Membentuk masyarakat pembelajar di sekolah

Sekolah sebagai institusi yang menjadi bagian dari masyarakat mempunyai beberapa elemen penting di dalamnya. Para ahli biasanya menyebutnya sebagai stake holder. Di tangan mereka lah keberlanjutan sekolah digantungkan. Elemen sekolah yang dimaksud adalah guru, sebagai garda depan dalam kegiatan pembelajaran, siswa sebagai mitra pembelajaran, orang tua sebagai penghubung kehidupan anak di rumah dan di sekolah dan yang terakhir adalah mereka yang disebut sebagai leadership team, atau gabungan antara pemegang otoritas (yayasan dan lain-lain) dengan kepala sekolah sebagai pelaksana serta pemegang kendali kebijakan di lapangan.

Di abad 21, tantangan terbesar bagi orang yang hidup di jaman ini adalah kemauan untuk selalu belajar dan meningkatan kualitas diri. Sekolah dalam hal ini seakan mempunyai banyak mitra dalam membelajarkan siswa. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki sekolah dan guru sekarang ini adalah menjadikan komunitas di sekelilingnya menjadi komunitas pembelajar.

Dengan adanya internet, peran buku teks menjadi sejajar dengan lautan informasi yang ada di internet. Walaupun memang tidak semua yang ada di internet itu benar dan bisa dipercaya namun hal ini telah memberikan keahlian serta tantangan baru bagi guru dan siswa untuk menjadi kritis terhadap informasi yang didapatkan. Sebuah kemampuan yang banyak sekali gunanya bagi siswa kita di masa depan.

Banyak nya sumber belajar di sekitar kita, menjadikan sekolah tidak dalam keadaan yang sulit lagi untuk mencari sumber belajar. Sekali lagi guru dan semua elemen sekolah sebagai model harus tampil sebagai sosok yang memberi contoh sebagai pembelajar sepanjang hayat kepada siswa. Sebab kita semua setuju bahwa pembelajaran karakter yang paling menarik adalah dengan memberikan contoh nyata dalam bersikap kepada siswa.

Contoh nyata adalah hal yang paling sulit dilakukan, untuk itu sekolah perlu merencanakan sebuah gerakan atau action yang bisa mengingatkan selalu akan perlunya sebagai individu dan semua elemen komunitas sekolah akan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Berikut ini adalah cara yang bisa ditempuh menuju pembentukan masyarakat pembelajar disekolah.

Menggunakan guru sebagai sumber belajar . Menjadikan guru sebagai guru dan pembelajar saat bersamaan

1. Melakukan pembinaan kompetensi guru yang berkelanjutan.

Hal ini sangat diperlukan untuk memelihara kompetensi serta kemampuan guru untuk bisa menjadi profesional saat mengajar dikelas. Untuk mewujudkan pembinaan ini sekolah bisa mengadakan pembinaan kompetensi dengan memanggil ahli dari luar komunitas sekolah atau dari dalam sekolah sendiri. Pihak leadership team dengan demikian perlu membuka diri dan memberikan dukungan baik secara dana maupun kebijakan yang menyuburkan prektek berbagi pengetahuan ini.

2. Pelatihan yang diadakan perlu memperhatikan prinsip berikut ini.

  • Relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh guru.
  • Bersifat metode praktek dan langsung bisa dipraktek kan dikelas.
  • Merupakan sebuah keterampilan yang bisa membantu guru dalam banyak haldi dunia pembelajaran. Misalnya pelatihan mengenai pemetaan pemikiran. Guru dapat menggunakan metode penedekatan belajar ini dalam setiap subyek mata pelajaran.
  • Belajar aktif. Hindari jenis pelatihan yang membuat peserta duduk diam dan hanya mendengarkan saja.
  • Lintas kurikulum. Dengan mengunakan prinsip ini semua guru akan mendapat manfaatnya.

3. Mulailah mencari dan mengkalkulasi minat atau keahlian yang bisa dibagi dari dalam komunitas sekolah dulu.

Buatlah daftar keahlian dari semua komunitas sekolah. Hal-hal yang biasanya menjadi minat, pengalaman atau keahlian dari guru yang dapat dibagi dengan teman sejawatnya adalah

  • Teknologi.
  • Kebutuhan khusus, mengajar anak yang berkebutuhan khusus
  • Matematika
  • Permainan untuk mendukung pembelajaran
  • Manajemen kelas
  • Manajeman perilaku anak
  • Mengelola orang tua
  • Buku terbaru yang bermanfaat bagi pendidikan
  • Berbagi pengalaman sepulang dari acara atau workshop di luar sekolah. Sekolah hanya perlu membiayai satu atau dua orang untuk datang, setelah itu orang yang datang harus berpresentasi membagi pengetahuannya.
  • Hal-hal lain yang sifatnya praktis dan dirasa berguna dan membantu tugas guru sehari-hari.

