33 tanda sekolah anda perlu berinovasi.

Impian semua pemimpin di sekolah agar kualitas guru gurunya meningkat. Kualitas guru yang baik adalah jaminan mutu sebuah sekolah. Perubahan dalam bidang pendidikan adalah keniscayaan. Utamanya dalam bagaimana melakukan perubahan pada diri individu yang ada di sekolah. Dikarenakan tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri.

Sering sekolah terjebak hanya memperhatikan komplen dari orang tua siswa baru kemudian bersedia melakukan perubahan. Padahal tanda atau sinyal untuk perubahan sudah sangat kentara sekali. Hanya saja sekolah kurang peka untuk melihat adanya kebutuhan bagi sekolah untuk berubah.

Dibawah ini adalah daftar bahwa sekolah anda harus segera berubah.

1. Sekolah bersuasana ‘datar’ dan pekerjaan guru hanya rutinitas semata. Kesibukan di sekolah hanya pada saat pembuatan rapor dan akreditasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sebelum tahun ajaran berakhir kepala sekolah duduk bersama dengan guru atau koordinator. Mendiskusikan event apa saja yang akan dilakukan satu tahun ke depan. Termasuk pendanaan dan siapa saja yang akan terlibat dalam kepanitiaan. Jika event sudah direncanakan maka guru akan bersemangat dan bersedia meluangkan waktu. Apalagi jika sudah direncanakan jauh jauh hari dan terprogram. Bagi event menjadi event hari besar nasional, event yang ada hubungannya dengan BK (kampanye anti bullying dll) sampai event olah raga. Kesemuanya akan mengasah kreativitas guru.

2. Sekolah minim program. Semua kesibukan hanya berkisar akademis saja atau upaya mendisiplinkan guru dan siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Aturlah urusan disiplin guru diatur dalam buku aturan pegawai (code of conduct). Untuk urusan disiplin siswa diatur dalam kebijakan aturan disiplin siswa. Kedua aturan tadi sebaiknya diperbaharui tiap dua tahun sekali. Sekolah yang minim program terjadi karena kepala sekolah dan guru memandang satu tahun ajaran sebagai kegiatan belajar mengajar yang diakhiri oleh acara pengambilan rapor saja.

3. Guru diposisikan hanya untuk mengajar. Guru tidak diberdayakan untuk punya ‘project’ yang mengasah kreativitasnya di sekolah.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manfaatkan sesi umpan balik saat supervisi guru sebagai cara untuk berkomunikasi antara kepala sekolah dengan guru. Setiap guru pasti punya impian bagi sekolahnya dan siswa yang ia ajar. Rangkum mimpi tersebut dengan mimpi guru lain yang sejenis dalam satu sekolah bahkan satu gugus atau kecamatan. Biasanya mimpinya tidak jauh jauh dari aspek literasi, teknologi dalam pembelajaran, kedisplinan siswa sampai aspek lingkungan hidup dan sarana prasarana. Kesemuanya pastinya jika terwujud akan bermanfaat bagi anak didik dan sekolah. Pastikan apa targetnya dan time line pencapaian dalam waktu satu tahun. Kepala sekolah menjadi jalan bagi guru gurunya untuk bisa saling berkolaborasi wujudkan mimpi di dalam dan di luar sekolah. Mimpi hanya bisa diwujudkan dengan kreativitas. Pimpinan berperan sebagai fasilitator bagi kreativitas guru yang dipimpinnya.

4. Suasana rapat di sekolah hanya satu arah belum ada dialog antara peserta rapat.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jadikan rapat anda efektif. Caranya adalah Membuat agenda rapat. Menentukan jumlah undangan rapat. Pastikan tepat sasaran sesuai tujuan rapat dan jenis rapat. Mencatat hal penting dalam rapat. Mengontrol berjalannya rapat. Tepat waktu. Hindari penggunaan gadget selama rapat. Usahakan durasi rapat singkat. Rapat tidak harus duduk. Bisa juga dilakukan sambil berdiri atau berjalan kaki. Tentunya menyesuaikan situasi, pengikut rapat dan agenda rapat.

5. Guru diposisikan bersaing dengan sesamanya dan bukan berkolaborasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manusia tentu makhluk yang kompetitif (gemar bersaing). Dalam sebuah lembaga pendidikan yang sehat makna persaingan ditransformasikan menjadi kolaborasi. Sebuah makna yang berarti kerjasama dan saling mendukung untuk sebuah tujuan besar. Jika sebuah sekolah masih ada istilah guru favorit atau kelas favorit maka sekolah sudah gagal dalam membentuk sebuah tujuan bersama. Keberhasilan sekolah dihasilkan dari kerjasama banyak pihak dan dukungan semua pemangku kepentingan. Tidak ada ‘Superman’ yang ada adalah ‘Superteam’. Tiap akhir tahun ajaran kepala sekolah menentukan target pencapaian tahun berikutnya. Tidak harus soal akademis. Target pencapaian bisa apa saja tergantung tantangan yang sekolah hadapi. Siapa yang paling tahu tantangan apa yang sekolah hadapi? mereka adalah guru dan orang tua siswa. Ajak komite sekolah untuk lakukan curah pendapat. Jika target pencapaian sudah didapat maka bentuk tim tim kecil yang akan mengerjakan target dan pencapaian. Dalam setahun kepala sekolah sibuk memantau tiap tim dan minta mereka rutin mempresentasikan kemajuan kerjanya dalam rapat yang dihadiri oleh semua pihak. Sebuah tujuan yang baik adalah tujuan yang masuk akal, berorientasi solusi dan selalu dikontrol dalam pengerjaannya. Semua akan mendapatkan manfaat dari situasi ini. Kerja kolaborasi akan berbuah budaya kerja dan kepemimpinan.

6. Guru tidak merasa dirinya dipercaya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah membuat struktur organisasi yang dinamis. Waka kurikulum, sarpras dan kesiswaan digilir tiap dua tahun. Buat proses pemilihan yang transparan dan memungkinkan siapa saja yang punya potensi untuk maju. Dalam setiap kegiatan rutin atau hari besar selalu angkat orang yang berganti ganti sebagai ketua yang berhak memilih teamnya sendiri. Hal ini demi membuat semua guru punya kesempatan untuk memimpin. Proses dalam berorganisasi di sekolah akan membuat guru timbul kepercayaan bahwa dirinya adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa memimpin.

7. Kiprah guru di luar sekolah dibatasi dan bukan difasilitasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kiprah guru diluar sekolah bisa berarti ikut pelatihan, memberikan pelatihan sampai berorganisasi. Jika sekolah ingin gurunya menjadi kreatif maka peluang berkegiatan diluar sekolah mesti dibuka lebar. Kepala sekolah hanya harus mengingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa di sekolah. Jika ada kegiatan diluar itu maka guru sebaiknya menyiapkan diri dan penggantinya agar siswa yang menjadi tanggung jawabnya tidak terlantar. Sekolah mempunyai daftar siapa saja guru yang punya kapasitas berikan pelatihan sampai guru mana saja yang perlu ikut pelatihan di luar sekolah. Kepala sekolah harus memegang data tersebut dan memastikan bahwa kiprah guru di luar sekolah sama suksesnya dengan kiprah ia di dalam sekolah.

