Peran strategis guru komputer dalam pembelajaran di sekolah.

Mata pelajaran komputer sudah banyak menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah. Bahkan hal ini bisa menjadi daya jual bagi sekolah. Tidak jarang ditemukan gambar lab komputer pada brosur sekolah sebagai penarik minat calon orang tua murid. Dengan demikian pertanyaan menjadi timbul, apakah dengan adanya komputer di sekolah dapat menjadikan pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik.

Contoh karya siswa

Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) biasanya diajarkan secara terpisah. Namun sudah saat nya kita menjadikan TIK ini sebagai “alat” saat anak mencari pengetahuan dan mengekspresikan hasil belajar yang mereka dapatkan di akhir tema atau topik.Dengan adanya KTSP semua guru termasuk guru komputer diberi kebebasan untuk membuat silabusnya sendiri . Guru bidang studi TIK bisa dengan bebas memainkan perannya dalam mendukung pembelajaran di kelas. Dikarenakan biasanya mengajar lebih dari satu kelas atau satu tingkat. Ada beberapa hal penting yang bisa guru komputer lakukan, kaitannya dengan peningkatan mutu pembelajaran ;

1. Buatlah standar kompetensi anda sendiri. Hal tersebut penting mengingat sebagai pendidik kita butuh dasar pijakan. Bila anda memerlukan standar kompetensi TIK versi KBK 2004 sebagai bahan acuan silahkan klik disini.

Tetapi standar tersebut dibuat oleh diknas untuk bisa dipakai diseluruh sekolah di Indonesia. Jadi sangat ringkas dan mudah diterapkan. Tetapi Jika sekolah anda sudah terhubung dengan internet maka anda punya kesempatan untuk lebih berekspresi dalam membuat standar kompetensi.

2. Analisalah dokumen pembelajaran milik kelas-kelas yang anda ajar. Adakan diskusi formal maupun informal dengan gur kelas mengenai bagaimana TIK bisa lebih memaksimalkan hasil pembelajaran . Tunjukkan lah apa yang TIK bisa lakukan demi membantu keberhasilan pembelajaran apabila rekan anda terihat masih bingung.

3. Jalin komunikasi yang baik dengan guru kelas. Berikan gambaran mengenai apa yang anda lakukan dengan murid kelasnya. Cetak lah satu karya siswa yang sudah selesai untuk ditunjukkan padanya.

4. Jadilah mitra yang sabar dan pengertian saat dijadikan sebagai sumber belajar oleh guru-guru lainnya di sekolah. Banyak sekolah sudah mulai bergerak untuk menjadikan TIK sebagai alat bantu bekerja bagi guru dan alat pembelajaran. Satu hal yang sering terlewat adalah tidak adanya pelatihan bagi guru untuk menggunakan secara efektif. Ini dikarenakan pembiayaan untuk pengadaan perangkat TIK sudah memakan porsi yang banyak. Semakin anda mau berbagi ilmu, semakin guru-guru lain akan percaya diri dalam menggunakan perangkat TIK.

Contoh Intergrasi TIK yang bisa dilakukan (subyek integrasi mata pelajaran bisa disesuaikan)

10 thoughts on “Peran strategis guru komputer dalam pembelajaran di sekolah.

  1. Dengan hormat,

    Kami dari Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS akan mengadakan Lomba
    Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2008. LCEN 2008 kali ini mengangkat tema:
    ” Mewujudkan Ide Kreatif dan Kontribusi Anak Bangsa dalam Bidang Elektroteknik
    menuju Indonesia yang Mandiri”.
    Suatu ajang teknologi untuk generasi muda yang berani, kreatif, dan inovatif.
    Di ajang ini anda tidak hanya bisa berkarya tapi juga dapat menunjukkan
    karya anda kepada masyarakat.

    Untuk informasi LCEN lebih lanjut

    e-mail : lcen2008@lcen-its.org
    website : http://www.lcen-its.org
    friendster : http://www.friendster.com/lcen2008

    Untuk informasi KGEI lebih lanjut : http://WWW.GAME.DEPDIKNAS.ORG

    Kami tunggu karya terbaik anda…

    Hormat kami,

    Panitia LCEN 2008

  2. Sungguh masukan yang sangat berharga buat saya. Saya setuju komputer sebaiknya jangan dijadikan pelajaran terpisah sebaliknya kaitkanlah dengan semua bidang studi. Boleh saya minta email bapak? Ada yang ingin saya diskusikan.

    Silahkan bu, pintu saya selalu terbuka.
    Untuk mengontak saya secara langsung silahkan klik halaman kontak pada blog ini.

  3. saya setuju dengan komentar bapak, TIK memang merupakan pelajaran yang sangat mendukung sekali proses pembelajaran di sekolah, baik siswa maupun guru sendiri. Disini yang jadi permasalahan, TIK merupakan suatu teknologi yang sangat dinamis, selalu berkembang setiap saat. Bagi siapa saja kalau tidak mengikuti, maka dia akan tertinggal dengan sendirinya,itu memang imbas di era informasi sekarang ini. kalau semuanya dibebankan kepada guru TIk, lalu bagaimana posisi guru TIK itu sendiri. dari mengajar, pelatihan, tugas sekolah, tugas dari diknas(mis. nominasi siswa), tugas kuliah-karena tanpa mengikuti guru TIK pasti akan jauh tertinggal, dan ini berakibat pada kemajuan sekolah itu sendiri, dalam menyongsong shoolnet, teachernet, maupun studentnet. apalagi kami sebagai guru TIK GTT di suatu sekolah swasta, yang segala sesuatunya murni dari swadaya. klau sekolah negeri mungkin masih bisa diatasi, karena disitu banyak dukungan, terutama pemerintah. mohon semua itu menjadi bahan pertimbangan , saran dan solusi !

    Thanks pak, sangat mendalam ulasan anda.
    Intinya jangan merasa terbebani dulu, Tugas guru TIK nomor satu adalah membelajarkan siswa.
    Nomor dua baru melatih guru, karena dengan banyak melatih tugas kita akan lebih ringan, saat yang sama kita jadi semakin pintar.
    Di luar itu, hanya lakukan apabila fungsi anda diatas sudah berjalan dengan baik.
    Selamat memprioritaskan yang utama…
    ini penting agar perasaan terbebani pekerjaan tidak terjadi
    .

  4. Saya sangat setuju dengan tulisan ini.
    Seharusnyalah dengan adanya TIK, akan membuat pembelajaran menjadi sangat menarik dan menyenangkan serta akan lebih efektif dalam penyampaian kepada siswa. Tentunya ini bisa terlaksana apabila guru yang akan menggunakan teknologi ini mempunyai kecakapan yang cukup untuk mengoperasikannya.
    Seharusnya labor komputer di sekolah bukan hanya digunakan untuk pelajaran komputer bagi siswa, tapi juga dapat digunakan sebagai media dalam mata pelajaran lain seperti matematika, sains, maupun pelajaran lainnya.
    Juga hendaknya disediakan perangkat komputer yang dapat digunakan oleh guru dalam membuat persiapan mengajarnya, termasuk membuat media berbasis TIK tentunya. Serta dilakukan pelatihan pada guru secara berkala dalam rangka meng-upgrade pengetahuan dan ketarampilannya dalam menggunakan perangkat TIK ini dan setiap guru memiliki situs pribadi minimal blogsite yang dimanfaatkan untuk menmpubilkasikan tulisannya maupun materi pelajaran bagi siswa.
    Pertanyaan :
    Apakah semua stake holder sekolah sudah siap mengkondisikan hal ini?
    Jawabannya terpulang pada yang berkepentingan. Namun siap atau tidak siap, kita harus mulai dari sekarang kalau tidak mau ketinggalan.

    Dear Alfabeth,
    terima kasih tanggapannya, panjang dan lebar. Memberikan pencerahan baru buat saya.
    Sejatinya kita dan siswa punya ketertarikan yang sama terhadap teknologi. Sama-sama tertarik dan ingin tahu.
    Namun guru kadang menjadikan pembelajaran dengan IT sebagai tambahan beban. Saat yang sama kemampuan pihak sekolah menyediakan akses terhadap teknologi masih sangat terbatas.
    Saya bermimpi jika para stake holder bisa mulai memperkuat tidak melulu sarana fisik dari sekolah, tetapi juga mulai berpikir bagaimana siswa dan guru bisa belajar dengan lebih efisien dan efektif dengan menggunakan TIK untuk membantu.
    Sebuah sekolah yang baik memang harus punya gedung yang kokoh, namun diluar itu bagaimana siswa belajar jauh lebih penting dari segalanya.

  5. Salam kenal pak, … mau ikutan comment ya. Saya blogger baru pak untuk TIK. Betul sekali yg bapak sampaikan guru TIK sebaiknya menjalin hub dengan guru bid. studi lain (integrasi), bahkan memfasilitasi temen2 guru kelas/bid studi dalam pengembangan pembelajaran di kelas atau pengayaan materinya.
    Saya sedikit sharing tentang sekolah saya ya pak, saya di SD Salman Al Farisi Bandung. Sudah beberapa tahun ke belakang saya ajak temen2 MGMP math atau sains untuk saya ajak mengembangkan pembelajaran terintegrasi dgn TIK, mereka bilang bagus … tapi ga datang jg ke lab. Alhamdulillah fasilitas lab kami cukup support, tapi ya gitu lah … berbenturan terus dengan kesibukan di kelas. (kami fullday)
    Pelatihan guru pun sudah dirancang, dari word processing utk persiapan mengajar, excel untuk pengolahan nilai, dan P. Point untuk presentasi pengajaran (kebetulan kami ada LCD proyektor), tapi ya gitu deh … selalu ga tuntas. Kendalanya di masalah membagi waktu di kelas, kegiatan rapat mingguan, dll.
    Padahal kami yang di Lab dah mikirin mereka, cuma ya … perlu kerja keras dan merasa sebagai kebutuhan bersama.
    (maaf sharing saya panjang … terima kasih).

    Sabar bu,
    Tugas kita hanya mengenalkan sambil memperlihatkan apa yang TIK bisa lakukan
    Jangan lupa juga menjadi role model.Usul saya gimana jika usaha guru untuk menggunakan TIK di beri penghargaan dengan nilai saat evaluasi guru di akhir tahun ajaran. Jadi reward nya jelas…

  6. Memang sekarang pelajaran TIK seharusnya amsuk dlaam daftar mata pelajaran sekolah karana bermanfaat bagi siswa-siswi di indonesi manfaatnya sangat besar di hari kemudian

    Betul apalagi buat guru, banyak sekali yang bisa didapat..

  7. Sangat banyak potensi yg bisa kita ajarkan kepada anak dengan apa yg sudah dipaparkan diatas. Dan mungkin usaha yg gigih agar bagaimana TIK ini menjadi matapelajaran yg anak merasa segan dan “keranjingan TIK”. Peran guru harus sangat maksimal. Usulan yg bagus semuanya pak…🙂

    Thanks mas..

  8. Sungguh hebat bapak kita ini. Manusia serba bisa. jangan lupa pak, saya mau undang bapak utk jadi pembicara seminar ICT di pasca UNJ tgl 8 April 2008.
    Bapak bisa kasih komentar tentang pemanfaatan ICT di sekolah dan kendala yang dihadapi.
    Sukses selalu pak!

    wah, senang sekali kalau bisa mampir di kampus UNJ tercinta,
    silahkan pak senang bisa membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s