Andalan

9 cara meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru

images (3)Kepala sekolah dan pemilik sekolah (sekolah swasta) kerap mengalami kebingungan serta ketidakpastian dalam upaya meningkatkan kualitas mengajar dan kompetensi pribadi para guru yang mengajar di sekolahnya. Sebenarnya seberapa penting untuk meningkatkan keterampilan mengajar seorang guru?

Jika masih ragu bayangkan saja perangkat hp atau smart phone yang kehabisan baterai (low bat), seperti itulah bayangan seorang guru yang jarang dilatih dan diberikan tambahan ilmu terkini dalam mengajar. Cara mengajarnya menjadi konvensional dan kerap dikeluhkan oleh orang tua siswa. Ujung dari semuanya adalah guru menjadi tidak bersemangat dan cenderung hanya mengajar sebagai rutinitas saja.

Sebenarnya pelatihan apa yang diperlukan bagi seorang guru agar cara mengajarnya kreatif sekaligus guru menjelma menjadi sosok yang profesional dalam membawakan diri dalam keseharian dan tangkas berkomunikasi pada orang tua siswa.

Manajemen kelas yang kondusif

Mengapa pelatihan ini penting ?

  1. Guru mengetahui bagaimana mengelola kelas menyesuaikan dengan prinsip pembelajaran Abad 21
  2. Mengetahui bagaimana mengatur kelas sesuai dengan prinsip pembelajaran dalam Kurikulum 2013
  3. Mengetahui dan bisa mempraktekkan bagaimana membentuk lingkungan pembelajaran yang kondusif
  4. Mengatasi dan mencegah bullying, dari siswa ke siswa, guru ke siswa dan siswa ke guru.
  5. Memberikan siswa motivasi,  membentuk karakter siswa melalui disiplin yang positif
  6. Bagaimana membentuk kesepakatan kelas dan peraturan kelas yang dipatuhi oleh siswa.

Lanjutkan membaca “9 cara meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru”

Iklan

3 Cara selamatkan guru yang bosan dan tak betah lagi mengajar.

Ada kalanya guru bisa merasa bosan, tidak tahu arah dan merasa bahwa profesinya tidak seru lagi untuk dijalani. Penyebabnya bisa bermacam macam, dari rekan kerja yang dominan sampai atasan yang kurang mengasyikkan, otoriter bahkan cenderung mau menang sendiri.

Ketika seseorang sudah memilih profesi, jalan berikutnya hanya dua, yaitu jalani dan nikmati. Menikmati kaitannya erat dengan bersyukur dan memaknai setiap kesusahan sebagai sarana untuk naik kelas dan batu uji agar semakin mahir.

Namun bagaimana jika niat untuk menikmati dan menjalani jadi tidak fokus karena faktor yang tidak kita persiapkan sebelumnya. Di sekolah swasta misalnya, faktor kepala sekolah dan Yayasan juga menentukan seberapa besar keinginan seorang guru untuk bertahan, selain faktor pengupahan dan apresiasi. Hal yang unik adalah sudah semuanya mendukung pun, sebuah sekolah swasta bisa saja berkurang guru guru nya ketika ada lowongan CPNS.

Tulisan ini saya tujukan bagi guru guru yang merasa terjebak ada di sekolah yang suasana nya kurang mendukung namun masih senang dan cinta pendidikan.