8. Guru dibiarkan di zona nyaman, padahal pendidikan itu dinamis

Inovasi yang bisa dilakukan: Peran pemimpin sangat diperlukan disini. Pemimpin yang senang dengan pujian akan menikmati memanjakan guru asal semua guru menuruti apa keinginannya. Guru dibiarkan di zona nyaman dan tidak diberikan kesempatan melakukan inovasi. Bukannya membuat sibuk gurunya dengan meminta mereka melakukan inovasi tapi malah mengejar kepatuhan bawahan pada pimpinan. Semua inovasi yang diizinkan adalah inovasi yang dimengerti oleh pimpinannya. Awalnya guru akan senang senang saja menjalankan ABS atau Asal Bapak Senang. Lama kelamaan mereka akan gerah sendiri karena pekerjaan sebagai pendidik menjadi tidak menarik lagi karena pimpinan menjalankan agenda nya sendiri dan bukan melibatkan semua pihak untuk menentukan tujuan dan kolaborasi kerja bersama mencapai tujuan yang disepakati.

9. Guru muda/guru baru dibiarkan tercemar oleh guru lama yang apatis dan sudah bosan dengan profesinya.

Inovasi yang bisa dilakukan. Sibukkan semua guru dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna. Pimpinan cepat lakukan pemetaan mana guru senior yang kerjanya nyinyir dan cenderung menjadi provokator. Guru muda diberikan peran dan tips cara mengajak yang senior bekerja. Mereka yang senior perlu diberikan posisi yang diminta pertimbangan. Dengan demikian mereka akan senang terlibat dan tidak mengganggu program. Jika ada senior yang memilih untuk menjadi sosok yang negatif maka akan menjadi tugas kepala sekolah untuk membenahi. Supervisi guru juga bisa menjadi ajang bagi guru senior dan yunior kembali mengingat posisinya sebagai bagian dari team. Dikarenakan dalam situasi supervisi akan ada refleksi yang akan membuat individu guru kembali menjadi sosok yang profesional.

10. Sekolah gagal mengenali guru yang mulai terkena gejala burn out. Cirinya lelah mental, apatis sampai frustasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Siapa saja bisa mengalami burnout. Ada macam macam penyebabnya. Hal yang sekolah bisa lakukan adalah sekolah melakukan variasi antara target yang tinggi bagi guru di kelas nya, menjaga pengupahan dan jenjang karier sampai memberikan tanggung jawab lebih dari sekedar mengajar.

11. Sekolah membiarkan adanya pemimpin informal.

Inovasi yang bisa dilakukan: sekolah melakukan berdasarkan prinsip asset based management. Setiap orang memiliki potensi yang bisa diberdayakan. Potensi dan aset individu perlu dikenali dan diidentifikasi. Dalam pengembangan sekolah semua potensi perlu diajak bicara dan diskusi. Pemimpin informal tidak selamanya menjadi batu sandungan bagi sebuah usaha perubahan. Syaratnya adalah sekolah punya perangkat standar dan aturan. Jika orang itu adalah pemimpin informal yang punya jiwa yang baik. Maka ia akan merasa dirinya adalah bagian dari perubahan positif. Jika pemimpin informal itu adalah sosok yang tidak punya niat baik dengan standar dan aturan yang dimiliki sekolah ia akan tersingkir dan akan menjadi tidak relevan bagi orang orang disekitarnya.

12. Sekolah tidak punya cara/sistim dalam mendukung guru untuk lebih berhasil.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah melakukan penilaian, supervisi dan evaluasi diri bagi guru. Penilaian dan supervisi guru di sekolah seharusnya menjadi proses menyeluruh dan mendukung bagi pengembangan seorang guru. Proses penilaian kinerja guru mestinya dirancang untuk memastikan bahwa semua guru memiliki keterampilan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalankan peran mereka sebagai guru secara efektif. Cara yang paling efektif dalam menilai guru adalah dengan observasi dan evaluasi diri guru. Jika tujuan utama penilaian kepada guru adalah untuk menginformasikan pengembangan profesional dan mempromosikan pembelajaran, maka observasi dan evaluasi diri guru dapat memberikan alat yang berharga untuk memacu refleksi diri guru dan mencapai tujuan formatif sebagai seorang pendidik.

13. Relasi sekolah dan guru hanya sekedar memberikan upah/gaji

Inovasi yang bisa dilakukan: Proses perencanaan anggaran di sekolah selain untuk penggajian dan kesejahteraan mesti juga dialokasikan untuk biaya pelatihan dan pengembangan kompetensi. Sekolah yang baik adalah mempersiapkan guru gurunya dalam menjadi pendidik yang profesional. Bagaimana jika sudah dididik kemudian keluar karena ada tawaran gaji lebih tinggi? untuk itulah sekolah perlu menyiapkan cara agar karya cipta intelektual semua yang ada di sekolah tidak terbawa pergi saat si empunya pergi. Kalaupun guru yang sudah dididik tetap pergi anggap itu adalah sumbangan sekolah bagi masyarakat pendidikan dengan memberikan guru guru nya yang terbaik. Ada banyak situasi yang membuat seorang guru tetap bertahan mengajar di satu sekolah selama bertahun tahun selain masalah kesejahteraan juga karena pelatihan yang baik dan aplikatif.

14. Supervisi guru berlangsung datar dan formalitas saja. Guru tidak pernah ditanya ingin melakukan apa agar proses belajarnya lebih bermakna pasca supervisi guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Supervisi guru juga mesti memberikan kesempatan pada guru untuk membuat ‘personal goal setting’. Apa itu personal goal setting? Goal setting adalah proses yang kuat untuk berpikir tentang masa depan yang ideal bagi si pembuat, memotivasi diri sendiri untuk mengubah visi tentang masa depan dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan. Apa manfaat goal setting? Dengan melakukan goal-setting, guru akan memiliki tujuan jelas, sehingga guru dapat mengambil keputusan atau beraktivitas sehari-hari dengan arah yang sejalan dengan tujuan tersebut dan tidak lagi bingung. Kepala sekolah sebagai atasan dengan mudah bisa memandu dan mendampingi guru guru nya dikarenakan ia mengetahui arah pengembangan diri anak buahnya.

15. Sekali guru lakukan kesalahan maka sekolah akan langsung memberikan label negatif tanpa coaching dan pembinaan.

Inovasi yang bisa dilakukan: Melakukan kesalahan adalah kewajaran dalam proses melayani siswa di sekolah. Itulah sebabnya sekolah perlu mempunyai visi misi (yang selalu diupdate) yang kemudian diterjemahkan dan diturunkan dalam bentuk kebijakan (policy), peraturan dan SOP. Semua perangkat yang sudah didiskusikan dan disosialisasikan bersama sama dengan semua pihak di sekolah. Jika sekolah sudah mempunyai perangkat tadi maka kepala sekolah sebagai atasan hanya perlu mengingatkan dan mengajak gurunya kembali ke jalur yang sudah ditentukan bersama. Tidak perlu ada label negatif kepada guru yang melakukan kesalahan jika ada aturan yang jelas dan kepala sekolah fokus pada perbaikan.

16. Guru diterima bekerja bukan karena karakternya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi banyak sekolah swasta cara terbaik menghemat anggaran adalah dengan menerima fresh graduate atau yang baru lulus kuliah. Cara terbaik di saat ini untuk melihat karakternya adalah dengan meminta akun media sosial nya. Cukup meminta nama akunnya saja dan bukan passwordnya. Cara ini adalah cara terbaik untuk melihat bagaimana ia bersikap dan bermedia sosial. Jika ada hal hal yang tidak patut yang ia lakukan sebagai seorang calon pendidik hal ini bisa menjadi pertimbangan apakah ia layak diterima atau tidak. Saat sudah diterima pun guru mesti dipagari dengan kebijakan dan aturan yang membuatnya akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter.

