Tips menjaga suasana belajar aktif yang berhasil

2008 Januari 25

Dalam suasana pembelajaran aktif, banyak terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi tersebut bisa merupakan pertanyaan dari guru kepada siswa atau sebaliknya, atau diskusi yang mencerahkan anara keduanya. Demikian juga saat sedang melakukan brainstorming di kelas, terjadi juga interaksi antara siswa dengan seluruh warga di kelas. Saat bertanya atau presentasi misalnya, saat itu adalah yang sangat penting karena jika anda bisa memelihara waktu tersebut sebagai waktu yang tepat untuk menjadikan kelas kita mempunyai tradisi atau kebiasaan mendengarkan pendapat orang lain yang sedang berbicara.

“menurut kamu bagaimana?.”

Cara lain untuk mengefektifkan budaya belajar aktif adalah dengan;
1. Libatkan siswa lebih dari hanya sekedar mendengarkan.

2. Upaya kan menghindari situasi hanya mentransfer informasi menjadi usaha untuk menumbuhkan kemampuan,dan ide siswa.
3. Tumbuhkan selalu sikap percaya diri. Biasakan bilang kepada siswa anda “jangan takut salah” atau “hargai semua pekerjaan yang kamu hasilkan (pendapat, atau hasil karya)

4. Biasakan ucapkan “menurut kamu bagaimana?.” Lebarkan kemungkinan jawaban anda dari “Iya” atau “tidak” , mungkin atau tidak mungkin” menjadi pertanyaan yang membangun rasa ingin tahu siswa dengan bertanya kembali kepada siswa “menurut kamu bagaimana?”
5. Biarkan siswa melalui proses nya sendiri. Cukup dan berhentilah menjadi guru yang selalu ingin hasil yang sempurna dari siswa nya. Hargai proses dan cepat atau lambat anda akan terkejut dengan hasil karya yang siswa kita hasilkan.

6. Berikan selalu umpan balik yang positif, tidak menghakimi dan mematikan kreativitas. Pujilah anak untuk karya atau [erbuatan yang mereka lakukan.
7. Setiap anak berbeda, kecerdasan, latar belakang keluarga dan kemampuan belajar nya. Hindari menggunakan gaya atau pendekatan yang sama terhadap semua siswa di kelas anda

7 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Januari 26
    ipaku permalink

    Memang betul pak, ketika kita sudah mampu bersikap positif insyaAllah, kita akan mendapatkan reaksi yang positif. (seperti hukum Aksi-reaksinya Newton). akan tetapi yang perlu dingat juga bahwa kadang energi yang dikeluarkan sangat besar…untuk bisa menerapkan itu semua. jadi kalau guru sudah menjadi pilihan Hidup semua bisa berjalan lancar…..

    sebenarnya energi yang besar itu hanya dibutuhkan saat melakukan perencanaan pengajaran mas ipaku..
    Saat mengajar, adalah saat menikmati hidup bersama siswa kita..
    Salam kenal Mas..

  2. 2008 Januari 26
    enggar permalink

    Pak, tulisannya tepat sekali dengan situasi yang saya hadapi sekarang. Cara di atas sudah saya lakukan dan sekarang lebih lumayan. Setidaknya saya ingin anak-anak merasa nyaman dengan kehadiran saya sebagai guru baru mereka. Nice artikel.

    Thanks Ibu Enggar,
    Anda sekarang ketemu dengan lingkungan baru ya..
    Senang mengetahui bahwa tulisan saya cukup membantu.

  3. 2008 Januari 27

    Pak Agus,
    berapa banyak ya kira-kira (dalam %) guru-guru kita yang selalu berusaha meningkatkan dan memperbaiki dirinya dan metoda pengajarannya ?

    Ngomong-ngomong, bapak dari sekolah Global mana pak ?
    salam,

    Wah Pak Probo bila dihitung dalam persen saya tidak punya angka pastinya.
    Tetapi sebagai gambaran dalam setiap ajang pelatihan saya selalu bertemu dengan banyak guru yang berdedikasi dan yang penting berpikiran terbuka dan mau berubah.

    Saya dari sekolah Global Jaya pak …di Bintaro

  4. 2008 Januari 28
    eka permalink

    Kerap kali, kita dihadapkan pada siswa yang kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan, apakah memang materinya yang susah, atau memang cara mengajarnya yang tidak pas atau monoton, tidak sesuai dengan metode pemahaman siswa. Nah, di sinilah seorang guru harus mengintrospeksi diri khususnya dalam penyampaian materi. Namun, kita pasti bisa membedakan siswa kita yang cepat atau lambat dalam pemahaman sehinga kita dapat mengajar dengan metode yang berbeda. Dalam hal ini, kesabaran dan kesungguhan guru benar-benar diuji. Kemudian berkaitan dengan kepercayaan diri, kita pun bisa melihat bahwa siswa yang cemerlang biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, ini terlihat misalnya dari seringnya ia bertanya, atau memberikan pendapat. Dengan kata lain, kita bisa meningkatkan kecerdasan siswa dengan membangun kepercayaan dirinya, seperti mendorongnya untuk tampil ke depan, bertanya, dan memberikan gagasan, dan tidak lupa sering memuji pekerjaan dan perilaku baiknya. Saya yakin, dengan terbangunnya kepercayaan diri siswa akan tercipta suasana belajar yang aktif dan kondusif, otomatis.

    Setuju Pak Eka,
    Siswa hanya bisa larut dalam belajar aktif, apabila dia mandiri dan percaya diri.Thanks atas comment nya

  5. 2008 Januari 30
    sucihida permalink

    Bolehkah saya bertanya?

    Mengapa para wali santri disekolah kami menganggap keaktifan putra-putri disekolah saat proses pembelajaran tidak menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kemampuan kognitifnya. Ada kalanya saya berfikir apa mereka memang lebih suka model pembelajaran kuno yang menganggap peserta didik adalah obyek. Kalau ya… mengapa mereka memasukkan anak-anaknya kesekolah kami? yang jelas dari awal sudah diinformasikan bahwa model pembelajaran disekolah kami adalah pembelajaran yang menekankan pada ketrampilan Proses. Mungkin njenengan punya pengalaman untuk masalah seperti ini.

    begini bu,

    mereka (orang tua) sebenarnya mengetahui tapi belum merasakan.

    Kelihatannya mereka lebih suka kepada model yang kuno karena,hanya tipe pembelajaran seperti itu yang mereka tahu sepanjang perjalanan mereka sebagai pembelajar (saya juga begitu..hehe)

    Kalau sekolah anda sempat..

    adakan pelatihan apa saja dengan tema apa saja..

    misalnya dengan tema ‘menjadi orang tua yang efektif’ atau ‘belajar IPS yang menyenangkan’
    dengan suasana workshop dan pelatihan persis seperti saat anda mengajar putra-putri mereka.

    Artinya jalankan situasi workshop atau pelatihan orang tua dengan metode belajar aktif kreatif dan menyenangkan
    .

    saat di akhir workshop
    minta mereka membandingkan.
    apakah enak bila belajar seperti ini..?
    bandingkan dengan model pembelajaran yang guru hanya menerangkan dan murid mendengarkan..

    semoga berguna
    amin

  6. 2008 September 1
    deby permalink

    artikel ini berguna untuk makalah saya =)

  7. 2009 September 24
    Adhe S. Hermawan permalink

    saya jga ingin jd guru…tg skrang agak susah cr krja.

    Saya doakan agar MAs Adhe bisa cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS