kan sebagai pemimpin, paling tidak pemimpin bagi diri sendiri. Munculkan itu. jadi eksternalisasikan jiwa kepemimpinan itu untuk bukan hanya mempimpin diri sendiri tapi juga orang lain. Inilah yang dilakukan oleh Rasul-Rasul Allah yang pernah ada sebagai pemimpin menuju kebenaran. Inilah yang saya sebut prinsip iman pada Rasul.
    4. Selalu mengurangi kelemahan-kelemahan. Guru juga manusia yang punya banyak kelemahan. Waktunya selalu diisi dengan belajar, alam terbentang luas dijadikan sebagai buku bacaan semuanya untuk mengurangi kelemahan dan kekurangannya. Oleh sebab itu prinsip iman pada kitab akan selalu menjadi pendorong dalam upaya mengurangi kelemahannya.
    5. Percaya bahwa kebaikan itu akan berbuah kebaikan. Dan pasti akan dapat balasannya di hari esok. Inilah yang dalam rukun iman disebut percaya pada hari kemudian.

  6. Kinerja guru??? bagimana mengukurnya??

    Guru= digugu (dipatuhi) dan ditiru, tetapi sekarang banyak guru² yang tidak menjalankan “jarwodhosok” tersebut. Guru sekarang telah terjebak konsep “materialistik”, sehingga siswa (tepatnya orang tua siswa) dijadikan ajang “ekploitasi” tersebut. Nyatanya sekolah yang katanya “gratis” tapi malah mbayar lebih mahal dibandingkan “jadul”.
    Guru semestinya bekerja profesional, tanpa pamrih .. karena jika profesional pasti rakyat akan “mengerti”.
    Saya belum melihat kinerja guru sekarang lebih baik dari guru “jadul”, masih banyak guru yang “gaptek” dan dari tahun ke tahun ngomongnya itu² saja.
    Kinerja guru tidak hanya diukur dari gurunya saja !!! tapi yang lebih penting “output”, yaitu siswa yang berkualitas, mandiri, dan bertanggung jawab, termasuk memiliki moral (termasuk sopan santun, tidak korupsi, dll). Jadi guru jangan ngajari bahwa “keuangan yang maha kuasa” .. tapi Tuhan-lah yang maha kuasa.

    Jadi .. yang penting bagaimana guru bisa dicontoh anak didiknya … mulailah dari perilaku, katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah … kasih contoh yang baik.

    Kriteria penilaian siswa ada 3, yaitu: Pengetahuan, Ketrampilan, dan Sikap (PKS) — Jadi tidak sekedar pintar kognitif, tp juga trampil dan dengan sikap yang bagus ..

    Saya bukan guru/dosen, tapi sehari-hari juga mengajari banyak mahasiswa.

  7. Baca ini bertambah motivasi saya untuk menjadi guru yang baik. Saya tunggu informasi lainya.

    silahkan ikuti terus blog ini ya

  8. kalo boleh tau, referensinya kira-kira buku apa (pengarang,penerbit dll). trimakasih sebelumnya

    referensinya dari pengalaman saya di lapangan mas..

  9. Makasih banyak Guru, sy sngt berterimah kasi untuk lbh mningktkan mutu yang diberikan, sy sbagai Guru tp mash sadar banyaknya kekurangan yang dimiliki. thx

  10. Terimakasih sudah berbagi, sangat bermanfaat, tapi kinerja guru juga dipengaruhi oleh sistem yang ada dan komitmen sang guru terhadap profesi yang dipilihnya.

  11. Terima kasih , MAri kita wujudkan tuk menjadi GURU yang benar-benar Bisa di Gugu dan Ditiru oleh siswa dan orang lain

  12. Salam Kenal,

    Guru hendaknya memiliki semboyan dalam mengajar sehingga termotivasi oleh semboyan tersebut, misalkan “HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI KEMARIN” tentunya Kepala Sekolah menilai Kinerja Guru harus benar-benar objektif agar nantinya si Guru benar-benar mau meningkatkan dan memperbaiki kinerjanya karena berimplikasi pada Angka Kredit Kenaikan Pangkat/Jabatannya,

    Sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s