5 cara menjadi guru yang kreatif

Pak Agus, met ketemu lagi pertemuan kita di pelatihan guru kreatif di semarang,  masih ada yang kurang maka saya tanyakan kepada bapak, guru kreatif itu guru yang bagaimana ? sementara dengan program sekolah gratis berdampak pada sekolah kurang kreatif yang mengimbas pada gurunya, mohon pak agus kami beri solusinya, trim

Surat dari bapak Agus Suyono di Semarang yang dikirim melalui surat elektronik.

Bagaimana cara menjadi guru kreatif? wah ini baru pertanyaan yang seru. Dikarenakan sejak blog ini dibuat tidak ada satu artikel pun yang mengarah langsung kesana. Hal yang saya lakukan adalah banyak-banyak menulis artikel tentang metode pembelajaran tanpa memberi cap pembelajaran kreatif.

Tetapi membaca pertanyaan pak Agus Suyono di atas seperti menyadarkan saya bahwa menjadi guru kreatif bukannya sekedar membuat anak senang dan enjoy oleh permainan (games) yang seru, segar dan lucu selama pembelajaran berlangsung. Tapi juga selayaknya guru mencari metode pembelajaran yang bermakna dan membuat anak bisa semakin mengerti apa yang guru ajarkan dikelas

Dalam artikel ini akan saya tuliskan, kondisi apa saja yang membuat guru bisa menjadi kreatif bahkan tanpa harus menggunakan metode pembelajaran yang terbaru. Sumber saya dapatkan dari http://www.edutopia.com

Guru menciptakan susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual

Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalam menciptakan kelas yang memberik keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali untuk mau bertanya dan berpendapat.

Anda juga bisa membuat peraturan kelas yang isinya antara lain ‘Tidak boleh merendahkan atau meremehkan pendapat orang lain’ Jangan lupa anda juga memberi contoh dahulu kepada siswa untuk mengucapkan terima kasih dan menhargai untuk setiap pertanyaan, atau pendapat dari siswa anda. Jika ini terjadi dikelas anda dijamin kelas akan berubah menjadi kelas yang setiap individu didalamnya salaing mendukung dan mudah untuk berkolaborasi dalam berpengetahuan.

Tidak hanya sampai disitu saja, kelas yang membuat guru menjadi guru kreatif semestinya juga aman secara intelektual. Siswa bisa mandiri dan mengerti dimana letak alat tulis, dikarenakan semua hal dikelas sudah disiapkan dengan rapih dan terorganisir. Siswa tahu apa yang harus dikerjakan dikarenakan intruksi penugasan yang jelas oleh guru. Tidak hanya jelas tetapi juga menantang dengan demikian siswa bisa mengekpresikan kemampuannya dalam mengerjakan tugas yang guru berikan.

Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan (engagement) siswa dalam tugas yang ia berikan.

Saya jadi ingat sebuah pertanyaan yang bersifat reflektif mengenai cara kita mengajar dan membelajarkan siswa. Pertanyaan nya begini “Jika saya adalah murid saya sekarang, seberapa senang saya diajar oleh guru seperti saya? “

Seorang guru yang ahli mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dalam pembelajaran di kelas yang diajarnya dalam presentasi keterlibatan yang penuh alias 100 persen. Artinya, misalkan seorang guru mengajar selama 40 menit, maka selama 40 menit itu pulalah, siswa belajar dengan aktif dan terlibat penuh dalam pembelajaran.

Tentu tidak dalam semalam semua guru bisa 100 persen menciptakan kelas yang aktif. Namun membutuhkan latihan dan  latihan. Tetapi jalan kesana akan lebih cepat apabila kita mau jujur bertanya pada diri sendiri “Seberapa besar siswa aktif atau terlibat penuh dalam pembelajaran yang saya lakukan?”.

5 menit terakhir yang menentukan

Jadikan 5 menit terakhir pembelajaran anda untuk merangkum, berbagi atau berefleksi mengenai hal yang siswa sudah lakukan selama pembelajaran.

Bagilah menjadi dua pertanyaan besar, misalnya bagian mana yang paling berat dilakukan dan susah dimengerti. Pertanyaan selanjutnya, pengetahuan baru apa yang kamu dapatkan hari ini? Dengan demikian membuat siswa berdialog dengan dirinya sendiri mengenai proses belajar yang telah dilakukannya.

Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.

Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk mencontek misalnya.

Sebagai guru budayakan pola perdebatan atau percakapan akademis di kelas kita. Saat mendengarkan rekan mereka berbicara dan berargumen, mereka akan belajar memilih dan membandingkan pendekatan atau cara yang orang lain lakukan untuk menjawab sebuah masalah yang guru berikan.

Sebagai guru saat memberikan soal berikanlah siswa beberapa peluang kemungkinandalam menjawab sebuah soal. Misalnya soal yang bapak berikan ini punya tiga alternative, bisa kah kamu menemukan ketiga-tiganya?

Guru mengajarkan kesadaran siswa dalam memandang sebuah pengetahuan.

Saat membelajarkan siswa, dikarenakan keterbatasan kita, terkedang kita sudah membuat mereka menebak atau mengarang-ngarang sebuah jawaban demi mendapatkan hasil yang benar. Hal ini siswa lakukan secara sadar atau tidak sadar. Untuk itu mari kita letakkan gambar dibawah ini disamping soal yang kita berikan kepada siswa di kertas soal.

Dengan demikian sebagai guru kita menjadi tahu saat siswa menjawab soal dengan salah tapi dengan keyakinan (for sure) atau menjawab soal dengan benar tapi dengan tidak yakin (confused). Menarik bukan ?

guru-kreatif

Biarkan siswa memberi tanda silang (X) pada tempat dimana dia merasa cocok.

Credit: Courtesy of Tristan de Frondeville

About these ads

95 thoughts on “5 cara menjadi guru yang kreatif

  1. Pak, siswa saya heterogen dari a-z, kebanyakan siswa saya tidak mau untuk berpikir kreatif, apalagi yang berhubungan dengan hitungan, maunya disuapin terus. saya kesulitan untuk memotivasi siswa dalam belajar adakah saran dari bapak atau teman2 yang lain. terimakasih sebelumnya.

    • Perkenalkan nama saya joan permana jaya, saya mau memberi sedikit saran untuk anda, kebetulan murid say juga heterogen dari a-z , mohon maaf sebelumnya yang saya tahu bukannya siswa tidak mau berpikir kreatif atau maunya disuapin terus, tapi adanya kesulitan siswa yg belum dapat guru pahami. sy yakin setiap siswa punya kelebihan dan kekurangan, hanya bagaimana kita membuat kelebihan siswa tersebut bisa kita tonjolkan. Tapi yang paling penting menurut saya anda harus mengetahui dulu akar permasalahan kenapa siswa anda maunya disuapin terus. Bisa jadi kesalahan pada anda ketika mengajar(mohon maaf seblumnya) atau mungkin pola awal yg mereka dapatkan sebelumnya. oleh karena itu mulai dari skr anda berpikir lebih kreatif bagaimana merubah pola tersebut. untuk saaat ini sy tdk dapat memberi saran banyak krn saya tidak mengetahui kondisi kelas anda. Tapi insyaallah saran sy dapat membentu anda, semoga bermanfaat

    • Mengajar harus dimulai dengan motifasi, memberi tahu apa tujuan dari pelajaran, apa menfaat dan keuntunganny asama dengan menjual produk baru yang belum dikenal. Bangunkan semangat siswa dengan contoh manfaat pengetahuan yang diberikan, cara ini yang digunakan oleh dunia usaha untuk membuat konsumen mau menggunakan produknya. Setiap kali siswa turun semangatnya dan melenceng dari tujuan selalu diingatkan, inilah inti dari motifasi. Guru adalah seorang motifator, yaitu membuatt siswa mau diajar, membangun kemauannya. Setiap mata pelajaran harus dikonsep dulu motifasinya, inilah kekuatan dari pelajaran untuk menarik siswa agar mau diajarkan. Kalau dia mengatakan “Saya tidak mau” atau “Saya tidak suka” anda akan gagal. Ini adalah sistem HIGHSPEED LEARNING TEACHING yang digunakan oleh THE CHAMPION SCHOOL-NET, sebuah jaringan sekolah entrerprenuer leader profesional dengan komunikasi bahasa Inggris kerjasama UNESA dengan KADIN UMKM.

      Banyak sistem motifasi yang kreatif dan inovatif digunakan untuk mempertemukan pendidikan dengan pekerjaan menghasilkan lulusan pencipta kerja. Anda ingin tahu lebih banyak ? Hubungi 081 550 52439

    • idem pak/bu guru dengan murid saya tapi kan pasti ada sesuatu sekecil apapun yang bisa dimakan oleh murid yang a-z tersebut tanpa disuapi. ya mulai dari situlah kita masuk untuk membiasakan anak makan sendiri sambil terus mengarahkan, memotivasi, dan reward sekecil apapun keberhasilannya. semoga telaten.