1. Anda mesti percaya dan yakin, keberadaan anda di sekolah hanya untuk siswa khususnya, dan lebih luas lagi demi pendidikan Indonesia yang lebih baik, lebih luas lagi demi bangsa dan negara. Dengan cara ini anda akan lebih sabar menjalani proses sebagai pendidik dan tidak mudah patah saat bertemu dengan kepala sekolah yang pakai kaca mata kuda, atau Yayasan yang pelit sampai orang tua siswa yang seenaknya. Sebab jarang guru yang ingin berhenti sebagai guru karena tingkah siswanya, yang ada pasti karena alasan lain.
2. Cari Komunitas, dalami hobi sampai bekerja sama keras nya diluar sekolah. Jika ingin mendalami profesi guru ada istilahnya teacherpreuner, istilah dimana guru boleh berusaha yang segaris dengan profesinya sebagai pendidik. Apa itu? Silakan pilih mau jadi guru les (bukan buat muridnya sendiri) menjadi pembuat konten pendidikan, sampai menjadi trainer bagi sesama guru. Semua hal itu akan membuat anda kenal dengan sesama guru dari sekolah lain sampai bertemu dan berjumpa dengan guru yang punya hobi yang sama. Jika itu terjadi saya jamin anda akan kembali ke sekolah dengan rasa bersyukur bahwa tantangan yang anda alami tak seberapa.
3. Ikut kompetisi, jadilah kreator atau orang yang gemar mencipta. Ikutlah aneka kompetisi dalam dunia belajar dan mengajar. Ada banyak kompetisi di dunia guru yang pemenang nya dia lagi dia lagi. Bukti bahwa hanya orang itu dan itu lagi yang berani bertarung ide dan gagasan. Ikutlah kompetisi bukan karena ingin menang tapi karena ingin tahu seperti apa sang juaranya. Dijamin anda belajar mencipta dengan cara yang unik dan menyenangkan, syukur malah kalau bisa jadi pemenang. Anggap itu bonus. Jika sering ikut lomba anda akan lupa dengan sikut menyikut di sekolah dan semua hal yang tidak mengenakkan yang anda alami. Berganti dengan keseruan berkompetisi, bahkan jadi langganan juara lomba saat sudah tahu seperti apa biasanya yang juri mau

Akhirnya saran diatas hanya untuk guru yang berani. Berani dalam hal mengelola hal yang tidak mengenakkan dalam kehidupan sebagai pendidik. Jika masih tiga saran diatas berat buat dilaksanakan, lebih baik alih profesi, segera dan secepatmya, mumpung waktu masih ada.

Cara jitu memotivasi siswa dan anda sendiri

Memotivasi siswa bukan perkara gampang. Walaupun bukan perkara gampang masih saja guru melakukan pendekatan yang sama dari waktu ke waktu, apa itu? Dengan cara memberi nasihat dengan harapan nasihat nya manjur. bagaimana jika bagaimana tidak mempan? Gampang itu berarti masalah ada pada anak itu.

Tak heran jika sekolah cenderung cari jalan singkat Dan potong kompas. Bulan depan mau UN, segera panggil motivator, dan diceramahi lah anak anak yang akan ikut ujian agar termotivasi.

Padahal

1. Siswa yang punya motivasi hanya bisa dilahirkan dan dibentuk oleh guru yang juga punya motivasi
2. Motivasi siswa lahir dari usaha yang terstruktur dan terencana dari semua pihak yang ada di sekolah.

Lantas apa yang bisa guru lakukan demi menciptakan siswa yang punya motivasi yang kuat untuk belajar?

1. Guru mesti sering bercerita bagaimana dirinya mengalahkan rasa enggan saat ingin maju. Siswa pun akan merasa bahwa pergulatan demi kemajuan diri dan lingkungan memerlukan usaha pribadi untuk lakukan perubahan. Guru yang tidak masuk hitungan adalah guru yang merasa cukup dan tidak mau belajar lagi, atau guru yang merasa dirinya lah yang paling benar dan sudah benar, maka tidak perlu repot memahami siswanya.
2. Sering sering lah membuat studi kasus yang mesti mereka pecahkan dalam kelompok, sesuai dengan kompetensi yang anda minta mereka untuk kuasai. Siswa akan termotivasi jika diminta memecahkan atau mencari jalan keluar yang sifatnya praktikal dekat dengan kehidupan keseharian serta menantang untuk dicoba.
3. Guru luangkan waktu untuk belajar menilai kinerja siswa dengan beragam instrumen penilaian. Siswa akan kurang termotivasi jika guru sudah sedemikian kreatif nya dalam mengajar namun ujungnya masih meminta siswa mengisi pilihan ganda sebagai sarana menguji (hanya) pengetahuan. Bagaimana dengan usaha siswa? Sayang sekali jika dilewatkan dan tidak dinilai.

