‘Wahai para guru, jangan asal memuji siswa tapi berikan juga pengakuan dan penghargaan’ Laporan dari workshop setengah hari bagi para trainer di lingkungan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Bekasi dengan tema ‘Pengelolaan Kelas’ di Aula Departemen Agama Kota Bekasi Sabtu 21 Nov 2009

Sebagai seorang guru kita tidak hanya perlu memberikan peringatan atau perhatian pada siswa yang melanggar atau berbuat kesalahan di kelas tetapi juga memberikan pujian kepada siswa yang melakukan hal yang baik. Pada dasarnya memang siswa suka dipuji, karena jangankan siswa, kita pun sebagai orang dewasa senang dipuji. Namun memuji karena tanpa ‘bermuatan’ pengakuan dan penghargaan hanya akan membuat tindakan memuji tidak tepat sasaran dan terkesan menghambur-hamburkan pujian.

Guru yang hadir melakukan praktek langsung mengenai cara memasyarakatkan peraturan kelas dan konsekuensi di awal tahun ajaran kepada siswa. Bagi siswa TK sebaiknya peraturan ditulis dengan bahasa sederhana dan digunakan simbol sehingga gampang dimengerti oleh siswa

Guru berpikir kritis dan menjadi komunikator yang efektif dalam manjawab pertanyaan saya perihal "apa yang dimaksud dengan pengelolaan kelas" dan "mengapa guru memerlukan pengetahuan dalam hal mengelola kelasnya".

Hal-hal diatas saya diskusikan dengan hampir 40 guru yang hadir dalam workshop ‘pengelolaan kelas’ yang diadakan bagi para guru calon trainer yang ada  di lingkungan IGRA (Ikatan Guru Radiathul athfal) se kabupaten Bekasi.

Saya menggunakan metode 'fish bowl' saat guru yang menjadi peserta mengisahkan tentang pengalaman tersulitnya saat mengelola kelasnya.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan antara pujian dan pengakuan.

Pujian. Biasanya dengan kalimat singkat saja (bagus, well done, excellent dan lain sebagainya) tanpa embel-embel tindakan apa yang dilakukan seorang siswa sehingga ia anda puji. Kalaupun ada disebutkan tindakan apa yang menyertainya namun sifatnya lebih kepada hal yang siswa lakukan saat itu atau lebih kepada kepintaran atau kecerdasan yang siswa miliki.

Pengakuan. Saat anda mengakui bahwa siswa itu bagus kerjanya atau baik tindakannya, yang anda lakukan adalah menyoroti usaha yang ia lakukan. Karena dengan menghargai usaha seorang siswa maka semakin terbukalah kemungkinan buat ia untuk berbuat lebih baik dimasa depan.

Serius bekerja dalam kelompok

Berikut ini adalah detail perbedaan kedua hal diatas.

Pujian biasanya dimulai dengan dengan mengacu kepada pribadi pemberi pujian;

-          Bu guru bangga kepadamu karena…

-          Pak guru suka caramu dalam….

Dengan anda sering melakukan ini maka siswa akan melakukan sesuatu yang baik dalam rangka menyenangkan bu guru atau pak gurunya saja. Tidak ada kesadaran bahwa perbuatan atau tindakan yang baik penting untuk diri siswa itu sendiri. Dibawah ini saya berikan contoh lainnya

Pujian; “Bu guru suka caramu mengerjakan latihan mewarnai ini.”

Pengakuan; “Cara bekerjamu benar-benar menunjukkan bahwa kamu berkonsentrasi dalam mengerjakan latihan mewarnai yang bu guru berikan.

Pujian; “Bu guru suka dengan nilai yang kamu dapat .”

Pengakuan; “Nilai yang kamu dapat kali ini benar-benar menunjukkan usaha kerasmu.

 

sumber

http://larryferlazzo.edublogs.org/2009/11/14/the-difference-between-praise-acknowledgment/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s