13 perubahan yang layak dilakukan di sekolah

cpyk3t4usaqlnfs

cc8uv3rw8aesrpb

Perubahan di sekolah termasuk hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang ingin ada di dunia pendidikan dikarenakan jam kerja yang fleksibel dan beban pekerjaan yang dipandang ringan. Padahal dengan tantangan pendidikan saat ini, hal tadi justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.

Perubahan yang dipandang menantang untuk dilakukan di sekolah adalah perubahan menuju kepada:

Baca lebih lanjut

Model Pembelajaran ‘Problem Based Learning’ sebagai cara guru mengaktifkan siswa

Selama tiga hari saya ada di Bojonegoro untuk bertemu dengan guru dari SMP dan SMA 1 Kalitidu untuk berdiskusi dan belajar bersama mengenai pembelajaran berbasis masalah.

P_20161012_145223

P_20161011_161738

Guru yang hadir adalah guru yang berasal dari mata pelajaran IPA, PAI dan Olah raga. Di awal pelatihan, saya sebagai fasilitator meminta peserta melakukan permainan top of mind, sebuah permainan dimana seseorang diminta mengingat hal apa saja yang paling ia ingat ketika sesorang menyebutkan sebuah hal. Hal yang dimaksud bisa berupa benda, istilah atau nama tempat. Ketika fasilitator menyebutkan Problem Based Learning, peserta diminta untuk menyebutkan kata kata apa yang terlintas. Peserta kemudian menyebutkan kata-kata yang ada hubungannya dengan PBL adalah

Antara lain :
Solusi Masalah, Pendekatan ilmiah, tahapan, fase,  kontekstual, Belajar aktif,  RPP, identifikasi, Pemecahan masalah,  Hasil belajar,  penyelidikan, kontekstual, analisa dan motivasi belajar

Kata-kata diatas sangat penting dalam upaya membuat guru ingat dan dengan gampang menghubungkan dirinya dengan tahapan dalam pembelajara berbasis masalah.

Baca lebih lanjut

3 hal yang perlu dilakukan di sekolah yang ingin maju

B7wUjRbCMAEg7fm.png

Sekolah yang efektif menyandarkan dirinya pada middle management.  Middle management yang saya maksud adalah

  1. Wakil kepala sekolah
  2. Para koordinator

Tugas kepala sekolah  adalah melakukan segala cara agar pole kepemimpinan efektif dan berjalan dengan baik dalam rangka mensukseskan semua program dan hal yang rutin di sekolah.

Beberapa prinsip yang bisa dilakukan agar sekolah bisa maju adalah;

  1. Komunikasi yang efektif
  2. Pendelegasian tugas yang disertai kontrol
  3. Semua atasan melakukan prinsip coaching kepada bawahan saat membina.

Beberapa kesalahan yang biasa terjadi di sekolah dan menimbulkan masalah adalah

  1. Kepala sekolah tidak melakuan tugasnya dengan baik dikarenakan jiwa kepimpinannya tidak digunakan
  2. Kepala sekolah susah berkomunikasi atau kurang efektif berkomunikasi dengan semua pihak
  3. Rapat kurang efektif dan tidak terjadwal
  4. Banyak hal penting yang diputuskan di depan umum dan tidak ada koordinasi internal antar pimpinan

 

Kepala sekolah sebagai sosok kunci dalam menilai kinerja guru

 

CqVhTTPXEAAOxdw

Guru yang profesional dinilai kinerjanya tiap tahun ajaran selama satu semester sekali. Kepala sekolah lah yang berperan dalam menilai kinerja guru dikarenakan

  1. Peran kepala sekolah sebagai lead learner atau pemimpin para pembelajar
  2. Kepala sekolah sebagai penjamin mutu pendidik yang ada di sekolahnya
  3. Kepala sekolah adalah orang yang bertugas menjadi coach bagi guru gurunya
  4. Kepala sekolah adalah orang yang memastikan guru gurunya mengajar dengan baik

Menilai kinerja guru mempunyai beberapa prinsip

  1. Keterbukaan dengan kriteria penilaian yang terbuka dan bisa dengan gampang diakses
  2. Berlandaskan dengan 4 kompetensi guru
  3. Mengutamakan prinsip guru yang baik adalah guru yang efektif dan kreatif dalam mengajar dan berjiwa profesional dalam membawakan diri sebagai guru
  4. Kepala sekolah melihat dan mengobservasi guru saat mengajar dengan perjanjian (tidak mendadak)
  5. Ada sesi feed back
  6. Ada raport guru yang bersifat narasi (dikeluarkan setahun dua kali)
  7. Bukan berdasarkan kedekatan dengan pimpinan
  8. Berujung pada (berdampak) perubahan kesejahteraan

Kinerja guru bukan sekedar pada seberapa baiknya ia mengajar, buat apa ia bagus mengajar jika;

  1. Tidak efektif dalam berkomunikasi dengan sesama rekan dan orang tua siswa
  2. Malas membantu jika sekolah ada keperluan dan acara
  3. Galak atau membully kepada guru baru
  4. Pelit berbagi ilmu

Menilai kinerja guru adalah tugas suci kepala sekolah, hasilnya akan membuat guru makin semangat mengajar karena ia tahu bahwa jerih payahnya dihargai.

 

 

3 penyebab pendidik merasa sulit menulis di blog

Ikatlah makna dengan menulis. Begitu kata para motivator bidang menulis bilang. Sebagai praktisi pendidikan mari kita bicara hal yang praktis dalam kaitannya dengan manfaat menulis. Menulis sebenarnya kegiatan yang biasa saja. Saat menulis RPP itu juga  bisa digolongkan kegiatan ‘menulis’. Atau saat guru lakukan ‘copas’ RPP pun sebenarnya ia sedang meramu tulisan.

Nah mengapa tidak sekalian saja menulis dijadikan kebiasaan. Dikarenakan besarnya manfaat dalam menulis bagi praktisi pendidikan. Tulisan ini akan membahas mudahnya menyebar ide dan insipirasi kepada sesama pendidik melalui blog. Menulis di blog bisa membuat seseorang menjadi guru, murid dan mentor saat bersamaan. Sebelumnya mari mendiskusikan dahulu cara menjadikan menulis sebagai kebiasaan dengan tips dari saya sebagai berikut:

1. Menulislah singkat singkat saja. Saya terinspirasi betul dengan Seth Godin yang tiap hari menulis diblognya dengan singkat namun padat pengetahuan dan intisari pengalaman.

B6sL-IlCIAARCme
Seth Godin

2. Jika sudah terbiasa menulis maka akan merasa kurang jika belum menutup hari dengan menulis.
3. Menuliskah dimana saja dan dengan alat apa saja. Saat saya menulis tulisan ini saya gunakan fasilitas notes di smart phone saya, sambil menikmati perjalanan berangkat kerja dengan komuter di pagi hari. Jadi tidak mesti menunggu berhadapan dengan laptop atau komputer baru menulis.

photo

Jika demikian mengapa bagi sebagian pendidik menulis di blog itu menjadi hal yang memberatkan, padahal dengan terampil dan menarik mereka menulis status di update media sosial mereka dengan tulisan menyentuh dan menggugah semangat? hal-hal berikut ini adalah bisa menjadi kemungkinan jawabannya

  1. menulis di blog perlu waktu lama untuk bisa dikenal publik atau bahkan bisa ‘tercium’ oleh mesin pencari google. Tidak ada instant gratification seperti kita menulis di facebook yang dalam waktu sekejap bisa dapatkan ‘jempol’ atau likes
  2. menulis di blog dianggap perlu punya latar belakang teori padahal tidak selalu. Blog lebih bernuansa ‘diary’ atau refleksi pengalaman.
  3. menulis blog dianggap seperti menulis makalah ilmiah yang membuat pendidik merasa mesti tampil ‘sempurna’. Jika pendidik itu kemudian berhasil menulis biasanya kemudian blognya menjadi lama diisi kembali dikarenakan energinya habis dan menjadi kehilangan selera untuk mengisinya kembali. Lebih baik menulis singkat. padat dan jelas daripada sekali menulis sempurna lalu setelah itu hilang.

Bayangkan jika semua pendidik berkenan berbagi pengalamannya lewat tulisan, singkat dan bersemangat, dijamin pendidikan Indonesia menjadi maju dan berkembang dalam waktu yang cepat. Hal ini dikarenakan cerita dari ‘lapangan’ bisa dibagi dan dibaca dan dijadikan inspirasi oleh si pembaca untuk diterapkan di sekolahnya masing-masing.

2 manfaat luar biasa guru dan kepala sekolah berbagi pengetahuan melalui kegiatan menulis

CLV1k_nWgAA6SOm

Banyak praktisi pendidikan yang pandai, cerdas dan cekatan yang menulis. Kebanyakan dari mereka menulis di status updates mereka di akun facebook miliknya atau akun organisasi guru yang mereka ikuti. Beberapa kemudian terlibat debat, saling mengomentari atau ikut larut dalam status yang dibuat orang lain. Luar biasa energi yang terpakai, karena saya pun pernah mengalami. Sayangnya segala butiran pengetahuan yang tertulis terhalang oleh peraturan facebook sehingga tidak bisa terindeks mesin pencari google. Sehingga segala perdebatan kelas tinggi di laman facebook kita tidak bisa dibaca langsung dengan cepat oleh orang lain.

Saatnya meninjau manfaat menulis bagi para praktisi pendidikan, guru dan kepala sekolah serta siapapun yang peduli pendidikan.

1. Dengan menulis guru/kepala sekolah tak akan pernah kehabisan ‘insight’ sebab rumus menulis bagi praktisi pendidikan adalah:

– ia menuliskan pengalamannya dan apa yang ia sudah lakukan atau refleksi masalah yang ia hadapi
– ia menuliskan apa yang ia rasakan sebagai masalah dalam pekerjaannya
– ia kemudian mencari tahu mengenai bagaimana solusi, lewat riset sederhana di internet dan hasil diskusi dengan orang sekitar.
– ia mengakhiri tulisannya dengan solusi dan ajakan bagi yang membaca untuk bisa terhindar dari masalah yang ia alami atau sekaligus ajakan untuk kembali bersemangat menapaki dunia pendidikan.