17. Sekolah tidak punya peta jalan bagi seorang guru untuk berkembang.

Inovasi yang bisa dilakukan: Di sekolah negeri jenjang kepangkatan guru sudah diatur sedemikian rupa. Sementara di sekolah swasta ada banyak pilihan dan cara dalam menerapkan jenjang kepangkatan guru yang akan memberikan guru gambaran pengembangan dirinya sebagai profesional. Di sekolah swasta cara yang bisa diambil adalah menguatkan jabatan middle management. Apa yang dimaksud middle management? Manajemen menengah atau dalam profesinya adalah manajer menengah tugasnya membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau bisa juga karyawan operasional. Jabatan middle management di sekolah bisa saja merupakan koordinator year level, koordinator mata pelajaran, koordinator BK dan sejenisnya yang bisa membuat guru punya pengalaman memimpin. Jabatan middle management digilir selama satu atau dua tahun ajaran. Dengan demikian semua guru punya kesempatan dan pengalaman memimpin. Jika guru kenyang memimpin ia akan mudah diminta menjadi kepala sekolah atau diterima menjadi pemimpin di sekolah lain.

18. Hubungan atasan dan bawahan kaku. Guru tidak pernah/jarang mendapatkan umpan balik (feedback) bermutu.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah menempatkan dirinya juga sebagai pembelajar. Dengan tekun ia memonitor hasil belajar mengajar guru gurunya. Dengan demikan semua diskusi dengan guru adalah soal mutu pengajaran. Kepala sekolah dengan sabar mendengar jika guru guru nya perlu dukungan. Jika Kepala sekolah semata menempatkan dirinya sebagai sosok pemimpin yang haus kuasa dan selalu minta dihormati maka tak akan pernah guru dapatkan umpan balik konstruktif mengenai mutu pengajarannya. Dikarenakan rapat dan pertemuan dengan atasan isinya hanya mendengarkan isi pembicaraan satu arah yang isinya bahkan terus menerus diulang sampai bawahan yang hadir menjadi hapal. Guru akan bisa maju jika isi pembicaraan antara kepala sekolah dengan guru hanyalah soal bagaimana meningkatkan mutu belajar mengajar dan bukan yang lain.

19. Sekolah jarang kedatangan ahli yang bisa membantu guru mengembangkan cara mengajarnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jika mendatangkan seorang ahli perlu biaya yang besar, maka saatnya sekolah menumbuhkan budaya belajar. Budaya yang dimaksud adalah meminta setiap guru untuk tampil berbagi pengetahuan yang didapatkannya dari beragam sumber tiap minggunya. Misalnya dari buku, youtube atau seminar/pelatihan yang diikutinya baik online atau offline. Dengan demikian setiap minggunya setiap orang mendapatkan giliran tampil dan memaksa ia untuk belajar kembali demi bisa tampil didepan sesama rekan guru dengan baik dan lancar. Ada banyak manfaat salah satunya guru menjadi punya keterampilan public speaking yang akan membuat ia tampil percaya diri di depan KKG atau MGMP. Merupakan cara terbaik dan saat bersamaan sekolah jika ada dana tetap harus menghadirkan pembicara yang tentunya bukan orang yang hanya mengerti teori namun juga merupakan pembicara yang aplikatif dan saran sarannya mampu diterapkan di kelas oleh guru guru yang ikut pelatihannya.

20. Sekolah membiarkan guru gurunya lebih banyak berceramah di kelas daripada memfasilitasi siswanya agar aktif.

21. Orang tua siswa dilibatkan hanya bila ada perlunya saja.

22. Hubungan guru senior dan guru yunior di sekolah tidak kondusif. Guru senior gemar mengkritik dan guru yunior sering makan hati karena tingkah rekannya yang senior.

23. Sekolah membiarkan sesama guru nyinyir jika ada rekannya yang kreatif di kelas. Akibatnya timbul praktik melabeli guru lainnya dengan label aneh, cari muka dan label buruk lainnya saat ada guru yang berusaha kreatif.

24. Inovasi guru kurang dihargai. Penilaian kinerja di sekolah subyektif dan bukan berdasar pada bukti pencapaian seorang guru.

25. Pelatihan untuk guru hanya berkisar pada motivasi saja. Guru jarang diasah kompetensinya.

26. Sekolah lalai dalam menyimpan kreativitas guru gurunya.

27. Sekolah meyuburkan komunitas ‘yes man’ dan bukan komunitas pembelajar.

28. Sekolah membiarkan guru gurunya punya standar sendiri sendiri dalam mengelola kelasnya.

29. Sekolah membiarkan sebuah kasus (dilakukan guru atau siswa) yang sebenarnya merupakan sebuah puncak gunung es.

30. Guru kesulitan menjawab jika ditanya apa budaya sekolahnya

31. Visi misi sekolah sudah lama tidak diupdate dan hanya menjadi pajangan yang guru dan murid bahkan sudah tidak peduli lagi dengan butir dan isinya.

32. Sekolah tidak mengatur bagaimana etika relasi antara guru dan guru, guru dan siswa, guru dan orang tua siswa.

33. Angka turn over atau keluar masuk guru yang sering.

Merupakan sebuah hal yang lumrah jika sebuah sekolah merasa kurang terus untuk selalu berubah dan berinovasi.

Jika anda merasa masih ingin tahu solusi dari sinyal atau tanda perubahan diatas. Silahkan ketik angka berapa pada daftar diatas pada komentar anda di postingan ini untuk kemudian saya akan memberikan solusinya.Selamat mencermati.

5 cara sukses sekolah merancang kurikulumnya sendiri.

Siapakah anda yang sedang membaca tulisan ini? sudah berapa lama anda menjadi pendidik? berapa jenis kurikulum yang anda lalui? jika anda pernah mengajar dengan pendekatan CBSA, KBK, KTSP, Kurikulum 2013 dan terakhir adalah kurikulum darurat. Selamat anda adalah manusia segala jaman. Nah gelar anda akan bertambah lagi dengan adanya Kurikulum prototype yang akan segera diluncurkan.

Kurikulum adalah belahan jiwa bagi seorang guru. Sedihnya perlakuan guru terhadap kurikulum seperti kekasih yang tidak disayang dan diperhatikan. Diserahkannya kurikulum itu pada buku paket atau diserahkan pada penilaian orang katanya begini dan katanya begitu.

Kurikulum juga sering disalah artikan sebagai semata hanya RPP. Padahal RPP adalah turunannya. RPP adalah skenario dari kurikulum yang sudah dipetakan dan ditafsirkan. Sebenarnya dengan perubahan terus menerus pada kurikulum apa sih yang guru mesti ingat dan camkan agar tetap bisa memperhatikan belahan jiwanya itu?

1. Kurikulum dari pemerintah adalah standar minimum isinya adalah hal-hal esensial yang relevan bagi semua siswa

2. Pemerintah selalu hanya memberikan kerangka dan struktur dasar kurikulum.

3. Tugas sekolah adalah melakukan kerja bersama internal dan eksternal untuk menyusun sendiri penafsirannya terhadap kurikulum yang ada.

4. Tiap sekolah mempunyai hak untuk melakukan penafsiran terhadap kurikulum demi menyesuaikan situasi dan kondisi siswa di sekolahnya masing masing.

Mulai dari mana jika ingin sekolah anda punya kurikulum yang khas dan berciri. Silahkan gunakan tahapan ini

1. Identifikasikan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah pernyataan hasil yang menangkap secara spesifik pengetahuan, keterampilan, sikap apa yang harus dapat ditunjukkan oleh siswa setelah mengikuti pembelajaran. Gunakan taksonomi Bloom sebagai panduan. Taksonomi Bloom adalah model hierarki tujuan pembelajaran yang dapat membantu guru membangun rencana pelajaran.

2. Tentukan apakah bukti bahwa siswa anda sudah menguasai pembelajaran yang anda berikan. Apakah siswa cukup menjawab pertanyaan pada test, mampu menulis laporan, melakukan eksperimen atau membaca data. Guru lah yang mesti mempunyai standar apakah muridnya sudah menguasai materi. Kecerdasan majemuk sangat membantu bagi anda mempunyai cara yang kreatif bagaimana seorang siswa dapat dikatakan ‘paham’.

3. Rencanakan test atau ujian yang menarik. Pilih jenis instrumen yang menarik dan membuat siswa terpacu dan tertarik untuk mengerjakan. Jika guru cenderung hanya memberikan satu jenis test saja maka siswa akan mudah bosan. Bukan lagi saatnya belajar hanya untuk mengerjakan test tertulis semata. Perlu ada upaya memvariasikan jenis penilaian.

4. Membuat RPP yang dinamis yang menjadi pedoman dan bukan sekedar naskah biasa. RPP harus dirancang untuk mengarahkan siswa menuju tujuan pembelajaran. Dari RPP yang ada sudah jelas tugas apa yang harus siswa kerjakan. Guru harus memiliki kebebasan untuk mengubah atau menyesuaikan rencana pelajaran berdasarkan kebutuhan belajar siswanya.

5. Lakukan terus penyesuaian. Jika sudah ada dokumen kurikulum bercirikan sekolah anda lakukan selalu survey kepada guru dan siswa serta orang tua yang menggunakannya. Di revisi tiap dua tahun sekali. Demi memastikan bahwa kurikulum tetap tanggap terhadap perubahan jaman.

Tugas sekolah lah yang berwenang mengembangkan kurikulum operasional yang relevan dan menjadi panduan bagi guru untuk melakukan pembelajaran di kelas. Jika sekolah belum mampu.

Sekolah bisa duduk bersama dengan sekolah sekolah yang ada dalam gugusnya atau minimal satu kecamatan. Hal ini sangat baik dalam rangka mengkondisikan sekolah sekolah disekitar untuk berjalan bersama dalam berinovasi.

Meyakinkan dinas pendidikan setempat pun menjadi mudah dikarenakan sebuah hal yang dilakukan bersama sama akan terlihat sebagai upaya perbaikan dan kreativitas.

7 Nilai lebih guru bertipe kepribadian Introvert

Apa yang dimaksud dengan introvert? Introvert adalah jenis kepribadian yang cenderung lebih fokus kepada perasaan dan pikiran yang berasal dari dalam diri.

Apakah anda sebagai guru punya ciri dibawah ini?

  1. Panas dingin saat acara ambil raport tiba, dikarenakan akan bertemu dengan orang tua siswa.
  2. Tahun ajaran baru deg degan dengan jenis orang tua apa yang akan menjadi mitra selama satu tahun ajaran kedepan
  3. Panas dingin ketika diminta berbicara depan rapat besar.

Jika iya selamat anda adalah guru bertipe introvert.

Tiga hal diatas adalah bukti bahwa sebagai guru, karier anda terus bertumbuh. Rasa tidak enak, deg degan datang karena anda sedang masuk ke hal yang baru. Bayangkan jika seorang guru dalam karirnya tidak ada tantangan, maka yang terjadi ia akan masuk ke zona nyaman dan tidak mau mencoba hal baru.

Namun sadar bahwa diri anda adalah guru bertipe kepribadian introvert juga merupakan hal yang penting dikarenakan titik tolak kesuksesan seorang pendidik datang dari mengerti dengan baik perihal lebih dan kurang dirinya sebagai pribadi.

Saat yang sama jangan sedih dahulu karena sebagai guru yang introvert anda punya kelebihan lho

  1. Sangat baik dalam berbicara dengan orang tua siswa (one on one) alias bicara dari hati ke hati. kemampuan ini sangat khas kaum introvert ia mudah dekat dan akrab dengan orang perorang.
  2. Punya kemampuan yang baik dalam mengolah anak anak yang introverts
  3. Punya kemampuan yang baik dalam menelaah perasaan siswa anda
  4. Anda bukan guru yang pemalu. Menyebut diri anda sendiri sebagai pemalu adalah sebuah kesalahan besar, karena anda adalah seseorang yang penuh empati, senang berperan sebagai penghubung, dan sosok yang fleksibel yang analitis dan kreatif.
  5. Sosok pendengar yang baik, yang suka mendengarkan sebelum berbicara, dan seringkali memiliki ide terbaik setelah ngobrol ngalor ngidul
  6. Gemar memperhatikan anak-anak yang berkeliaran tanpa pengawasan saat di sekolah, dan para introvert juga yang seringnya berempati melihat kolega yang membutuhkan dukungan ekstra.
  7. Senang memberi perhatian yang detail dan menyenangkan. Karena guru bertipe ini memberikan penghargaan dengan memberi perhatian.

Menjadi guru yang introvert adalah sebuah kelebihan dan keberuntungan. Mereka adalah sosok yang tenang, gemar berintrospeksi, dan menyukai hubungan mendalam dan sebaliknya malah kelelahan oleh interaksi sosial yang berlebihan.

Dikarenakan udara sekolah menjadi tambah lengkap dan segar ketika anda hadir dengan empati dan rasa perhatian pada siswa dan rekan sekerja.
Anda mungkin tampak kikuk di keramaian namun saat sudah terlibat dengan obrolan dengan seseorang anda akan menjelma menjadi orang yang menarik dan enak dijadikan rekan diskusi.

Orang tua siswa pun senang karena punya guru bagi anaknya yang perhatian dan memberikan perhatian pada saat yang tepat dan dibutuhkan. Nah dalam mendidik generasi Z saat ini, dunia pendidikan bergantung dan mengharapkan konstribusi dari para guru yang introvert ini.

Resep sukses menjadi guru profesional dan berkarakter di era 4.0

Saat saya tidak punya judul untuk ditulis. Saya biasa melihat judul judul seminar yang ada di google. Alhasil judul tulisan kali ini seperti judul seminar bukan? Menjadi guru profesional adalah sebuah perjalanan. Dikarenakan ia memerlukan karakter baik yang menjadi energi sukses mencapai tujuan. Apa saja tipsnya? silakan dicermati sesuai judul diatas.

  1. Jadikan mengajar sebagai misi anda. Akan ada bedanya sesorang yang menjadikan mengajar sebagai misi dan seseorang yang menjadikan profesi mengajar sebagai murni pekerjaan sekedar cari uang. Apa misi anda? mendidik anak bangsa kah atau membuat siswa punya daya saing di masa depan. Hanya anda yang tahu. Hal yang pasti harus sebuah hal yang positif dan terhubung dengan masa depan anak didik. Buat brand anda sendiri di media sosial sebagai guru profesional. Caranya hati hati saat bermedsos dan bagikan hal yang sudah pasti bermanfaat bagi orang lain saja.
  2. Refleksikan kembali bagaimana cara anda melalui hari hari sulit anda dalam berkarier. Hari hari sulit yang saya maksud bisa macam macam. Dari diomeli oleh orang tua siswa sampai mendapatkan siswa yang bermasalah dengan perilaku. Percayalah bahwa cara anda mengendalikan pikiran dan perasaan adalah yang paling penting. Fokus pada apa yang bisa anda bisa kontrol dan segera cari bantuan agar masalah anda lekas selesai.
  3. Perlahan mengubah karakter diri sendiri. Miliki tujuan dalam karier dan arahkan kesana semua daya dan upaya. Namun semua upaya anda dalam mewujudkan karakter diri akan percuma saat bertemu dengan orang yang toksik. Ciri mereka adalah: Membuat kita merasa bersalah. Manipulatif. Tak pernah meminta maaf. Tidak konsisten. Selalu menciptakan drama.
  4. Bagaimana cara menghindarinya? Putuskan percakapan. Berani katakan ‘Tidak’. Abaikan. Pergi saat mereka bahas topik negatif. Jika ia adalah atasan anda buang semua perkataannya dari pikiran anda dan lanjutkan hidup. Jangan Biarkan mereka memengaruhi anda secara emosional. Jangan terlalu banyak memberi penjelasan kepada orang tipe toksik.
  5. Hadapi tantangan. Jalani hari hari dimana semua terasa sulit. Tabah saat menghadapi apapun yang ada didepan jalan yang sedang ditempuh demi kebaikan. Mundur sedikit tak apa untuk kemudian maju dengan pesat dengan ilmu dan perspektif yang baru.
  6. Menerima kritik. Segera cari apa yang bisa dilakukan dengan saran yang diterima. Jadikan masukan sebagai tangga menuju pencapaian berikutnya. Menempatkan sekolah dan siswa di atas diri sendiri. Terobsesi untuk mencari solusi pada masalah belajar mengajar dan menjadi guru profesional, bukan masalah pribadi.
  7. Hati hati dan pandai memilih teman. Hindari menjadikan sesama guru yang hanya berorientasi materi dan sedang alami kelelahan jiwa (burn out) sebagai teman. Ciri cirinya adalah orang tersebut apatis, selalu berburuk sangka pada keadaan serta frustasi. Ingat pikiran dan perilaku jelek akan menular.
  8. Perilaku siswa tidak ada hubungannya dengan pribadi atau harga diri anda. Bersikaplah tenang saat siswa ada yang bermasalah dengan perilaku. Pelajari dan cari tahu dari guru guru yang pernah mengajarnya agar anda dapatkan resep dalam menimbulkan sisi baik anak tersebut.
  9. Perhatikan penampilan. Terlalu modis juga jangan. Pastikan bahwa orang lain nyaman berada didekat anda. Mari berpenampilan profesional saat yang sama juga tetap enak dilihat dan sesuai dengan di tingkat apa anda mengajar.
  10. Bersikap waspada dan hati hati saat di keramaian dan saat bersama dengan orang lain di tempat umum di sekolah. Bisa di ruang guru atau dalam acara di sekolah. Lakukan observasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Amati kebiasaan dan cara orang orang yang ada di sekitar anda agar tidak salah langkah. Hindari memonopoli barang atau alat kerja milik bersama.
  11. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Guru yang lain akan terlihat lebih sukses kalau yang dibandingkan adalah masa kerja atau jabatan. Bandingkan diri anda dalam kaca mata inovasi. Jika anda terbiasa berinovasi maka orang lain akan melihat kinerja dan pencapaian yang anda berikan pada sekolah dan bukan siapa anda dan sudah berapa lama anda mengajar.
  12. Pintar memotivasi diri sendiri. Saat anda kelelahan dan tidak punya motivasi. Ingat ingat murid anda di masa lalu yang karena anda sikap dan perilakunya sudah berbeda atau bahkan menjadi orang yang berhasil. Syukuri bahwa anda adalah bagian dari sebuah keberhasilan orang yang anda didik.

Pekerjaan seorang guru sebenarnya sangat simpel. Ada prinsip Mark (nilai), Plan (rencanakan) dan Teach (ajarkan). Ketiga prinsip tadi yang anda harus terus latih, poles dan refleksikan terus sudah sebaik apa anda melakukannya.

Cara terbaik adalah gunakan teknologi, kerjakan hal yang sulit dahulu dengan relaks dan fokus. Pahami diri anda sendiri dan punya ukuran khusus diri anda sendiri mengenai sosok guru yang sukses dalam mendidik dan terbuka untuk masukan dari siapapun. Dijamin anda akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter. Selamat mencoba

3 Solusi sukses mengajar kelas secara bersamaan (online dan offline)

Hampir semua guru saat ini diminta untuk mengajar kelas online dan offline secara bersamaan. Situasinya adalah separuh siswa menghadiri kelas secara langsung dan secara virtual. Guru di kelas secara susah payah berusaha memenuhi kebutuhan siswa di kelas dan online secara bersamaan. Guru sering merasa bersalah karena mereka tahu satu kelompok siswa lebih banyak menyita waktu dan perhatian. Seringkali, siswa di kelas memonopoli waktu dan perhatian guru karena mereka dapat mengajukan pertanyaan secara langsung.

Permasalahan yang sering timbul

1. Bagaimana mengelola pembelajaran dalam dua situasi. Pembelajaran luring dengan siswa yang ada di sekolah dan daring dengan siswa yang ada di rumah

2. Membagi perhatian kepada siswa secara bersamaan

3. Siswa yang kurang perhatian dan tidak tertarik

4. Waktu yang tidak cukup dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan siswa (dalam grup dan individu)

Berikut ini adalah solusinya:

Solusi dalam merencanakan pembelajaran. (untuk waktu silahkan disesuaikan)

Guru membagi waktu selama jam pelajaran dengan pembagian sebagai berikut. 1. Pembukaan pembelajaran dengan quiz singkat atau pemaparan materi 15 menit.

2. Dilanjutkan dengan 15-30 menit guru melakukan teknik Present-Pause-Discuss. Tiga tahap yang berarti guru menerangkan (present), guru berhenti menerangkan dengan mengecek pemahaman (pause). Dilanjutkan dengan guru mendiskusikan materi pembelajaran (discuss).

3. 15- 20 menit guru memberikan pemaparan materi dan memberikan kesempatan siswa untuk mengerjakan dengan bimbingan. Siswa boleh bertanya dan guru memberikan konsultasi.Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengerjakan secara mandiri.

4. Selama 15-20 menit. Guru dalam mengatur apakah siswa bekerja dalam kelompok yang ditentukan oleh uru berdasarkan kemampuan, campuran (agar siswa bisa belajar dari rekannya) atau grup yang sudah ditentukan untuk sebuah project tertentu.

5. Melakukan 5 menit refleksi pembelajaran dengan bertanya pada siswa. Guru bisa bertanya Apa 3 poin yang kamu ambil dari pelajaran hari ini? Apa hal yang masih kamu ingin pelajari ? Bagaimana kamu menceritakan pelajaran hari ini dengan teman mu yang tidak masuk?

Solusi mengaktifkan siswa.

1. Menggunakan teknik mengajar siswa dalam kelompok. Buat 3 kelompok. Ditiap kelompok siapkan penugasan bagi siswa. Lalu lakukan rotasi tiap 10 menit atau sesuai waktu yang anda miliki. Persiapkan dengan baik dan variasikan tugas tiap kelompok. Siapkan pekerjaan bagi siswa yang selesai lebih cepat.

2. Guru membuat video atau mengambil video yang cocok di youtube. Video berisi penjelasan guru mengenai materi pembelajaran. Lakukan penjelasan dahulu sebelum meminta siswa memutar video. Berikan siswa waktu untuk melihat dan mencermati video. Setelah itu lakukan kegiatan pasca siswa menonton video. Gunakan grouping seperti di point sebelumnya.

3. Guru memberikan semacam menu (playlist) yang berisi urutan perintah kegiatan pembelajaran yang bisa siswa akses dan lakukan secara mandiri. Guru menyediakan urutan kegiatan yang berisi aktivitas pembelajaran yang beragam dari awal hingga akhir. Dengan demikian siswa tetap sibuk dan terkendali oleh guru.

4. Menggunakan papan pilihan atau hyperdocs. Manfaat Papan Pilihan: Siswa senang saat diminta memilih akan mengerjakan tugas yang mana dulu. Siswa melakukan tugas yang berbeda beda. Siswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Guru dengan rileks memonitor siswa dan bisa dengan santai berdiskusi dengan siswa.

Solusi membuat siswa mau bertanya dan mendapatkan jawaban selama pembelajaran.

1. Lakukan strategi ‘3 before me’, atau bertanya kepada 3 hal/orang sebelum bertanya kepada guru. Langkah pertama: Minta siswa bertanya dahulu kepada Google atau melakukan pencarian jawaban mereka secara online. Langkah kedua : mencari jawaban lewat tutorial video YouTube. Langkah ketiga: bertanya pada teman sekelas (yang sedang online di rumah atau teman yang ada di kelas. Bagaimana jika belum juga ditemukan jawabannya? baru bertanya pada guru.

2. Jika siswa masih belum menemukan jawaban. Siswa bisa menggunakan aplikasi seperti Padlet, google forms atau ClassroomQ untuk bertanya agar guru dan siswa lain bisa membantu menjawabnya.

Situasi saat ini memerlukan guru yang senang mencoba dan belajar dari pengalaman yang ia lalui. Guru kreatif memaknai teknologi hanya sebagai alat. Dalam diri guru kreatif sudah lekat dengan keinginan untuk selalu menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi anak didiknya.

Selamat mencoba.

47Amalya, Iha Ikha and 45 others10 Comments20 SharesLikeCommentShare

Exit ticket : sebuah cara mengakhiri kelas dengan sukses

Seorang guru dalam mengakhiri kelas yang menjadi tanggung jawabnya mesti punya cara dan taktik. Alih alih siswa yang jika ditanyakan ‘apakah ada pertanyaan?’ pasti akan menjawab tidak ada. Ada istilah exit ticket yang berarti tiket yang guru berikan kepada siswa saat ia akan keluar dari kelas.

Saatnya guru mempunyai cara untuk membuat siswanya berpikir mengenai materi atau kegiatan yang ia ajarkan. Dibawah ini adalah pertanyaan yang bisa memandu guru dalam bertanya kepada siswa saat mengakhiri kelas yang ia ampu.

  1. Apa kata atau istilah baru yang kamu baru dengar hari ini?
  2. Sebutkan satu hal yang akan kamu ubah atau tambahkan dari pelajaran hari ini?
  3. Apa yang kamu rasakan dari pelajaran hari ini?
  4. Jika kita semua akan melakukan kuis di pertemuan berikutnya, apa hal yang kamu ingin lakukan/persiapkan?
  5. Bagaimana kamu akan menceritakan pelajaran hari ini kepada teman sekelas yang tidak hadir?
  6. Apa bagian favorit mu dari pelajaran hari ini?
  7. Apa yang mengejutkan mu tentang kelas hari ini?
  8. Hal apa yang kamu inginkan saya sebagai guru untuk mengubah di kelas ?
  9. Jika kamu diminta memberikan tambahan pertanyaan pada kuis hari ini, pertanyaan apa yang akan kamu tambahkan?
  10. Bagaimana cara mu membantu teman sekelas yang masih belum mengerti pelajaran hari ini?
  11. Sebutkan satu hal yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
  12. Apa bagian termudah dari pelajaran di kelas hari ini?
  13. Bagaimana pelajaran hari ini berhubungan dengan pelajaran sebelumnya?
  14. Menurut mu pelajaran selanjutnya akan membahas apa?
  15. Apa bagian tersulit dari kelas hari ini?

Diharapkan dengan guru mempunyai tehnik bertanya seperti diatas. Maka siswa akan keluar ruangan dengan niat dan pertanyaan baru dibenaknya. Guru pun akan lebih siap dalam mengajar di kelas dan kesempatan berikutnya dikarenakan mendapatkan umpan balik dari siswa.

Penilaian formatif tipe tanpa teknologi dan menggunakan teknologi. Mana yang cocok untuk anda?

Penilaian Formatif mengacu pada proses berkelanjutan yang dilakukan siswa dan guru ketika mereka:

  1. Fokus pada tujuan pembelajaran.
  2. Mengambil tolak ukur dan mencatat di mana hasil pekerjaan siswa saat ini dalam kaitannya dengan tujuan akhir pembelajaran.
  3. Mengambil tindakan yang diperlukan untuk bergerak lebih dekat ke tujuan pembelajaran.

Ada dua cara dalam melakukan Penilaian Formatif. Ada dengan teknologi yang minim serta teknologi Jarak Jauh yang dapat mempermudah pengumpulan data terkait Penilaian Formatif.

Penilaian formatif minim teknologi.

Berikut ini cara berteknologi rendah yang berbeda untuk mengukur pemahaman siswa:

  1. Pemeriksaan Siswa Individu-Ini bisa sangat bagus tidak hanya untuk penilaian formatif tetapi juga untuk kondisi sosial-emosional siswa .
  2. Breakout room-Penilaian formatif dapat memberi tahu kita banyak tentang apa yang siswa pahami tentang pembelajaran dan mana yang dilakukan. Sekarang dengan breakout room kelompok di Zoom, Teams, dan Google Meet, Anda tidak hanya dapat mengidentifikasi apa yang dibutuhkan siswa, tetapi juga memberikan lebih banyak instruksi langsung kepada kelompok yang lebih kecil.
  3. Tiket Masuk/Keluar-Memiliki form sederhana yang dapat Anda minta agar siswa menjelaskan apa yang mereka pelajari hari itu atau pembelajaran apa yang masih mengalami kesulitan dapat menjadi alat yang berharga dalam pembelajaran jarak jauh.
    Ide Tiket Masuk
    – Identifikasi 3 poin yang Anda ingat dari pelajaran kemarin
    – Hal yang paling menarik minat saya tentang topik ini sejauh ini adalah__
    – Saat ini saya merasa _ tentang pelajaran ini karena saya __
    Ide Tiket Keluar
    – Apa 3 poin yang Anda ambil dari pelajaran hari ini?
    – Apa 3 hal yang masih kamu ragukan?
    – Apa yang Anda harapkan untuk dipelajari dalam pelajaran kita berikutnya?

Penilaian formatif dengan menggunakan teknologi.

Plickers adalah alat pembelajaran gratis, dapat diakses, dan menarik yang digunakan oleh jutaan guru di seluruh dunia untuk menilai siswa mereka dan mengumpulkan hasil secara instan di kelas. Sebagai guru, Anda akan memiliki akses ke akun Plickers gratis.

Padlet. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan tanggapan individu terhadap sebuah pertanyaan, mengurutkannya ke dalam kategori, dan membuat representasi dari kurasi yang kemudian dapat dibagikan kepada siswa? Padlet dapat menyelesaikan tugas seperti itu dalam waktu kurang dari satu menit! Siswa dapat mengetik tanggapan mereka (secara anonim atau terkait dengan nama mereka) untuk sebuah pertanyaan atau prompt, yang kemudian muncul di Padlet (papan buletin virtual). Guru dapat memperbarui tampilan secara real-time dan mencari masukan siswa untuk mengkategorikan tanggapan atau menunjukkan hubungan.

Tiktok. Sesuai untuk siswa sekolah menengah (yang mungkin sudah mengunduh aplikasi populer di perangkat seluler mereka), guru dapat menugaskan siswa untuk membuat video TikTok berdurasi 60 detik atau kurang untuk menunjukkan pemahaman mereka. Siswa dapat membuat simulasi, sandiwara, analogi, atau ilustrasi pada aplikasi serbaguna dan mudah digunakan ini.

Formative, yang juga dikenal sebagai GoFormative, adalah alat berbasis web yang memungkinkan guru membuat penilaian, tugas, atau tugas formatif digital yang mudah diakses dari perangkat elektronik apa pun: laptop, tablet, atau smartphone

Poll Everywhere adalah layanan online yang memungkinkan guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Siswa menjawab pertanyaan menggunakan ponsel, Twitter, atau browser web mereka. Baik pertanyaan maupun tanggapan siswa ditampilkan secara langsung di Keynote, PowerPoint, dan/atau di web.

