Didalam institusi sekolah semua individu adalah pemimpin
Dewasa ini makna kepemimpinan sering tertukar dengan makna kekuasaan atau malah dengan makna karisma. Padahal ketiganya merupakan hal yang berbeda walaupun saling berhubungan. Makna kepemimpinan lebih kepada membawa diri sendiri atau kelompok yang dipimpin menuju hal yang lebih baik. Usaha untuk mengeluarkan kompetensi yang terbaik dari setiap anggota kelompoknya juga dipandang sebagai usaha pemimpin yang baik. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya semata-mata menciptakan pengikut tetapi juga menciptakan pemimpin di semua lini.
Sekolah sebuah tempat yang bisa menjadi gambaran kecil kehidupan, banyak kisah dan persoalan yang bermuara pada pola kepemimpinan baik dari pemimpin yang bersifat struktural maupun pemimpin yang memimpin dirinya sendiri. Siapakah dia? tidak lain tidak bukan para individu yang terlibat dalam pelaksanaan sebuah sekolah. Individu yang saya maksudkan terdiri dari penyelenggara sekolah, yayasan, pengawas, kepala sekolah, guru, orang tua bahkan siswa.
Sebenarnya apa saja yang benar-benar dilakukan oleh seorang pemimpin
- Mendengar
Saat berbicara terkadang kita cuma diam untuk menunggu giliran. Sebuah kegiatan mendengar yang baik adalah ketika kita secara dalam terlibat dengan isi pembicaraan sambil sesekali memberi respon. Seorang pemimpin yang baik tahu apa yang menjadi ketakutan kelemahan ketakutan dari orang yang dipimpinnya. Dalam kegiatan mendengar kita tidak hanya mengeluarkan respon namun juga belajar mengenai sesuatu dari cerita lawan bicara. Dengan menjadi pendengar yang aktif, lawan bicara menjadi mengerti bahwa apa yang dikatakannya penting dan bernilai.
- Menguatkan
Makna kepemimpinan bukan berarti mengontrol dan mengatur semuanya. Pemimpin yang baik melibatkan semua yang ada disekelilingnya sekaligus menerima semua sumbangan pemikiran dan tindakan sekecil apapun. Pemimpin yang bisa menguatkan, membuat sebuah suasana yang membuat semua orang nyaman dalam mengutarakan pendapat dan melaksanakan apa yang menjadi pendapatnya. Setelah itu anda cukup memberi kepercayaan yang penuh agar pekerjaan yang dijalanai oleh empunya ide bisa berhasil.
- Mengenali potensi dan kekuatan orang-orang disekelilingnya
Makna menguatkan orang-orang disekeliling kita adalah dengan mendorong mereka melakukan apa yang menjadi kekuatan mereka.
- Bisa dipercaya
Lakukan apa yang anda katakan, dan biarkan semua yang ada disekeliling anda menjadikan anda sebagai inspirasi.
- Percaya diri
Pemimpin yang baik yakin akan dirinya sendiri sekaligus rencana dan tujuan-tujuan mereka. Bila seorang pemimpin fokus, yang terasa adalah jalan menuju tujuan bersama yang telah disepakati, bukan kesulitan.
- Memutuskan
Manusia pada dasarnya tidak punya naluri untuk memutuskan, kita semua lebih menyukai hal-hal yang bersifat rutinitas. Tetapi memimpin adalah malangkah maju dengan mengadakan perubahan dan siap menanggung semua resiko akibat perubahan serta keputusan yang telah dibuat.
- Menghargai perspektif lain
Pemimpin yang baik menyadari keterbatasan dan menghargai kelebihan dan pengalaman orang lain. Memimpin berarti mencoba untuk melihat dunia lewat cara pandang orang-orang disekitar anda, bahkan dari cara pandang orang yang tidak menyukai anda.
- Berorientasi pada tindakan.
Banyak orang yang mempunyai resep yang ampuh tentang bagaimana harus berubah, tetapi tidak ada perubahan sedikit pun yang terjadi pada dirinya. Pemimpin yang baik merubah tujuan-tujuan masa depan menjadi aksi atau tindakan yang mudah dan bisa dengan cepat di lakukan.
- Meminta komitmen dari pihak lain
Dalam setiap langkah pekerjaan banyak pihak yang tertarik dengan tujuan akhir tanpa mau meluangkan waktu kepada proses pengerjaan nya. Pemimpin yang baik ada untuk mengatasi hal ini, dengan meminta komitmen semua yang terlibat dan saat yang sama meminta mereka bertanggung jawab dalam bertindak.
- Menciptakan pemimpin bukan pengikut
Apabila kita bertujuan menciptakan pemimpin maka saat yang sama tugas kita akan terasa ringan. Pemimpin yang baik menciptakan tujuan dan menjadikan tujuan-tujuan itu seakan-akan menjadi tujuan pribadi orang yang menjalankan.








duh … banyak dan berat bangets …
dedidwitagama
April 6, 2008 at 11:50 am
Yap. Semua komponen sekolah harus jadi pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Di sini saya menggarisbawahi kata semua komponen sekolah. Semua, karena sekolah adalah sebuah sistem. Ibarat nesin. Satu komponen gak berfungsi, maka sekolah tak akan bergerak maju.
setuju Pak Suhadi,
Jika ada yang pihak yang kurang termotivasi maka semua orang didalam sistem akan merasakan dampaknya.
Suhadinet
April 7, 2008 at 3:47 am
Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia. telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pendidikan/didalam_institusi_sekolah_semua_individu_adalah_pemimpin/
infoGue
April 7, 2008 at 4:59 am
Hmm….hebat…..seperti biasanya.
Tapi kalau semua jadi pemimpin, siapa yang mau ngelakuin kerja sebagai staff? Hehehe….bercanda…..
Mungkin kriteria yang critical adalah menjadi the best di posisi dan bidang apa pun dalam hidup (just input) nih….
Setuju Mas Bisma, dengan demikian siapapun yang memimpin akan merasa terbantu dan mengambil manfaat dari kita.
bisma
April 8, 2008 at 6:54 am
Pemimpin adalah orang yang dapat memahami orang lain, dan dengan pemahaman tersebut, seorang pemimpin dapat mengeluarkan berbagai potensi unik dirinya dan orang lain. Nah, pertama yang harus dipahami adalah perasaan atau emosi orang lain. Terkadang, ketika kita berusaha memahami orang lain kita cendrung berusaha memahami apa yang dikatakannya atau yang keluar dari mulutnya, bahkan kita mendengar bukan untuk memahami, tapi untuk menjawab, padahal menurut penelitian bahwa kata-kata hanya mewakili 10 persen atau kurang dari apa yang kita maksud, dan selebihnya adalah emosi dan perasaan kita. Dengan kata lain, seorang pemimpin harus terlebih dahulu memahami perasaan atau emosi orang lain sebelum menyentuh pada aspek pemikiran atau pun logika.
Terima kasih Pak Eka
Menjadi pemimpin sama derajatnya dengan meningkatkan diri kita terus menerus agar bisa menjadi orang yang lebih baik.
EKA
April 9, 2008 at 5:53 am
detail banget uraian pak agus. secara teori emang mantap setiap individu bisa jadi pemimpin tapi secara praktek, gak semua individu bisa melaksanakannya
Memang betul Ita,
Mari sedikit demi sedikit kita latih semampu kita, maka jangan kaget jika hasilnya menjadi luar biasa.
eNPe
April 10, 2008 at 4:55 am
[...] Inspirasi posting ini berasal dari tulisan Agus Sampurno disini. [...]
MEMASAK « Duniaku
April 11, 2008 at 7:49 am
pak agus,
ini ada sedikit serpihan pemikiran setelah membaca posting ini.
Mangga kalau mau dilihat di http://bisma.wordpress.com/2008/04/11/memasak/
Terima kasih Mas Bisma, saya sudah baca tulisan anda.
Analogi nya menarik dan memperkaya wawasan.
bisma
April 11, 2008 at 8:00 am
guru itu pahlawan tanpa tanda jasa …, yang jadi persoalan efektifitas dan efisiensi nya , tergantung individu atau sistem ya …
Namun sistem yang baik, bisa membantu guru untuk meraih yang terbaik dari dirinya.
salam kenal ..
herman
April 13, 2008 at 12:35 am
semua individu adalah pemimpin … !
Hmmm …
Betul juga ya …
terima kasih Pak …
Salam saya …
Salam kembali Pak NH
nh18
April 15, 2008 at 5:43 am
Salam kenal pak, salut buat weblognya bisa jadi aspirasi sekaligus pembelajaran buat guru-guru. Semoga sekolah-sekolah di Indonesia bisa menjadi wadah pembentukkan karakter pemimpin yang memiliki “emphaty intelligence” bukan hanya untuk kepala sekolah tapi juga guru dan murid-murid. Bravo, selamat berjuang.
Halo Mbak Yuli,
setuju sekali, sekolah yang baik pada saat yang sama juga membelajarkan seluruh anggota komunitas nya untuk meningkatkan diri dan mengasah semua hal yang berguna membangun dan mengembangkan kepemimpinan.
Yuli Rahmawati
April 22, 2008 at 11:15 pm
Pak, saya senang sekali memberi saran dan pikiran yang konstruktif di tempat saya bertugas dan mengajar, tapi kayaknya terlalu sulit untuk mereka terima, atau pimpinan cerna, sehingga seolah-olah saya mau memotong jabatannya. Padahal setelah beberapa waktu kemudian, buah pikiran saya itu yang dia adopsi untuk kemamjuan di tempat saya bekerja. jadi saya sangat senang walaupun sebelumnya tidak diterima.
Jadi dengan adanya kesempatan untuk mengembangkan cara belajar jarak jauh dengan menggunakan internet ini, diam-diam saya merasa senang karena ternyata dengan memiliki sebuah blog kita dapat berbagi dengan banyak orang, dan secara tidak langsung dapat mencerdaskan siapa saja yang mau maju.
terimakasih, sukses selalu.
Salam,
smskalit
Sopar Maruli
Oktober 29, 2008 at 2:36 am