Mengatasi anak yang membolos karena playstation.

Pernah mendengar siswa membolos karena sibuk bermain Play station di tempat penyewaan dekat sekolahnya? Ketika mendengar berita ini, sebagai pendidik anda pasti akan marah, geram dan tidak habis pikir mengapa siswa tersebut mengorbankan masa depannya hanya untuk memainkan permainan yang sepintas hanya menghabiskan waktu dan membuang uang.

Nanti dulu menurut Marc Prensky, jika terjadi hal seperti ini gurulah pihak yang harus memikirkan kembali gaya dan cara mengajarnya di sekolah. Maklum berbeda dengan kita dulu, siswa-siswa kita sekarang ada di jaman yang sama sekali berbeda.

Jaman kita dahulu, saluran televisi hanya ada satu, dan milik pemerintah pula. Bisa dibayangkan jika anak yang hidup dimasa sekarang melihat atau diberi kesempatan untuk hidup dimasa kita seusia mereka, sudah pasti kometar mereka hanya satu; “membosankan!”.Ini dikarenakan hanya sedikit sarana serta teknologi bagi mereka untuk bermain dan menghibur.

Generasi yang sekarang menjadi siswa-siswi kita hidup dengan teknologi. Hidup mereka dikelilingi oleh bermacam jenis teknologi dari alat komunikasi sampai pemutar musik, dari televisi dengan puluhan saluran sampai  video games.

Sebagai illustrasi mari kita mulai dari keseharian mereka bangun dipagi hari dengan alarm yang disetel di telepon genggam mereka, berangkat ke sekolah sambil mendengarkan alunan musik dari pemutar musik digital (mp3) sambil mengirim dan menerima pesan dari teman sekolah, sampai disekolah bertemu dengan rekan sebaya lalu berbicara mengenai perkembangan games yang terbaru sampai malam hari ketika mereka ingin tidur terkadang masih sibuk mengobrol melalui pesan singkat atau jika tersedia komputer di kamar mereka, maka mereka akan mengobrol lewat internet.

Jadi begitulah gaya hidup siswa-siswi kita sekarang, dengan bantuan teknologi membantu mereka untuk selalu terhubung satu sama lain, sambil mengerjakan semuanya saat bersamaan. Sambil mengerjakan tugas di computer, mereka mendengarkan musik, mengirim dan menerima sms dan masih banyak lagi contoh bahwa mereka melakukan beberapa hal saat bersamaan.

Bagaimana dengan guru-guru yang mengajar siswa-siswi yang mempunyai perilaku dan kebiasaan diatas.Guru-guru tentu tidak lahir dijaman yang sama dengan siswanya. Lantas apa yang seharusnya dilakukan guru agar saat mengajar siswa yang berbeda generasi dalam hal teknologi ini dengan mudah bisa membuat siswa tertarik dengan pembelajaran yang dilakukannya di kelas. Sehingga contoh kasus diawal tulisan tidak terulang kembali

Silahkan isi polling berikut ini

About these ads

18 thoughts on “Mengatasi anak yang membolos karena playstation.

  1. bikin berpikir 7 keliling nih pak poling yang anda tuliskan he…….good be a teacher

    Thanks Mas Ahewa,
    yang jelas masa depan siswa akan datang kepada mereka cepat atau lambat
    .

  2. Saya sering memikirkan, jika anak-anak sekarang harus selalu belajar dengan cara yang menyenangkan bagi mereka, akan jadi apa selanjutnya. Apakah jadi generasi yang lebih baik, atau bahkan tidak mampu berjuang karena terlalu dimanjakan? Mereka akan menjadi manusia yang lebih cerdas, tapi akan jadi lumpuhkan menghadapi permasalahan di masyarakat. Apakah mereka akan menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, ataukah jadi orang-orang egois memikirkan kepentingan dirinya sendiri?

    Dear Al,
    pertanyaan yang menarik, intinya perang guru bermain ditengah-tengah. saat yang sama menjadi seorang fasilitator yang baik, dan menjadi orang yang membuat siswa peduli dan sadar akan tanggung jawab sosial sebagai warga masyarakat.

  3. Yang harus dirubah sebenarnya adalah persepsi guru tentang siswa.
    Kenapa anak gemar main playstation dianggap buruk? Itu karena kita memberi cap buruk.

    Sekarang coba kita bandingkan. Misalnya ada murid kita yang mungkin tidak terlalu pintar urusan pelajaran tapi sangat gemar main playstation bahkan memenangkan sebuah kompetisi games online berskala international. Hadiahnya tidak main-main, setara dengan gaji anda selama 20 tahun jadi guru. Apa yang akan anda katakan kepada murid anda tersebut?

    Setiap manusia memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Jangan kita seragamkan itu mengingkari kodrat Tuhan. Yang bisa kita lakukan adalah mengarahkannya kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi mereka. Saya rasa itu saja.

    Mas Agus, Maaf ya kalau kepanjangan.
    Jangan bosen main ke BISNIS GURU

    salam istimewa dari BISNIS GURU

  4. Belakangan ini kita banyak mendengar tentang Quantum Learning atau barangkali pendekatan kooperatif berkenaan dengan cara pembelajaran di kelas yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Saya kira guru sudah saatnya mencoba untuk menerapkan model pembelajaran tersebut karena sudah diyakini bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar dan informasi bagi siswa. Jadi guru bisa saja hanya sebagai fasilitator akan tetapi tidak mengabaikan prinsip-prinsip pembelajaran yang membawa meraka menjadi anak -anak yang taat dan berdisiplin.

  5. Sebenarnya banyak game di play station yang justru menumbuhkembangkan potensi anak, seperti kreativitas, kecermatan, produktivitas, ketepatan waktu, sosialitas, dan kecepatan berpikir. Memang ada game yang kurang memberikan nilai edukatif. Nah dari sini guru mesti bijaksana memilah-milah kapan anak didik boleh main game, kapan tidak boleh. Kalau perlu sesekali di sekolah diadakan lomba game. Yang perlu pula adalah merundingkan dengan orangtua, atau pemilik persewaan PS. Jadi tidak serta merta anak yang main PS mesti dianggap negatif.

    Salam hangat. :D

  6. Bermain PS mungkin bisa menumbuh kembangkan kreativitas dan potensi anak,tapi yang menjadikan penomena bermain PS itu menjadi buruk bagi siswa adalah “ketagihannya” yang sangat berdampak negatif terhadap minat belajar siswa.Mereka akan lebih senang bermain PS daripada belajar sehingga akan sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik disekolah.Jadi menurut saya kalau ada siswa yang ketahuan sering bermain PS lebih baik dikasih peringatan dan bekerjasama dengan orangtua siswa untuk selalu mengawasi anaknya
    agar tidak terlalu bebas bermain game diluar rumah/di tempat rental.

    wassalam.

  7. Anak-anak memang tertarik dengan permainan. Jadi yang terpenting adalah bagaimana mengelola pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan. Yang jelas kita harus terbiasa mengurangi kesan formal dalam mengajar, seperti dulu ketika kita belajar di kelas. Selama siswa masih antusias dengan rasa ingin tahunya, berarti proses belajar sedang berlangsung.

  8. That’s right. I agree with you. It’s really different style for learning in any kind of subject so that teacher must know about pupils’ style learning. Finally, communication between among them will be better and get the aims of theme that teacher has given.

  9. Pak Agus,
    Bagaimana TT-nya ?

    Murid2 kecil sy di Jepang tdk diperbolehkan membawa DS ke sekolah, bahkan beberapa sekolah melarang HP.
    Di rumah, orang tua ketat sekali memberlakukan jam bermain DS, misalnya 1 atau 2 jam saja.
    Lalu, krn mereka belajar di Sekolah Bhinneka (sekolah anak Indonesia) hanya hari Sabtu, dan saat itu pula mereka bertemu dg teman2nya orng Indonesia, mk tak pelak lagi, seblum dan sesdh sekolah mereka asyik bermain.
    Sy sesekali ikut nimbrung :D dan kadang2 ada siswa yg semangat sekali mengajari saya cara bermain hehehe…
    Tp dg cara begini sy baru bisa merasakan di mana kenikmatannya bermain DS, dan apa pengaruh buruknya. Ternyata banyak anak yg memang mjd sangat cekatan berfikir dan bergerak (terutama tangan), tp krn tegang dan mlulu mau menang, banyak jg yg stress. Kecil-kecil stress, kasihan sekali. Apalagi kalau bertanding melawan bbrp teman dan bolak balik kalah…wuih bisa ngambek…
    Btw, krn ada DS anak2 jadi tidak suka baca komik :-(

  10. Anak-anak (murid2) saya juga suka PS, siapa yang gak suka PS? Saya pun suka PS. Malah, saya menghadiahi mereka kaset PS sebagai reward jika mereka mampu menghindari stiker merah selama satu semester. Saya sering ngobrol tentang game PS dan berbagi strategi, namun saya juga bilang agar PS, hanya boleh dimainkan sabtu dan minggu saja. Jika mereka main pada hari sekolah, atau sampai lupa waktu, dan saya minta org di rumah melaporkan pada saya, maka saya tidak akan mau lagi diajak ngobrol atau berbagi tentang PS.
    Selama ini dapat dikendalikan dengan cara itu. Yah, mungkin karena saya mengajarnya di SD bukan sekolah menengah. Anak-anak SD kan mengangap guru itu super keren dan belum begitu terobsesi mencari figur lain.
    Saya kira, kalau kita terlalu bawel dan sama sekali gak mau ngerti, itu hanya membuat anak-anak jadi menutup telinga. Tunjukkan saja bahwa kita mengerti, lalu arahkan. Sekarang malahan anak-anak jadi tertarik pengen tahu gimana sih caranya bikin game PS itu.

  11. Sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik.
    PS, sama dengan aktivitas yang lain. Bila dilakukan dengan secukupnya akan memberi manfaat. Tapi kalo sdh kelewatan, maka ia merugikan pemakainya.
    PS tidak hrs dilarang, tapi diatur. Kecenderungan manusia adalah suka dengan permainan (ngaku aja), tidak peduli umur.
    PS boleh, belajar harus.
    Yang perlu dipertimbangkan adalah keseimbangan antara aktivitas otak (fikir), badan (fisik), dan jiwa (psikis). Masing2 punya makanannya sendiri2

  12. Contoh lain kasus dampak teknologi:
    Bahwa orang2 sekarang ini sulit menghafal akibat tersedianya alat bantu pengingat misalnya, memori HP, memori MP3, MP4, Flas disk, dll tinggal klik semuanya akan muncul dilayar display. Ketika alat bantu itu error atau tidak ada, mereka sulit menginat apa yang mereka butuhkan dalam waktu yang mendesak.
    Jadi menurut saya, rana psikomotirik tidaklah cukup untuk membentuk SDM, tetapi rana kognitif juga masih sangat perlu.

  13. Maunya anak-anak sekarang serba instan ngggak mau repot-repot dengerin pelajaran yang penting kasi nilai 6 aja dah trimakalai itu yang terjadi maka generasi sekarang hanya hidup dalam alam fantasi. artinya alam yang hanya simbul angka standar minimal atau standar kompetensi minimal asal dapat dicapai tapi itu tidak riil bahwa mereka benar-benar tidak paham bagaimana implementasi pemahamannya untuk mengatasi problem hidup kelak alias hanya akan jadi orang bengong . Hal ini terjadi jika para guru tidak menyesuaikan model pembelajaran di era serba teknologi dan memaksa anak untuk menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dinamis .

  14. anak biasa tidak mengetahui secara menyeluruh tentang pengaruh ps, secara negatif mereka adiktiv karen tantangan yang diberikan oleh game tsb. n secara positif mereka dituntut untk menyelesaikan tugas game tsb…. sehinggu guru sebgai salah satu sumber pengetahuan siswa memberikan informasi dampak negatifnya. dan siswa dapat mempertimbangkan perilakunya kearah yang tepat…terimakasih telah diberikan kesempatan berkomentar

    Benar sekali, tugas guru untk memberi arahan, tentunya setelah guru melakukan percobaan. sehingga bisa tahu bagian mana yang membuat anak suka

  15. selama orang tua memperhatikan anaknya dalam hal bermain dan belajar , saya rasa anak tersebut akan bisa mengontrolnya . Kemudian pada saat di sekolah , saya rasa pergaulan dan lingkungan sekitar adalah hal yang sangat penting apakah si anak benar benar fokus dalam belajar atau bermalasan .

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s