Socrative adalah sistem respons siswa berbasis cloud yang dikembangkan pada tahun 2010 oleh siswa sekolah pascasarjana yang berbasis di Boston. Hal ini memungkinkan guru untuk membuat kuis sederhana yang dapat dilakukan siswa dengan cepat di laptop – atau, lebih sering, melalui komputer tablet kelas atau ponsel cerdas mereka sendiri

Nearpod adalah alat online yang memungkinkan guru menggunakan pengajaran berbasis slide baik di kelas maupun dari jarak jauh (hybrid). Guru dapat membuat banyak sumber belajar interaktif berbeda yang memungkinkan siswa untuk terlibat dan belajar melalui perangkat mereka atau satu layar di dalam ruangan

9 cara mengembalikan motivasi siswa pasca belajar di rumah.

Ada dua tipe motivasi siswa yang wajib guru ketahui. Motivasi dari dalam dan dari luar. Motivasi dari dalam (intrinsik) didefinisikan sebagai siswa tergerak untuk bertindak untuk kesenangan dirinya atau tantangan daripada karena dihargai guru atau diberikan iming iming hadiah. Sementara motivasi dari luar (ekstrinsik) adalah ketika siswa menunjukkan perilaku positif karena penyebab luar seperti menghindari hukuman atau menerima hadiah. Walaupun demikian terkadang motivasi intrinsik dan ekstrinsik pada siswa dapat bekerja sama untuk membantu menyelesaikan tugas.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa motivasi dari dalamlah yang akan membuat siswa menjadi orang yang sukses dan mandiri di masa depan. Lalu apa peran guru dalam menumbuhkan tipe motivasi tersebut?. Guru memang bukan tukang sulap dan sihir. Hal yang dapat dilakukan guru adalah menciptakan lingkungan dimana tumbuh motivasi siswa dalam belajar di sekolah dengan kesadaran dan suka rela. Tentu bukan perkara yang mudah apalagi pasca hampir 2 tahun siswa belajar di rumah.

Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan dalam menumbuhkan motivasi siswa.

1. Aktivitas pembelajaran yang beragam. Pembelajaran yang pasif atau membuat siswa duduk diam lama mendengarkan adalah cara terbaik untuk membuat siswa bosan dan berpikir untuk kembali belajar online. Variasikan metode belajar anda. Dijamin siswa akan merasa bahwa dirinya diterima untuk belajar kembali dengan cara yang fun bersama anda sebagai gurunya.

2. Lakukan gamifikasi. Gamifikasi adalah menambahkan mekanisme permainan (ada skor, ada kelompok dan ada penghargaan) ke dalam lingkungan belajar untuk meningkatkan partisipasi siswa. Tujuan gamification adalah untuk menginspirasi siswa berkolaborasi, berbagi, dan berinteraksi.

3. Guru memberikan instruksi yang jelas. Membuat pembelajaran yang menarik tanpa instruksi yang terstruktur dan jelas hanya akan membuat siswa kebingungan. Untuk itu tantang mereka dengan pembelajaran yang menarik dan dengan instruksi yang jelas dan bertahap.

4. Berikan umpan balik dan bukan sekedar nilai. Sebuah angka nilai kurang memberikan dampak. Umpan balik serta saran konstruktif dari guru lah yang akan memperbaiki mutu pekerjaan siswa.

5. Buat skenario pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek akan membuat pembelajaran menjadi autentik. Hasil karya siswa tak akan sama dan menantang siswa senang untuk tampil berkarya sebaik yang ia bisa.

6. Rayakan pencapaian siswa. Merayakan sesuatu tidak harus dengan makan bersama. Bisa saja dengan menyebut nama siswa yang berubah makin baik sikapnya. Siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu disebut namanya keras keras di depan kelas sambil diberikan pujian.

7. Percaya pada kemampuan siswa. Berikan motivasi dan penguatan serta afirmasi positif. Siswa yang sering diberikan penguatan akan senang berbagi pengetahuan sesama rekannya. Meminta siswa berpresentasi di depan kelas akan membuatnya timbul rasa percaya bahwa dirinya adalah sosok yang bisa diandalkan.

8. Kenali siswa dan ingat namanya. Apalagi jika ini saat pertama mereka masuk kelas dan mengenal anda sebagai gurunya. Sebuah kelas bukan sebuah panggung untuk guru saja. Berikan kesempatan siswa untuk bersosialisasi sesamanya dengan cara yang sopan dan bebas tekanan.

9. Buat kelas anda menyenangkan. Sampaikan selalu kepada siswa anda lewat bahasa lisan dan tulisan bahwa kelas anda adalah kelas yang menyenangkan bagi semua yang ada didalamnya. Semua punya kesempatan untuk maju dengan positif lewat caranya masing masing.

Menerima siswa kita kembali masuk sekolah adalah bagaikan menerima titipan harta yang paling berharga dari Tuhan. Rencanakan semua kegiatan agar siswa merasa bahwa guru gurunya telah berubah.

Dari yang dulunya hanya minta didengar menjadi suka mendengarkan secara aktif. Dari yang tadinya senang memberikan tugas banyak banyak tanpa dinilai menjadi guru yang memberikan pembelajaran lewat proyek yang menarik untuk dikerjakan karena diberikan umpan balik demi perbaikan.

Saatnya guru tidak lagi mempertanyakan motivasi siswa. Justru dirinya lah yang punya tanggung jawab untuk membuat lingkungan dimana siswa senang belajar dan merasa diterima.

7 pertimbangan dalam memfasilitasi prinsip ‘merdeka belajar’ di era pembelajaran campuran (Blended learning)

Prinsip merdeka belajar dalam penerapannya berarti unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya punya kebebasan. Kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Dalam upayanya prinsip merdeka belajar mempunyai tantangan baru yaitu bagaimana menyelaraskannya dengan prinsip pembelajaran campuran (Blended learning).

Berikut adalah tujuh hal yang mesti dipertimbangkan dalam menyelaraskan prinsip merdeka belajar dan pembelajaran campuran.

1. Siswa. Guru yang profesional sudah punya pemetaan siswanya. Bisa pemetaan gaya belajar sampai kecepatan belajar. Siswa senang belajar dikarenakan ia merasa menemukan penugasan yang sesuai dengan kapasitas dirinya. Tidak lain dikarenakan guru sudah mempunyai data siswa dengan lengkap. Siswa juga merasa didengar dikarenakan guru selalu meminta umpan baliknya (feedback) di akhir pembelajaran. Secara rutin ia juga diminta mengisi self assessment atau penilaian terhadap diri sendiri.

2.Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru memberikan siswanya fleksibilitas dalam pemberian tugas. Dari segi waktu, pengerjaan dan hasil akhir. Guru membuat goal setting atau merencanakan tujuan akhir pembelajaran bersama dengan siswa.

  1. Penyelarasan dengan assessment nasional. Asesmen Nasional.
    Berbasis Komputer (ANBK) adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil. Prinsip merdeka belajar jika dikaitkan dengan ANBK ini maka menjadi tugas sekolah untuk bersama sama semua pihak menaikkan standar bersama sama agar hasil pemetaan nya positif. Sekolah mempunyai program untuk melakukan perbaikan sambil terus berinovasi.

4. Manajemen sekolah. Dari sisi manajemen sekolah mesti sadar tugas fungsi bagaimana mengelola 8 standar nasional pendidikan agar lingkungan belajar yang ada bisa menjawab tantangan era digital learning. Manajemen sekolah memfasilitasi guru agar dibekali metode dan keterampilan terkini. Diperlukan kemampuan kewirausahaan (berinovasi) dari manajemen sekolah agar bisa sukses menyelaraskan antara merdeka belajar dan pembelajaran campuran.