4. Waktu untuk berbagi.

  • Hari -hari khusus, biasanya 3 hari menjelang tahun ajaran dimulai
  • Pertemuan antara guru bidang studi, di dalam atau diluar sekolah (gugus)
  • Setelah jam pelajaran berakhir
  • Serta waktu-waktu yang memungkinkan lainnya untuk diadakan pelatihan singkat yang bermanfaat.
  • Rapat seluruh guru

5. Format pelatihan

  • Dengan hand out yang bisa disimpan oleh guru, bila suatu saat membutuhkan
  • Memberikan situs alamat internet yang bermanfaat . Gunakan del.icio.us untk membagi situs yang bermanfaat kepada rekan sejawat.
  • Workshop
  • Mengajar dengan berkolaborasi, sehingga terjadi transfer ilmu dengan melakukan bersama-sama

Menggunakan orang tua sebagai sumber belajar.

Apabila anda memutuskan untuk menggunakan orang tua sebagai sumber belajar, anda harus memastikan bahwa arus komunikasi di sekolah anda berjalan dngan baik. Dengan kata lain orang tua harus benar-benar tercukupi informasinya mengenai apa serta bagaimana siswa belajar mengenai sebuah subyek atau tema pembelajaran. Pemberitahuan mengenai hal ini bisa melalui folder mingguan dari pekerjaan siswa, kalender penting bulanan sekolah, buletin kelas, lembar kerja mingguan yang kesemuanya dikirim ke rumah oleh guru.

Saat belajar mualai belajar sebuah tema mengenai pahlawan, anda bisa mengundang orang tua, kakek, nenek untuk datang ke sekolah menceritakan mengenai makna kepahlawanan didepan siswa. Sebagai front loading atau mengisi pengetehuan anak sebanyak-banyaknya dengan data dan informasi sebelum memulai tema, hal di atas sangat banyak gunanya.

Penutup

Akhirnya dengan menjadikan sekolah sebagai masyarakat pembelajar banyak hal yang bisa kita petik.

  • Siswa menjadi terpacu terus untuk menjadi yang terbaik di sekolah dan dikehidupan sehari-hari.
  • Orang tua menjadi lebih dikuatkan untuk menjadi model serta mitra bagi pembelajaran putra-putrinya.
  • Guru terpacu terus menerus untuk meningkatkan diri dan merasa didukung oleh semua pihak.
  • Sekolah menjadi lebih berkembang dalam semua sisi
  • Komunitas menjadi lebih kuat dan bisa terus menerus berbagi pengetahuan dan menjadi komunitas pembelajar.

6 thoughts on “Membentuk masyarakat pembelajar di sekolah

  1. artikel menarik, tetapi proses belajar di sekolah kan pada umumnya satu arah

    Thanks mas Anggoro, dengan pembelajaran yang bersifat aktif, siswa dimintakan mengingat kembali pengetahuan awalnya melalui metode KWL (what do you know?, what do you want to know? dan setelah pembelajaran mereka dimintakan pendapatnya mengenai apa yang sudah dipelajarinya dengan menjawab what you have learnt?)
    Jadi terjadi pola yang partisipatip saat siswa mempelajari sesuatu.

    Agusampurno

  2. Thanks pak Irwan untuk artikelnya. Namun, saya berfikir alangkah baiknya jikalau kita juga membantu memikirkan tentang bagaimana memotivasi dan mendorong para siswa didik untuk memiliki daya juang dan semangat belajar yang tinggi.

    Dalam dunia pendidikan dasar, memang yang harus di kuatkan adalah aspek sikap serta profil siswa yang akan dibentuk. Setiap sekolah pasti mempunyai hal ini.
    Ketika sekolah sudah memutuskan, profil dan sikap yang sudah dipilih dipajang disetiap kelas, dijadikan kriteria penilaian, dan harus sering diucapkan saat guru berbicara dengan siswa nya.

  3. Ass.

    artinya, sekolah harus mempunyai karakter yang jelas dan mempunyai kemampuan membentuk karakter civitas akademiknya, terutama guru dan siswa, bukan begitu pak?
    sekolah sebagai agent of change mempunyai kewajiban mengubah paradigma baik secara internal (civitas) maupun Eksternal (masyarakat sekitar)
    bagaimana pak…

    Wassalam

    Terima kasih atas komentarnya Pak,
    Setuju sekali tanpa gerak yang bersamaan, sekolah cuma menjadi ajang bisnis, tidak ada spirit yang kuat yang bisa terasa bahwa belajar adalah kewajibn semua komponen dalam komunitas sekolah.

  4. luar biasa, saya sangat menyambut isu-isu pembelajar, kami saat ini di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda sedang melakukan upaya penyadaran disiplin dan menumbuhkan jiwa pembelajar salah satu yang kami angkat melalui jargon kita adalah sekolah para PEMIMPIN, anak didik kami adalah para pangeran (raja / pemimpin masa depan) sehingga dengan menggiring pada isi pangeran dan pemimpin kami selalu mengatakan jika mereka melakukan hal yang salah cukup dengan kata-kata “gak pantes pemimpin berbuat seperti itu, gak pantes kalau seorang pangeran berbuat yang sehina itu” giring mereka ke cita-cita mereka, tunjukkan sikap-sikap yang mereka harus miliki jika ingin meraihnya, tunjukkan pula sikap-sikap atau jalan jika mereka ingin menghancurkan cita-cita mereka sendiri, biarkan mereka memilih kita sekedar mengingatkan jika mereka salah jalan. SELAMAT MENCOBA anda akan melihat perubahan yang LUAR BIASA. Salam untuk para pembelajar (SD ISLAM BUNGA BANGSA sekolah para pemimpin).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s