Sebuah kelas yang berisi siswa yang punya motivasi adalah yang didalamnya ada visi dari si guru akan bagaimana dan kemana ia membawa siswa menghadapi tantangan jaman. Visi guru hanya akan berhasil jika ada rasa saling percaya dan selalu ingin melibatkan siswa dalam dunia ‘nyata’, lewat serangkaian aktivitas yang seru dan kegiatan yang mendekatkan siswa untuk menemukan passion pribadinya sekaligus menggugah kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari lingkungan yang lebih luas.

Ingin jadi guru yang didengar oleh siswanya?

Seminar pendidikan apapun kalau temanya tentang bagaimana menjadi tipe guru yang dirindu dan dinanti siswa, pasti menggoda guru untuk ikut. Hal ini dikarenakan guru belum merasa lengkap hidupnya kalau belum punya ‘follower’.

Tulisan singkat ini akan membahas bagaimana membuat siswa bersedia mendengarkan dan menurut apa yang guru katakan

1. Temukan selalu sisi baik dari setiap siswa lalu katakan hal tersebut kepadanya. Siswa senang jika guru sampaikan hal yang unik dan baik mengenai dirinya. Selalu ada sisi baik dari setiap siswa, hanya saja label dari lingkungan atau guru sebelumnya menjadi penghalang untuk guru menjadi sosok yang obyektif
2. Siswa merasa diri anda ‘ada’ sebagai guru saat ia memerlukan. Jadilah pendengar yang aktif, sediakan waktu di sela kesibukan anda. Target kan tiap minggu sempatkan bicara ‘dengan’ siswa anda dan bukan ‘kepada’ siswa anda.
3. Jadilah contoh sebagai sosok pembelajar. Cirinya adalah guru tampil dan selalu berusaha untuk bertingkah laku dan berperilaku baik. Jika dua kebiasaan itu anda lakukan, lama kelamaan akan jadi karakter. Semua siswa akan malas dengar nasihat atau ceramah namun akan langsung patuh pada kata kata dari orang yang berkarakter.

Sebenarnya fokus dari guru bukan mencari siswa yang bisa patuh/menurut/kompak kepadanya. Fokus guru adalah mengajar dan memberi nilai lebih dari setiap interaksi dengan siswanya. Guru pun bisa mengukur dirinya sendiri. Apakah jika ia menjadi murid apakah dengan senang hati mengikuti arahan dan kata kata dengan sosok guru macam ini?

Would you follow you?

Teknik membuat siswa mampu bertanya saat pembelajaran.

C6z3YkiWwAECUbZ

Salah satu hal yang ditakutkan oleh seorang siswa selain berbicara di depan umum adalah takut untuk memberikan pertanyaan. Biasanya siswa takut memberikan pertanyaan dikarenakan khawatir disangka mengetes guru sampai khawatir dianggap bodoh. Padahal bertanya adalah inti dari pengetahuan dan tanda bahwa seseorang mau belajar.

Untuk itu guru strategi ini perlu dicoba;

1. Ajarkan pada siswa apa saja jenis pertanyaan. Caranya minta mereka menulis pertanyaan apa saja mengenai topik yang anda ajarkan. Pertanyaan apa saja boleh dan mohon tidak menghakimi mana pertanyaan benar dan salah, namun cukup pastikan bahwa mereka ‘bertanya’ dan bukan memberikan pernyataan.
2. Lalu jelaskan bahwa pertanyaan ada dua jenis, ada terbuka dan tertutup. Pertanyaan terbuka adalah Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memerlukan jawaban penuh yang menggunakan pengetahuan atau perasaan subjek itu sendiri. Pertanyaan terbuka bersifat objektif, tidak mengarahkan orang yang ditanyai, dan menghasilkan jawaban yang terdiri dari banyak kata. Sementara pertanyaan tertutup adalah yang membutuhkan jawaban yang pasti.

