Guru Kreatif. Creative Teacher

Siswa sebagai subyek pembelajaran. Learning empowers students.

Mengambil inspirasi dari sebuah film, mari menyongsong tahun ajaran baru dengan optimisme.

with 8 comments

Sekarang saya ingin anda untuk merobek  halaman-halaman di buku itu. Ayo, robek  seluruh halaman. Anda mendengar saya, robek. Robek! Terima kasih Dalton. Ayo anak-anak, saya ingin memberitahu: tidak hanya halaman awal yang dirobek, robek juga seluruh halaman pengenalan. Saya ingin si pengarang pencipta buku ini pergi, pergi hingga tinggal sejarah.. Robek! Enyah, J. Evans Pritchard, Ph.D. enyah..pergi … Saya ingin mendengar apa-apa kecuali buku Mr.Pritchard yang terobek. Buku ini tidak berisi ayat suci. Anda tidak akan pergi ke neraka hanya karena ini.


Tokoh seorang guru yang bernama Keating dalam film ‘Dead Poets Society’  unik  karena dia tidak mengajar dengan cara dan metode yang umum diharapkan dari seorang guru yang konvensional.
Untuk banyak dari kita sebagai pendidik, berkaca pada pendekatan guru Keating mengajar, ia banyak sekali melakukan interaksi, memupuk antusiasme, beradaptasi, fleksibel,  fokus pada siswa sebagai pembelajar dan semangat untuk berubah dan maju.
Ia adalah seorang pengambil risiko. Kita memang tidak mungkin melakukan aksi robek buku seperti yang tergambar di film ini, namun mari kita  mendorong diskusi di kelas, melakukan analisis, evaluasi dan kreativitas – sebuah urutan tertinggi dari kegiatan belajar dan berpikir.
sumber:

http://www.bloglines.com/blog/andrewch?id=611

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ga ngerti postingannya kali ini….

    azizah

    Juli 15, 2009 at 12:57 pm

  2. Abis copas doang. Gud, buat guru. Saya juga guru SD di daerah pedalaman, di NTB. Sekolah sy di bawah gunung gitu. Salam buat guru2 indonesia

    rusydi

    Juli 16, 2009 at 2:19 pm

  3. kok susah dimengerti maksudnya ya….

    Yusno

    Juli 20, 2009 at 7:58 am

  4. pemikirannya beda yah, saya suka guru seperti itu :)
    memang seharusnya semua guru belajar dari film tersebut…

    AzzaaM

    Juli 22, 2009 at 1:43 am

  5. Luar biasa sebuah terobosan baru..

    abuiza

    Juli 25, 2009 at 4:35 am

  6. Sayang gak sempat nontont filmnya. Tapi resensinya di sebuah surat kabar beberapa tahun yang lalu sangat menginspirasi saya.

    Willy Ediyanto

    Agustus 6, 2009 at 1:44 pm

  7. Kalo itu dilakukan di Indonesia, mungkin guru tersebut dikatakan “stress”, kalo tidak gila hehehe. Tapi esensinya adalah bagaimana ilmu yang terkandung secara fisik dalam deretan huruf dalam berlembar2 kertas- yang bisa membuat “mual” tersebut dapat ‘dibumikan” atau “difahami” oleh siswa. Buku hanyalah sebuah media fisik yang masih memerlukan “proses” atau “metode” untuk memahami isinya. Dan itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang guru sebagai fasilitator atau motivator yang bisa menjadikan siswa menjadi mahkluk pembelajar :)

    Campus

    Agustus 31, 2009 at 2:01 pm

  8. saya teuju sekali denagan pendekatan tersebut. karena kalau ingin menjadikan siswa yang kreatif seorang guru harus memiliki trobsan-trobosan yang berati bagi siswa-siswanya. kita harus bisa mengajak siswa untuk keluar dari zona nyaman, yang penting kita juga harus turut membimbing dan memotivasi siswa dengan baik.

    Setuju Pak Ahmad, sebagai guru kita memang mesti bisa memberi contoh berubah menjadi lebih baik

    Ahmad Tholabi

    September 12, 2009 at 2:45 am


Tinggalkan Balasan