Tipe dan karakter guru

Sepanjang karir saya sebagai guru, ada banyak tipe dan karakter yang saya temui, sebagai rekan dan sahabat menarik juga melihat dan mengamati tipe guru yang ada di sekitar saya. Tipe-tipe guru dibawah ini bahkan ada salah satunya yang merupakan tipe saya lho. Penggolongan dibawah ini sebagian ada yang bernuansa humor jadi silahkan tersenyum dan bangga jika ternyata ada salah satu yang mirip dengan anda.

Tipe guru ‘sayang anak’, kalau ada acara di sekolah, snacknya sengaja tidak  dimakan untuk anak di rumah

Tipe  guru pandai melucu. Bikin relax dan membuat murid berpikir lebih baik

Guru ‘irit abis’, makan siang dia bawa dari rumah, paling males kalau ada acara makan   yang mesti BSBS  (Bayar Sendiri)

Guru ‘sudi mampir’, senangnya mampir ke ruang guru sebelum mengajar dari satu kelas ke kelas lainnya, padahal siswanya sudah menunggu

guru tipe ‘kuncen’ bahkan di hari minggu pun ia ada di sekolah

Guru tipe ‘seragam’. Tidak  percaya diri kalau tampil tanpa seragam, bangga sekali   dengan seragamnya

Guru ‘baik banget’, cirinya walaupun sudah keluar/pindah ke sekolah lain, jika berkunjung anak-anak sibuk menyalami

Guru tipe ‘futsal’,   ia selalu menunggu hari Sabtu pagi, main futsal bersama itu obsesinya

Guru tipe ‘rujakan’. ada waktu kosong sedikit, rujakan sambil ngobrol kesana kemari tentunya

Tipe ‘guru hari raya’, saat menjelang hari raya, semua murid diperlakukan ramah, berharap ada kiriman parsel untuk dirinya

Tipe guru ‘curigaan’, pada guru baru ia akan curiga. Curiga bahwa gajinya orang baru lebih besar

Guru tipe ‘lengket’, senang tidur2an sambil ngobrol kalau habis sholat, lengket  dengan karpet musholla kalau habis sholat

‘Guru tipe status’, jadi pegawai negeri tujuan utama dalam hidup, pikirannya cuma soal tunjangan/status kepegawaian

Guru Tipe ‘deg-degan’, ‘deg-degan’ kalau dipanggil kepala sekolah, ‘deg-degan’kalau ada orang tua siswa minta ketemu

Guru tipe ‘kalender’, karena paling suka menghitung berapa minggu lagi kita sekolah

Guru tipe ‘akar rumput’, di sekolah ia bisa bergaul   siapa saja, dari kepala sekolah sampai cleaning service ia akrabi

Guru ‘gaul’, di sekolah ia mengajar   semangat karena di luar sekolah ia jadi berharga karena profesinya sebagai guru

Guru tipe ‘liburan’, liburan masih jauh tapi kalau browsing di internet   dicari tiket murah

Guru tipe ‘geng’, hanya akrab dengan guru ‘geng’ nya saja, padahal guru mesti siap akrab dan kerja dengan siapa saja

Guru tipe ‘berorientasi ke atas’, baginya hubungan  dengan  sesama rekan kerja tidak  penting,   yang penting menservis atasan

Guru tipe ‘defensif’, ia tidak mau disalahkan padahal jelas-jelas salah, kata ‘maaf’ tidak masuk dalam kamusnya

Guru tipe ’40 persen’, artinya kalau dia   bicara, kita cukup percaya 40 persennya saja, 60 persen yang lain adalah pencitraan.

Guru tipe ‘pemikir’, saat rapat ia tidak pernah langsung setuju, ia akan pertimbangkan semua dari berbagai sisi

Guru tipe ‘terang’, mudah sekali katakan ‘terang aja’, misalnya ‘terang aja dia bisa kan dia masih muda’, tanpa sadar ia juga bisa

Guru tipe ‘rumahan’. di sekolah seperti di rumah, pakai sendal santai bahkan pada jam pelajaran

Guru tipe ‘guru tulen’, menikmati sekali keberadaannya di sekolah, baginya mengajar  baik adalah ibadah

Guru tipe ‘waspada’, hampir mirip   berburuk sangka, baginya semua kebijakan atasan/sekolah wajib dicurigai

Guru tipe ‘nyinyir’, walaupun ia belum tahu; mencerna maksud dari sebuah ide, tanggapan pertamanya adalah ‘nyinyir

Guru tipe ‘job description’, bekerja sesuai job description dan sesuai gaji   diberikan, diluar itu baginya mestih ada tambahan intensif uang.

Guru tipe ‘curhat selalu’, ia akan curhat ini itu selalu, sepertinya cuma dia  punya masalah di muka bumi ini

Guru tipe ‘eksis di rapat’, maunya kelihatan saat rapat, ide-idenya asal beda dan bukan berorientasi action

Guru tipe ‘motivator’, ia tempat orang curhat, saat  yang sama ia pandai membuat guru lain kembali semangat

Guru tipe ‘provokator’, ia akan membuat hal   selama ini bukan masalah, menjadi masalah  semua orang tiba- tiba jd kepikiran

Guru tipe ‘dahlan iskan’, ia guru   sekaligus pemimpin sekolah   yang jempolan, ia menomorsatukan guru dan siswa, sekolah   yang efektif adalah tujuannya

Guru tipe ‘kasak kusuk’, ia akan mempertanyakan/marah/mendebat semua keputusan sekolah, tetapi hanya di’belakang’

Guru tipe ‘selon’, ia akan selon/santai pada semua perubahan, baginya mengajar   dengan buku paket lebih dari cukup

Guru tipe ‘pendebat’, ia akan debat siapa saja, energinya banyak sekali untuk mendebat orang lain tetapi tidak  untuk mengajar

Guru tipe ‘saya orang lama’, guru seperti ini paling tidak  bisa menerima guru baru/muda punya ide lain diluar ide darinya

Guru tipe ‘tembok’, ia akan menghalangi ide  baru, walaupun orang  yang  punya ide belum selesai menjelaskan

Guru tipe ‘pembagi ilmu’, ia senang berbagi pada siapa saja (guru   dan siswa)  hal yang ia  ia ketahui

Guru tipe ‘interupsi’, ia akan memotong pembicaraan/pendapat siswa   katakan “saya sudah tau yang kamu maksud!”

Guru tipe ‘pokoknya aku/saya’, senang memonopoli pembicaraan di ruang guru, bicara  topik soal dirinya sendiri

Guru tipe anti computer, ia anti terhadap praktek copy paste, muridnya diminta jawab soal tulisan tangan walau berlembar-lembar

Guru tipe sejarahwan, ia suka  ide mengajar dengan strategi lama dan metode lama, jaman dulu semua bagus katanya

About these ads

11 gagasan untuk “Tipe dan karakter guru

  1. guru kan juga manusia , jadi tentu saja tipe nya macam 2 , sebenarnya yang diurai diatas itu tipe orang dimuka bumi , bukan hanya tipe guru , itu pendapat saya .

  2. Terima kasih pak, tamparannya. hehe, tulisannya pas banget kena di hati, jadi bahan introspeksi guru macam apa saya ini. Jazakumullah

    • hai Bu Arin, saat saya menulis ini saya tersenyum lebar dan tersenyum kecut juga, secara ada yang benar-benar menggambarkan diri saya. heheheh, karena blog ini adalah sarana refleksi jadi saya sendiri juga kena hehe, thanks sudah mampir bu Arin

  3. hehe…bapak bisa aja, membuat tipe guru yang sepertinya memang mewakili hampir semua teman-teman guru saya…. makasih pak,bermanfaat untuk
    refleksi kami

  4. Terima kasih pa atas tulisannya. Sewaktu saya share di twitter dan FB, beberapa murid memberikan tanggapan “tipe guru” seperti apa saya ini. Ternyata tulisan yang terkesan lucu ini membuat siswa lebih berani mengungkapkan pendapatnya mengenai kita. sekali lagi terima kasih ya pa. Tuhan berkati

    • Wah senangnya membaca komentar ibu. Mempersilahkan murid menilai kita saat yg sama jadi jalan utk guru dan murid saling menghargai posisi masing2. Maklum bahkan kita yg orang dewasa masih belajar dan bisa juga berbuat salah.
      Tetap semangat ya bu, thanks komrntarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s