Blog ini di buat oleh Agus Sampurno yang mendedikasikan diri sebagai pendidik tunas bangsa di tingkat sekolah dasar di Indonesia. Berbekal pengalaman dari sekolah tercinta Sekolah Global Jaya Jakarta tempat saya berkarya, saya ingin berbagi ide serta saran yang mungkin dapat dipraktekkan dan dijadikan bahan diskusi oleh para guru sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme dalam bekerja di tingkat sekolah dasar.
Ditulis oleh agusampurno di/pada Februari 18, 2008
Minggu ini saya sedang sibuk mempersiapkan karya portfolio siswa. Karya portfolio adalah sebuah pekerjaan anak yang dipilih oleh siswa dan dikirim ke rumah dalam bentuk karya asli dan utuh lengkap dengan refleksinya. Karya ini dikirim dalam jangka waktu tertentu selama satu tahun pembelajaran. Lembar portfolio penilaian guru juga dikirim kerumah untuk melengkapi penilaian terhadap karya pekerjaan siswa. Siahkan simak komentar Shanty (6 th) terhadap karyanya
Ditulis oleh agusampurno di/pada Februari 12, 2008
Institusi sekolah erat kaitannya dengan disiplin. Bahkan di jaman tahun 80 an sekolah-sekolah yang dianggap baik terkenal karena peraturan yang ketat dan disiplin yang tinggi. “Sekolah itu bagus karena disiplin nya kuat sekali, buktinya tiap ada anak yang melanggar peraturan dihukum dengan hukuman yang berat.” Komentar para orang tua siswa di jaman itu. Demikian lah di jaman itu sekolah yang pandai menghukum siswa nya dengan hukuman berat malah diburu para calon orang tua siswa.
Ditulis oleh agusampurno di/pada Februari 11, 2008
Berawal dari diskusi panjang mengenai peran guru dalam memberi contoh penggunaan internet untuk tujuan positif, saya berhasil mempengaruhi rekan-rekan tim pengajar di kelas 4 untuk membuat blog.
Bagi anda rekan guru yang mengajar di kelas 4 sekolah dasar. Sekarang anda tidak sendiri, ada rekan-rekan saya yang juga mengajar kelas 4 yang siap membantu.
Ditulis oleh agusampurno di/pada Februari 11, 2008
Dari sebuah milis pendidikan yang ada di yahoogroups, saya mendapat sebuah kisah menarik. Ada seorang ibu yang berkeluh kesah mengenai pembelajaran yang didapat anak nya di sekolah. Kisah ibu itu dimulai ketika kelas putranya di sebuah sekolah dasar sedang melakukan pembelajaran tematik yang bertema ‘rumah’. Dari awal pembelajaran relatif tidak ada masalah. Masalah baru timbul ketika kelas putranya mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah. Maklum, tema yang sedang berlangsung adalah ‘rumah’ maka guru kelas mempunyai inisaitif mengadakan kunjungan kepada salah satu rumah siswa, sebagai aktivitas dari pembelajaran. Sepulang dari kunjungan, anak ibu tadi sibuk membandingkan rumahnya sendiri dengan rumah teman yang baru dikunjungi nya. Sang ibu menjadi khawatir dikarenakan ia merasa putranya menjadi orang yang kurang bersyukur. Padahal selama ini sebagai orang tua ia selalu menanamkan sifat bersyukur sebagai bagian dari pendidikan yang ia berikan dirumah.
Pembaca, saya sertakan pengalaman siswa kelas 6 saat memandu tamu di acara promosi sekolah atau Open Day. Saya ingin membagi cerita betapa tugas tersebut bisa membuat siswa belajar menjadi komunikator yang efektif. Ada Radika dan Widi siswa kelas 6 A yang akan berbagi ceritanya menjadi tour guide selama acara tersebut.
Pagi hari saat dalam perjalanan ke sekolah saya terkejut senang ketika mendengarkan iklan di Radio. Iklannya biasa saja hanya berupa kesaksian atau testimoni. Tapi yang istimewa iklan tersebut berasal dari sekolah saya sendiri. Kalau anda yang di luar Jakarta mungkin tidak bisa mendengar. Tetapi bila anda ada di Jakarta anda bisa mendengarnya lewat radio-radio yang target pendengarnya adalah wanita dan keluarga. Sekolah saya beriklan untuk acara promosi sekolah atau Open Day. Acara tersebut akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 2 Februari 2008.