5. Kurikulum. Untuk mensukseskan merdeka belajar dari segi kurikulum, sekolah diharapkan untuk tidak lagi kaku. Sekolah punya keleluasaan dalam mengembangkan kurikulum yang dikerjakan oleh tim gurunya. Hal ini agar sekolah punya kurikulum yang punya target yang jelas dan kekinian. Pilihan terbaik ada pada Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek.

6. Sistem penilaian siswa. Sistem penilaian proses belajar hasil siswa yang dimodifikasi. Sekolah tidak bisa lagi kaku dalam menilai. Apalagi hanya menyasar siswanya saat menilai. Tanpa guru itu sendiri berefleksi mengenai penugasan yang ia berikan. Guru bertanya pada diri sendiri. Apakah penilaian ini mengenai hasil akhir atau prosesnya? Apakah pendapat siswa diperhatikan (feedback) mengenai mutu penugasan yang diberikan?

7. Peran komunitas sekolah. Apakah orang tua siswa di sekolah anda mengetahui perubahan ini? Seberapa besar mereka terinformasikan mengenai arah kebijakan terbaru dari Kementrian. Support dan pendampingan apa yang bisa diharapkan dari orang tua siswa. Apakah komite sekolah masih cukup efektif dalam mewujudkan tujuan pendidikan dan membantu sekolah dalam berinovasi?

Tujuh hal diatas hanya bisa terjadi pada sebuah sekolah dimana guru dan manajemen sekolahnya terbuka pada saran dan masukan. Saat ini semua visi di sekolah mesti disesuaikan kembali dengan tantangan merdeka belajar dan pembelajaran digital. Semua elemen pemangku kepentingan di sekolah mesti duduk bersama dalam menulis kembali arah pengembangan sekolah.

The goal of innovation is not how to change education , but how education can change the world . Tujuan dari sebuah inovasi bukanlah bagaimana mengubah sebuah sistem pendidikan, tetapi bagaimana agar pendidikan itu sendiri dapat mengubah dunia

5 cara me’restart’ sekolah dan cara mengajar dalam menghadapi tantangan perubahan.

Apakah HP anda pernah ‘ngelag’? Itilah ngelag adalah bahasa murid kita sekarang ketika mereka main game dan game tersebut lambat/kurang responsif saat dimainkan. Jika mengalami hal seperti itu yang saya lakukan biasanya adalah merestart gawai saya.

Jika anda adalah guru atau kepala sekolah. Apa yang akan anda lakukan jika sekolah atau kelas anda ‘melambat’ kinerjanya?

Prof. Clayton Christensen, pencipta teori disrupsi, pada tahun 2014 memberikan prediksi : “50% dari seluruh universitas di AS akan bangkrut dalam 10-15 tahun ke depan.” Penyebabnya, karena universitas-universitas itu terdisrupsi oleh beragam terobosan inovasi seperti online learning dan MOOCs (Massive Online Open Courses). Pandemi yang sedang dialami dunia ternyata mempercepat ramalan ahli tersebut.

Pakar dan lembaga think tank global tersebut menjadi wake-up call bagi stakeholders pendidikan kita. Bahwa kalau dunia pendidikan dikelola dengan cara-cara yang BAU (business as usual) pada akhirnya akan menjadi obsolete (usang), tak relevan, dan akhirnya melapuk.

Mari melihat situasi dunia persekolahan kita saat ini. Selalu ada kekhawatiran namun ada juga optimisme. Apa yang membuat khawatir? Ada learning loss (Kehilangan Pembelajaran). Hal lain yang dikhawatirkan adalah menurunnya disiplin siswa karena lama tidak tersentuh oleh aturan. keduanya adalah akibat berhentinya pembelajaran tatap muka.

Hal apa yang masih membuat tetap optimis? kerja sama guru dan orang tua yang erat karena keharusan orang tua jadi guru anaknya di rumah. Guru guru yang makin terampil gunakan teknologi untuk mengajar jarak jauh. Dari grup whatsapp sampai menggunakan Learning Management System semacam kelas virtual.

Sekarang mari gabungkan keduanya. Demi untuk ‘merestart’ sekolah atau kelas anda. Berikut adalah lima caranya:

  1. jika anda adalah pemimpin di unit anda (kepala sekolah dll) tempatkan diri anda sebagai pembelajar. Pemimpin yang sejati tidak malu mengakui dirinya tidak tahu. Ia bahkan tampil mensupport bawahannya untuk lebih maju. Pemimpin tidak khawatir kehilangan pamor dan wibawa saat ada anak buahnya yang lebih pintar. Tugasnya malah menjadi lebih ringan jika anak buah nya lebih pintar darinya. Dengan demikian si pemimpin itu fokus saja pada nilai nilai prinsip yang menjadi proritas bagi perbaikan dan perubahan ke arah lebih baik.
  2. Sekolah sibuk menyadarkan beratnya tantangan didepan. Ada dua tipe sekolah sebagai lembaga pendidikan. Tipe pertama sekolah yang mempersiapkan muridnya untuk masa depan. Tipe kedua adalah sekolah yang memberikan kenyamanan bagi orang dewasa (guru) untuk hidup nyaman di ‘masa lalu’.
  3. Sekolah menggunakan gaya berjejaring (networking) dalam tata kelolanya. Dalam artikel Harvard Business Review 2012, John Kotter, memperkenalkan konsepnya mengenai network (jejaring) dalam organisasi. Terbukti membantu mengembangkan organisasi dengan lebih cepat dan gesit. Sebuah sekolah tentu saja tetap membutuhkan hierarki untuk “berjalan dan beroperasi”, tetapi gaya koordinasi ‘networking’ dapat membantu sekolah beradaptasi dan menghadapi tantangan jaman.
  4. Sekolah mengubah cara pandang mengenai nilai. Selama ini guru mendapatkan nilai dengan mencari kesalahan. Memberikan siswa masukan dengan cara mengkritik dan menghakimi. Padahal cara yang benar adalah dengan memberikan feedback atau umpan balik. Jika sebuah sekolah sudah bertransformasi maka pertanyaan orang tua siswa kepada anaknya bukan ‘kamu dapat nilai berapa?’ menjadi ‘pengetahuan/keterampilan apa yang sudah kamu kuasai’. Bahaya terbesar dari sekedar mengejar nilai adalah orang tua siswa merasa bahwa anaknya nilai nya tinggi namun tidak menguasai konsep-konsep yang penting untuk ke jenjang berikutnya.
  5. Sekolah mereview atau mengevaluasi lagi visi misinya. Penyebabnya adalah 65% anak-anak kita yang kini memulai sekolah nantinya bakal mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang saat ini belum ada. 75 juta (42%) pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot dan artificial intelligence pada tahun 2022 (World Economic Forum, 2018). 60% universitas di seluruh dunia akan menggunakan teknologi virtual reality (VR) pada tahun 2021 untuk menghasilkan lingkungan pembelajaran yang imersif (Gartner, 2018).

Anak didik kita saat ini adalah generasi yang menolak untuk digurui. Ia adalah sosok yang lebih ingin agar guru gurunya menjadi sosok mentor, motivator, dan teladan yang bisa mereka dengar dan tiru. Mereka adalah self-learner yang selalu mencari sendiri pengetahuan yang mereka butuhkan melalui youtube dan sumber pengetahuan lain yang dinamis dan menawarkan keluasan berpikir sesuai dengan minat bakat mereka.

Sinyal/alarm perubahan bisa datang dari siapa saja. Bisa datang dari guru muda biasa yang baru ‘kemarin sore’. Bisa datang dari guru senior, orang tua siswa atau bahkan dari peserta didik kita sendiri di kelas.

Saatnya sekolah dan guru merestart cara pandang dan praktek belajar mengajar dengan tujuan untuk lebih tanggap terhadap tantangan masa depan.

%d blogger menyukai ini: