Tujuan pertama adalah ilmu, sertifikat adalah bonusnya

Ditengah maraknya usaha guru untuk lulus sertifikasi, banyak sekali pihak yang membantu memfasilitasi dengan mengadakan seminar dan pelatihan guru. Maklum salah satu persyaratan sertifikasi adalah point yang dikumpulkan oleh guru dalam mengikuti seminar baik lokal maupun internasional.

Seminar atau pelatihannya bisa bertempat dimana saja, dari aula hotel mewah sampai ruangan sederhana tanpa penyejuk ruangan. Pembicara atau fasilitatornya pun beragam gaya dan penampilannya, dari yang bergaya ceramah di ruang kuliah sampai yang interaktif dan tidak membosankan.

Bagaimana dengan tema pelatihan atau seminar yang ditawarkan? Jawabannya adalah beragam, dari yang praktis langsung bisa diterapkan dikelas oleh guru sampai pada tema yang lebih kepada memperluas wawasan guru, tanpa memberikan jalan keluar jika guru ingin menerapkannya di dalam kelas bersama siswa.

Banyak dari kaum guru yang dengan cepat mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar tanpa mencari tahu kira-kira apa materi apa yang nanti akan didapatkan. Berguna atau tidak jika diterapkan dikelas, menambah perbekalan untuk menjadi guru yang baik atau tidak, yang penting hadir dan mendapat sertifikat.

Padahal sayang sekali jika tujuan utama adalah sertifikat. Jika sertifikat adalah tujuan, macam-macam perilaku yang guru lakukan diruang seminar atau pelatihan, dari mengobrol sampai tertidur pulas. Karena tiada motivasi yang membuat mata tetap terbuka, pikiran tetap bersemangat mencari informasi yang terbaru demi pembelajaran dengan siswa dikelas atau demi peningkatan kemampuan kompetensi sebagai pendidik.

Mari jadikan sertifikat hanya sebagai bonus, panitia seminar atau pelatihan yang baik tidak akan lupa, mereka pasti akan mengusahakannya untuk semua peserta yang hadir.

Sepulang seminar atau pelatihan, untuk menjaga agar kita tidak lupa segera tulis dalam catatan kecil, lebih baik lagi jika diketik lalu ditempel diruang guru, buat ulasannya di facebook atau blog jika anda punya, agar semua orang melihat dan mendapat manfaat.

Mau lebih baik lagi ?segera terapkan ke dalam pembelajaran anda dikelas, tidak harus tema besarnya tapi hal-hal kecil saja yang anda ingat, apalagi jika anda bilang pada siswa anda bahwa ide ini didapat dari seminar atau pelatihan yang baru dihadiri oleh anda. Saya yakin siswa kita akan tersenyum dan mengatakan, “Saya senang diajari oleh guru saya, karena dia mencontohkan saya untuk selalu mau belajar hal baru yang belum diketahuinya”.

About these ads

4 thoughts on “Tujuan pertama adalah ilmu, sertifikat adalah bonusnya

  1. kayaknya sertifikat seminar nilainya dikit deh kalo untuk sertifikasi. yang nilainya besar tuh sertifikat diklat. Memang sekaran ini banyak sekali guru ini yang aji mumpung karena mereka malas. Akibatnya guru jadi -gak percaya diri,jadinya pada saat ujian banyak ngasih bocoran ke siswa. takut kalo siswanya ga lulus.

  2. lagi-lagi guru salah
    tapi yang dimaksud oknumnya guru kan?
    lagi-lagi guru ngga kompeten
    tapi yang dimaksud oknumnya guru kan?
    Mas Agus Sampurno, saya usul
    kali lain hadapi para kepala sekolah
    dan laporkan bagaimana kondisinya
    lalu bandingkan dengan guru-guru yang salah dan ngga kompeten tadi, bandingkan
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s