Berkomunikasi dengan orang tua siswa

mitra-pomg-orang-tua.jpg

Suatu kali saat dalam sebuah kesempatan pelatihan yang saya adakan di sebuah sekolah, saat diskusi, seorang guru mengangkat masalah mengenai intervensi yang dilakukan orang tua terhadap kelasnya. “Orang tua sekarang kritis sekali , ada apa-apa mereka langsung datang sama saya, sebagian besar sih..isinya keluhan. ” kata guru itu. Kegalauan guru itu dapat dimengerti, berkomunikasi dengan orang tua memang gampang-gampang susah. Gampang apabila kita rutin memberi mereka informasi dan kabar mengenai apa yang terjadi di kelas dan di sekolah kita, karena mereka biasanya akan selalu memberikan dukungan yang terbaik. Susah karena apabila distribusi informasi yang tidak baik maka orang tua akan menjadi pihak yang (meminjam istilah ibu guru di atas) melakukan intervensi.

Sebenarnya sekolah sebagai sebuah institusi punya kewajiban yang besar terhadap orangtua, sebaliknya juga orang tua juga punya kewajiban yang tak kalah banyak nya kepada sekolah. Apabila kewajiban dan tanggung jawab itu dapat berlangsung dengaan baik maka sekolah akan makin maju karena mempunyai orang tua (baca. Klien) yang selalu mendukung dan memberikan empati terhadap apa yang institusi sekolah lakukan bagi pendidikan putra putrinya. Banyak riset yang membuktikan bahwa keterlibatan orang tua yang banyak dalam proses pendidikan anak nya terbukti membawa pengaruh yang baik dalam kehidupan akademis nya. Dengan demikan sebuh pola hubungan yang harmonis antar orang tua dan sekolah harus diciptakan dan dibina.

Berikut ini adalah jalan untuk menciptakan harmonisasi tersebut;

1. Upayakan selalu kontak anda dengan orang tua selalu dalam nuansa yang positif. Cobalah hindari jargon atau istilah yang rumit dalam bidang pendidikan yang orang tua tidak mengerti.

2. Berdayakan buku komunikasi, gunakan buku itu untuk menceritakan apa yang siswa pelajari, pemberitahuan mengenai PR, memberikan pujian serta pemberitahuan lain mengenai anak didik kita.

3. Adakan pertemuan dengan orang tua seluruhnya saat tahun ajaran baru dimulai, kenalkan diri dan biarkan orang tua menyampaikan kekhawatiran serta harapan mereka terhadap kita sebagi guru, kaitannya dengan proses pendidikan putra-putrinya.

4. Coba lah untuk selalu mengerti kesibukan orang tua anak didik kita.

5. Ajak orang tua untuk menjadi relawan di kelas kita, menjadi bintang tamu saat pembelajaran mengenai topik atau yang lainnya.

6. Jadikan orang tua juga sebagai sumber belajar.

7. Adakan pelatihan mengenai pendidikan anak. Hal ini penting agar ada kesinambungan antara pola asuh dirumah dan disekolah.

8. Adakan workshop mengenai peningkatan akademis anak didik. Judulnya misalnya; ‘Bagaimana mengajarkan matematika untuk anak’.

9. Jadikan situasi pengambilan rapor anak didik sebagai jalan untuk merayakan keberhasilan dan pencapaian siswa.

7 thoughts on “Berkomunikasi dengan orang tua siswa

  1. Sutuju pak kita harus jadikan orang tua sebagai mitra karena mereka klien yang punya hak untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi putra putri mereka. Dengan begitu sekolah dan guru akan terpacu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi siswa siswinya. Hargai masukan dari orang tua dan fasilitasi harapan mereka dengan ide kreatif yang dapat dikembangkan oleh sekolah.

    Untuk itu dibutuhkan rasa percaya diri yang kuat dari seluruh elemen sekolah untuk mau melakukan pelayanan kepada siswa sebaik mungkin

  2. Intinya adalah komunikasi baik formal atau pun nonformal. Seringkali timbul salah pengertian antara guru dan orang tua karena minim atau tidak adanya komunikasi. Kenyataannya, pendidikan anak khususnya yang berkaitan dengan perilaku dan karakter tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak sekolah saja (guru). Keberhasilan anak baik secara akademik dan karakter akan terwujud dengan adanya kerjasama antara dua belah pihak. Celakanya, banyak orang tua yang menyerahkan kecerdasan dan karakter anaknya kepada sekolah, dan terkesan sudah tidak lagi memiliki kewajiban mendidiknya khususnya dalam membentuk karakter. Idealnya, karakter anak terbentuk di lingkungan keluarga dan diperkuat oleh sekolah. Alhasil, sekolah selain mengajarkan materi akademis juga harus menanamkan karakter kuat kepada anak didiknya. Memang, fungsi sekolah adalah mencerdaskan pikiran dan menguatkan karakter. Namun, akan lebih mudah apabila ada kerjasama dengan para orang tua, dan komunikasi adalah fondasi awal menuju keberhasilan pendidikan. Pasti.

    Betul pak, semakin bagus komunikasi antar rumah dan sekolah maka yang terjadi adalah dua-duanya saling menguatkan…

  3. Setuju, tanpa kerjasama antara sekolah dengan orang tua murid mungkin sekolah tidak akan mendapat kepercayaan dari masyarakat. baik dan buruknya efektifitas sekolah didukung karena pelayanan yang memuaskan dari pihak sekolah kepada orang tua murid. Sebaliknya sekolah tidak akan memberikan pelayanan yang baik tanpa dukungan orang tua murid. contohnya dalam membantu membangun sarana dan prasarana sekolah. jadi intinya sekolah dan orang tua adalah saling berkaitan.

    Karena saling berkaitan maka keberhasilan guru adalah keberhasilan orang tua juga.
    Terima kasih sudah mampir.

  4. tidak, keberhasilan anak itu bukan suatu hasil jerih payah pihak sekolah dan orang tua siswa, melainkan perkembangan fsikis dan kemampuan anak yang sudah ada sejak dia dilahirkan. hanya guru berperan sebagai pembantu untuk mengambangkan ide-ide yang sudah ada pada anak tersebut. dan orang tua memberikan kewajibannya kepada guru tersebut.

    Artinya dibutuhkan orang tua dan guru yang bersedia bekerja sama dalam mengembangkan kemampuan anak yang telah ada sejak dia dilahirkan.

    Terima kasih komentarnya

  5. mohon artikel tentang kualitas interaksi orang tua-anak terhadap perilaku berbahasa anak/kompetensikomunikasi

  6. Selamat berkreasi Mas Sampurno.
    Kita abdikan untuk kwalitas Bangsa ke depan.
    Jadikanlah diri kita bermanfaat bagi sesama.
    Selamat dan sukses buat anda.

    Salam dari Papua

    Salam kembali Pak Ardy.
    Setuju, semoga semua yang kita lakukan bermanfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s