    • shalat dua rakaat sebelum pergi mengajar minta kepada Allah lembutkan hati siswa yg saya hadapi krn hati2 manusia ada dalam genggaman Allah swt krn bukan otaknya yg mau diisi tapi hatinya begitu cs dan perakktek dulu gurunya keluar dijln Allah 3, 4,hr akan bapak mau pakai uangnnya untuk belikan hadia2 ws

    • Assalamu’alaikum wr,,wb.
      saya rasa pak hanya satu kuncinya untuk membuat Murid berkreatifitas,,yaitu dengan membentuk karakter dari murid bapak,,bgitu pula dengan Guru,,Guru pun harus menjadi Guru yang berkarakter,,jangan untuk terlalu dini paksakan Murid menjadi apa yng di inginkan Bapak/Guru ( mhon m’f sebelumnya) silahkan secara perlahan bimbing Murid2 ke Kegemaran nya masing2 v yang bersifat positif,,secra tidak lansung Karakter dri murid trsbt pun akan perlahan Tumbuh,,Trima Kasih

  2. wah, pasti menyenangkan jika semua guru menerapkan kiat-kiat tersebut…pembelajaran pasti menyenangkan untuk guru danjuga tentu saja untuk kepentingan anak :)

  3. mau curhat ni pak … saya kalo ngajar keseringan ngelantur kemana-mana, emang sih hal itu dilakukan untuk menjawab pertanyaan siswa,tapi jika saya lanjutkan terus maka siswa gak ada berhentinya bertanya… tapi ya itu tadi pertanyaannya diluar materi yakni hal- hal yang mereka alami diluar sana, mulai dari masalah keluarga,pacar,keuangan,dll. ada solusi ga pak? mau dong dikirimin :
    email: j.yahya.ellampungi@gmail.com
    blog: http://gurukampung.blogspot.com

    • Menurut saya ngajar keseringan ngelantur kemana-mana itu sangat tidak baik, memang mungkin tujuan anda baik untuk menjawab pertanyaan siswa, anda boleh menjawab tapi ingat anda harus selalu Fokus pada pembelajaran. pegangan anda sebagai seorang guru adalah kompentensi apa yang anda hrus sapai pada saat anda mengajar, dengan indikator2 yang sudah anda buat mungkin akan membantu aanda untuk mengajara lebih fokus lagi sehingga tidak ngelantur kemana-mana. Anda juga harus buat peraturan bahwa pertanyaan yg dilontarkan siswa harus berhubungan dengan materi yang akan anda sampaikan dengan begitu tidak akan ada siswa yang bertanya di luar materi yng akan anda berikan. Selamat mencoba ya! sukses selalu buat anda

  4. gimana pak ya, ktika sy harus mengajak anak buah saya untuk menjadi guru kreatif. kan tidak lucu rasanya kalu kreatif itu jalan sendiri. akan lebih hebat jika bisa kreatif semua… pasti anak2 betah di sekolah. how to motivated our friends….

    • ada beberapa cara untuk membuat rekan jadi lebih kreatif, bisa dengan kitanya sendiri lebih kreatif dan peduli jika ada rekan yang meminta bantuan atau saran

  5. Sebenarnya hal yang mas paparkan merupakan tips yang sangat buagus bagi para guru …nah sayangnya kita sekarang dihadapkan kepada tipikal siswa yang bunyak mengkonsumsi budaya dan tontonan dari berbagai media….tidak jarang hal ini menjadi dilema…dan satu lagi bagaimana pula mas dengan sekolah di pedesaan…maksih sebelumnya…..

    • harusnya pendidikan merata dan menyentuh daerah dan pelosok bukan hanya diperkotaan saja,itu akan terealisir jika pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama dengan baik,untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan sehingga guru dapat bekerja secara maksimal dan mengembangkan kemampuannya dengan baik.

      Betul karena karena sebenarnyalah guru aktor kunci yang mempunyai peranan besar dalam pembelajaran di kelas

  6. cita-cita saya adalah menjadi seorang guru, guru yang baik dan mampu mengajar dengan baik..

    @rera
    Saya doakan dan dukung sepenuhnya cita-cita Rera yang mulia lewat blog ini

  7. saya tertarik dengan pendidikan utamanya profesionalisme guru. saya sering menyoroti permasalahan klasik guru yakni terlalu fokus pada apa yang telah digariskan padanya sebagai guru. tetapi ketika seorang guru memang sudah punya arahan untuk berpikir dan melakukan hal kreatif, ternyata sekolah malah menghambat. lebih parah lagi ketika guru mulai mengajarkan siswa untuk berpikiran dan melakukan hal kreatif, orang tua siswa malah menentang. bagaimana menghadapi permasalahan sekolah dan orang tua siswa ini?

    • menurut saya, kasus pertama, sangat tidak benar jika ada sekolah yang menghambat guru melahirkan kreatifitas, jika kasus kedua, hubungan antara guru/sekolah dengan orang tua siswa….
      ini memang hal yang sering kali mendatangkan folemik negatif dunia pendidikan, yaitu anggapan jika anak gagal ” Dasar sekolah Bodoh”…
      tapi dalam hal ini pasti ada solusi…yg utama adalah guru/sekolah harus mampu meningkatkan kafabilitas dan mutu..
      kemudia, JGN malu mengeratkan hubungan ukhwah silaturahmi dengan ortu siswa secara pribadi…

  8. guru kreatif adalah guru yang selalu berusaha menciptakan keseimbangan antara kemampuan otak kiri dan otak kanan….insya Allah sang muridpun akan tertarik..

