​6 Tips melakukan seleksi kepala sekolah dari internal sekolah

Artikel ini hanya akan relevan dalam lingkup Sekolah swasta. Di sebuah sekolah swasta yang  mapan, akan banyak tersedia guru guru yang masa mengajarnya cukup lama dan mumpuni. Apalagi jika sekolah Itu sehat bisa membayar dengan pantas gaji guru yang bekerja di dalamnya. Biasanya ada banyak guru yang bertahan mengajar bahkan sejak sekolah itu berdiri. 
Lalu datanglah saat sekolah memerlukan pemimpin baru dikarenakan pemimpin lama pensiun atau pindah memimpin di sekolah lain. Jika yayasan ingin memilih kepala sekolah dari dalam ini tipsnya.

  1. Pilih guru yang punya masa kerja lebih dari 5 tahun. Masa kerja penting untuk mengukur kesetiaan.
  2. Berikan waktu 2 minggu untuk masa pendaftaran. Menjadi kepala sekolah adalah keputusan yang besar dalam hidup seorang guru yang begitu mencintai kelas dan murid yang ia ajar. Kandidat juga perlu meyakinkan orang terdekat bahwa keputusan yang ia ambil Benar.
  3. Lakukan wawancara semua kandidat, sekolah mungkin punya kandidat namun sekolah wajib mewawancarai semua orang yang berminat. Waktu wawancara paling lama 1 jam.
  4. Gender bisa guru pria atau guru wanita, semua punya hak yang sama. Kecuali jika sekolah anda beranggapan lain.
  5. Pilih yang rekam jejaknya baik, ia adalah sosok yang bisa menempatkan diri. Jika ia masih terhitung muda perhatikan cara ia bergaul dan menempatkan diri. Apakah ia bisa bersinar karena menginjak orang lain? Jangan pilih anak muda yang pintar dan bagus cara mengajarnya namun bersedia korbankan orang lain demi kecemerlangannya. Hindari juga memilih guru senior yang cakap dalam bekerja namun ‘batu’ dalam sifat dan cara berpikir. 
  6. Silakan pilih orang yang ambisius. Tinggal  pertimbangkan, apakah ambisinya demi kemaslahatan bersama atau sekedar demi kepentingannya pribadi.

Memilih kepala sekolah dari ‘dalam’, bukan berarti sekolah meniadakan aspek publikasi. Pasang iklan secara internal dan eksternal. Secara internal sekolah bisa umumkan lewat email internal, atau simpel saja, print tempel atau bagikan pada semua guru. Secara eksternal pasang iklan di situs lowongan kerja online atau surat kabar. Biarkan mereka yang berminat berpikir bahwa ini   kompetisi yang adil dan terbuka. 

4 tips strategis mikro teaching guru TIK

Mengajar matpel TIK memang sangat menantang. Di satu sisi siswa kita sekarang sangat terampil menggunakan TIK, di sisi lain siswa tetap perlu mendapatkan pembelajaran dari guru yang pandai menstimulasi dan membuat pembelajaran TIK menjadi bekal siswa dalam menjalani kariernya sebagai pembelajar.

Tulisan ini berguna jika anda mengajar TIK atau akan melakukan micro teaching TIK di sekolah yang anda lamar.

  1. Buat RPP sedetail mungkin, RPP bisa juga menyertakan mind map atau peta pikiran mengenai bagaimana tahap anda akan mengajar. Orang lain akan membayangkan bagaimana anda akan mengajar dengan membaca pemaparan anda di RPP. Buat RPP anda sendiri, menggunakan RPP orang lain hanya akan membuat anda tidak fasih dalam laksanakan proses pembelajaran.
  2. Selalu masukkan aspek pembelajaran kooperatif saat anda mengajar, apapun metode/strategi/ model yang digunakan selalu lakukan tahap ini

model-pembelajaran-kooperatif-11-638.jpg

3. Dalam pembelajaran TIK guru tidak bisa lagi andalkan dirinya sebagai satu satunya sumber. Ia mesti utamakan faktor eksplorasi. Untuk itu guru mesti gunakan cara seperti di bawah ini untuk lebih membuat siswa mengerti ada di tahap pengetahuan yang mana ia berada saat gurunya bertanya. Dengan seringnya guru mengecek pemahaman siswa maka siswa akan mudah dilacak sejauh mana siswa tahu bahwa ia ‘tidak tahu’.

376b57e6485c49e506c0292363014b01

4. Saat mengajar TIK penting bagi guru untuk mempunyai team ahli yang bisa membantu guru dalam memberikan masukan pada rekannya. Pilih siswa yang punya kemampuan lebih, caranya berikan kuis singkat dan pilih siswa yang bisa menjawab. Dengan mempunyai siswa yang bisa membantu, kelas akan menjelma jadi tempat dimana antar siswa terjadi transfer pengetahuan, tidak hanya dari guru ke siswa tapi juga siswa ke siswa.

