Belajar mengendalikan perilaku siswa lewat program acara televisi ‘Nanny 911’.

nanny 911

Program acara yang ditayang kan MetroTV tiap sabtu pukul 16.05 ini akan sayang bila dilewatkan untuk para pendidik dan orang tua yang perduli pada perilaku anak-anak. Metro TV, lewat program ‘Nanny 911′ memberikan gambaran kepada pemirsa bahwa tidak ada kata yang sulit dalam mengendalikan perilaku .

Kata ‘Nanny’ bisa berarti pengasuh atau orang yang mengambil peran orang tua selama orang tua sebenarnya berada jauh dari anak nya, sementara nomor telepon 911 adalah nomer telepon yang biasa dipakai dalam keadaan darurat dan membutuhkan penanganan segera. Begitulah acara ini disediakan khusus untuk orang tua yang merasa memerlukan bantuan atau ingin merubah pola asuh kepada anak-anak nya di rumah.

Tulisan ini akan mengemukakan apa yang saya pelajari lewat program ini sebagai guru. Sebab bagi guru yang biasa menghadapi siswa-siswi dikelas, acara ini bisa menambah atau memperkuat konsep penanganan siswa yang selama ini telah dijalankan.

Episode ini dimulai dengan profil keluarga Finch yang punya 6 pasang anak kembar yang berbeda umurnya. Umur 3 tahun sampai 9 tahun. Sang ayah menelepon pengasuh acara ini untuk membantu mengendalkan perilaku anak-anak nya. Lalu ‘Nanny central’ semacam kantor pusat untuk para pengasuh yang sudah berpengalaman mengutus ‘nanny Debra’ untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Tayangan ini pun bergulir dengan bagaimana ‘Nanny Debra’ mengusahakan perubahan, bagaimana keluarga ini berubah dari tidak adanya kesepakatan , konsekuensi, penghargaan, ucapan cinta dari dalam hati, kemampuan mengekspresikan perasaan, rasa saling percaya, komunikasi, kerjasama, konsistensi sampai hal-hal mengenai emosi anak yang luput dari perhatian selama 9 tahun keluarga itu terbentuk.

Memang bukan sebuah upaya yang mudah, namun kemauan keluarga itu untuk menerima nasihat dari ahli sampai mau mempraktekan hal-hal baru walaupun belum terbiasa patut diacungi jempol. Acara ditutup dengan suasana rumah keluarga Finch yang tenang jauh dari suara anak yang merengek, perkelahian serta teriakan putus asa dari sang ibu. Saya pun ikut terharu ketika Amanda anak terbesar di keluarga itu menulis surat ucapan terima kasih kepada nanny Debra. Maklum ucapan terima kasih Amanda begitu tulus, karena di usia 9 tahun Amanda sudah merasa bahwa ada hal yang harus dirubah dalam keluarganya.

Sebagai guru hal yang dapat kita petik dari acara ini sebagai tambahan pengetahuan cara penanganan perilaku anak antara lain

1. Berkonsentrasilah pada perilaku jelek anak bukan kepada individu anak.

2. Bersikap konsisten saat menerapkan reward dan konsekuensi

3. Berkomunikasi . Ajarkan anak untuk berkomunikasi, biasakan mengungkapkan perasaan sedih, marah, dan kecewa. Pada anak usia dini mungkin perbendaharaan katanya masih sedikit jadi berilah contoh kata yang bisa diikuti oleh anak. Misalnya “bolehkan saya pinjam mainan mu?” atau “saya kecewa karena dia merebut mainan saya!”. Anak yang jarang mengungkapkan perasaan nya akan merengek atau menangis unt uk mengungkapkan perasaannya.

4. melakukan kontak mata dengan anak saat berbicara, bungkukan tubuh anda atau jongkok ketika berbicara dengan anak. Dengan demikian tercapai tinggi mata yang sejajar antar anak yang anda ajak bicara.

5. Gunakan instrumen penyemangat bagi anak, nanny Deb menggunakan magnet yang diberikan saat anak berlaku baik pada beberapa hal. (membantu orang tua, tidak berkelahi, makan dengan dan lain-lain)

6. Kerjasama dalam tim antara guru, orang tua dan siswa.

7. Apabila semua hal diatas menemui kebuntuan, berupayalah untuk masuk lebih dalam apakah ada hal yang lain yang butuh diselesaikan dengan melibatkan pihak ketiga yang lebih ahli psikolog misalnya.

Silahkan mendown load contoh lembar pengendalian perilaku anak, gantilah symbol smiley face untuk siswa yang lebih besar. Anda bisa merubah kriteria sesuai dengan perilaku apa yang ingin anda ubah. Selamat mencoba.

Saya berikan juga link menuju blog lain yang membahas mengenai reality show ini

gumayo, theblacquesite, sherlly2mich, mamajos, myhaura, dan lembarkertas

3 thoughts on “Belajar mengendalikan perilaku siswa lewat program acara televisi ‘Nanny 911’.

  1. yapz menjadi pengasuh anak memang tidak mudah karena butuh kesabaran dan kepekaan, kadang keinginan anak sulit untuk ditebak, kalau anak nakal dan rewel kita juga tidak langsung memarahi si anak biar si anak ngerti dan paham terkadang kita juga harus memberi pengertian pelan-pelan.

    kadang kita juga kalau berbicara sama anak kecil harus dengan kata-kata lembut dan jangan selalu membentak anak itu kalau sandai anak itu nakal. karena apa yang kita lakukan setiap hari kepada si anak akan bisa ditiru oleh anak itu secara tidak langsung.

    Bali Villa Bali Villas Bali Property

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s