Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (makalah Seminar The Power of ICT di Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta 15 April 2008)
Dalam menelisik masalah peng integrasian atau penyatuan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi) di sekolah dasar kita harus melihat beberapa peran yang dijalankan oleh pihak-pihak yang berkompeten di sekolah. Pertama peran sekolah sebagai institusi yang melahirkan kebijakan, kedua guru kelas sebagai aktor utama di lapangan dan yang terakhir guru komputer sebagai orang yang mengajar mata pelajaran TIK.
Tulisan singkat ini akan membahas satu persatu peran penting mereka dalam membuat proses integrasi berjalan dengan baik.
Sekolah
Sebagai institusi sekolah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam proses pembelanjaan anggaran di setiap tahunnya. Banyak sekolah yang masih berpikir bahwa fasilitas yang terpenting dikembangkan hanya fasilitas fisik saja. Padahal jika sedikit demi sedikit anggaran dipergunakan untuk pembelanjaan infrastruktur TIK maka sebuah sekolah akan mempunyai arah yang jelas dalam pengembangan TIK. Terbukti banyak sekolah sudah mulai menampilkan fasilitas TIK sebagai nilai jual, terutama bagi sekolah swasta.
Berapapun anggaran yang telah dibelanjakan oleh pihak sekolah akan menjadi sia-sia apabila sekolah tidak melakukan;
a. Menjelaskan kepada seluruh staff mengenai keterampilan apa yang harus dimiliki siswa dalam menghadap abad 21.
b. Pelatihan yang berkelanjutan, serahkan pada pihak guru TIK sebagai orang yang akan melatih guru-guru yang lain
c. Bentuk pelatihan yang bersifat TOT atau training of trainer.
d. Dalam forum rapat atau evaluasi program, sempatkan adakan forum TIK . Sebuah ajang untk berbagi kisah sukses dalam penggunaan TIK.
Guru kelas
Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi pengunaan perangkat TIK di sekolah. Banyak sekolah yang sudah memulai untuk melengkapi ruang kelas dengan satu computer . Dengan memaksimal kan peran satu komputer di kelas, siswa akan merasakan manfaat yaitu bertambahnya sumber belajar. Inisiatif guru kelas untuk sering-sering berkonsultasi dengan guru TIK juga diperlukan. Dengan demikian guru TIK bisa membantu mewujudkan apa keinginan dari guru kelas dalam kaitannya dengan integrasi TIK. Guru kelas juga bisa memulai mengajarkan langkah-langkah dalam melakukan riset yang sederhana bagi siswa (metode big six). Banyak dari cabang dalam TIK yang memang membantu siswa dalam melakukan riset atau menampilkan hasil pembelajaran yang dilakukan siswa. Misalnya internet dan CD Rom yang bisa membantu mendapatkan informasi dalam waktu cepat. Apabila guru sudah membelajarkan siswa cara mencari informasi dan melakukan riset, siswa akan lebih efisien dan efektif dalam mencari informasi
Berikut ini contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab computer maupun dengan computer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain;
a. Membuat diagram
b. Membuat rentang waktu (time line)
c. Membuat grafik
d. Membuat sajak atau naskah
e. Membuat karya video
f. Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng
g. Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
h. Merancang booklet
i. Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya.
j. Membuat peta pikiran
k. Membuat lukisan dengan computer
l. Membuat komik
m. Membat denah ruangan
n. Memutar CD Rom
o. Mencari informasi di internet
Peran guru TIK.
Selain bertanggung jawab pada berlangsungnya suasana pembelajaran di ruang computer, guru TIK juga menjadi tempat bertanya dari guru kelas serta pihak yang berkepentingan dalam bidang TIK disekolah. Guru TIK selayaknya mempunyai jam khusus setelah pulang sekolah secara rutin untuk melatih keterampilan serta menjadi teman dialog untuk semua guru kelas.
Bersama guru kelas, dan berbekal kurikulum TIK yang dibuat bersama-sama guru lain disekolah, guru TIK bertugas merancang kira-kira hal apa dalam TIK yang bisa membuat siswa menjadi terbantu belajarnya. Tugas apa yang bisa diberikan dalam kaitannya dengan pembelajaran dikelas den demikian menjadikan pembelajaran dikelas menjadi aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Secara rutin guru TIK juga mengirim karya siswa sebagai portfolio untuk menunjukan kepada orang tua siswa mengenai hal apa yang siswa pelajari disekolah. Jangan lupa saat mengajar guru TIK memberikan semangat serta dorongan agar siswa tidak takut untuk salah, mau mencoba serta percaya diri. Siswa secara terus menerus didorong untuk menggunakan TIK dalam kaitannya dengan higher order thinking (menganalisa, menciptakan dan mengevaluasi)
Guru TIK mempunyai tanggung jawab dalam membekali siswa dengan keterampilan
a. Komputer dasar
b. Pengolah kata
c. Database dan spreadsheet
d. Internet dan email
e. Multimedia
f. Etika
Silahkan melihat
Ulasan mengenai workshop ini pada blog








Menarik nih pak ntuk dkaji-lanjut, Mem-peran-kan fasilitas TIK untuk kemajuan pembelajaran tingkat SD.
Failitas TIK selain memberi nilai tambah juga dapat menjadi media belajar yg cukup ampuh terutama kemampuan visualisasinya (khusus untuk anak TK dan SD)
Betul Pak Heri,
anak menjadi tambah semnagat mempelajari sesuatu,dan yang terpenting kemampuan TIK mereka juga bertambah saat bersamaan.
Herianto
April 16, 2008 at 12:04 am
bravo … hebat, sukses berat … Kang Onno lihat banyak filsafat di blog ini …
Terima kasih juga untuk anda juga yang terus memberi motivasi dan pencerahan
dedidwitagama
April 16, 2008 at 1:12 am
Saya sebagai Guru TIK berterima kasih atas ide-ide Anda.
Terima kasih.
Joe
April 18, 2008 at 7:06 am
hhmmm …
makasih pak atas informasi yang sangat berguna ini …
nh18
April 21, 2008 at 5:19 am
mantap euy, salut dgn bahasan yg ditulis. singkat, padat n sangat membantu ita utk belajar lebih byk dan terus belajar. terima kasih, pak
terima kasih Ita,
Sukses terus ya
eNPe
April 22, 2008 at 4:26 am
salut Pak…untuk sd saja udah ada TIK, kayak dulu.. bahasa inggris masuk sd, sy dapet bahasa inggris pas kelas 4 sd.
Betul Mas, yang jelas TIK diperlukan demi membekali siswa dengan ‘alat’ yang bisa membuat mereka bertahan dimasa depan, sebuah masa yang sangat berbeda sekali dengan masa yang kita alami sekarang.
Terima kasih sudah mampir.
bluedragon
April 24, 2008 at 2:36 am
Ide untuk meletakkan satu komputer dan fasilitas inet di kelas adalah ide yang sangat bagus. Sayang, sekolah-sekolah pemerintah kebanyakan belum mampu untuk ini…
Amin Pak Suhadi, semoga pemerintah kita mampu mewujudkan hal itu jadi kenyataan
Suhadinet
April 26, 2008 at 10:54 pm
oh ya pak Agus saya sudah buatkan modul membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK. sebenarnya modul itu saya dasarkan atas makalah saya dalam seminar tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat, silakan download di http://fakultasluarkampus.net/?p=114 integrasi TIK kuncinya ada di sekolah, khususnya ada di tangan guru….
Thanks Pak Uwes,
saya sudah unduh dan saya akan lihat dan membacanya
uwes
Mei 8, 2008 at 7:53 am
Maslah yang dihadapi sekolah-sekolah dengan pembelajaran TIK adalah tidak/kurang tersedianya sarana komputer disemua sekolah. sehingga pembelajaran TIK hanya sebatas teori saja. jadi perlu pemerintah mengupayakan suapaya semua sekolah ada komputer minimal untuk demonstrasi.
Pak Baharwi, sambil tunggu pemerintah turun tangan, apabila disekitar anda ada warnet terdekat. Jangan ragu, bawa saja siswa anda untuk mampir dan perkenalkan mereka dengan komputer sekaligus pengenalan internet.
baharuddin
Mei 19, 2008 at 12:23 am
assalam…
saya setuju dan telah mencoba untuk membuka wacana seperti yang bapak sarankan, terutama sekali untuk melakukan integrasi mata pelajaran TIK dengan mata pelajaran lain, tetapi di sekolah saya SDN Mangkura III Makassar saya merasa masih ada gap pola pikir yang memandang bahwa TIK adalah sebuah mata pelajaran yang bersifat umum seperti MP lainnya… padahal kalau saja guru-guru MP lain terbuka maka akan terjadi transformasi ilmu yang sangat cepat.
untuk sementara ini yang saya lakukan adalah memberikan asupan film-film ilmiah kepada siswa-siswa di luar jam pelajaran, paling tidak efektifitas MP terutama sains akan lebih terbantu dengan pendekatan gerilya ini
ya segitu dulu pak, kapan2 kalau ke makassar kontak saya yah!
Halo Indie,
Pasti saya akan kontak anda bila berkunjung ke Makassar.
Jangan lupa adakan satu sesi khusus bagi guru untk pelatihan internal.
keep positive…!
junaedi
Mei 20, 2008 at 12:18 pm
mohon dikirimkan artikel pembelajaran bahasa dengan TIK untuk anak usia dini….
fidrayani
Juni 2, 2008 at 3:22 am
sangat senang saya menegtahui ada guru seperti anda mau mengulas di blog…. bagaimana guru TIK yang lain… ayo donk…
ada satu hal yang samapai sekarang saya masih bingung (walalu sudah mengajar TIK 3 tahun)… Kenapa TIK ini kok difokuskan ke komputer…?!?! emang TIK = Komputer ?
Salam kenal mas Fidi, tentu TIK punya juga kaitan dengan hal lain yang berkaitan dengan informasi. Apa anda sudah coba bekerjasama dengan pustakawan di sekolah anda?
fidi
Juli 15, 2008 at 4:25 pm
Terimakasih atas infonya mas Agus…
Mohon infonya aplikasi yang bisa didownload buat pembelajaran TIK SD
salam,
sdiataqwaui
Agustus 6, 2008 at 10:56 am
Bravo, TIK menurut saya sangat efektif untuk KBM di kelas, tetapi tetap banyak kendala terutama di sekolah-sekolah yang masih jauh dari semua kelengkapan untuk mengadakan sarana dan perangkat keras maupun lunaknya.
Oh, ya di sini ditempat saya mengajar juga lagi gencar-gencarnya membuat media pendidikan dengan TIK. Apa yang bapak kemukakan diatas sangat menolong sekali bagi saya.
Pak, jika ada waktu dan kesempatan, boleh saya bertemu dengan bapak di tempat bapak bertugas, atau di mana deh. Saya sangat senang sekali dengan semua apa yang bapak hadirkan di gur kreatif.
Semoga bapak sehat selalu, panjang umur dan terus berkarya.
Satu lagi saya tetap minta izin untuk dapat juga menghadirkan tulisan-tulisan bapak di blog saya.
Salam,
smskalit
Sopar Maruli
Oktober 29, 2008 at 2:28 am
Alhamdulillah ternyata informasi tentang tik untuk sd sudah banyak yang komit. terima kasih sebelumnya. saya yang masih baru mengajar tik di sd muhammadiyah giri gresik sangat membutuhkan modul-modul yang bisa digunakan untuk pembelajaran anak-anak sd.
karna itu saya berharap bagi teman teman bisa memberikan banyak informasi pada kami.
rusydi muhammad
Januari 9, 2009 at 2:27 pm
Makash ats comment yg bermanfaat ini.
aku sngat seneng bs dpt pngetahuan dsne
Erdzie
Januari 24, 2009 at 11:49 pm
wooo…..setuju banget dgn ide2 sampean. dari dulu saya pengen banget buat sprt ide2 tsbt dgn murid, ttp bgt banyk kendala trutama dgn biaya, fasilitas komputer yg terbatas serta dukungan dr orgtua murid. shgg bljr TIK nya sering terganggu, terutama dgn keadaan kompter yang minim serta listrik . Tapi saya ttp brusaha….dan mohon juga nantinya bantuan dr teman2 guru TIk dimna aja berada. thanks.
manda
Februari 1, 2009 at 6:23 am
bagus…bagus… mas ide yang menarik dan cemerlang, alhamdulilah ide-ide tersebut sudah 60% berjalan di sekolah, ya kalo boleh saya berbagi cerita terlaksananya sistem seperti ini harus ada dukungan dari semua pihak baik kepala sekolah, guru, maupun siswa, walaupun ada fasilitas tp ga ada motivasi dari guru-guru yang ada sy rasa ini hanya tinggal wacana saja, memang sbg guru TIK jng bosan2 mengajari hal2 yg baru, supaya guru2 lebih tertarik, memang betul kata istilah kuasailah dunia dengan jari-jarimu……..sukses semua HIDUP TIK
Terima kasih pak Ariez,doa saya juga agar usaha anda untuk memfasilitasi teman-teman bisa terus berlangsung.
Ariez
Februari 11, 2009 at 1:09 am
mantab pak. selamat bekerja dan terus berbagi manfaat. maaf, mohon ijin copy dan link, pak. terima kasih.
nuzulul
Mei 7, 2009 at 11:39 am
Setuju dengan TIK di SD tapi bagaimana dengan SD yang ada di daerah seperti di SD saya ? kalau ada yang bisa bantu solusinya …….. hayoooo
Samsul Hidayat
Juni 2, 2009 at 12:08 pm
[...] http://gurukreatif.wordpress.com/2008/04/15/integrasi-tik-dalam-pembelajaran-di-sekolah-dasar-makala... [...]
ANALISIS PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SEKOLAH DASA « Dianahluddin’s Blog
Juni 4, 2009 at 11:54 am
sebuah langkah briliyan yang menjadi motivasi untuk guru-guru TIK, terus berkarya untuk pendidikan indonesia, ditunggu gagasan berikutnya….
Dhadhi Yahya
Juli 15, 2009 at 5:47 am
Alhmduliah masukannya sangat membantu sya juga sebagai guru tik merasa masih banyak kekurangan yang harus di hadapi
Semangat Pak Tresna, sebagai guru TIK memang dituntut untuk menjadi orang yang terus meningkatkan diri dan belajar
Tresnadani
September 4, 2009 at 1:50 pm
sy sangat sependapat dengan Bapak, untuk sementara ini, pelajaran TIK di tingkat SD masih belum optimal dan belum diakui dan dikesampingkan sebagai Ekstra kurikuler, dan banyak juga guru2 dan lembaga SD yang menganggap bahwa TIK merupakan beban karena membutuhkan banyak fasilitas dan dana yang besar, tapi jika melihat manfaat yang diperoleh siswa nantinya seharusnya pelajaran TIK sudah bisa dimulai di tingkat kelas I – VI SD, karena hal itu merupakan bentuk pengenalan sedini mungkin kepada siswa. yang nantinya juga akan banyak bermanfaat sekali jika kelak akan melanjutkan ke jenjang SMP, bahkan sebenarnya kita sudah ketinggalan jauh karena materi pelajaran TIK sudah berkembang mengikuti perkembangan TIK itu sendiri, untuk guru2 juga skr seharusnya bisa memberikan support untuk menyukseskan hal ini. kalau pelajaran TIK itu bermanfaat dan sekolah mampu kenapa tidak kita coba ??? trim.
Luar biasa, saya menyukai semangat Pak Rozi dalam memasyarakatkan TIK di sekolah.
Maju terus pak, demi masa depan siswa yang lebih baik
Khoirur Rozi
September 9, 2009 at 1:17 am