Tips agar siswa tidak cepat bosan dan kelas tetap kondusif

Cara mengajar di sekolah dan di bimbingan belajar sangatlah berbeda pak, nah saya saat ini mengajar anak anak SD di bimbingan belajar terkadang saya kewalahan pak karena mengajar di bimbingan konon membuat siswa cenderung cepat bosan karena guru yang sering aktif dari siswa, gimana kira” solusi agar siswa di kelas tidak cepat bosan dan suasana kelas tetap kondusif??

Pertanyaan diatas hadir menjadi tanggapan mengenai bagaimana mengajar kelas bimbingan belajar di blog saya ini. Pertanyaan diatas juga biasa ditanyakan oleh guru sekolah formal.

Tanggapan saya mengenai hal ini adalah:

crig1gluiaetji9

  1. guru mesti tahu,apa yang siswanya ‘tahu’ dan’ tidak tahu’. Tidak banyak guru yang rela mencurahkan apa waktu dan tenaga untuk menjawab hal ini. Hal yang biasa terjadi adalah guru langsung saja mengajar apa yang ingin ia ajarkan tanpa kemudian menyadari betul titik tolak pengajaran yang diperlukan siswanya. Untuk mengatasi hal ini caranya adalah melakukan hal yang disebut sebagai penilaian yang komprehensif (lihat gambar diatas)
  2. guru hanya boleh aktif saat perencanaan. Jika guru aktif pada saat pelaksanaan atau proses pembelajaran berarti ada yang salah dalam perencanaan anda. Lakukan proses perncanaan dengan baik, siapkan skenario, alat tulis, kertas, lembar kerja, permainan atau bahan bacaan bagi yang telah selesai dan lain sebagainya. Dijamin kelas anda sibuk dengan bermakna. Saat proses belajar mengejar berlangsung anda menjelma jadi dirijen orkestra yang membiarkan semua siswa di kelas anda tampil dengan potensinya.
  3. Sebagai guru anda hadir bukan untuk mendengarkan mereka, apalagi curhat diluar konteks, karena kalau terlalu banyak akan berbahaya. Guru hadir untuk mengajak mereka melakukan kegiatan yang mengasyikkan untuk kemudian anda hanya akan mendengarkan cerita seru pada saat mereka mencoba, bereksperiman, membandingkan dan menghasilkan karya pada jam anda mengajar.
  4. kelas yang kondusif ukurannya bukan waktu yang panjang dan mata pelajaran yang sulit. Ukurannya adalah pada seberapa senang anak melakukan apa yang kita minta dan seberapa banyak informasi mengenai perkembangan siswa kita yang kita dapatkan saat mengajar mereka. Minta mereka menulis refleksi dan nilai mereka dengan penilaian yang komprehensif.
  5. Ukuran kelas yang kondusif adalah kelas yang berbunyi seperti lebah (tawon). Kelas tetap terkendali saat yang sama juga sibuk. Apa yang menyibukkan mereka? hal yang menyibukkan mereka adalah pekerjaan yang menantang, lembar kerja yang membuat mereka tertantang dan campuran antara sulit dan mudah.

 

13 ciri guru profesional

High School Students With Teacher In Class Using Laptops

Tulisan ini pertama kali dibuat 6 November 2009

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama.

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
Baca lebih lanjut

4 hal yang mesti dikuasai guru profesional lulusan PPG

sm3t_angkatan_v_undana

Jika mendengar kata guru profesional, maka yang terbayang di kepala adalah sosok yang mumpuni dan kaya akan strategi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Ia hadir sebagai sosok yang siap mencoba hal dan strategi baru dalam pelaksanaannya. Pemerintah lewat program PPG (program pengembangan profesi guru). Saya sarikan dari blog Berkat Panggabean di portal qureta mengenai PPG

(http://www.qureta.com/post/ppg-tepat-membentuk-guru-profesional)

Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi solusi yang dipilih oleh pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas guru-guru kita.

PPG berlangsung selama 1 tahun, di mana pola pendidikannya dengan sistem asrama di berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang sudah diakreditasi oleh pemerintah dan mencapai indikator-indikator yang sudah ditentukan.

Memang PPG dalam beberapa tahun ini belum dilaksanakan secara umum. PPG masih dikhususkan untuk alumni-alumni Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) yang sudah mengadikan dirinya di daerah terdepan bangsa ini selama 1 tahun penuh. Dengan pengabdian ini pemerintah memberikan subsidi untuk para sajana muda ini mengikuti PPG guna menciptakan guru-guru muda yang memiliki visi-visi segar demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Pelaksanaan PPG dibagi menjadi 2 semester, di mana semester I adalah Workshop pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar, Model pembelajaran, Media Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Penilaian. Di mana dalam proses workshop harus ada produk yang dihasilkan dan semuanya itu akan diuji dengan pelaksanaan Peerteaching sehingga segala perangkat tersebut akan diuji apakah sudah tepat atau tidak.

