Guru Kreatif. Creative Teacher

Siswa sebagai subyek pembelajaran. Learning empowers students.

“Saya hanya berusaha mendisiplinkan siswa saya”.

Ditulis oleh agusampurno di/pada Mei 4, 2008

Pernyataan diatas adalah jawaban yang paling sering kita dengar saat seorang guru ditanya mengapa melakukan kekerasan pada siswanya sendiri. Banyak sekali praktisi pendidikan percaya bahwa disiplin adalah jalan keluar dari semua masalah perilaku di sekolah dan dikelas. Padahal masalahnya bukan pada disiplin

Saat merencanakan pembelajaran dikelas semua guru berusaha keras membuat rencana pengajaran yang kreatif dan menantang siswa. Namun apa yang guru lakukan bila mendapati siswa nya berbuat sesuatu yang mengganggu jalannya kelas. Apabila guru hanya berpikir mengatasinya dengan cara mendisiplinkan siswa maka hal-hal yang berbau ‘menghukum’ akan terjadi.

Dengan demikian terlihat sekali hubungan antara menghukum dan mendisiplinkan siswa. Untuk kasus siswa yang mengganggu jalannya kelas banyak hal yang guru akan lakukan. Dari membentak sampai melakukan tindakan yang bersifat hukuman fisik. Hukuman fisik inilah yang terkadang menjerumuskan guru menuju tindakan kekerasan kepada siswa.

Hal yang guru lakukan diatas seperti seseorang yang membuka usaha restoran. Ada banyak karyawan yang bekerja di restoran itu kemudian apabila sebuah masalah terjadi, dengan cepat karyawan yang melakukan kesalahan dipecat. Padahal yang menjadi masalah adalah cara pemilik restoran mengelola restorannya. Pemilik restoran tidak pernah mengajarkan prosedur cara menerima pelanggan, berlaku ramah pada pelanggan, merapikan dapur, membersihkan meja hidangan, sampai memasak dengan baik. Hal ini dikarenakan pemilik restoran berpikir yang penting restorannya menyajikan makanan yang enak dan lezat.

Dikelas dalam sebuah proses belajar mengajar guru juga sering melakukan kekeliruan yang sama. Guru merasa sudah berbuat cukup untuk kelas nya ketika telah merencanakan pembelajaran lewat rencana pengajaran. Guru tidak pernah membekali siswanya dikelas dengan prosedur-prosedur yang sebenarnya membantu tugasnya sebagai guru.

Prosedur yang dimaksud antara lain:

  • Cara siswa memperhatikan ketika sedang ada yang berbicara
  • Masuk ke dalam kelas
  • Menyerahkan tugas ketika selesai mengerjakan
  • Apa yang harus dilakukan bila telah selesai mengerjakan tugas duluan.
  • Mendiamkan siswa
  • Mengajukan pertanyaan
  • Meminta bantuan
  • Bekerja dengan bekerja sama
  • Bergerak didalam kelas
  • Pergi ke ruangan lain misalnya perpustakaan
  • Dan lain-lain

DISIPLIN: menitik beratkan pada bagaimana siswa berprilaku
PROSEDUR: menitik beratkan pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dikelas dilakukan dengan baik.
DISIPLIN: Ada hukuman dan penghargaan atau imbalan
PROSEDUR: Tidak mempunyai aspek hukuman dan imbalan.

Satu Tanggapan ke ““Saya hanya berusaha mendisiplinkan siswa saya”.”

  1. taufiqul anwar Berkata:

    maukah anda menjadi guru saya? soalnya saya adalah siswa yang akan tamat dalam belajar(tidak kuliah).dengan cara memberi saya nasehat atau informasi yang update.

    Salam kenal Mas Taufiq.
    Silahkan ikuti blog saya terus.
    Semoga sehat selalu di Nganjuk

Tinggalkan Balasan

XHTML: kamu dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>