Portfolio sebagai penanda tahap belajar siswa.

Sebagai pendidik, kita pasti mempercayai bahwa penilaian yang berkelanjutan sangat penting bagi siswa. Portfolio (koleksi pekerjaan siswa) sebagai penanda tahap belajar siswa dengan demikian wajib dimiliki. Portfolio bisa digunakan sebagai salah satu alat penilaian kepada siswa. Siswa dan guru dapat menggunakan portfolio sebagai sarana melihat kemajuan dalam pembelajaran. Manfaat lainnya portfolio bisa digunakan sebagai sarana komunikasi dua arah antara sekolah dan rumah.

portfolio-siswa.jpgRuang memberi komentar bagi orang tua sangat berarti sebagai umpan balik atau sekedar kalimat positif yang menguatkan dan menambah semangat bagi buah hati untuk terus menjadi pembelajar. Orang tua dapat menanyakan hal yang berhubungan dengan hasil belajar siswa dalam portfolio kepada gurunya sebagai tambahan informasi lebih lanjut.

 

Portfolio yang baik memiliki komponen berikut ini;

1. Tujuan pembelajaran yang jelas

2. Tujuan akhir pembelajaran yang teridentifikasi

3. Komentar guru

4. Ruang bagi orang tua untuk memberi komentar

5. Ruang bagi siswa untuk menilai diri sendiri

Dalam waktu serta pelaksanaan nya setiap sekolah mempunyai kebijakan yang berbeda-beda. Jangan lupa untuk menyertakan hasil pekerjaan siswa saat mengirim pulang portfolio siswa. Ingat,saat mengirim pulang portfolio siswa tidak harus hasil pekerjaan siswa yang terbaik, yang terpenting adalah karya siswa tersebut adalah hasil karya siswa. Apabila anda mengirim portfolio hari Senin, anda bisa meminta kembali portfolio anak hari Jumat di minggu yang sama, tentunya dengan mengingatkan orang tua agar mengisi kolom komentar bagi orang tua (komentar positif tentu)

Bentuk pekerjaan tidak harus selalu dalam bentuk lembar kerja, tetapi dengan kemajuan teknologi anda dapat memotret saat anak melakukan sebuah kegiatan pembelajaran dengan kamera digital. Hal ini berlaku untuk mata pelajaran yang bersifat praktek.

Silahkan download bagan portfolio untuk siswa disini

13 thoughts on “Portfolio sebagai penanda tahap belajar siswa.

  1. Penilaian yg berkelanjutan ya pak ?

    Saya jadi teringat model penilaian yg memakai persentase : 40% untuk UAS dan 30% untuk UTS. Kasian kan anak didik yg selama proses meraih ilmu-nya tsb justru diberi persentase yg sedikit dibandingkan saat ujian besar (UTS/UAS).

    Gmana nih pak …

    Pak Her, ini pekerjaan rumah kita untuk meyakinkan semua bahwa mendidik adalah mendampingi anak saat mereka berproses. Bahkan kita sebagai guru pun masih terus berproses dan berubah, kearah lebih baik tentunya.
    jadi tidak adil rasanya mengadili anak dengan event yang cuma sehari dua hari..

  2. Thanks for sharing pak.

    Penilaian berbasis portofolio kedengarannya memang bagus, karena guru, orang tua, dan murid terlibat secara langsung dalam memantau perkembangan kemampuan seorang siswa.

    Masalah sering muncul di lapangan, karena pra kondisi penerapan portofolio tidak dipenuhi oleh sebagian besar sekolah kita di tanah air.

    Kelas yang besar adalah salah satu masalahnya. Bisa dibayangkan betapa beratnya kerja seorang guru dalam menjalankan portofolio ini untuk siswa lebih seratus orang. Ketidaksiapan sebagian orangtua untuk terlibat dalam sistem ini adalah juga masalah lain. Minimal ini yang pernah saya alami ketika mencoba menerapkan portofolio ini di sekolah saya.

    Anyway, sebagai sebuah alternatif assessment, sistem ini memang perlu dipahami oleh para pendidik kita. Semoga seiring dengan semakin terpenuhinya proporsionalitas jumlah pendidik dengan jumlah siswa di tanah air, portofolio ini bisa diterapkan di dunia pendidikan kita.

    Salam,

    Walaikum salam Uda Afri,
    Senang sekali dikunjungi dari jauh, saya kebetulan mengajar muatan lokal, Uda. Murid saya lebih dari 100..he..he
    Akhirnya saya bagi saja jadi 2 kloter per semesternya.
    Dengan demikian dalam setahun ajar, murid saya menerima dua kali portfolio dari saya.

  3. portfolio? (jadi garuk2 kepala sendiri) … sebetulnya, saya suka mengumpulkan hasil kerja anak yang dalam waktu tertentu dibagikan, tapi bener2 ga kepikiran untuk buat portfolio ini…

  4. salam perkenalan dari guru malaysia

    salam kenal kembali Cik Gu,
    Semoga blog ini bisa menjadi ajang silaturahmi kita.

    saya sudah berkunjung ke situs Universiti Pendidikan Sultan Idris,
    Situsnya bagus dan lengkap informasinya.

  5. Assalamu’alaikum bapak
    sy mahasiswa semstr akhr UNLAM BAnjarmasin…
    sya sedang menggarap penelitian akhir sya terkait portofolio, dimana saya menghubungkan assesmen portofolio dengan kemandirian belajar siswa,,,
    saya mau tanya pak, apakah dalam penelitian saya harus memilih sekolah yang tingkat kemandirian siswanya tinggi?

    1. Waalaikumsalam Fitria,
      silahkan memilih sekolah mana saja, buat saya yang terpenting sekolah tersebut sudah menerapkan portfolio, setelah itu ditinjau dahulu apakah prosesnya berlangsung dengan benar.

      1. Rencananya saya yangpertama kali menerapkan pak,, penelitian saya adalah penelitian eksperimen saya membeandingkan dua kelas dengan perlakuan penilaian yang berbeda yang satu dengan assesmen portfolio dan satu kls lg penilaian konvensional,
        mhon saran dari bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s