Memajang karya siswa dalam dua bahasa

Selama ini yang kita sadari sumber belajar hanyalah buku dan guru, padahal ruangan kelas juga bisa kita jadikan sumber belajar. Caranya dengan memajang karya siswa. Dengan memajang karya siswa di kelas, guru sudah melakukan dua pekerjaan sekaligus secara bersamaan yaitu;

display.jpg

  • meningkatkan rasa percaya diri siswa dikarenakan karya nya dilihat oleh guru, teman dan orang tuanya.
  • menghargai usaha yang siswa sudah lakukan, sehingga siswa mau menghasilkan yang terbaik dalam bekerja.

Banyak guru yang berpendapat bahwa kelas yang penuh dengan hiasan serta karya siswa adalah hanya kelas untuk siswa Taman Kanak kanak saja. Padahal di usia sekolah dasar anak juga belajar secara visual.

Apabila sekolah tempat anda mengajar sudah menerapkan proses pembelajaran dengan dua bahasa, tiada salahnya untuk mencoba untuk memajang karya siswa dengan dua bahasa. Seperti kita ketahui bahwa gaya belajar siswa kita berbeda-beda, maka pembelajar tipe visual akan mendapatkan keuntungan apabila anda banyak memajang karya siswa dikelas. Hal ini di karenakan saat yang sama kosa kata dan istilah akan sering dibaca oleh siswa .

Adapun mengenai mata pelajaran apa saja yang dipajang dalam dua bahasa bisa merujuk pada contoh dibawah ini :

  • mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam bahasa Indonesia
  • mata pelajaran Matematik dengan dua bahasa
  • mata pelajaran Seni Rupa dalam bahasa Indonesia
  • mata pelajaran TIK dalam bahasa Inggris
  • mata pelajaran IPA dalam bahasa Inggris

Hal yang harus diperhatikan dalam memajang karya siswa

  • Harus dilengkapi dengan judul serta penjelasan
  • Diberi border atau batas (kertas atau hiasan)
  • Diubah secara teratur jadi tidak membosankan
  • Ditampilkan dengan menarik
  • Diatur agar tidak rusak, hal ini penting agar dapat ditampilkan kembali (misalnya saat pameran promosi sekolah atu pada kesempatan lain)
  • Dengan ketinggian yang sesuai untuk siswa agar mudah dibaca.

Silahkan klik link disini dan disitu serta disana untk mendapatkan gambar display yang menarik.

7 thoughts on “Memajang karya siswa dalam dua bahasa

  1. Trim informasinya, kebetulan di sekolah kelasnya rata-rata masih kosong melompong tanpa display, kalaupun ada terkesan terpaksa tanpa konsep dan tdk bernilai seni. Padahal kami sering mengagumi sekolah2 lain yang mempunyai display menarik di setiap ruang ataupun koridornya. Semoga info dari bapak ini bisa membantu kami untuk menampilkan kelas yang semarak dan menambah semangat anak-anak.

    Jangan lupa libatkan siswa saat mendisplay, selain membantu kita, mereka juga semakin merasa memiliki kelas lho..

  2. Di lab komputer sekolah kami biasanya terpasang hiasan hasil karya siswa. Murid-murid antusias melihat nama dan karya mereka dipajang. Senang juga melihatnya🙂.

    Jangan lupa bu, tambahkan vocabulary teknis dalam pembelajaran komputer. misalnya kosa kata dalam pengolah kata (word processor)

  3. Memang memberikan suasan yang berbeda dari biasanya mempuatan suasana dalam proses belajar juga tidak membosankan, tapi dalam mapel matematika haltersebut hanya membuang kebosanan tapi dalam matematika banyak dibutuhkan pemecahan masalahnya. dan kita sudah tau kemampuan siswa kita berbeda2 cara belajarnya juga, apa kita juga memberikan pembelajaran yang berbeda2 pula. Ya.. memang tergantung penanganan gurunya, tapi model yang di paparkan sangat bagus juga.

    Thanks pak
    salam kenal,

  4. Tujuan dari mendisplay karya siswa adalah supaya mereka mengetahui hasil karyanya dan termotivasi untuk melakukan karya yang lebih baik. Artinya, guru tidak hanya mendisplay saja, tapi juga memberikan komentar yang spesifik sehingga siswa bisa memperbaiki pada karya yang lain. Dalam banyak kasus, karya dan pekerjaan siswa sering kali tidak dikembalikan sehingga mereka tidak tahu benar salahnya pekerjaan mereka. Dan, walaupun dikembalikan guru kerap hanya menilai atau memberikan komentar singkat (Rubber Stamping) seperti ‘bagus’, ‘menarik’, dan kata sejenisnya. Padahal, siswa akan lebih termotivasi jika pekerjaan mereka dikomentari secara spesifik, ‘Wah, Ibu senang membaca paragraf kedua’, ‘Ubah kalimat ini dengan bentuk pasif’, mendorong dan memotivasi. Secara umum, saya setuju dengan ide display karya siswa. Dan pasti akan bertambah bagus jika display tersebut diberi komentar yang spesifik dan memotivasi.

    Thanks Pak Eka,
    komentarnya menambah isi dari tulisan saya..

  5. ini adalah ide yang sangat bagus tapi bukanlah hal yang baru karena kami guru guru di SMA 2 sudah menerapkan hal ini di setiap kelas> hasilnya luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s