Lanjutkan membaca “Teknik membuat siswa mampu bertanya saat pembelajaran.”

Hari pertama, minggu pertama dan menit pertama di awal tahun ajaran baru adalah saat terbaik membuat kesepakatan kelas.

5643026_orig

Jika sebuah kelas tanpa diikat oleh kesepakatan maka tugas guru sebagai orang dewasa akan sangat berat dikarenakan dirinya akan menghadapi sifat dan perilaku dari setiap anak di kelasnya yang unik dan berbeda-beda . Setiap individu baik itu siswa dan guru mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menjadikan kelas (tempat guru mengajar dan murid belajar) menjadi kelas yang kondusif dan mempunyai budaya serta kebiasaan yang positif bagi pembelajaran.

Lanjutkan membaca “Hari pertama, minggu pertama dan menit pertama di awal tahun ajaran baru adalah saat terbaik membuat kesepakatan kelas.”

5 cara gampang menerapkan pembelajaran abad 21 di kelas anda

IMG_20180706_050958Pembelajaran abad 21 mengandalkan pada peran guru sebagai fasilitator meramu pembelajaran, konteks pembelajaran yang bermakna, kesempatan bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran 24 jam dan 7 hari seminggu serta penilaian formatif dengan menggunakan prinsip gamifikasi (gamification). Berikut ini adalah hal yang bisa guru lakukan dalam membuat kelasnya bercita rasa abad 21

1.Membuat kelas online. Edmodo, google classroom, microsoft Teams, schoology  dan adalah program/aplikasi kelas virtual yang bisa dipilih oleh guru dalam rangka membuat sebuah kelas online yang bisa guru gunakan untuk menyimpan sumber belajar (presentasi, video pembelajaran sampai membuat kuis). Kelas virtual sangat berguna bagi siswa untuk belajar kapan saja dimana saja. Guru juga bisa membuat kelompok kecil agar siswanya bekerja sama dalam kelompok di kelas virtual, secara singkat dengan adanya kelas virtual guru bisa mengefektifkan perannya di kelas dikarenakan semua materi sudah lebih dahulu dibaca dan dipelajari oleh siswa.

2.Membuat grup Whatsapp untuk bisa memberikan link, pemberitahuan singkat dan hal lain yang bisa siswa klik langsung dari smartphone nya. Guru mesti mengajarkan kemampuan siswa untuk berbicara dan berdiskusi dengan sehat di grup seperti Whatsapp ini dengan demikian grup bisa efektif dipakai untuk pembelajaran.

3.Menggunakan Classdojo sebagai aplikasi manajemen kelas Classdojo adalah aplikasi a dalam mempertahankan manajemen kelas untuk kelas rendah (kelas 1-5) . Situs ini tidak hanya memberikan gambaran interaktif dan visual dari perilaku siswa sebagai individu, tetapi dapat menunjukkan kelompok atau kelas total untuk menyatukan siswa dalam mencapai tujuan atau mengakomodasi guru dalam menetapkan insentif. Fitur terbaik adalah aspek interaktifnya, Tidak hanya orang tua yang dapat masuk dan mengikuti perilaku anak mereka kapan saja dari mana saja, tetapi rekan kerja sesama guru dapat ‘ditambahkan’ ke kelas yang sama sehingga pelacakan perilaku siswa lebih mudah dan secara kolaboratif

4.Menggunakan situs dan aplikasi membuat kuis dengan menggunakan prinsip penilaian  formatif

  • Quizlet – Aplikasi ini memberikan guru berbagai peluang untuk menguji pengetahuan siswa, dengan kartu flash, permainan, dan kuis. Guru akan mendapatkan interaksi siswa dan belajar dari menggunakan “flashcards dan game online untuk melakukan  tes kosakata.”
  • Kahoot – “Kahoot adalah aplikasi dimana guru membuat sendiri atau bahkan menggunakan kuis orang lain.”
  • Padlet –  “Dengan Padlet guru dapat memposting pertanyaan atau topik, dan siswa dapat menambahkan jawaban mereka.
  • Mentimeter –  Guru bisa memulai hari dengan polling kelas untuk mengukur suasana hati, pemanasan materi, atau ajukan pertanyaan penting kepada siswa. Gunakan Matriks Prioritas Aksi untuk menentukan keterampilan mana yang diajarkan pertama kali (melibatkan siswa dalam perencanaan pembelajaran) dan lakukan penilaian cepat menggunakan fitur kuis untuk secara anonim memeriksa penguasaan konsep. Guru juga bisa menggunakan word cloud kata untuk melakukan brainstorming sebuah topik, atau solusi untuk masalah dunia nyata. Diskusi kelompok dengan pertanyaan yang berkaitan dengan tema atau penemuan ilmiah dapat dengan mudah dilaksanakan dengan situs ini.
  • Menggunakan google forms untuk kuis singkat sebelum dan sesudah pembelajaran. Google forms sangat mudah digunakan dalam melihat daya tangkap siswa terhadap sebuah materi pembelajaran.

5. Memberikan siswa kesempatan bertanya dengan menggunakan matriks bertanya. Hal yang menarik dari aktivitas ini adalah baik guru dan siswa bisa menerapkan prinsip LOTS dan HOTS dalam pembelajaran dengan penggunaan matriks bertanya ini. Guru bisa menggunakannya sebagai indikator dalam RPP nya serta sedikit memaksa siswa bertanya dengan menggunakan matriks saat sedang diskusi dalam kelas atau diskusi secara online di kelas virtual yang guru miliki.

Sepanjang sekolah anda dialiri listrik dan terdapat sinyal serta siswa punya kemampuan dalam membeli dan menggunakan smartphone maka akan sangat mudah bagi guru memberikan pengalaman siswa nuansa pembelajaran abad 21 yang memberikan guru semangat dan keinginan untuk selalu menghadirkan yang terbaik.

 

 

 

 

 

Guru profesional adalah guru yang sukses menerapkan ‘classroom management’ dan ‘classroom leadership’

a26c9392c3ee482579dc8eea4a188fbd

Di bawah ini adalah beberapa ide yang sangat sederhana yang dapat membantu aspek kepemimpinan guru di kelas. Ada dua istilah yang bisa digunakan saat guru bertanggung jawab pada kelas yang diajarnya. Kedua hal itu adalah istilah ‘memimpin kelas’ dan ‘mengelola kelas’. Perbedaan yang mendasar adalah pada kata memimpin dan mengelola, ada saat dimana guru mesti memimpin dan ada saat guru mesti mengelola. Saat guru memiliki sifat kepemimpinan maka guru akan mudah mengelola siswanya. Ada beberapa cara terbaik dalam membuat guru punya kemampuan memimpin kelasnya

1. Biasakan datang lebih dahulu dan sapa anak-anak di pintu kelas. Kehadiran guru di kelas akan membuat siswa merasa bahwa dirinya disambut dan diperhatikan. Guru bisa memulai hari dengan bertanya kabar atau memberikan kuis singkat yang bisa membuat siswa ‘bangun’ dan siap belajar.
2. Lakukan investasi hubungan yang positif di kelas dengan cara menangkap basah siswa saat mereka berbuat baik. Pada titik tertentu, anak-anak melakukan kesalahan. Sebagai seorang guru akan sangat baik jika guru bersikap adil dengan cara mengingatkan siswa jika ia berbuat salah sekaligus memberikan penguatan dan motivasi saat seorang siswa berbuat baik. Seorang siswa yang tahu bahwa mereka dihargai akan membuat percakapan yang sulit mengenai perilakunya akan menjadi jauh lebih mudah nantinya. Waktu yang dihabiskan dalam mengamati dan memotivasi siswa ini adalah investasi pada anak, bukan sebuah hal yang sia sia.
3. Guru memanggil orang tua lebih awal saat sebelum masalah pada anaknya menjadi lebih runyam. Guru yang berjiwa pemimpin akan memastikan orang tua siswa tahu bahwa guru peduli dengan anak mereka. Usahakan guru tidak selalu menghubungi siswa orang tua siswa saat ada masalah saja, namun juga dengan cermat membagi cerita yang baik dan positif kepada orang tua siswa.

 

Kapan guru bersikap sebagai ‘pemimpin di kelas’ dan kapan seorang guru bersikap sebagai ‘pengelola kelasnya’.

Sebagai pemimpin di kelas (classroom leadership)

1. Saat membuat daftar pelajaran, rencana materi dan rancangan aktivitas pembelajaran
2. Saat melakukan interaksi/menelepon orang tua siswa untuk menyampaikan perihal (positif dan negatif) mengenai anaknya
3. Saat memimpin kelas membuat kesepakatan
4. Menyelesaikan masalah diantara siswa
5. Membina, membimbing dan mendidik peserta didik
6. Melakukan pemetaan minat dan bakat siswa
7. Menjaga irama hubungan interpersonal dan irama pembelajaran di kelas
8. Memahami dan mencari solusi atas kesulitan belajar dan masalah perilaku siswa
9. Mengikuti dan melaksanakan hasil pelatihan
10. Berbicara di rapat mewakili kepentingan kelasnya
11. Memilih permainan yang cocok di kelas sebagai energizer/ice breaking
12. Melakukan penilaian autentik

Sebagai pengelola di kelas (classroom management)

1. Membuat display kelas
2. Mengatur posisi tempat duduk dan barang lainnya di kelas
3. Menjaga kebersihan kelas
4. Membentuk organisasi kelas
5. Mendata dan merawat inventaris kelas
6. Mengatur keuangan kelas
7. Mengorganisasikan sumber dan media belajar

Contoh pada saat menjadi pengelola kelas:

Rancang ruang kelas dengan siswa Anda. – Guru menghabiskan begitu banyak waktu menghias ruang kelas sebelum siswa datang atau setelah siswa pulang, maka akan lebih baik jika bisa dilakukan juga saat siswa ada dan mengajak mereka turut mendekorasi. Sesuatu yang sederhana seperti mendekorasi ruang kelas bersama, tidak hanya memberi siswa kepemilikan ruang, tetapi juga membantu untuk menunjukkan bahwa guru peduli dengan pendapat mereka (sementara juga menghemat banyak waktu!).

Contoh pada saat menjadi pemimpin kelas
Cari tahu minat setiap siswa dan manfaatkan mereka. – Salah satu cara terbaik untuk bekerja dengan orang adalah dengan mencari tahu apa yang mereka sukai dan manfaatkan kebisaanya demi kebaikan di kelas. Para guru yang menghabiskan waktu untuk menemukan gairah hidup seorang siswa , membuat siswa merasa guru memiliki minat yang tulus terhadap jati diri siswa dan apa yang siswa suka/tidak suka serta impian mereka, dan cobalah untuk membantu mereka bergerak lebih dekat ke tujuan tersebut. Jika guru terbiasa mencari tahu mengenai siswanya dan memanfaatkannya untuk memotivasi serta membimbing maka pengaruh guru akan bertahan lama bahkan saat guru sudah tidak mengajar siswa tersebut.

Guru sebagai pemimpin dan pengelola kelas akan membuat sebuah kelas menjadi tempat yang layak dijadikan tempat belajar secara fisik dan psikis, yang pada akhirnya pembelajaran menjadi efektif dan bermakna.