  9. moohon panduannya.
    Saya masih awam.
    saya sekarang bekerja pada perusahaan, dan saat ini sedang kuliah. jika saya ingin menjadi guru bagaimana dan harus menempuh perguruan apa agar bisa mempunyai sertifikasi guru.

  10. jika di negara ini sudah mampu melakukan cara pengajaran tersebut. mkn bangsa ini akan lebih maju dan dpt bersaing dgn pelajar2 di negara lain

  11. saya sudah mncoba untuk jd guru yg kreatif tp siswanya msh blm mau ntuk brtanya sekalian ada yang mo nanya tp suaranya pelan, apalagi klo udh didekati malah ga jd nanyanya..

  12. sebenarya semua guru bisa menjadi sosok yang patut sebagai teladan, guru awal mula perkembangan suatu bangsa, moral bangsa dimuali dari seorang guru yang baik,,,,,,tp terkadang itu hanya sebuah konsep saja tanpa ada bukti nyata,,,,,,,semangat unuk kemajuan guru demi bangsa indonesia tercinta

  13. 5 cara menjadi guru yang kreatif « History Education

  14. Mohon maaf sebelumnya, berhubung bapak seorang guru jadi saya mau tanya beberapa pertanyaan. Saya lulusan Sydney, Master of Education, sebentar lagi mau pulang ke Indonesia, kira2 bisa ga yaa saya melamar utk jadi guru disana??apa perlu ada syarat tertentu??…saya punya pengalaman magang di kindergarten & elementary (TK & SD) di sydney selama 1 thn, mohon bimbingannya secara saya pelajar yg baru lulus. Terima kasih.

  15. saya ini seorang guru di tmpt terpncil.jdi sya masih butuh tips bgmna cara ntuk mngjar.aplgi tmptx trpncil otmtis IQ mreka msih sangat minim.

    • Dear mas Ipung, seperti juga profesi lainnnya menjadi guru adalah soal keikhlasan dan kemauan terus belajar dan menjadi orang yg reflektif. Dijamin anda akan menjadi guru yang dicintai oleh muridnya.

  16. Pak Agus, atau lainnya yang membaca blog ini, saya mohon bantuannya untuk memberi saran kepada saya.
    Saya belum pernah mengajar sebelumnya, Insyaalloh bulan juli nanti saya mulai kuliah untuk jadi guru, dan saya juga berncana untuk ngajar, supaya ilmunya bisa sekalian di aplikasikan. Mohon bantuannya untuk memberikan tips atau apapun bagi saya yang calon guru ini, apa yang harus saya lakukan untuk menjadi guru yang baik, kreatif, profesional, disenangi dan dicintai murid karena pelajaran yang saya kasih bisa diterima dengan mudah.
    Terima kasih

    • Wah jika itu pertanyaannya, bahkan saya pun masih sedang belajar..hehehe, tapi begini saja.
      Saran saya saat kuliah, jadilah mahasiswa yang tidak mengandalkan dosen, cari sendiri semampu anda, semua pengetahuan mengenai pengejaran dan pembelajaran,
      Dosen biasanya akan memberikan kata kunci yang berguna, silahkan mencari ke berbagai sumber mengenai kata kunci tersebut.

      Jika hal diatas sudah menjadi kebiasaan dijamin saat jadi guru dan mengajar nanti, Fitri akan terbiasa untuk menjadi guru yang selalu haus akan pengetahuan baru dan berusaha menerapkan dikelas.

    • Banyak artikel mengenai hal tersebut di blog ini Pak Irfan, silahkan dibaca terus. Salam kenal dari saya.

  17. Pak, atau rekan-rekan seprofesi lainnya yang membaca blog ini, saya mohon bantuannya untuk memberi saran dan jalan keluar atas kebingungan yang sedang saya alami..
    setelah lulus S-1 Fakultas Hukum di salah satu universitas swasta, dikarenakan sulitnya memenangkan persaingan didunia kerja yang sangat kompetitif., maka saya memutuskan untuk melamar menjadi guru. Saya belum pernah mengajar sebelumnya begitu diterima di salah satu yayasan di daerah saya ternyata saya di tempatkan di Sekolah Tinggi. Selang beberapa bulan saya di haruskan mengajar mahasiswa, terbayang begitu besarnya beban saya kan..di waktu yang bersamaan saya pun diberi jam ngajar full mengajar PKN kelas 1, II, dan III SMP. yang membuat saya semakain berat menjalani profesi ini di,Yayasan tempat saya bekerja acapkali mengganti-ganti tugas mengajar saya. baru satu semester saya mengajar kelas I sampai dengan kelas III SMP, semester berikutnya dipindah lagi mengajar di SMA dan SMK. semester berikutnya sayapun tidak tau akan mengajar kelas mana lagi.. terus terang saya menjadi kesulitan dalam menguasai materi.., hasilnya saya menjadi malas untuk lebih kreatif menerapkan metode mengajar yang kreatif..kekurangan lainnya saya cenderung menerapkan metode mengajar ceramah yang monoton, terlalu teks book..tidak tegas terhadap siswa ribut, mengobrol di kelas…Langkah apa yang harus saya ambil. Pertanyataan besar saya saat ini Pantaskah saya menjadi tenaga Pendidik..

  18. Assalamuaikum pak…
    saya sangat terkesan dengan tulisan2 bpk,, saya juga seorang pendidik di taman kanak_kanak.
    mohon tipsnya supaya dalam mengajar tidak kehabisan bahan mengingat yang saya hadapi adalah usia yg
    istimewa..
    terima kasih..

  19. Assalamualaikum,wr.wb
    Saya (26 thn) adalah sarjana perikanan dan ilmu kelautan salah satu univ. negeri dan juga seorang ibu satu anak (4thn).
    Selepas lulus kuliah sy bekerja sebagai honorer di slh satu instansi pemerintah.
    Setelah dua tahun saya merasakan bekerja di instansi pemerintah sangat tidak sesuai dengan hati nurani saya… Saya pun tergerak untuk menjadi guru SD karena saya ingin pekerjaan saya juga bernilai ibadah karena menyebarkan ilmu dan juga karena saya sangat menyenangi anak-anak. Saya sangat suka mempelajari hal2 baru yang dan saya suka mengajarkan sesuatu kepada teman2 saya yang belum paham akan suatu persoalan.

    Yang ingin saya tanyakan,
    1. dapatkah saya menjadi guru dengan bermodalkan panggilan jiwa dan keihlasan menebar ilmu? karena saya belum pernah mengajar sebelumnya, dan saya baru berencana kuliah lagi (PGSD) januari 2012.
    2. saya sangat ingin menjadi guru SD, sedangkan saya mendaftar kuliah pgsd saja belum, apakah kalau saya melamar di sekolah2 kira2 akan diterima mengingat basic saya bukan dari univ. keguruan?
    Sekian pertanyaan saya, atas perhatian bapak dan rekan2 semua disini saya ucapkan banyak terimakasih

    • Waalaikumsalam bu Intan,
      1. pekerjaan mengajar itu sangat mengasikkan karena sebagai pendidik kita mesti belajar juga setiap harinya. Jadi menurut saya pengalaman mengajar bukan hal yang penting, karena yang terpenting adalah kemauan belajar terus menerus dalam hal psikologi anak, cara mengajar sampai strategi mengajar.
      2. Saran saya silahkan melamar ditempat yang cocok, sambil terus berusaha mempraktekkan cara mengajar. Jika disekitar rumah ada PAUD atau sekolah informal sejenisnya, silahkan mendaftar sebagai sukarelawan.

      • wah saya tidak menyangka balasan dari bapak secepat ini,
        terimakasih pak atas jawabannya yang sangat memotivasi saya.
        mudah-mudahan Allah memudahkan jalan saya agar menjadi guru yang canggih seperti bapak, aamiin..
        dan mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan dan memberikan berkah dalam pekerjaan bapak dan juga pak guru/bu guru yang lain dalam memajukan pendidikan Indonesia

      • assalamua’alaikum, salam kenal, saya mo tanya pak. saya mahasiswi jurusan tarbiah tapi masalah saya adalah dari SD sampai sekarang sy alah satu murid yg kurang percaya diri (punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut) dan yang saya khawtirkan ketika nati saya PKL saya tidak bisa menjadi pendidik yang baik. saya dari keluarga yang kurang mampu. apakah ada solusi untuk masalah yang saya hadapi ini? sebelum dan sesudahnya saya ucapakan terima kasih

      • Waalaikumsalam bu Frida,
        Saya salut dan senang anda memilih utk menjadi pendidik. Sebuah profesi yang penuh keberkahan dunia dan akhirat.
        Buat saya latar belakang memang penting, namun yg lebih penting niat yg kuat serta konsistensi. Dunia penuh dengan kemungkinan dan peluang bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
        Saran saya maju terus, asah kemampuan komunikasi. Caranya selalu menganggap keingin tahuan kita sebagai hal yang berharga, dengan demikian ada rasa percaya diri kita dalam bertanya dan mencari pengetahuan terus menerus.
        Saat PKL nanti, jangan bayangkan sedang mengajar atau sampaikan materi seperti guru yg sudah belasan tahun mengajar. PKL adalah sarana berlatih, persiapkan diri saja dengan baik, sambil bayangkan diri kita sebagai murid, maka lebih mudah bagi kita untuk mengajar, karena mengerti, tipe guru seperti apa yg siswa sukai dan tidak.

    • Ada bu Frida, saya sedang rancang bersama teman-teman. Bentuknya bukan pelatihan resmi, namun acara diskusi sesama guru dan mereka yg peduli pendidikan.
      Nantikan di blog ini ya untuk detailnya.

  20. sasalamualaikum,, pak Agus’
    menarik sekali blog yang saya baca ini.
    saya mahasiswa semester 4 sebuah universitas swasta di Jakarta, karena ortu tak cukup biaya untuk kuliah saya,,, akhirnya saya kuliah sambil bekerja dan mengambil perkuliahan ekstensi yang cukup rumit untuk membagi waktu antara bekerja ,kuliah, dan kehidupan saya yang masih ingin sering berkumpul bersosialisasi bersama teman2 sebaya,,, kemudian keresahan muncul di otak saya, apakah saya pantas menjadi guru? yang memiliki tugas mendidik putra-putri bangsa kedepan,, padahal saya nantinya hanya lulusan perkuliahan ekstensi?
    pertanyaan saya bagaimana saya mesti menanggapi kondisi saya,, dan apa yang harus saya lakukan untuk mengimbangi keresahan saya?

    terimakasih pak,,, ditunggu tanggapanya ya,,

  21. Tolong pak beri masukan kepada saya, saya seorang guru sekolah dasar yang mengajarkan bahasa inggris….sebagai guru saya ingin sekali menjadi seorang guru yang berwibawa dimata murid-murid saya. Tetapi untuk menjadi tegas, kadang saya membuat diri saya menjadi guru yang galak….alhasil bukannya murid-murid saya menghargai keberadaan saya malah sebaliknya muridnya susah diatur…Yang saya ingin tanyakan bagaimana sikap saya selanjutnya agar murid-murid saya menghormati dan mengikuti aturan-aturan saya? Selain itu, pada awal tahun ajaran baru nanti saya akan mengajar di sekolah menengah atas (SMA), bagaimana menurut bapak seharusnya sikap saya nanti agar saya menjadi guru yang tegas karena anak didik saya yang biasanya saya mengajar anak-anak dan kemudian nanti saya akan mengajar anak yang sudah dewasa…mohon petunjukknya….trims

    • Apa kabar Pak Adi,
      saya kegum sekali atas usaha yang keras dari pak Adi untuk mendidik siswa di kelas.
      Ada beberapa hal yang mesti diketahui saat menempatkan diri sebagai guru di kelas.

      1. jadilah guru yang selalu berusaha berbuat yang benar, bukan berusaha jadi guru yang baik.
      2. Siswa senang pada guru yang tegas tapi ramah
      3. mulai sekarang Pak Adi hindari menjadikan kewibawaan ebagai tujuan, jika kita bersikap konsisten dan adil dalam tindakan kita maka wibawa akan datang dengan sendirinya.

  22. assalamualaikum…jika da yg mmbaca blog saya ini,mohon d,beri saran ya…
    bagai mana mngatasi murid yg ribut dan apa yang mnyebab kan itu smua…?
    saya merasa minder jadi seorang pendidik, memang sih k,adaan fisik saya mempunyai kekurangan, tapi saya ingin murid – murid saya dapat mnghargai pelajaran yang saya berikan
    dengan baik, karna sesungguh ny ingin membuat mereka jadi anak yang suka belajar.

  23. aww. Salam kenal,
    Saya seorang guru pada salah satu tk dibaubau, saya punya pertanyaan tentang
    1. bagaimana cara menjadi guru yang kreatif di tk sementara sarana dan prasarana tidak memadai.
    2. karakter Anak tk adalah unik dan besar rasa ingin tahunya. Bagaimana cara mengetahui anak agar tinggi rasa ingin tahunya
    3. Apakah anak yang aktif ( anak yang tidak tenang) itu, kita bisa katakan anak pintar. mohon pemahamannya tentang hal tersebut.
    4. Bagaimana cara memusatkan perhatian anak dalam pembelajaran? Tks

    • Wass
      Dear bu Mariasi berikut ini jawaban saya
      1. Jika sarana dan prasana tidak memadai, sepertinya guru yang mesti ubah pandangan mengenai bagaimana sih sarana dan prasarana yang ideal itu. ini penting sekali bu, jika masalah dana jadi hambatan saatnya kreatif untuk manfaatkan yang ada dan maksimalkan semua yang ada dan yang kita bisa.
      2. cara supaya anak terangsang rasa ingin tahunya adalah dengan banyak-banyak ajukan pertanyaan bu serta membuat kelas kita jadi kelas yang bebas dari perasaan anak dihakimi ketika ia berbuat salah.
      3. belum tentu bu, pada beberapa kasus anak seperti itu punya masalah psikologis, namun jgn cepat memutuskan amati dulu beberapa waktu, Anak dianggap pintar jika ia bisa tenang mendengarkan dan antusias ketika gurunya memintanya melakukan pekerjaan di kelas.
      4. boleh dengan bernyanyi dahulu bu, dan lihat situasi jika anak habis lari-larian jangan langsung diberikan pelajaran jadi mesti amati dan cermati dahulu.

  24. kita sebagai guru tk memang harus siap dalam segala hal apalagi kalau sarana dan prasarana tdk lengkap kita harus kreatif dan cepat tanggap apa yg harus dilakukan apabila hal itu terjadi,cara mengetahuinya dengan melihat bagaimana tingkah laku dan selalu ingin ingin tahu dan bertanya,anak yg banyak gerak tdk tenang dan aktif biasanya anak pintar,agar anak dapat memusatkan perhatiandlm pembelajaran cari cara agar anak itu tertarik dg apa yg kita sampaikan contoh materi apa yg kita ambil misal tema alat transportasi kita buat gambar mobil yg bisa menarik anak warna cerah dan menarik

    • Wow ibu Yeti anda guru yang luar biasa berdedikasi, saya bangga dan senang ibu bisa berkomentar di blog saya, semua yang ibu sampaikan bukti betapa guru yang baik punya banyak akal dan strategi, itu karena ia mengajar dengan hati.

    • Saran saya buat kesepakatan dahulu pak dengan siswanya, atau pada saat perencanaan pembelajaran dirancang sedemikian rupa supaya tidak ada celah bagi mereka untuk bermain hape. Caranya buat pembelajaran yang se’menantang mungkin, dan waktunya pas dgn jam pembelajaran. Jika masih ada waktu sisa 5 sampai 10 menit baru boleh mainkan hape mereka.

  25. Saya menjadi guru sudah 30 tahun.Tetapi rasanya belum menjadi guru yang baik, bukan guru berprestasi.ataupun kreatif.Tetapi bolehkan berbagi pengalaman ?
    Tiap hari siswa membawa bekal nasi. Pada jam istirahat mereka makan bersama dan saling mencicipi.Anak yang tidak membawa bekal diajak juga makan.Sambil makan kita belajar tentang zat gizi yang terkandung pada makanannya . Selain itu saya terbiasa makan satu piring bersama anak-anak l .Sangat banyak manfaat nya:lebih akrab, menumbuhkan rasa kasih sayang, membiasakan berdoa sebelum dan sesudah makan ,etika makan. Pada proses KBM saya selalu mengajak mereka” tos “jika mereka berhasil menyelesaikan tugasnya. Masih banyak pengalaman lain sih yang membuat anak terkesan.

    • Terima kasih sudah berbagi Bu Hajjah Lilis, yang sudah ibu lakukan benar-benar menempatkan siswa sebagai subyek, sambil saat yang sama ibu berusaha menjadi model perilaku yang baik pada siswa.

  26. Saya sangat tertarik dengan beberapa tulisan bapak. saya ingin sekali itberubah dari guru yang konfensioal menjadi guru guru yang kreatif. Teapi masalahnya saya belum pernah melihat secara langsung bagaimana bentuk pajangan,yang memenuhi standar atau sesuai dengan hasil pembelajaran paikem.Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana menum- buhkan kreatifitas itu sementara kebiasaan saya adalah meniru o… seperti itu.Atas bantuannya saya ucapkan ma kasih.

  27. Sedikit berbagi pengalaman. Untk menjadi guru yang di senangi dan berpengaruh adalah berikut: 1. Ikhlas. Mengharapkan pahala dan kebaikan terhadap murid,apalagi dlm mengajarkan agama sgt di larang bagi guru mengharap pemberian manusia.namun tdk mengapa menerima jasa dg meniatkan jasa tersebut adalah sebagai ganti waktu yg kita berikan bukan dari ilmu agama yg kita ajarkan. Ini khusu bagi guru agama,adapun yg slainnya maka tdk mengapa.Inilah sumber karisma yg besar dan mampu memberikan pengaruh luarbiasa terhadap murid. Pepatah mengatakan “apa yg keluar dari hati sangat berarti” 2. Memberikan motivasi,menjelaskan manfaat dari materi yg di sampaikan 3. Ciptakan suasana kopetisi 4. Lakukan pendekatan pribadi terhadap murid. Saya pernah menghadapi murid smp yg super bandel,setelah pelajaran usai saya memanggilny dan mengajaknya makan santai. Di sela sela suasana itu saya mulai menasehatinya dg persahabatan.

    • Alhamdulillah bagus sekali pak Taufiq, untuk nomor 3 saya perlu memberikan masukan. Dalam beberapa segi kompetisi bagus hanya dalam hal yang sifatnya menyenangkan seperti lomba dan lain sebagainya. Namun dalam pembelajaran kerja sama antar murid tetap diperlukan, salah satu contoh nyata ada startegi yang namanya ‘tutor sebaya’. Karena di masa depan siswa yang bisa bekerja sama (dlm kebaikan) akan sukses dan berhasil
      Terima kasih pak Taufiq atas komentarnya
      Sukses terus ya

    • Sepertinya semua materi namun yg paling banyak guru cari nuansa kreativitasnya adalah pelajaran eksakta dan bahasa asing

  28. Trimks Pak Agus..apa yang telah saya baca disini sangat menjadi pencerahan bagi saya Pribadi..tapi alangkah senang Jika ilmu itu dapat berbagi dengan teman2 Guru ditempat saya khusus di Tanggamus Lampung..Kapankah anda ada Jadwal Seminar/ Workshoop di Lampung.. ditunggu Infonya Ya Pak..Trimks..

  29. Salam kenal Pal Agus Sampurno,
    Untuk mewujudkan krestif itu banyak faktor yang harus dilihat. Aspek internal yaitu murid, guru dan sekolah itu sendiri. Aspek eksternal adalah lingkungan di luar sekolah baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Keberhasilannya ditentukan oleh semua variabel tadi tinggal mana yg dominan saja. Itulah tantangan jaman sekarang semakin berat karena murid kita perkembangan sikap, pola pikir dan mentalnya begitu cepat,jadi gurupun benar2 harus melek menjawab tantangan itu. Bagaimana caranya ? ya banyak pendekatan multidimensi yg bisa kita lakukan ..insyaallah pasti berhasil. semua butuh proses tahapan dan sistem pendidikan yg menunjang tentunya. Percuma kita mati2an berusaha kreatif sebagai guru tapi sistem pendidikan kita tdk mendukung sama juga bohong pak. Ibarat mencari kutu dalam ijuk, setelah nemu kutunya puasnya hanya sesaat tapi capeknya bukan kepalang. Manfaatnyapun hanya bersifat sementara. Oleh karena itu harus bareng2 mencanangkan progam kreatifitas nasional jika perlu apapun metode pembelajarannya nanti yg diterapkan. Saya secara basic setuju dengan anda hanya mau sedikit menambahkan dan sharing dalam hal kreatifitas mengajar di kelas. Tugas utama guru adalah mengajar. Mengajar itu seni dan mendidik itu indah. Mengajar kreatif itu sama dengan dalam ilmu Matematika. .YUK MELEK MATEMATIKA. Gunakan berbagai media sarana yg mendukung, mudah, murah, simple, ramah lingkungan dan aplikatif.
    Hiduplah dan Mengajarlah setiap hari seperti “matematika” : Mengalikan sukacita, mengurangi kesedihan, menambahkan semangat, membagi kebahagiaan dan menguadratkan kasih antar sesama murid di dalam kelas. Semua terintegralkan menjadi romantika yang non linear dan biimplikasi positif. Itulah seni geometri tantangan dunia pendidikan yang ekuivalen dengan pusat lingkaran kebahagiaan dan kepuasan mengajar sejati. Good luck.
    Bisakah kita mulai dengan hal2 kecil…Lihat contoh pendidikan di Firlandia. Negara peringkat nomer 1 versi PISA dalam kualitas pendidikan di dunia.
    @ semoga berkah dan bermanfaat @
    Note : Maaf kalo kepanjangan dan bukan bermaksud menggurui, karena apa yg saya tulis berdasarkan pengalaman mengajar di sekolah dan di bimbel. Terima kasih

    • Ketiganya bila bersinergi akan menciptakan sekolah yang bisa dijadikan tempat bersandar bagi permasalahan di komunitasnya. terima kasih sudah mampir di blog saya

  30. Guru sejati itu harus haus ilmu dan banyak belajar dengan siapapun. Guru yang sejati harus mengajar dengan hati yang bersih bukan sekedar otak saja, jadi IPTEK dan IMTAQ harus balance. Guru sejati juga harus belajar dari murid2nya sendiri dengan berbagai latar belakang yg berbeda-beda, jadi komunikasi dua arah. Semoga menjadi bahan renungan kita bersama untuk mencetak generasi penerus yg berakhlaq mulia dan berdedikasi tinggi. Murid2 yang berotak jerman dan berhati mekah.amin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s