Mengambil inspirasi dari sebuah film, mari menyongsong tahun ajaran baru dengan optimisme.

Sekarang saya ingin anda untuk merobek halaman-halaman di buku itu. Ayo, robek seluruh halaman. Anda mendengar saya, robek. Robek! Terima kasih Dalton. Ayo anak-anak, saya ingin memberitahu: tidak hanya halaman awal yang dirobek, robek juga seluruh halaman pengenalan. Saya ingin si pengarang pencipta buku ini pergi, pergi hingga tinggal sejarah.. Robek! Enyah, J. Evans Pritchard, Ph.D. enyah..pergi … Saya ingin mendengar apa-apa kecuali buku Mr.Pritchard yang terobek. Buku ini tidak berisi ayat suci. Anda tidak akan pergi ke neraka hanya karena ini.
http://www.bloglines.com/blog/andrewch?id=611








ga ngerti postingannya kali ini….
azizah
Juli 15, 2009 at 12:57 pm
Abis copas doang. Gud, buat guru. Saya juga guru SD di daerah pedalaman, di NTB. Sekolah sy di bawah gunung gitu. Salam buat guru2 indonesia
rusydi
Juli 16, 2009 at 2:19 pm
kok susah dimengerti maksudnya ya….
Yusno
Juli 20, 2009 at 7:58 am
pemikirannya beda yah, saya suka guru seperti itu
memang seharusnya semua guru belajar dari film tersebut…
AzzaaM
Juli 22, 2009 at 1:43 am
Luar biasa sebuah terobosan baru..
abuiza
Juli 25, 2009 at 4:35 am
Sayang gak sempat nontont filmnya. Tapi resensinya di sebuah surat kabar beberapa tahun yang lalu sangat menginspirasi saya.
Willy Ediyanto
Agustus 6, 2009 at 1:44 pm
Kalo itu dilakukan di Indonesia, mungkin guru tersebut dikatakan “stress”, kalo tidak gila hehehe. Tapi esensinya adalah bagaimana ilmu yang terkandung secara fisik dalam deretan huruf dalam berlembar2 kertas- yang bisa membuat “mual” tersebut dapat ‘dibumikan” atau “difahami” oleh siswa. Buku hanyalah sebuah media fisik yang masih memerlukan “proses” atau “metode” untuk memahami isinya. Dan itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang guru sebagai fasilitator atau motivator yang bisa menjadikan siswa menjadi mahkluk pembelajar
Campus
Agustus 31, 2009 at 2:01 pm
saya teuju sekali denagan pendekatan tersebut. karena kalau ingin menjadikan siswa yang kreatif seorang guru harus memiliki trobsan-trobosan yang berati bagi siswa-siswanya. kita harus bisa mengajak siswa untuk keluar dari zona nyaman, yang penting kita juga harus turut membimbing dan memotivasi siswa dengan baik.
Setuju Pak Ahmad, sebagai guru kita memang mesti bisa memberi contoh berubah menjadi lebih baik
Ahmad Tholabi
September 12, 2009 at 2:45 am