Jika masih kurang tepat maka akan direvisi. Untuk semester 2 akan ada tahap Program Pengalaman Lapangan (PPL) dimana kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah bonafit yang berada di sekitar LPTK pelaksanaan PPG tersebut. Sejalan dengan kegiatan PPL setiap peserta juga harus membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna evaluasi kepada peserta untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran berikutnya.

Setelah membuat PTK maka peserta juga harus mengikuti Ujian Tulis Nasional (UTN) sebagai pengukuran kemampuan peserta. Dalam PPG ini penilaian bukan hanya dari nilai-nilai akademik akan tetapi juga ada penilaian kehidupan berasrama.

Dari penjelasan diatas bisa dicerna bahwa sudah ada niat yang baik dan besar dari pemerintah dalam menumbuhkan bibit guru profesional. Sebutan profesional datang dari tempaan yang dahsyat di lapangan. Untuk itu dalam menciptakan guru profesional agar PPG yang dilaksanakan tidak sia sia, ia memerlukan hal-hal berikut ini

  1. Guru setelah PPG mesti diberikan kemampuan berkolaborasi. Guru yang penuh akan pengetahuan dan skill akan frustasi jika berhadapan dengan suasana kerja yang keras dan tak mau berubah. Apalagi di sekolah yang aura senior dan yunior kental terasa. Ilmu yang dipunyai lulusan PPG akan padam dan mentok oleh rasa keakuan dari para senior di sekolah tempat ia ditempatkan.
  2. PPG mesti juga menyiapkan kemampuan guru untuk berperan sebagai middle management, artinya guru yang punya pengetahuan yang banyak biasanya akan otomatis diberi peran, akan sangat berguna jika seorang guru lulusan PPG punya kemampuan menggerakkan guru lainnya. Menjadi agen perubahan dan bukan hanya kaya pengetahuan namun minim inovasi.
  3. Guru profesional bukan lagi mengenai kemampuan dan pengetahuan yang banyak dan terkini, namun guru profesional adalah sosok yang tahu kapan mengeluarkan ‘senjata’apa. Dengan demikian ia mesti dibekali kemampuan adaptasi dan pembelajaran kreatif yang tidak sesuai pakem alias menyesuaikan keadaan lingkungan.
  4. Dari penjelasan diatas guru peserta PPG belum diberikan kemampuan mengenali siswa berkebutuhan khusus. Guru yang lebih senior di lapangan akan banyak bertanya pada guru yang ia anggap lebih mumpuni mengenai kondisi anak di kelasnya utamanya jika ada anak yang ‘dicurigai’ berkebutuhan khusus. Akan sangat baik sekali jika ia menjadi temoat bertanya dari guru yang ingin tahu mengenai siswa berkebutuhan khusus.

5 Ciri kepala sekolah SMK yang menginspirasi

inovasi
Ilustrasi Foto

Cerita ini adalah mengenai seorang kepala sekolah SMK yang hebat. Saya mendapatkan cerita ini dari teman baik yang terinspirasi olehnya. Kepala sekolah di SMK yang ditemui rekan saya ini adalah sosok yang tak ubahnya seorang CEO. Ia menjadi nakhoda serta pelaksana visi dari jalannya sekolah yang ia kepalai dan pertanggung jawabkan pada dinas pendidikan.

Apa bedanya kepala sekolah ini dari kepala sekolah SMK lainnya:

  1. Buatnya ukuran keberhasilan seorang kepala SMK adalah seberapa baik dunia usaha di daerahnya mengenalnya
  2. Senang menantang staffnya dengan memberangkatkan kunjungan ke luar negeri, dan selalu dikirim ke negara yang punya tatanan masyarakat yang dianggap maju dari segi kultur. Dana ia dapatkan dari kerja sama dengan dunia usaha.
  3. Ia tidak mau sekolahnya hidup dari dana BOS, buatnya SMK mesti hidup dari kerja sama dengan dunia usaha.
  4. Urusan administrasi ia serahkan pada bawahannya saat yang sama ia lakukan pendelegasian tugas dengan baik dan terkontrol.
  5. Pembawaan dan cara membawakan dirinya bukan seperti birokrat namun mirip mereka yang ada di dunia usaha. Ini penting karena target beliau adalah dunia usaha mau kerja sama dengan sekolahnya. Untuk itu ia merasa bahwa dunia usaha mesti didekati dengan pendekatan yang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

SMK punya peran yang sangat strategis sekarang, saat yang sama angka pengangguran justru banyak yang berasal dari lulusan SMK. Sebuah tanda tanya besar. Untuk itu diperlukan kemauan dan usaha dari segenap kepemimpinan sekolah untuk mau melakukan semua hal yang mungkin dan bisa demi dekatkan siswanya pada dunia usaha.

Baca lebih lanjut