2. Dengan menulis dan membiasakan menulis (dengan singkat, padat  dan jelas yang mencerminkan refleksi) seorang pendidik akan jadi sosok yang bertumbuh dan belajar merefleksikan diri dari pengalamannya berkecimpung dalam dunia pendidikan. Ia akan jadi sosok yang berorientasi action dan terhindar dari kebiasaan menunda-nunda karena ia sadar bahwa keberhasilan yang besar berawal dari keberhasilan yang kecil-kecil.

Bayangkan jika hal ini bisa terjadi dan dilakukan oleh para pendidik kita. Dengan kecanggihan media sosial saat ini sekali seorang pendidik memposting tulisan di blog misalnya maka ia bisa otomatis juga hadirkan postingannya di facebook, twitter, instagram dan akun Linkedin miliknya. Semua serba gampang cepat dan tulisannya langsung ‘menggaung’di secara cepat di dunia  online. Secepat kilat sesama guru bisa membaca dan mengambil manfaatnya. Tulisan yang sudah ditulis itupun akan menempel lama di internet dan bisa diakses kapan saja dimana saja oleh mereka yang punya minat terhadap pendidikan. Saya yakin jika pendidik sadar betul nuansa saling berbagi ini makin semangatlah mereka berbagi.

Guru profesional adalah sosok yang pandai berkolaborasi

Menarik sekali jika kita kaitkan makna kerjasama dengan profesi guru. Dari dulu guru hanya diminta sibuk di kelas. Urusannya cuma 4 tembok yg ada di kelasnya. Alias konsen ke hal yang itu-itu saja. Padahal dalam perkembangan terkini di dunia pendidikan ada istilah kerja sama, kolaborasi dan team work.

Mengapa kolaborasi atau kerjasama di sekolah menjadi sangat penting.

Pertama setiap murid kita sekarang akan jadi murid seseorang nantinya. Kedua. Tidak ada guru yang tidak perlu bantuan, bahkan guru yg sudah lama mengajar. Bahkan yang sudah lama mengajar makin lama malah makin jadi tukang perintah ini dan itu. Ketiga. Di sekolah guru bisa merasa bosan lelah bila ia tidak punya teman dekat atau relasi yang baik. Nah itu berarti memang pada dasarnya guru mesti bekerja sama. Jadi kata kolaborasi memang sangat mutlak jika sekolah mau menjadi besar.

Jadi jelas bahwa memang kolaborasi atau kerja sama itu jadi keterampilan abad 21 yg sayangnya tidak semua guru bisa dan sadar.

Dibawah ini adalah prinsip kolaborasi.

1. Seorang guru mesti punya ‘mentor’ nah sekolah yang sehat menempatkan seseorang untuk bisa jadi mentor bagi yg lain.

2. Keluar dari zona nyaman. Seorang guru pada dasarnya sadar mesti keluar dari zona nyaman. Sayangnya ia jadi tumpul ketika ia tahu mesti meminta tolong pada sesama guru.

3. Senang dan percaya diri saat lontarkan ide. Baik saat diskusi dan rapat. Seorang guru yang profesional adalah guru yang senang mencoba hal baru sendirian atau secara bersama -sama.

4. Sekolah mesti punya pekerjaan yang menantang atau pekerjaan internal yang memerlukan kerja sama semua pihak. Baik dalam skala kecil dan besar. Banyak sekolah malas dengan ‘drama’ yang timbul tiap sebuah event diselenggarakan. Jadinya cenderung tunjuk itu ke itu saja orangnya. Hal ini wajar karena sekolah lalai membiasakan guru gurunya bekerja sama. Padahal makin sering kerja sama dilakukan baik dalam skala kecil dan besar maka guru makin mahir menempatkan diri.

5. Jika sekolah mau berinovasi jangan harap kepsek kerja sendiri, dikarenakan inovasi kaitannya dengan kolaborasi. Bayangkan tingkat keberhasilannya adalah 81% menurut penelitian.

6. Wajar jika kolaborasi timbulkan konflik, sekolah melalui manajemennya mesti siap jadi penengah, saat yg sama sekolah melalui para pemimpinnya mesti beri kepercayaan ‘its ok to be wrong’ or ‘fail’ atau dengan katakan ‘semua pendapat dihargai’ jadinya staff merasa tentram dalam utarakan pendapat, saat yang sama sekolah fasilitasi dengan sarana hingga guru gampang tukar ide antar departemen

Semoga dengan beberapa prinsip diatas menjadikan anda sebagai pendidik siap berkolaborasi dan tahan banting saat ada ‘drama’ yang timbul di perjalanan. Fokus saja pada tujuan akhir dan selalu bersemangat coba hal yang baru.